Kebakaran Hotel di Makkah, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Waspada Hal Ini

Kebakaran terjadi di area hotel tempat menginap jemaah haji Indonesia di Makkah.

Diterbitkan 06 Juni 2026, 17:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia lebih berhati-hati menggunakan peralatan listrik di pemondokan menyusul insiden kebakaran yang terjadi di area Hotel Al-Hidayah Sektor 10, Makkah, Jumat (5/6/2026).

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal mengatakan, peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hotel yang berasal dari perangkat elektronik maupun peralatan yang menggunakan listrik.

Menurut Ihsan, jemaah perlu memastikan seluruh perangkat dicabut dari sumber listrik setelah selesai digunakan. Langkah sederhana itu dinilai dapat mengurangi risiko korsleting maupun panas berlebih yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kalau sudah tidak digunakan, lebih baik dicabut,” katanya pada tim Media Center Haji di Makkah, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan sejumlah peralatan yang perlu mendapat perhatian antara lain pemanas air, alat memasak nasi, charger telepon seluler, kipas angin, serta perangkat elektronik lainnya yang umum digunakan di kamar hotel.

Ihsan menambahkan faktor cuaca panas di Arab Saudi juga dapat memengaruhi kondisi perangkat listrik tertentu apabila digunakan tanpa pengawasan dalam waktu lama.

Selain mengingatkan soal penggunaan peralatan listrik, petugas meminta jemaah memahami prosedur keselamatan di hotel dan tetap tenang bila menghadapi situasi darurat.

“Para jamaah pun diimbau untuk selalu waspada atau selalu hati-hati dalam setiap kondisi,” ujarnya.

Imbauan tersebut disampaikan setelah kebakaran terjadi di area depan Tower 7 Hotel Al-Hidayah yang menjadi tempat menginap jemaah haji Indonesia. Berdasarkan hasil penelusuran awal, api diduga berasal dari baterai skuter listrik milik karyawan hotel yang sedang diisi daya di dalam sebuah ruangan karyawan.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 waktu Saudi. Asap kemudian menyebar ke area Tower 6, Tower 7, dan Tower 8 sehingga manajemen hotel mengevakuasi jemaah yang berada di tiga bangunan tersebut.

Petugas sektor bersama pihak hotel segera berkoordinasi dengan pemadam kebakaran. Api berhasil dikendalikan sekitar 30 menit setelah kejadian dan tidak sempat merambat ke kamar-kamar jemaah.

Ihsan menyebut proses evakuasi berlangsung tertib karena jemaah mengikuti arahan petugas. Saat lift dinonaktifkan sesuai prosedur keselamatan, jemaah langsung menggunakan tangga darurat untuk keluar dari gedung.

Alhamdulillah semuanya bisa berjalan lancar,” katanya.

Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dari kalangan jemaah Indonesia dalam insiden tersebut. Seluruh jemaah yang sempat dievakuasi telah kembali ke kamar masing-masing pada malam hari setelah kondisi dinyatakan aman.