Sukses

Inilah Makna dari Tradisi Tabuik di Pariaman

Liputan6.com, Jakarta
Pada 16 Oktober 2016, telah dilaksanakan prosesi Tabuik yang menyedot perhatian bayak wisatawan untuk berkunjung ke kota Pariaman. Banyak orang yang tidak mengenal apa sebenarnya makna dari Menara Tabuik yang dibawa oleh masyarakat ke tengah laut. Masyarakat hanya percaya bahwa mengambil beberapa bagian dari Tabuik akan membawa keberuntungan bagi mereka. Ternyata inilah makna dari bagian-bagian dari Tabuik di Pariaman.

Tabuik terbagi atas dua bagian utama, yaitu bagian atas dan bawah. Bagian atas sendiri merupakan puncak dari tabuik yang dihiasi dengan payung besar dengan bunga-bunga salapan. Di bagian atas juga diletakkan hiasan yang menutupi bagian peti yang ditegakkan di atas tabuik. Keseluruhan bagian ini menggambarkan peti Husein, cucu Nabi Muhammad SAW yang tewas terbunuh di Karbala.

Bagian bawah terdiri dari bagian yang berbentuk tubuh kuda, bersayap, berekor dan berkepala manusia berabut panjang. Kuda dibuat dari rotan dan bambu yang dilapisi kain beludru halus warna merah dan hitam. Pada keempat kakinya terdapat gambar kalajengking yang menghadap ke atas. Bagian ini melambangkan simbol Buraq, kendaraan yang memiliki kemampuan terbang secepat kilat. Buraq sendiri diceritakan digunakan oleh Rasulullah untuk melaksanakan Isra’ dan Mi’raj.

Tabuik secara keseluruhan bermakna peti Husein yang dibawa oleh Buraq ke surga. Selain itu, Tabuik memiliki maksud untuk mengenang perjuangan yang telah dilakukan oleh Husein dalam membela agama. Keyakinan ini tetap dipertahankan oleh masyarakat, meski penyelenggaraannya kini sudah dipegang oleh Dinas Pariwisata sebagai salah satu festival unggulan di kawasan Kota Pariaman.