Ibas Dorong Pesantren Jadi Tempat Aman, Jangan Ada Kekerasan

Ia mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh keteladanan.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 07:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak pondok pesantren untuk terus menjadi lembaga pendidikan dan dakwah yang memperkuat nilai keislaman. Dia pun prihatin dengan adanya kasus perundungan dan berbagai persoalan kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren, termasuk yang ada di Pati.

"Ciptakan lingkungan damai, sekaligus tetap dekat dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta wawasan kebangsaan dan global di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Berakhlak, dan kasih sayang di lingkungan pesantren," ujar Ibas, Selasa (5/6/2026).

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu pun meminta penguatan kelembagaan pesantren, termasuk melalui gagasan pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren. Tujuannya, agar dukungan terhadap sarana, prasarana, dan pengembangan pesantren yang lebih mandiri dan berkualitas.

Lebih lanjut, Anggota DPR dari Dapil Jawa Timur VII ini menekankan pentingnya menjaga harmoni, persatuan, dan solidaritas sebagai fondasi utama kekuatan bangsa. Menurutnya, keberlangsungan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh peran pemimpin formal, tetapi juga oleh kontribusi besar para tokoh agama dan pesantren.

"Kekuatan bangsa ini hadir dari kebersamaan para ulama, pimpinan pondok, dan santri yang terus menjaga harmoni dan persatuan,” ungkapnya.

"Kita tidak ingin Indonesia yang luas ini terpecah. Justru melalui nilai-nilai agama yang damai, kita bisa mempersatukan perbedaan dalam bermasyarakat,” imbuhnya.

 

Jangan Sampai Ada Kekerasan

Ibas percaya, sejatinya peran strategis pondok pesantren dalam dunia pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda yang unggul yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mandiri dan mampu menjawab tantangan zaman.

Karena itu, ia juga mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh keteladanan.

"Jangan sampai ada kekerasan ataupun perundungan di lingkungan pendidikan kita. Pesantren harus menjadi tempat yang menenangkan, membangun karakter, dan menghadirkan kasih sayang,” dia menutup.

Sebagai informasi, pernyataan Ibas disampaikan saat silaturahmi dan halal bihalal bersama segenap pimpinan, pengurus, santri, dan santriwati pondok pesantren di Kabupaten Pacitan pada Selasa, 5 Mei 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi, anggota DPRD Kabupaten Pacitan. serta pimpinan dan pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Pacitan, di antaranya Ponpes Tremas, Ponpes Al Fattah Kikil, Ponpes Al Anwar KH Abdul Manan Anwar, dan belasan pondok pesantren lainnya yang bersama-sama memperkuat ukhuwah dan komitmen membangun bangsa.