Liputan6.com, Jakarta - Sifat terpuji Nabi Muhammad SAW yang wajib diteladani penting diketahui umat Islam sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW adalah suri teladan yang sempurna bagi umat manusia, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an.
Termaktub dalam QS. Al-Ahzab ayat 21, Allah berfirman: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
Keistimewaan akhlak Nabi Muhammad SAW juga dipuji Allah SWT. Tersebut dalam QS. Al-Qalam ayat 4: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." Pengakuan ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok dengan akhlak yang sempurna dan menjadi tolok ukur tertinggi bagi umat Islam dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama.
Advertisement
Dalam ilmu tauhid, terdapat empat sifat wajib yang melekat pada diri para rasul, yaitu shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Selain itu, ayat-ayat Al-Qur'an juga menggambarkan sifat-sifat mulia lainnya yang patut dicontoh, seperti yang tertuang dalam QS. At-Taubah ayat 128.
Momentum Maulid Nabi menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan dan mengamalkan kembali sifat-sifat agung Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Maulid hendaknya menjadi pendorong untuk mentransformasikan diri dengan menghidupkan nilai-nilai keteladanan dicontohkan Nabi SAW.
Sifat-Sifat Terpuji Nabi Muhammad SAW yang Wajib Diteladani
4 Sifat Wajib Bagi Para Rasul
Para ulama, setelah mengkaji Al-Qur'an, hadis, dan sirah Nabi, menyimpulkan bahwa Rasulullah memiliki empat sifat wajib yang menjadi fondasi utama kepribadian beliau. Keempat sifat ini tidak hanya menjadi karakter kenabian, tetapi juga fondasi utama kepemimpinan yang ideal.
1. Shiddiq (Jujur dan Benar)
Shiddiq berarti selalu benar atau jujur. Sifat ini merupakan yang pertama dan terpenting, karena setiap perkataan dan perbuatan Nabi harus berada di jalan kebenaran. Kejujuran Nabi bahkan telah diakui sejak sebelum masa kenabian dengan gelar al-Amin (yang terpercaya).
Allah SWT menegaskan kejujuran Nabi Muhammad SAW dalam Al-Qur'an melalui firman-Nya: "Wa mā yanṭiqu 'anil hawā, in huwa illā waḥyun yūḥā" yang berarti bahwa Nabi tidak berbicara dari hawa nafsu, melainkan berdasarkan wahyu.
Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Husnul Maqshid fi Amalil Maulid menekankan bahwa kejujuran Nabi menjadi landasan utama bagi umat Islam untuk selalu berkata benar dalam setiap situasi, sekalipun pahit. Sifat ini menjadikan beliau sosok yang paling dipercaya di kalangan masyarakat Quraisy bahkan sebelum diangkat menjadi rasul.
2. Amanah (Dapat Dipercaya dan Bertanggung Jawab)
Amanah berarti dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Sifat ini tercermin dari kepercayaan yang diberikan oleh orang-orang Quraisy yang menitipkan harta mereka kepada beliau. Bahkan dalam kondisi genting saat hijrah ke Madinah, Nabi masih memastikan semua titipan dikembalikan kepada pemiliknya melalui Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah”. Sifat amanah mengajarkan umat Islam untuk selalu menjaga kepercayaan, baik dalam urusan kecil maupun besar, serta bertanggung jawab atas setiap amanah yang diberikan.
3. Tabligh (Menyampaikan Risalah dengan Jelas)
Tabligh berarti menyampaikan wahyu Allah SWT dengan jelas dan efektif. Rasulullah SAW memiliki keberanian dan ketegasan menyampaikan wahyu kepada umat tanpa ada satu pun wahyu yang disembunyikannya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 67: "Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya."
Sifat ini mengajarkan umat Islam untuk menyampaikan kebenaran dan ilmu pengetahuan dengan jujur, tanpa takut dan tanpa menyembunyikan sebagian darinya.
4. Fathanah (Cerdas dan Bijaksana)
Fathanah berarti cerdas, pandai, dan bijaksana. Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang memiliki kecerdasan strategis yang luar biasa. Hal ini tercermin dalam berbagai peristiwa penting, seperti penyusunan Piagam Madinah, Perjanjian Hudaibiyah, strategi dakwah, hingga strategi perang.
Dalam Perang Badar, Rasulullah SAW bersedia mengubah strategi setelah menerima masukan dari para sahabat terkait posisi pasukan dan sumber air. Ini menunjukkan bahwa Nabi tidak otoriter, tidak egois, dan sangat menjunjung tinggi musyawarah.
