Hadits tentang Keutamaan Hari Raya Idul Fitri, Rahasia Ampunan dan Kemenangan Umat Islam

Hadits tentang keutamaan hari raya Idul Fitri menjadi salah satu penjelasan penting mengenai kemuliaan hari besar umat Islam.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 04:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hadits tentang keutamaan hari raya Idul Fitri menjadi salah satu penjelasan penting mengenai kemuliaan hari besar umat Islam ini. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan setelah berpuasa selama satu bulan. Hari tersebut menjadi momentum penuh ampunan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh beribadah.

Hadits tentang keutamaan hari raya Idul Fitri juga menegaskan bahwa Allah SWT memberikan ganjaran besar bagi hamba-Nya yang menunaikan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan. Ketika umat Islam keluar menuju sholat Idul Fitri, mereka datang dengan harapan pahala dan ampunan. Pada saat itulah Allah menjanjikan rahmat yang luar biasa bagi mereka.

Idul Fitri merupakan salah satu hari raya utama dalam Islam. Hari ini menjadi tanda berakhirnya ibadah puasa Ramadhan yang dijalani selama sebulan penuh. Selain sebagai momen kebahagiaan, Idul Fitri juga memiliki nilai spiritual yang sangat dalam.

Banyak ulama menjelaskan bahwa Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam. Kemenangan tersebut bukan karena berhasil berpesta atau merayakan kemewahan. Namun kemenangan karena berhasil menundukkan hawa nafsu selama Ramadhan.

 

Hadits Tentang Ampunan di Hari Raya

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa salah satu keutamaan Idul Fitri adalah turunnya ampunan Allah kepada umat Islam. Ampunan ini diberikan kepada orang-orang yang menjalankan puasa dengan ikhlas. Selain itu mereka juga menghadiri sholat Idul Fitri dengan penuh harapan kepada Allah.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللهُ يَا مَلاَئِكَتِيْ كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ وَعِبَادِيْ اللَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ أَشْهِدُوْا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ

Latin: Idza shamu syahra Ramadhana wa kharaju ila ‘idihim yaqulullahu ya malaikati kullu ‘amilin yathlubu ajrahu...

Artinya: Ketika mereka berpuasa pada bulan Ramadhan lalu keluar menuju sholat Idul Fitri, Allah berfirman kepada para malaikat: setiap orang yang bekerja akan mendapatkan upahnya, dan hamba-hamba-Ku yang berpuasa lalu keluar menuju hari raya memohon pahala, maka saksikanlah bahwa Aku telah mengampuni mereka.

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar rahmat Allah pada hari raya. Orang-orang yang menjalani puasa dengan sungguh-sungguh diberikan ampunan atas dosa-dosa mereka. Bahkan kesalahan mereka diganti dengan kebaikan.

Dalam lanjutan riwayat disebutkan bahwa ada seruan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Seruan itu mengajak mereka kembali ke rumah masing-masing dengan membawa ampunan dari Allah. Ini menunjukkan bahwa Idul Fitri adalah hari penuh rahmat.

 

Sejarah Disyariatkannya Hari Raya

Sejarah Idul Fitri tidak bisa dipisahkan dari perjalanan Islam pada masa Rasulullah SAW. Hari raya ini mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Pada masa itu umat Islam baru saja menjalani puasa Ramadhan pertama.

Selain itu terdapat peristiwa penting yang terjadi pada tahun yang sama yaitu kemenangan dalam Perang Badar. Kemenangan tersebut menjadi simbol kekuatan iman umat Islam. Karena itu Idul Fitri juga sering dikaitkan dengan kemenangan spiritual.

Sebelum Islam datang, masyarakat Arab jahiliyah memiliki dua hari khusus untuk bersenang-senang. Hari tersebut biasanya diisi dengan permainan dan pesta. Ketika Rasulullah datang ke Madinah, tradisi tersebut diganti dengan hari raya yang lebih mulia.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ قَدْ أَبْدَلَكُمُ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Latin: Kana li ahlil jahiliyyati yaumani yal‘abuna fihima faqola Rasulullah qad abdalakumullahu bihima khairan minhuma yaumul fitri wa yaumul adha.

