Sukses

Melongok Rumah Pengasingan Soekarno dan Hatta di Bangka

Liputan6.com, Jakarta Pengasingan nampaknya tidak lagi asing bagi para pemimpin kita terdahulu. Sebut saja Soekarno yang pernah merasakan dinginnya penjara Sukamiskin Bandung, kemudian Ende di Flores, lalu Bengkulu hingga keheningan Wisma Ranggam di Muntok Bangka setelah menjadi presiden. Hatta pun demikian, kengerian Boven Digul, Banda Neira hingga dinginnya udara Wisma Menumbing di Bangka pernah dia cicipi.

Bangka, menjadi lokasi di mana keduanya bersama-sama diasingkan di masa revolusi kemerdekaan pasca Agresi Militer Belanda 2 pada 18 Desember 1948. Hatta didatangkan ke Bangka pada 22 Desember 1948, sedangkan Soekarno 2 bulan setelahnya yakni pada Februari 1949. Keduanya menempati lokasi yang berbeda, Hatta berada di sebuah wisma di atas Bukit Menumbing sedang Soekarno di Kota Muntok.

Pada mulanya, Hatta bersama Pringgodigdo, MR. Assat & Soerjadarma ditempatkan dalam penjara di tengah ruangan dengan ukuran 4x6. Namun kemudian tindakan tersebut mendapat kecaman dari PBB hingga akhirnya Hatta ditempatkan dalam sebuah kamar. Sayangnya kita tidak bisa menemukan bagaimana rupa kamar Hatta dan yang lainnya kala itu.

Replika kamar Hatta di Wisma Menumbing

Hal tersebut dikarenakan Wisma Menumbing sempat disewakan pada pihak swasta pada tahun 1996 untuk dijadikan tempat penginapan sehingga sudah terjadi beberapa kali renovasi. Ada pun kamar yang terdiri dari dua ruangan dengan dua tempat tidur dan sebuah ruang kecil yang diduga kamar mandi ini hanya rekayasa. Entah itu memang kamar Hatta atau hanya upaya sang pengusaha tempat penginapan menyulapnya seolah nyata untuk menjadi saya tarik wisata, tidak bisa kita pastikan.

Badan mobil milik Bung Hatta selama di Bangka dengan plat BN 10

Satu hal yang bisa kita saksikan adalah badan mobil yang biasa digunakan oleh Hatta dengan plat nomor BN10 masih terpajang di dalam ruangan. Selanjutnya adalah potret-potret para pemimpin bangsa ini termasuk surat Soekarno untuk istrinya, Fatmawati. Di Wisma Menumbing kita bisa naik ke atas atap yang berbentuk ibarat kastil dan melihat pemandangan dari puncak Menumbing.

Bangka, menjadi salah satu wilayah yang mencetak sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bagaimana kisahnya?

Sedangkan Soekarno bersama Agus Salim, Moch. Roem dan Sutan Syahrir ditempatkan di Wisma Ranggam atau Pesanggrahan Muntok. Tak ada barang-barang peninggalan Soekarno kecuali potret-potretnya di sana. Namun kita bisa melihat kamar yang ditempati oleh Soekarno kala itu.

“Bung Karno tidurnya di sini dan dia suka sekali berdiskusi dengan Agus Salim di ruangan ini”, ujar penjaga Wisma Ranggam ketika  rombongan bertanya soal kamar Soekarno.

Pintu kamar Soekarno di Pesanggrahan Muntok

Di halaman Wisma Ranggam kemudian dibangun Tugu Proklamasi oleh Hatta untuk memperingati Bangka sebagai bagian dari sejarah Indonesia. Masyarakat Bangka disebutkan sangat menyambut Soekarno, Hatta, dan para pemimpin lainnya. Hingga kini setiap tahun masyarakat di sana mengadakan napak tilas perjalanan Soekarno di Bangka hingga ke Tanjung Kalian.

Tugu Proklamasi yang dibangun di depan Pesanggrahan Muntok

Jika dulu para pemimpin kita dipenjara kemudian berjuang menjadi pejabat dan dikenang sebagai pahlawan. Namun kini tidak sedikit yang justru berawal dari pejabat, menjadi penjahat dan berakhir di penjara, para koruptor misalnya. (rn/nad)

 

Loading