Puasa Syawal atau Bayar Hutang Dulu? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Dalil dan Pendapat Ulama

Bingung menentukan puasa Syawal atau bayar hutang dulu setelah Ramadan? Simak prioritas dan penjelasan ulama agar ibadah Anda sempurna.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak umat Islam sering bertanya tentang puasa syawal atau bayar hutang dulu setelah Ramadan berakhir. Pertanyaan ini muncul karena keinginan untuk tetap meraih pahala puasa sunnah, sekaligus menyelesaikan kewajiban yang tertinggal.

Di bulan Syawal, umat Islam dianjurkan menjalankan puasa enam hari yang memiliki keutamaan besar. Namun, bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan, muncul dilema yang cukup membingungkan.

Lalu, mana yang sebaiknya didahulukan? Liputan6.com akan membahas secara lengkap berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis, serta pendapat para ulama dan lembaga terpercaya, Selasa (17/3/2026)

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan yang sangat besar. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:

“Barangsiapa berpuasa Ramadan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Syawal menjadi pelengkap dari ibadah Ramadan. Dengan menjalankannya, seorang Muslim bisa mendapatkan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa dalam hadis tersebut disebutkan “barangsiapa berpuasa Ramadan”, yang oleh sebagian ulama dipahami sebagai telah menyempurnakan puasa Ramadan terlebih dahulu.

Kewajiban Mengqadha Puasa Ramadan

Mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan adalah kewajiban yang jelas dalam syariat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka wajib mengganti sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menjadi dasar bahwa qadha puasa adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, banyak ulama menegaskan bahwa kewajiban harus didahulukan dibandingkan amalan sunnah.

Puasa Syawal atau Bayar Hutang Dulu? Ini Penjelasannya

Dalam pembahasan puasa syawal atau bayar hutang dulu, terdapat beberapa pendapat ulama yang bisa menjadi rujukan:

1. Pendapat Mayoritas Ulama: Qadha Didahulukan

Mayoritas ulama berpendapat bahwa qadha puasa Ramadan sebaiknya didahulukan sebelum puasa Syawal.

Alasannya:

  • Qadha adalah kewajiban (fardhu)
  • Puasa Syawal adalah sunnah
  • Kewajiban harus lebih diprioritaskan daripada sunnah

Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki utang puasa wajib segera menggantinya, terutama jika ia meninggalkannya tanpa uzur.

Bahkan, sebagian ulama seperti Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebutkan bahwa pahala puasa Syawal tidak akan sempurna jika seseorang belum menyempurnakan puasa Ramadan.

2. Pendapat yang Membolehkan Puasa Syawal Lebih Dulu

Di sisi lain, ada pendapat ulama yang membolehkan mendahulukan puasa Syawal, terutama bagi orang yang memiliki uzur seperti:

  • Haid
  • Sakit
  • Perjalanan (safar)
  • Hamil atau menyusui

Menurut penjelasan dari Kementerian Agama, orang yang meninggalkan puasa karena uzur tidak wajib langsung mengqadha di bulan Syawal. Artinya, ia boleh menjalankan puasa Syawal terlebih dahulu.

Pendapat ini didasarkan pada konsep fikih:

  • Qadha bersifat muwassa’ (waktunya longgar)
  • Puasa Syawal bersifat mudhayyaq (waktunya terbatas)

Karena puasa Syawal hanya bisa dilakukan di bulan Syawal, sebagian ulama memberikan keringanan untuk mendahulukannya.

3. Pendapat yang Menganggap Makruh

Sebagian ulama lain, seperti Ibnu Hajar Al-Haitami, berpendapat bahwa mendahulukan puasa Syawal sebelum qadha hukumnya makruh.

Menurutnya:

  • Pahala puasa Syawal bisa berkurang
  • Tidak mendapatkan keutamaan secara sempurna

Hal ini karena puasa Syawal dianggap sebagai penyempurna dari puasa Ramadan yang telah ditunaikan secara penuh.

Sesuaikan dengan Kondisi

Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak ada satu jawaban mutlak yang berlaku untuk semua orang. Dalam konteks puasa syawal atau bayar hutang dulu, keputusan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Jika ingin lebih aman dan utama:

Dahulukan qadha puasa Ramadan, kemudian lanjutkan puasa Syawal.

Jika memiliki uzur dan waktu terbatas:

Boleh mendahulukan puasa Syawal, lalu mengqadha setelahnya, selama tidak melewati Ramadan berikutnya.

Jika utang puasa banyak:

Bisa mempertimbangkan puasa Syawal terlebih dahulu agar tidak kehilangan keutamaannya.

Mana yang Lebih Utama?

Secara umum, para ulama sepakat bahwa:

  • Qadha puasa Ramadan lebih utama karena merupakan kewajiban
  • Puasa Syawal tetap dianjurkan sebagai pelengkap ibadah

Namun, Islam juga memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya. Selama seseorang tetap berusaha menunaikan keduanya, maka hal tersebut sudah termasuk amal yang baik.

Yang terpenting adalah:

  • Niat yang ikhlas
  • Tidak menunda qadha tanpa alasan
  • Tetap berusaha meraih keutamaan Syawal

FAQ Seputar Puasa

1. Bolehkah menggabungkan niat puasa Syawal dan qadha?

Sebagian ulama membolehkan, tetapi pahala yang didapat tidak sempurna seperti jika dilakukan terpisah.

2. Apakah wajib langsung qadha setelah Ramadan?

Tidak wajib langsung, tetapi dianjurkan untuk tidak menunda tanpa alasan yang jelas.

3. Berapa batas waktu qadha puasa Ramadan?

Sampai sebelum masuk Ramadan berikutnya.

4. Apakah puasa Syawal harus berturut-turut?

Tidak harus, boleh dilakukan secara terpisah selama masih di bulan Syawal.

5. Mana yang lebih besar pahalanya?

Qadha lebih utama karena wajib, sedangkan puasa Syawal memberikan pahala tambahan yang besar.