Apakah Umrah Mandiri Lebih Murah dari Travel? Simak Estimasi sekaligus Kenali Risikonya

Fenomena umrah backpacker makin nge-tren seturut munculnya regulasi legal. Pertanyaannya, apakah umrah mandiri lebih murah dari travel?

Diterbitkan 20 April 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena umrah mandiri, atau yang kerap disebut umrah backpacker, telah menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pertanyaan fundamental yang paling sering muncul adalah, apakah umrah mandiri lebih murah dari travel?

Pertanyaan ini sangat krusial mengingat sejak pemerintah resmi melegalkan umrah mandiri melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, praktik umrah mandiri tidak lagi berada dalam ranah abu-abu hukum.

Pasal 86 ayat (1) huruf b UU tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa perjalanan ibadah umrah dapat dilakukan “secara mandiri”. Legalisasi ini membuka peluang sekaligus tantangan baru bagi calon jemaah dan industri perjalanan.

Merujuk Jurnal Fenomena Umroh Mandiri terhadap Bisnis Perjalanan Wisata di Indonesia, Ahmad Rimba Dirgantara dkk, Jurnal Panduan Menghitung Biaya Umroh Mandiri: Langkah Praktis untuk Jama’ah Ibu-Ibu di Sidomulyo Barat, Pekanbaru, Identiti dkk, artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan biaya, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta risiko dan keuntungan dari kedua opsi tersebut berdasarkan data terkini.

Benarkah Umrah Mandiri Lebih Murah Dibanding Jasa Travel?

Secara umum, umrah mandiri berpotensi lebih murah daripada paket travel. Namun, besaran selisihnya sangat bergantung pada kemampuan jemaah dalam merencanakan dan mengeksekusi perjalanan.

Estimasi Biaya Umrah Mandiri:

Merujuk Jurnal Panduan Menghitung Biaya Umroh Mandiri, berdasarkan simulasi yang dilakukan dalam program pengabdian masyarakat di Sidomulyo Barat, Pekanbaru, perhitungan biaya umrah mandiri untuk grup 4 orang dengan keberangkatan Juli 2025 mencapai sekitar Rp21.007.009 per orang.

Rinciannya meliputi tiket pesawat, kereta cepat Haramain, penginapan di Madinah dan Makkah, visa, hingga konsumsi. Angka ini tentu bersifat fluktuatif dan dapat berbeda tergantung musim, maskapai, serta pilihan akomodasi.

Sumber lain memberikan rentang estimasi yang lebih tinggi. Menurut laporan dari berbagai sumber, biaya umrah mandiri diperkirakan berkisar antara Rp28 juta hingga Rp33 juta per orang. Bahkan, jika jemaah benar-benar cermat dalam mengatur perjalanan, termasuk berburu tiket promo dan memilih akomodasi hemat—biaya dapat ditekan hingga sekitar Rp15 juta.

Seorang jemaah asal Kudus mengaku hanya mengeluarkan Rp18 juta untuk umrah backpacker selama empat hari, jauh lebih murah dibandingkan paket travel yang mencapai Rp23 jutaan.

Perbandingan Estimasi Biaya Umrah Mandiri dan Travel

Estimasi (IDR) Umrah Mandiri

  • Tiket Pesawat PP (Jakarta–Jeddah/Madinah) Rp18–25 juta
  • Visa Umrah Rp2–3 juta
  • Hotel (10 hari) Rp5–10 juta
  • Transportasi Lokal (antar kota) Rp1–2 juta
  • Konsumsi Harian Rp150–300 ribu/hari
  • Asuransi & Administrasi sekitar Rp1 juta
  • Total Estimasi Rp28–40 juta

Estimasi Biaya Umrah Melalui Travel

Sementara itu, biaya umrah melalui travel resmi (PPIU) umumnya lebih tinggi karena sudah mencakup layanan lengkap: visa, hotel, transportasi, mutawif (pembimbing ibadah), konsumsi, dan asuransi. Kementerian Agama menetapkan referensi biaya umrah ideal di kisaran Rp23 juta, namun harga pasar bervariasi:

  • Paket Ekonomis: Rp24–27 juta (hotel bintang 3, penerbangan transit)
  • Paket Reguler: Rp28–35 juta (hotel bintang 4, lokasi lebih dekat ke masjid)
  • Paket Premium: Rp36–40 juta ke atas (hotel bintang 5, penerbangan langsung)
  • Paket Spesial (Ramadan, dll): mulai Rp32 juta hingga mendekati Rp100 juta
  • Rata-rata biaya umrah melalui travel resmi pada 2025-2026 berada di angka Rp30–35 juta per orang.

Berapa Besar Penghematannya?

Dari data di atas, terlihat bahwa umrah mandiri berpotensi memberikan penghematan sekitar 10–20 persen dibandingkan paket travel. Namun, angka-angka ini harus dibaca dengan sangat hati-hati.

Seperti diingatkan oleh berbagai sumber, penghematan tersebut hanya berlaku jika jemaah benar-benar paham manajemen perjalanan dan berhasil mendapatkan tiket promo serta akomodasi dengan harga terjangkau.

Sebaliknya, jika salah mengelola—misalnya salah memilih waktu keberangkatan, gagal mendapatkan visa tepat waktu, atau kena penipua, biaya justru bisa membengkak melebihi paket travel reguler.

Perubahan fundamental memang terjadi pada tahun 2025 dengan disahkannya UU Nomor 14 Tahun 2025. Sebelumnya, UU Nomor 8 Tahun 2019 hanya mengakui perjalanan umrah melalui PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) atau melalui menteri. Kini, Pasal 86 ayat (1) huruf b secara tegas menambahkan opsi “secara mandiri”.

