Liputan6.com, Makkah - Setiap hari, ketika sebagian besar orang masih terlelap, Mbah Painah sudah memulai pekerjaannya. Pukul 01.30 dini hari, perempuan asal Wonosobo itu berangkat menuju pasar pagi untuk menjual hasil tani.
Setelah subuh, ia beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya mengurus dan mengantar daun pisang pada para pelanggan. Rutinitas itu sudah dijalaninya puluhan tahun tanpa banyak jeda. Bahkan hari libur pun nyaris tidak berarti baginya.
"Kalau Idul Fitri ya satu hari saja (liburnya). Besoknya sudah jualan lagi," ujar Mbah Painah pada tim Media Center Haji di Makkah, Minggu, 7 Juni 2026.
Advertisement
Di kampungnya, Mbah Painah dikenal sebagai penjual daun pisang. Setiap siang ia menyortir, menata, dan mengirimkan daun-daun pilihan ke pelanggan tetap. Sebagian daun berasal dari kebunnya sendiri, sebagian lagi dibeli dari petani di daerah sekitar.
Pekerjaan itu bukan sekadar mencari nafkah. Ada ketelatenan yang tumbuh dari pengalaman puluhan tahun.
"Sudah sejak tahun 1991 jualan. Sudah lama sekali," kata putra bungsunya, Sabar, di kesempatan yang sama.
Â
Daung Pisang Terbaik yang Dijual Mbah Painah
Daun pisang yang dijual Mbah Painah pun memiliki kelas tersendiri. Daun terbaik biasanya dipesan katering atau warga yang menggelar hajatan. Sementara daun yang kualitasnya kurang baik dijual kepada perajin tempe.
Menjelang Lebaran atau musim hajatan, permintaan bisa melonjak drastis.
"Kalau hari-hari bagus bisa habis sampai kintalan. Orang hajatan masih banyak yang pakai lemper dan makanan tradisional yang butuh daun pisang," kata Sabar.
Setiap hari Mbah Painah berjalan kaki mengantar pesanan ke sejumlah desa. Dalam sehari, ia bisa menyusuri lima desa untuk memenuhi permintaan pelanggan. Kebiasaan berjalan jauh itulah yang tanpa disadari menjadi latihan fisik alami selama bertahun-tahun.
Ketika banyak jemaah seusianya mengandalkan kursi roda saat berhaji, Mbah Painah justru melangkah sendiri.
"Di Masjidil Haram jalan kaki, lempar jumrah juga jalan kaki semua," tutur putranya yang mendampinginya selama di Tanah Suci.
Bahkan setelah menyelesaikan tawaf dan sai, perempuan lanjut usia itu mengaku tidak merasa kelelahan.
"Sudah biasa," celetuknya.
Â
Advertisement
Perjalanan ke Tanah Suci Bukan Hal Instan
Perjalanan menuju Makkah sendiri bukan sesuatu yang datang secara instan. Mbah Painah mengumpulkan biaya haji sedikit demi sedikit dari hasil berdagang. Jumlahnya tidak besar.
"Bulanan. Tidak banyak, paling dua ratus ribu (rupiah)," ujarnya.
Kebiasaan menabung itu dilakukan dengan disiplin selama bertahun-tahun. Uang hasil jualan yang tersisa langsung dipisahkan untuk tabungan. Recehan demi recehan dikumpulkan hingga akhirnya cukup untuk melunasi biaya perjalanan.
"Saya 18 tahun menabung," kata Mbah Painah.
Awalnya, keinginan berhaji justru datang dari sang suami. Saat itu Mbah Painah sempat menolak karena merasa lebih nyaman berada di rumah bersama anak-anak. Namun sang suami mengajaknya mendaftar bersama.
Takdir kemudian berbicara lain. Ketika waktu keberangkatan tiba, suaminya tidak memenuhi syarat kesehatan untuk berangkat haji karena sakit jantung. Porsi keberangkatan kemudian dialihkan kepada putra bungsunya untuk mendampingi Mbah Painah.
Di tengah jutaan manusia yang memadati Makkah, Mbah Painah tetap menjadi dirinya sendiri, sederhana dan apa adanya.
Saat ditanya bagaimana perasaannya ketika pertama kali melihat Ka’bah, jawabannya membuat semua orang tertawa, "Senang, biasa-biasa saja".
Â
Doa yang Jauh dari Kemewahan
Jawaban singkat itu mungkin terdengar sederhana. Namun di baliknya tersimpan perjalanan panjang seorang perempuan desa yang menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan berjalan kaki dari kampung ke kampung, menjajakan daun pisang dan hasil tani.
Di depan Kakbah, doa-doanya pun jauh dari kemewahan. Ia lebih banyak memikirkan anak, cucu, dan keluarganya.
"Saya memohon anak-anak dan cucu supaya sehat walafiat. Anak yang sulung supaya kalau dibilangi orangtua itu menurut," kata Mbah Painah.
Ketika ditanya apakah ia juga berdoa meminta rezeki berlimpah, Mbah Painah kembali melontarkan jawaban yang mengundang tawa.
"Kalau mau minta kaya ya minta uang yang banyak," ucap Mbah Painah.
Namun sesaat kemudian ia menjelaskan makna kaya yang sebenarnya menurut dirinya.
"Yang penting kaya sehat. Kalau kaya sehat kelihatan rezekinya," kata Mbah Painah.
Kini, rangkaian ibadah hajinya hampir selesai. Sepulang dari Arab Saudi, Mbah Painah tidak memiliki rencana untuk beristirahat panjang. Ia sudah membayangkan kembali menyusuri desa-desa di Wonosobo, mengantar daun pisang kepada para pelanggan yang selama ini menunggunya.
Meski sudah menyandang gelar hajah, ritme hidupnya tampaknya tidak akan banyak berubah.
Ia tetap perempuan yang bangun dini hari, berjalan kaki berkilometer-kilometer setiap hari, dan menabung sedikit demi sedikit demi mewujudkan impian.
Lalu, apakah ia masih ingin kembali ke Tanah Suci Mbah Painah menjawab singkat, seperti kebiasaannya selama wawancara menyebut, kalau besok ada uang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563390/original/011141300_1776861531-Infografis_Rangkaian_Haji_CMS.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305798/original/030195100_1784803071-sri_mulyani_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8065411/original/068537000_1780909986-Painah.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295369/original/088328900_1783927837-XulVyaHV1KCq8RQb5oQWdaO33LU7trdNFhnnXNbm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4094552/original/074459700_1658293668-280258405_5084084955001096_1067079962978459863_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297974/original/010804600_1784113225-DSC04178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303106/original/093840000_1754045274-1000408668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296263/original/069238200_1784009386-0dfdcf94-532e-40c6-a325-c977803b0a27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)