Sahur Dulu atau Tahajud Dulu? Memahami Prioritas Pelaksanaannya saat Ramadan

Bingung menentukan sahur dulu atau tahajud dulu saat Ramadan? Ketahui prioritas mana yang harus dilaksanakan dahulu di bulan puasa.

Diterbitkan 21 Februari 2026, 05:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sahur dulu atau tahajud dulu menjadi pertanyaan yang hampir selalu muncul setiap bulan Ramadan. Ya, bulan Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Muslim untuk melipatgandakan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Di antara sekian banyak amalan sunah yang dianjurkan, shalat Tahajud dan sahur memiliki keutamaan tersendiri. Namun, tak jarang muncul pertanyaan di benak umat Muslim, mana yang sebaiknya didahulukan: sahur dulu atau tahajud dulu? Dilema ini kerap terjadi, terutama ketika waktu menjelang Subuh terasa sangat singkat.

Memahami waktu pelaksanaan dan keutamaan masing-masing ibadah menjadi kunci untuk membuat keputusan yang tepat. Artikel ini akan mengulas mengenai urutan sahur dan shalat Tahajud, serta memberikan panduan untuk meraih keberkahan keduanya. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Sabtu (21/2/2026).

Keutamaan Shalat Tahajud di Sepertiga Malam Terakhir

Shalat Tahajud merupakan shalat sunah yang memiliki keutamaan luar biasa, dilaksanakan pada malam hari setelah seseorang bangun dari tidurnya, meskipun hanya sebentar. Waktu pelaksanaannya membentang dari setelah shalat Isya hingga sebelum masuk waktu shalat Subuh. Ini memberikan fleksibilitas bagi umat Muslim untuk menentukan kapan waktu terbaik bagi mereka.

Namun, waktu yang paling utama dan sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat Tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir. Rentang waktu ini biasanya dimulai sekitar pukul 01.00 dini hari hingga menjelang azan Subuh. 

“Dan pada sebagian malam hari, salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu...” (QS. Al-Isra: 79) 

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan...”  (HR. Bukhari No. 1145 dan Muslim No. 758)

Sebagai informasi, Qiyamullail adalah istilah umum untuk sholat malam, yang bisa dilakukan sebelum atau sesudah tidur. Sementara tahajud adalah salat malam yang dilakukan setelah tidur terlebih dahulu.

Rasulullah SAW sendiri kerap melaksanakan qiyamul lail atau shalat malam pada tengah malam hingga menjelang waktu sahur, kemudian beliau beristirahat sejenak. Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi terhadap amalan ini, menjadikannya teladan bagi umatnya untuk menghidupkan malam dengan ibadah. Keutamaan Tahajud juga terletak pada ketenangan dan kekhusyukan yang bisa didapatkan di waktu sunyi tersebut, jauh dari hiruk pikuk dunia.

Melaksanakan Tahajud di sepertiga malam terakhir adalah kesempatan emas untuk introspeksi diri, memohon ampunan, serta memanjatkan segala hajat kepada Sang Pencipta. Suasana hening malam seringkali membantu seseorang untuk lebih fokus dan merasakan kedekatan spiritual yang mendalam, sehingga doa-doa yang dipanjatkan lebih meresap ke dalam hati.

Pentingnya Sahur dan Waktu yang Dianjurkan

Sahur adalah aktivitas makan dan minum yang dilakukan sebelum waktu imsak atau terbit fajar (Subuh) tiba, sebagai persiapan untuk menjalani ibadah puasa. Amalan ini merupakan sunah yang sangat dianjurkan, terutama saat Ramadan, karena memberikan keberkahan dan kekuatan fisik yang esensial untuk menjalani puasa seharian penuh. Disunahkan untuk mengakhirkan waktu sahur, yaitu dilakukan menjelang azan Subuh. 

Rasulullah SAW bersabda:

“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari No. 1923 dan Muslim No. 1095)

Mengakhirkan sahur memiliki banyak hikmah, salah satunya adalah memberikan energi yang lebih tahan lama bagi tubuh, sehingga umat Muslim tidak mudah merasa lemas atau lapar di siang hari. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersahur, meskipun hanya dengan seteguk air, menunjukkan betapa pentingnya amalan ini.

Keberkahan sahur tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga spiritual. Waktu menjelang Subuh juga merupakan waktu mustajab untuk berdoa, sehingga sahur menjadi momen yang tepat untuk memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa. Banyak orang masih mengira jam sahur berakhir saat imsak, padahal imsak hanyalah tanda kehati-hatian sebelum masuk waktu Subuh. Batas sebenarnya tetap pada terbitnya fajar atau azan Subuh.

Memahami waktu sahur yang tepat menurut sunah sangatlah penting agar tidak tergesa-gesa atau bahkan melewatkan sahur. Jadwal imsak yang dirilis  Kementerian Agama Republik Indonesia biasanya disesuaikan dengan perhitungan astronomi, namun batas akhir yang sah adalah saat azan Subuh berkumandang.

Sahur Dulu atau Tahajud Dulu? 