Artinya: Dahulu orang jahiliyah memiliki dua hari untuk bermain, lalu Rasulullah bersabda bahwa Allah telah mengganti dua hari itu dengan yang lebih baik yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

 

Makna Idul Fitri dalam Pandangan Ulama

Para ulama juga menjelaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan lahiriah. Hakikatnya adalah keberhasilan meningkatkan ketaatan kepada Allah. Hari raya menjadi bukti bahwa ibadah selama Ramadhan diterima.

Syekh Sulaiman bin Muhammad al-Bujairami menjelaskan esensi hari raya dalam kitabnya. Ia menyebut bahwa Idul Fitri bukanlah milik orang yang mengenakan pakaian baru. Hari raya sejati adalah bagi mereka yang dosanya diampuni.

Dalam kitab tersebut disebutkan:

ليس العيد لمن لبس الجديد بل العيد لمن طاعته تزيد

Latin: Laisal ‘idu liman labisal jadid balil ‘idu liman tha‘atuhu تزيد.

Artinya: Hari raya bukanlah bagi orang yang memakai pakaian baru, tetapi bagi orang yang ketaatannya bertambah.

Ungkapan ini menegaskan bahwa ukuran kemenangan bukanlah kemewahan dunia. Yang menjadi ukuran adalah peningkatan iman dan ketakwaan. Jika seseorang menjadi lebih baik setelah Ramadhan, maka ia benar-benar meraih kemenangan.

Walau demikian, memakai pakaian baru saat Idul Fitri tetap dianjurkan sebagai bentuk syiar Islam. Pakaian bersih menjadi simbol kesucian hati setelah menjalani ibadah puasa. Namun semua itu tetap harus disertai dengan rasa syukur.

 

Idul Fitri sebagai Momentum Perbaikan Diri

Hari raya juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Tradisi saling memaafkan memiliki makna yang sangat penting. Dengan memaafkan, hati menjadi lebih bersih dan tenang.

Islam mengajarkan bahwa memaafkan adalah akhlak yang sangat mulia. Melalui silaturahmi, umat Islam memperkuat hubungan persaudaraan. Hal ini menjadi bagian dari keindahan perayaan Idul Fitri.

Selain itu umat Islam juga diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebelum sholat Idul Fitri. Zakat ini bertujuan membantu kaum fakir dan miskin. Dengan demikian kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh semua orang.

Momentum ini mengajarkan bahwa kemenangan tidak hanya bersifat pribadi. Kemenangan juga tercermin dari kepedulian sosial kepada sesama. Inilah salah satu hikmah besar dari perayaan Idul Fitri.

Pada akhirnya, hadits tentang keutamaan hari raya Idul Fitri mengajarkan bahwa hari raya adalah waktu turunnya rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Kemenangan tersebut tidak diukur dari kemewahan atau pesta. Namun dari hati yang kembali bersih dan iman yang semakin kuat sebagaimana dijelaskan dalam hadits tentang keutamaan hari raya Idul Fitri.

 

 

People Also Ask

1. Apa keutamaan hari raya Idul Fitri menurut hadis?Keutamaannya adalah turunnya ampunan Allah bagi orang yang berpuasa dan melaksanakan sholat Idul Fitri.

2. Mengapa Idul Fitri disebut hari kemenangan?Karena umat Islam berhasil menjalankan puasa Ramadhan dan menundukkan hawa nafsu selama sebulan.

3. Apa makna memakai pakaian baru saat Lebaran?Pakaian baru melambangkan kesucian hati setelah menjalani ibadah puasa.

4. Apakah Idul Fitri sudah ada sebelum Islam?Sebelum Islam masyarakat Arab memiliki dua hari pesta, lalu Rasulullah menggantinya dengan Idul Fitri dan Idul Adha.

5. Apa pesan utama dari hadis tentang Idul Fitri?Pesan utamanya adalah agar umat Islam menjadikan hari raya sebagai momentum syukur, ampunan, dan peningkatan ketakwaan.