Ahli Gizi IPB Rekomendasikan Menu Ini untuk Pengemudi agar Mudik Lebaran Idul Fitri Lebih Aman

Ahli gizi dari IPB merekomendasikan pilihan menu sehat untuk membantu pengemudi tetap waspada dan tidak mengantuk selama perjalanan mudik Lebaran.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketika musim mudik Lebaran mendekat, penting untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi pengemudi yang akan melakukan perjalanan jauh. Selain memastikan kendaraan dalam kondisi baik, kesehatan dan kewaspadaan pengemudi juga sangat berpengaruh terhadap keselamatan selama perjalanan.

Salah satu cara untuk tetap waspada dan menghindari rasa mengantuk saat berkendara adalah dengan memperhatikan pola makan sebelum dan selama perjalanan mudik Lebaran.

Karina Rahmadia Ekawidyani, seorang Ahli Gizi Masyarakat dari IPB University, mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat membuat pengemudi merasa mengantuk saat melakukan perjalanan mudik.

Menurutnya, faktor pertama adalah kurangnya waktu tidur. Di bulan Ramadan, banyak orang yang terpaksa bangun lebih pagi untuk sahur dan tidur lebih larut, sehingga waktu untuk beristirahat menjadi berkurang.

Faktor kedua adalah lamanya perjalanan dengan kondisi jalan yang cenderung monoton.

“Jika pengemudi menyetir dalam waktu lama dengan pemandangan jalan yang monoton, hal itu dapat menimbulkan rasa bosan dan akhirnya memicu kantuk,” ujarnya seperti dikutip dari Health Liputan6.com pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Faktor ketiga adalah kebiasaan berkendara pada malam hari. Secara biologis, malam hari adalah waktu bagi tubuh untuk beristirahat, sehingga rasa kantuk lebih mudah muncul, kata Karina.

Pilih Makanan yang Menjaga Energi Stabil Selama Mudik

Di samping cukup istirahat, pola makan yang baik juga berperan penting dalam menjaga stamina dan konsentrasi saat berkendara selama mudik.

Karina menjelaskan bahwa beberapa jenis makanan dapat memicu rasa kantuk, terutama makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat.

“Makanan seperti roti putih, keripik, gorengan, dan makanan tinggi gula dapat membuat kadar gula darah naik dengan cepat, tetapi kemudian turun lagi, sehingga tubuh menjadi lebih mudah mengantuk,” ujarnya.

Di sisi lain, untuk menjaga energi tetap stabil selama perjalanan mudik Lebaran, pengemudi disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks, protein tinggi, dan lemak sehat.

Beberapa pilihan makanan yang direkomendasikan antara lain:

  • Karbohidrat kompleks seperti beras merah, beras hitam, gandum, oat, jagung, kentang, dan ubi.
  • Protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, ikan, dan putih telur.
  • Lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta ikan.
  • Buah dan sayuran yang kaya serat, vitamin, mineral, serta memiliki kandungan air yang tinggi.

Karina menekankan bahwa makanan-makanan tersebut dapat membantu menjaga energi tetap stabil dan mencegah tubuh cepat lelah selama perjalanan.

Perhatikan Kebutuhan Cairan Saat Mudik Lebaran.

Selain asupan makanan yang bergizi, penting juga untuk memperhatikan kecukupan cairan saat melakukan perjalanan mudik Lebaran. Karina mengingatkan bahwa meskipun sedang berpuasa, pengemudi harus tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya. Oleh karena itu, ia menyarankan agar pengemudi mengatur pola minum dengan baik saat sahur dan berbuka untuk menghindari dehidrasi. "Pengemudi dianjurkan tetap minum minimal delapan gelas atau sekitar 1,5 hingga 2 liter air per hari," ujarnya. Hal ini sangat penting agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama perjalanan.

Banyak orang cenderung mengandalkan kopi atau teh untuk mengatasi rasa kantuk saat berkendara. Menurut Karina, meskipun kafein dapat membantu menjaga tubuh tetap terjaga, efeknya bersifat sementara. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, minuman berkafein justru dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, yang dapat berisiko menyebabkan dehidrasi. Dia menjelaskan bahwa batas aman konsumsi kafein untuk orang dewasa adalah sekitar 400 miligram per hari, yang setara dengan empat cangkir kopi. Meskipun demikian, sebaiknya hanya mengonsumsi satu hingga dua cangkir untuk menjaga kesehatan tubuh.

Karina menekankan bahwa cara paling efektif untuk mengatasi rasa kantuk bukanlah dengan mengonsumsi minuman berkafein, melainkan dengan memberikan tubuh waktu untuk beristirahat. "Obat paling efektif untuk mengatasi kantuk bukanlah minuman berkafein, melainkan tidur. Jadi jika sudah merasa lelah, sebaiknya berhenti sejenak dan beristirahat," pungkasnya. Dengan demikian, penting bagi pengemudi untuk tidak hanya memperhatikan asupan cairan, tetapi juga untuk mengatur waktu istirahat yang cukup agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.