Syarat-Syarat Umrah Mandiri

Meskipun dilegalkan, umrah mandiri tetap memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi, sebagaimana diatur dalam Pasal 87A UU yang baru:

  • Beragama Islam
  • Memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan dari tanggal keberangkatan
  • Memiliki tiket pesawat tujuan Arab Saudi dengan tanggal keberangkatan dan kepulangan yang jelas
  • Memiliki surat keterangan sehat dari dokter
  • Memiliki visa serta bukti pembelian paket layanan dari penyedia layanan melalui Sistem Informasi Kementerian

Pemerintah juga bekerja sama dengan platform Nusuk milik Arab Saudi untuk memastikan seluruh data dan transaksi umrah mandiri tercatat dan terintegrasi. Sejak 20 Agustus 2025, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meluncurkan platform digital Nusuk Umrah untuk memudahkan pemesanan langsung.

Risiko dan Tantangan Umrah Mandiri

Meski tampak lebih hemat, namun calon jemaah umrah mandiri juga berhitung permasalahan yang mungkin muncul selama perjalanan. Terdapat sejumlah risiko yang harus disadari oleh calon jemaah:

1. Risiko Keamanan dan Perlindungan Hukum

Jemaah umrah mandiri tidak mendapatkan perlindungan yang sama seperti jemaah yang berangkat melalui PPIU. Tidak ada asuransi perjalanan yang terintegrasi, tidak ada pendampingan saat terjadi keadaan darurat, dan tidak ada pihak yang bertanggung jawab jika terjadi masalah selama perjalanan.

Seorang jemaah yang pernah mengalami kesulitan di Tanah Suci mengakui bahwa tanpa pembimbing, risiko tersesat atau kesulitan administrasi cukup tinggi.

2. Risiko Penipuan dan Kegagalan Visa

Risiko terbesar justru terjadi sebelum keberangkatan, terutama pada proses pengurusan visa. Misalnya karena penipuan. Jemaah juga bisa mengalami masalah dengan pemesanan hotel yang tidak sesuai atau bahkan tidak mendapatkan kamar yang telah dipesan.

3. Risiko Finansial: Biaya Tak Terduga

Tanpa manajemen yang cermat, biaya umrah mandiri justru bisa lebih mahal. Jika jemaah salah memilih waktu keberangkatan (musim high season seperti Ramadan), harga tiket dan akomodasi bisa melonjak drastis. Kesalahan dalam perencanaan juga dapat menyebabkan pembengkakan biaya yang tidak terduga.

4. Risiko Ibadah: Ketiadaan Bimbingan

Salah satu kekurangan terbesar umrah mandiri adalah ketiadaan mutawif (pembimbing ibadah). Jemaah harus benar-benar memahami tata cara, rukun, dan sunah umrah secara mandiri. Risiko kesalahan dalam pelaksanaan ibadah—yang dapat mempengaruhi keabsahan ibadah, dan menjadi tanggung jawab pribadi sepenuhnya.

Kapan Umrah Mandiri Lebih Menguntungkan?

Berdasarkan analisis dari berbagai sumber, umrah mandiri lebih menguntungkan jika:

  • Jemaah memiliki pengalaman perjalanan internasional dan paham seluk-beluk administrasi perjalanan lintas negara.
  • Keberangkatan dilakukan di luar musim ramai (di luar Ramadan, musim haji, atau liburan sekolah), sehingga harga tiket dan hotel lebih rendah.
  • Jemaah mampu berburu promo tiket pesawat dan memesan jauh hari sebelumnya (H-3 hingga H-6 bulan).
  • Jemaah tidak keberatan dengan akomodasi sederhana (hostel/Dar) yang lebih murah meskipun lokasinya lebih jauh dari Masjidil Haram.
  • Perjalanan dilakukan dalam grup kecil (3–4 orang) sehingga biaya transportasi dan akomodasi dapat dibagi bersama.

Sebaliknya, umrah melalui travel lebih disarankan untuk:

  • Jemaah yang baru pertama kali berangkat umrah
  • Jemaah lansia atau dengan kondisi kesehatan tertentu
  • Jemaah yang menginginkan kenyamanan dan kepastian layanan penuh
  • Jemaah yang tidak memiliki waktu atau kemampuan untuk mengurus administrasi secara mandiri.

People Also Ask:

Bolehkah umroh mandiri tanpa travel?

Umrah mandiri kini legal. Masyarakat bisa pergi ke Tanah Suci sendiri tanpa menggunakan travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Legalisasi umrah mandiri tertuang dalam UU No 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas UU No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Berapa biaya buat visa umroh mandiri?

Biaya Pembuatan Visa Umroh

Biaya untuk pembuatan visa umroh saat ini adalah sekitar 300 Riyal atau sekitar Rp1,1 juta.

Berapa kerugian first travel?

Telan Puluhan Ribu Korban, Masih Ingat Kasus Penipuan Berkedok Umrah First Travel? Kasus ini memakan korban penipuan mencapai 63.310 calon jemaah umrah dan kerugian hingga Rp 905 miliar ini terjadi di tahun 2017 silam.

Biaya umroh paling murah di bulan apa?

Maka dari itulah, jika Anda mencari harga yang termurah, sebaiknya ambil di bulan yang tepat. Yaitu, di bulan Januari hingga bulan April. Karena, di bulan itulah biasanya harga paketnya jauh lebih murah dibandingkan Anda berangkat di bulan Desember, Juni, dan bulan Juli.