Destinasi Wisata Lebaran Terpopuler 2026, Bali sampai Tokyo

Data pencarian akomodasi Agoda mengungkap, selama libur Lebaran 2026, wisatawan mencari destinasi jarak pendek.

Diterbitkan 21 Maret 2026, 09:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tiga destinasi di Indonesia memimpin sebagai tujuan wisata Lebaran terpopuler bagi para pelancong lokal, Malaysia, dan Singapura, menurut data pencarian akomodasi terbaru dari platform perjalanan digital, Agoda. Ketiganya adalah Bali, Yogyakarta, dan Bandung.

Melansir situs webnya, Jumat, 20 Maret 2026, Krishna Rathi, Associate Vice President Agoda, berbagi, "Hari Raya adalah waktu yang istimewa bagi banyak orang. Menjelang liburan, kami melihat para pelancong menunjukkan minat pada destinasi jarak pendek yang menawarkan kesempatan untuk terhubung dan berkumpul kembali dengan orang-orang terkasih, atau liburan singkat untuk bersantai setelah sebulan berpuasa."

"Sangat menyenangkan melihat para pelancong merangkul beragam penawaran Indonesia dan seluruh Asia. Dari pantai Bali hingga situs budaya Yogyakarta, Agoda sangat senang dapat mendukung para pelancong," ia menambahkan.

Menggenapi 10 tujuan wisata Hari Raya teratas adalah Kuala Lumpur (Malaysia), Tokyo (Jepang), Jakarta (Indonesia), Bangkok (Thailand), Singapura (Singapura), Penang (Malaysia), dan Malang (Indonesia).

Data pencarian akomodasi Agoda mengungkap, selama periode ini, wisatawan mencari destinasi jarak pendek yang menawarkan perpaduan antara liburan pesisir, pusat kota, dan alam. Ini merupakan waktu yang ideal bagi keluarga untuk bepergian bersama, memungkinkan mereka merayakan Hari Raya bersama orang-orang terkasih dan menciptakan kenangan abadi.

Preferensi untuk destinasi seperti Bali dan Yogyakarta menyoroti keinginan untuk bersantai, sekaligus menjelajahi budaya, sementara pusat kota seperti Kuala Lumpur dan Tokyo melayani mereka yang mencari petualangan kota yang menarik.

Pergeseran Signifikan

Agoda juga mencatat lonjakan pencarian akomodasi sebesar 55 persen dari bulan ke bulan dari Malaysia, Indonesia, dan Singapura untuk periode perayaan Lebaran 20─23 Maret 2026, rangkum Mission Media. Tokyo tembus lima besar, menandai pergeseran yang signifikan dari pilihan regional tradisional.

China juga tidak ketinggalan dilirik pelancong, mencatat peningkatan pencarian akomodasi sebesar tujuh persen dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini mengikuti perluasan kebijakan bebas visa China dan pelonggaran aturan transit yang diterapkan Dewan Negara tersebut.

Persaingan untuk menarik wisatawan Hari Raya semakin intensif di tingkat nasional. Tahun Kunjungan Malaysia 2026 menargetkan 35,6 juta kedatangan wisatawan, menciptakan lingkungan promosi yang didukung pemerintah yang dapat dimanfaatkan merek-merek pariwisata.

 

Meningkatkan Daya Tarik Wisata

Forum Pariwisata ASEAN 2026, dengan tema "Membentuk Masa Depan Pariwisata Bersama," juga memungkinkan strategi pemasaran terkoordinasi di seluruh badan pariwisata regional, termasuk promosi periode perjalanan Ramadan dan Lebaran.

Meningkatnya daya tarik Jepang didukung strategi pariwisata nasional. Forum Ekonomi Dunia melaporkan bahwa pemerintah negara ituy telah menetapkan target untuk menarik 60 juta wisatawan asing setiap tahunnya pada 2030, yang menandakan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur pariwisata.

Kaitan langsung antara perubahan kebijakan dan perilaku pencarian merupakan temuan kunci dalam data tersebut. Ketika China melonggarkan aturan visa, pencarian akomodasi dari wisatawan Asia Tenggara meningkat secara signifikan.

Andrew Smith, Senior Vice President of Supply Agoda, mengatakan, "Ketika perjalanan menjadi lebih mudah, minat pun meningkat. Hotel yang menyadari tren ini dan menghilangkan hambatan pemesanan akan berada pada posisi terbaik untuk meraih pertumbuhan di musim liburan ini."

Lonjakan Perjalanan Lebaran

Lonjakan perjalanan Lebaran secara luas berada dalam pasar potensial senilai 230 miliar dolar AS bagi merek-merek yang menjalankan kampanye di berbagai platform selama periode Ramadan dan Hari Raya di Asia Tenggara.

Khusus untuk hotel, alasan komersial untuk adaptasi budaya sangat kuat. Menurut laporan Tailored to Win dari Agoda, properti yang menawarkan fitur ramah Muslim termasuk makanan halal, fasilitas sholat, dan fasilitas keluarga mencatat peningkatan pendapatan sebesar 59 persen per kamar yang tersedia.

Dari sisi periklanan, format iklan interaktif selama Hari Raya menghasilkan niat pembelian delapan kali lebih tinggi dibandingkan format standar, dengan kampanye yang dijalankan di berbagai platform menghasilkan peningkatan kesadaran sebesar 2,1 kali lipat.

Di Indonesia, 56 persen pembelian Hari Raya terjadi melalui perangkat seluler. Di Malaysia, puncak keterlibatan digital terjadi dari pukul 7 hingga 11 malam.