Sifat fathanah mengajarkan pentingnya kecerdasan, kebijaksanaan, dan keterbukaan dalam mengambil keputusan.
Sifat-Sifat Mulia Nabi yang Disebut dalam Al-Qur'an
Selain empat sifat wajib di atas, Allah SWT juga menggambarkan beberapa sifat mulia Nabi Muhammad SAW dalam QS. At-Taubah ayat 128:
لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Artinya: "Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman."
Ayat ini menggambarkan lima sifat mulia Nabi Muhammad SAW:
1. Min Anfusikum (Dari Kaummu Sendiri)
Ayat ini menjadi bukti bahwa Nabi Muhammad merupakan utusan Allah yang sama-sama manusia biasa, sebagaimana manusia pada umumnya. Syekh Mutawalli Asy-Sya'rawi dalam kitab tafsirnya menjelaskan hal ini perlu ditegaskan untuk menepis anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa beliau berasal dari jenis malaikat, sehingga semua tapak-tilasnya tidak bisa dijadikan teladan.
2. Azizun (Rasa Peduli dan Empati Tinggi)
Azizun berarti rasa peduli, simpati, dan empati yang tinggi. Semua kesengsaraan, kesusahan, kepayahan, dan musibah yang dirasakan umatnya turut dirasakan oleh Rasulullah. Bahkan, sebelum semua musibah dan derita itu dirasakan oleh umatnya, beliau sudah merasakannya terlebih dahulu.
3. Harishun (Sangat Menginginkan Keimanan)
Harishun berarti sangat menginginkan keimanan dan kebaikan bagi umatnya. Rasulullah memiliki keinginan yang sangat tinggi untuk bisa memberikan kebaikan kepada semua umat manusia dan membersihkan segala kesyirikan dalam diri mereka.
4. Raufun (Penyantun)
Raufun berarti penyantun atau amat tinggi belas kasihannya. Sifat ini menunjukkan kelembutan dan kasih sayang Nabi dalam menghadapi umatnya.
5. Rahimun (Penyayang)
Rahimun berarti penyayang. Setelah pribadi Nabi disebutkan sebelumnya, pada penutup ayat, Allah menegaskan bahwa beliau merupakan nabi dan rasul yang sangat santun dan penyayang. Hal ini merupakan pengejawantahan paling tepat sebagai representasi dari pribadinya sebagai manusia penebar kasih sayang dan kedamaian.
Sifat-Sifat Terpuji Lainnya
1. Sabar dan Tawakal
Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan. Beliau senantiasa bertawakal kepada Allah dalam setiap situasi.
2. Rendah Hati
Meskipun merupakan pemimpin umat dan rasul pilihan, Nabi Muhammad SAW tetap rendah hati dan tidak sombong.
3. Pemurah dan Dermawan
Rasulullah adalah orang yang paling dermawan. Beliau tidak pernah menolak permintaan dan selalu memberi dengan penuh keikhlasan.
4. Pemaaf
Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat pemaaf. Beliau senantiasa memaafkan kesalahan orang lain, terutama musuh-musuhnya. Al-Qur'an juga menyebutkan bahwa beliau adalah sosok pemaaf, memerintahkan kebaikan, dan berpaling dari orang-orang jahil.
5. Lemah Lembut dan Santun
Rasulullah tidak pernah berkata kasar, tidak suka mencaci, dan tidak pernah berlaku keji. Beliau adalah sosok yang paling baik akhlaknya.
6. Penyayang terhadap Keluarga
Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang paling baik terhadap keluarganya, terutama terhadap istri-istrinya.
Hikmah Mengetahui Sifat Terpuji Nabi Muhammad SAW
1. Meningkatkan Kecintaan kepada Rasulullah
Memahami dan merenungkan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada beliau. Rasa cinta ini merupakan bagian dari kesempurnaan iman dan menjadi pendorong untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana sabda Nabi, tidak sempurna iman seseorang hingga beliau lebih dicintai daripada seluruh manusia.
2. Menjadi Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari
Sifat-sifat terpuji Rasulullah menjadi panduan lengkap bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, kesabaran, dan rendah hati dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, muamalah, hingga kepemimpinan. Dengan meneladani sifat-sifat ini, seorang Muslim dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.
