Darul Amanah Ikuti Pertemuan Bersama Dubes Arab Saudi, Bahas Peran Pesantren dalam Mendorong Perdamaian

Pimpinan Ponpes Darul Amanah Kendal menemui Dubes Arab Saudi untuk membahas kondusivitas keamanan dunia jelang musim haji 2026 dan mengapresiasi persiapan pemerintah.

Diterbitkan 16 April 2026, 14:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal, KH Muhammad Fatwa, menghadiri pertemuan halalbihalal dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amody, di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kyai Fatwa menekankan pentingnya stabilitas keamanan global menjelang dimulainya musim haji 2026.

KH Muhammad Fatwa berharap konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran segera dihentikan. Menurutnya, ketenangan internasional sangat diperlukan mengingat pelaksanaan ibadah haji di dua Tanah Suci merupakan momen sakral bagi umat Islam sedunia.

"Momen haji adalah waktu yang sangat sakral, mulia, dan agung bagi umat Islam. Oleh karenanya, semua negara harus menjadikan Arab Saudi sebagai negara yang aman dan tidak ada gangguan sedikit pun, yang akan berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026," ujar KH Muhammad Fatwa.

Beliau memberikan pujian khusus atas dedikasi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam memperketat standar keamanan. Fatwa menilai adanya lompatan besar dalam integrasi teknologi dan manajemen massa yang memberikan ketenangan batin bagi jemaah, terutama dari Indonesia.

Menurutnya, sistem pengawasan di lapangan memastikan keselamatan jemaah kini menjadi prioritas utama.

 

Puji Sinergi Pemerintah RI dan Arab Saudi

Di sisi domestik, apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Indonesia, khususnya MPR RI dan Kementerian Agama (Kemenag). KH Muhammad Fatwa menilai koordinasi yang dilakukan jauh-jauh hari merupakan persiapan yang sangat matang dan sistematis sehingga mampu meminimalisir potensi kendala di lapangan.

Selain itu, ia memuji upaya pemerintah dalam memastikan fasilitas jemaah, mulai dari kualitas akomodasi, katering, hingga layanan kesehatan yang dinilai sangat baik untuk tahun ini. Sinergi antara otoritas Indonesia dan Arab Saudi dianggap sebagai fondasi kuat demi kenyamanan jemaah selama di tanah suci.

Menutup pernyataannya, Fatwa mendoakan agar seluruh prosesi haji tahun 2026 berjalan lancar dan khusyuk.

"Sinergi antara kedua negara ini adalah berkah bagi jemaah. Kita patut bersyukur dan berharap semua jemaah haji tahun 2026 dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur," pungkasnya.