Sukses

Menikmati Keindahan Alam Bawah Laut Pulau Berbadan Buaya

Liputan6.com, Padang Berlibur ke kota Padang, Sumatera Barat, cobalah untuk mengunjungi satu pulau berbentuk badan buaya bernama Pulau Pagang. Terlebih, bila Anda memiliki hobi melakukan olahraga air (water sport)

Hanya berjarak 12,7 kilometer dari Kota Padang, wisatawan akan dibuat terkesima dengan segala panorama yang tersaji, baik yang ada di dasar maupun di bawah laut.

Dalam rangkaian OT Trad Novation Goes to Padang, Liputan6.com dapat merasakan sendiri sensasi dari keindahan pulau yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Berangkat dari Ibu Kota pada pukul 08:30 WIB dengan menaiki pesawat udara, rombongan tiba di Bandara Udara Internasional Minangkabau pada pukul 10:00 WIB. Kedatangan kami disambut dengan cuaca sedikit berawan, namun tampaknya alam menyambut kami dengan penuh suka cita.

Setibanya di Ranah Minang, rombongan diangkut menggunakan bus berkapasitas lebih dari 20 orang ke Pantai Carolina, tempat di mana kami dapat menyewa kapal agar dapat sampai ke Pulau Pagang.

Setidaknya, dibutuhkan waktu dua jam lebih bagi calon pengunjung untuk dapat menikmati keindahan Pulau Pagang.

Setelah melakukan perjalanan selama 30 menit dengan melewati jalan berkelok khas Kota Padang, ditambah pula dengan keindahan Teluk Bayur, rombongan tiba di Pantai Carolina. Di sana, kedatangan kami disambut hangat para pemandu wisata.

"Nanti Uni dan Uda semua naiknya kapal yang itu," kata salah seorang pemandu wisata bernama Michael sembari menunjuk kapal kayu bermesin berwarna kuning.

Sebelum rombongan #OTTradNovation menaiki kapal kayu, tak lupa Uda Michael memerintahkan agar kami mengenakan pelampung, sebagai pengaman.

"Nggak ada yang mabuk laut, 'kan? Perjalanan akan ditempuh dalam waktu 40 menit sampai 1 jam," kata Michael mengingatkan.

Setelah rombongan memenuhi ruas kapal kayu, jangkar diangkat, dan kapal pun berlabuh menjauhi dermaga. Meski awalnya kapal kayu seperti tak bertenaga mengangkut kami, namun tak lama kemudian kapal kayu itu mampu melaju dengan kecepatan maksimal.

Benar saja, waktu tempuh dari Pantai Carolina menuju Pulau Pagang, hampir sama dengan waktu tempu Jakarta-Singapura menggunakan pesawat udara.

Saran kami, copotlah segala alas yang menutupi kaki Anda. Biarkan kaki Anda menikmati kehalusan dari pasir putih yang ada di Pulau Pagang.

Sebab, pulau dengan luas 10 hektar memiliki pasir pantai yang halus dan memesona, seakan kaki sedang menginjak tepung putih yang digunakan sebagai bahan dasar membuat kue atau roti.

Michael, mengatakan, Pulau Pagang yang memiliki air laut dengan perpaduan warna hijau dan biru diapit dengan Pulau Sironjong, Pulau Pemutusan, dan Pulau Sikuai.

"Di sini, tempat paling seru untuk snorkling dan bermain banana boat. Terlebih untuk pemula," kata Michael kepada Liputan6.com, Minggu (16/11/2014)

Untuk membuktikan omongan pria berkulit hitam dengan tubuh berotot, kami memutuskan untuk snorkling dan bermain banana boat.

Tenang, Michael bersama tim akan memandu Anda yang mungkin belum pernah melakukan olahraga air sebelumnya.

Ternyata, omongan Michael bukan sekedar bualan atau promosi semata. Kami melihat langsung, bagaimana ikan warna-warni hidup dan berkeliaran dengan bebas di bawah laut, dengan terumbu kerang yang begitu indah.

"Bagi pemula tempatnya di sini. Kalau yang sudah mahir, biasanya kami bawa ke tengah. Di sana lebih indah lagi bawah lautnya," kata dia.

Pun ketika Anda hendak memacu adrenalin dengan menjajal banana boat, terlebih dahulu Anda dan penumpang perahu karet berbentuk pisang lainnya diajak mengelilingi Pulau Paging. Ketika dirasa sudah cukup 'panas', perahu Anda akan dibalikkan, dan Anda akan mental dari atas perahu.

Oia, bagi yang ingin mengabadikan setiap momen bersama ikan-ikan kecil, Michael menyediakan foto bawah laut (under sea) untuk Anda secara gratis (karena sudah termasuk ke dalam paket yang ditawarkan Losmen Carlos)

Berminat untuk melihat langsung pemandangan laut dan perbukitan hijau yang indah dari Pulau Pagang? Michael menganjurkan untuk tiba di sana pukul 13:00 WIB, dan meninggalkan Pulau Pagang pada pukul 16:00 WIB.

"Soalnya, jam 5:00 sore ombaknya besar," kata Michael.

Loading