3. Membangun Masyarakat yang Harmonis dan Berkeadilan
Mengamalkan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat akan menciptakan lingkungan yang harmonis, penuh kejujuran, kepercayaan, serta kebaikan bersama. Sifat amanah dan kejujuran Nabi menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang adil dan sejahtera. Sifat peduli dan empati beliau mengajarkan pentingnya kepedulian sosial.
4. Memperkuat Ketakwaan dan Keimanan
Mengetahui dan mengamalkan sifat-sifat mulia Rasulullah merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Allah sendiri memerintahkan umat Islam untuk meneladani Rasulullah. Dengan meneladani akhlak beliau, keimanan dan ketakwaan seseorang akan semakin kuat. Meneladani sifat-sifat ini membantu seseorang menjadi hamba yang lebih baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Menjadi Teladan bagi Orang Lain
Seorang Muslim yang mengamalkan sifat-sifat terpuji Nabi akan menjadi teladan yang baik bagi orang lain di sekitarnya. Sifat-sifat mulia seperti kejujuran, amanah, kesabaran, dan kasih sayang akan menginspirasi orang lain untuk berbuat kebaikan. Dengan demikian, nilai-nilai Islam dapat tersebar melalui keteladanan, bukan sekadar melalui kata-kata.
Pertanyaan Seputar Sifat Terpuji Nabi Muhammad SAW
1. Apa saja empat sifat wajib Nabi Muhammad SAW?
Empat sifat wajib Nabi Muhammad SAW adalah shiddiq (jujur dan benar), amanah (dapat dipercaya dan bertanggung jawab), tabligh (menyampaikan risalah dengan jelas), dan fathanah (cerdas dan bijaksana). Keempat sifat ini menjadi fondasi utama kepribadian beliau dan wajib diteladani oleh setiap Muslim.
2. Apa dalil Al-Qur'an yang menyebutkan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad?
Dalil utama yang menyebutkan sifat-sifat mulia Nabi terdapat dalam QS. At-Taubah ayat 128, yang menggambarkan lima sifat: min anfusikum (dari kaummu sendiri), azizun (peduli dan berempati), harishun (sangat menginginkan keimanan), raufun (penyantun), dan rahimun (penyayang). Selain itu, QS. Al-Qalam ayat 4 menyatakan bahwa Nabi memiliki budi pekerti yang agung.
3. Mengapa Nabi Muhammad SAW disebut Al-Amin?
Nabi Muhammad SAW disebut Al-Amin (yang terpercaya) karena sejak sebelum masa kenabian, beliau telah dikenal sebagai sosok yang sangat jujur dan dapat dipercaya. Orang-orang Quraisy biasa menitipkan harta mereka kepada beliau. Sifat ini berasal dari sifat shiddiq (kejujuran) yang dimilikinya.
4. Bagaimana cara meneladani sifat Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari?
Meneladani sifat Nabi dapat dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai seperti: jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan, amanah dalam menjaga kepercayaan, tabligh dengan menyampaikan kebenaran, fathanah dengan berpikir bijaksana, sabar dalam menghadapi ujian, rendah hati dalam bergaul, dermawan dalam berbagi, dan pemaaf terhadap kesalahan orang lain.
5. Apakah semua sifat Nabi Muhammad bisa diteladani oleh manusia biasa?
Meskipun Nabi Muhammad adalah manusia biasa yang sama seperti manusia pada umumnya, beliau adalah maksum (terjaga dari dosa) dan memiliki keistimewaan sebagai utusan Allah. Seorang ulama menjelaskan bahwa dalam meneladani sifat Rasul, kita tidak bisa meneladani 100% karena Rasul berguru kepada malaikat Jibril dan Allah SWT, tetapi kita sebagai umat Islam harus senantiasa berusaha dengan semaksimal mungkin untuk meneladani sifat-sifat beliau.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5756038/original/020388300_1778658096-cek_fakta_-_Mahfud_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333506/original/017979900_1787792443-ev9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5409359/original/082273300_1762853878-WhatsApp_Image_2025-11-11_at_16.35.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337144/original/058964500_1788234326-WhatsApp_Image_2026-09-01_at_10.11.01__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296804/original/006950100_1784026483-144264.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336916/original/066990400_1788218618-IMG_20260831_141943_691.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336915/original/074188000_1788217279-IMG-20260831-WA0051.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4731224/original/041843900_1706691977-lansia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336910/original/098816900_1788215834-056028900_1690622382-IMG_0045.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336909/original/090586100_1788214878-Screenshot_2026-09-01-04-00-07-99.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336895/original/041189000_1788200101-443076.jpg)