Pertanyaan mengenai sahur dulu atau tahajud dulu seringkali menjadi perdebatan. Mengenai urutan antara sahur dan shalat Tahajud, para ulama memiliki pandangan yang beragam, namun umumnya sepakat bahwa tidak ada larangan mutlak untuk melakukan Tahajud setelah sahur, meskipun ada anjuran prioritas. Fleksibilitas ini memberikan kemudahan bagi umat Muslim dalam beribadah.

Jika seseorang bangun di awal sepertiga malam terakhir, maka tahajud sebaiknya dilakukan terlebih dahulu. Setelah itu, memperbanyak doa dan zikir, lalu menutup dengan sahur mendekati Subuh. Hal ini sejalan dengan anjuran untuk mengakhirkan sahur. 

Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya, sebagaimana dilansir Liputan6.com dari kanal YouTube @Taffaquh_Ilmi pada Rabu (18/2/2026), menekankan bahwa meski keduanya sama-sama sunnah, ada prioritas yang bisa dilihat berdasarkan kondisi dan kebutuhan di waktu tersebut.

“Kalau anda sudah tunaikan qiyamulail melalui tarawih, maka saat menjelang subuh sebaiknya fokus pada sahur," ujar Ustadz Adi Hidayat.

Menurutnya, sahur berkaitan langsung dengan kesiapan fisik seseorang dalam menjalani ibadah puasa selama seharian. Jika pada saat itu yang lebih dibutuhkan adalah tenaga untuk puasa, maka mendahulukan sahur menjadi pilihan yang tepat. Namun, bukan berarti tahajud diabaikan begitu saja. Jika memungkinkan, menggabungkan keduanya adalah pilihan yang sangat baik.

"Dua-duanya hukumnya sunah, tahajud sunah, sahur pun sunah. Tapi dalam sunah itu ada prioritas sesuai dengan keadaannya. Kalau sahur sedang prioritas, maka dahulukan sahur. Kalau di waktu lain misalnya Anda tidak puasa (Ramadan), maka tahajud yang diutamakan. Hanya dalam konteks Ramadan ini, lebih utama didahulukan sahurnya dibanding mengejar tahajud tanpa menunaikan sahur," ujar Ustadz Adi Hidayat.

"Kalau Anda bisa kedua-duanya itu lebih baik. Misalnya Anda kerjakan sahur jam setengah empat, Anda kerjakan 2 rakaat tahajudnya, lalu setelah selesai Anda bersiap-siap menunaikan sahur, maka Anda dapat kedua-duanya, pahala tahajudnya, dan pahala sahurnya. Semoga Anda dikuatkan mengerjakan kedua-duanya," sambungnya. 

 

Mengelola Waktu untuk Meraih Keutamaan Keduanya

Shalat Tahajud boleh dilakukan sebelum sahur, dan ini adalah urutan yang dianjurkan oleh banyak ulama karena mengakhirkan sahur adalah sunah. Namun, jika seseorang bangun pada jam 1 malam, merasa lapar, dan memutuskan untuk sahur terlebih dahulu, kemudian shalat Tahajud, hal tersebut diperbolehkan dan tidak masalah. Fleksibilitas ini menunjukkan kemudahan dalam beribadah.

Yang terpenting adalah niat dan tekad untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan dengan penuh keikhlasan dan semangat. Manajemen waktu yang efektif dapat membantu umat Muslim untuk tidak melewatkan salah satu dari kedua amalan mulia ini. Misalnya, dengan tidur lebih awal dan memasang alarm yang cukup dini, seseorang dapat bangun untuk Tahajud, kemudian melanjutkan dengan sahur.

Jika kondisi tidak memungkinkan untuk Tahajud sebelum sahur, melaksanakannya setelah sahur tetap sah dan berpahala, asalkan masih dalam rentang waktu malam sebelum Subuh. Prioritas utama adalah memastikan sahur terpenuhi demi kelancaran puasa wajib, kemudian berusaha semaksimal mungkin untuk tidak meninggalkan Tahajud yang penuh keutamaan.

Dengan perencanaan yang matang, umat Muslim dapat mengoptimalkan setiap momen di bulan Ramadan untuk meraih pahala dan keberkahan yang berlimpah. Baik sahur dulu atau tahajud dulu, yang terpenting adalah konsistensi dalam beribadah dan keikhlasan dalam setiap amalan yang dilakukan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sahur Dulu atau Tahajud Dulu

1. Apakah boleh shalat Tahajud setelah sahur?

Ya, shalat Tahajud tetap sah dilakukan setelah sahur, asalkan masih dalam rentang waktu malam sebelum azan Subuh.

2. Manakah yang lebih utama, sahur dulu atau tahajud dulu?

Secara ideal, lebih utama mendahulukan shalat Tahajud, kemudian baru sahur, karena sahur disunahkan di akhir malam menjelang Subuh.

3. Bisakah menggabungkan keduanya?

Ya, lakukan tahajud singkat diikuti sahur sebelum imsak.

4. Kapan waktu terbaik untuk shalat Tahajud?

Waktu terbaik dan paling utama untuk shalat Tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 01.00 dini hari hingga menjelang Subuh.

5. Sampai kapan batas waktu sahur yang sah?

Sahur dianggap sah jika dilakukan setelah tengah malam hingga sebelum masuk waktu fajar (Subuh), dengan batas akhir saat azan Subuh berkumandang.