Doa Buka Puasa Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, 5 Pilihan Sesuai Sunnah

Membaca doa buka puasa merupakan amalan sunah yang dianjurkan dalam Islam, menjadi momen mustajab untuk memohon keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Diterbitkan 19 Februari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa buka puasa menjadi momen yang sangat dinantikan setiap Muslim ketika azan Maghrib berkumandang. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, berbuka adalah saat penuh syukur dan harapan. Tidak hanya sekadar makan dan minum, tetapi juga waktu mustajab untuk berdoa.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak saat berbuka. Karena itu, membaca doa buka puasa bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari ibadah yang dianjurkan. Di momen ini, kita dianjurkan memperbanyak doa dan memohon kebaikan dunia serta akhirat.

Tradisi berbuka puasa atau iftar juga memiliki makna sosial yang kuat. Bahkan, tradisi Iftar telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda karena mempererat solidaritas dan kebersamaan umat Muslim di berbagai belahan dunia. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (18/2/2026).

 

1. Doa: Dzahabazh Zhama’u (HR. Abu Daud)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah SAW ketika berbuka membaca:

Arab:

 

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin:

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya:

“Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala, insya Allah.”(HR. Abu Daud no. 2010)

Doa ini termasuk yang paling sahih dan banyak diamalkan. Isinya menggambarkan rasa syukur atas nikmat berbuka sekaligus keyakinan akan pahala dari Allah SWT.

2. Doa: Allahumma Laka Shumtu (HR. Abu Daud)

Riwayat dari Mu’adz bin Zahrah menyebutkan Rasulullah SAW membaca:

Arab:

 

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Latin:

Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu.

Artinya:

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”(HR. Abu Daud no. 2011)

Doa buka puasa ini menegaskan niat ikhlas bahwa puasa dilakukan karena Allah, dan berbuka pun atas rezeki dari-Nya.

3. Doa dengan Tambahan: Bi Rahmatika Ya Arhamar Rahimin

Di masyarakat Indonesia, doa sebelumnya sering ditambah dengan kalimat berikut:

Arab:

 

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin:

Allahumma laka shumtu wabika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu bi rahmatika yaa arhamar raahimiin.

Artinya:

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki serta rahmat-Mu aku berbuka, wahai Dzat Yang Maha Pengasih.”

Para ulama seperti Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa tidak terbatas pada satu redaksi selama maknanya baik dan sesuai syariat.

4. Doa: Alhamdulillahilladzi A’aananii (HR. Ibnu Sunni)

Riwayat dari Ibnu Sunni menyebutkan doa berikut:

Arab:

 

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Latin:

Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu wa razaqanii faafthartu.

Artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.”

Doa ini menekankan rasa syukur atas pertolongan Allah SWT dalam menjalankan ibadah puasa.

5. Doa Memohon Ampunan (HR. Ibnu Majah & Ibnu Sunni)

Riwayat dari Ibnu Umar r.a. menyebutkan doa:

Arab:

 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

Latin:

Allahumma inni as’aluka bi rahmatikal lati wasi’at kulla syai’in an taghfira lii.

Artinya:

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuniku.”(HR. Ibnu Majah dan Ibnu Sunni)

Doa ini sangat baik dibaca karena mengandung permohonan ampun, sementara Ramadan adalah bulan penuh maghfirah.

Keutamaan Berdoa Saat Berbuka Puasa

Berbuka puasa bukan sekadar melepas lapar dan dahaga setelah seharian menahan diri. Dalam ajaran Islam, waktu berbuka adalah momen istimewa yang penuh keberkahan dan termasuk waktu mustajab untuk berdoa.

Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi no. 2449, Rasulullah SAW bersabda:

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang terzalimi…”

Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang berpuasa memiliki keistimewaan khusus, terutama saat menjelang dan ketika berbuka. Di waktu inilah doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Selain berdoa, Rasulullah SAW juga memberi tuntunan tentang cara berbuka. Dalam hadis riwayat Abu Daud dan Imam Tirmidzi, disebutkan bahwa beliau menganjurkan berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air putih.

Makna Spiritual dan Sosial Berbuka Puasa

Berbuka puasa (iftar) bukan hanya soal makan setelah menahan lapar sekitar 12–15 jam, tetapi juga momentum spiritual. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu.” (HR. Tirmidzi)

Karena itu, doa buka puasa sering dibaca dalam suasana kebersamaan, baik di rumah, masjid, maupun acara sosial. Tradisi ini memperkuat nilai solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan dalam Islam.

FAQ Seputar Buka Puasa

1. Kapan waktu membaca doa buka puasa?

Doa dibaca tepat saat berbuka, yaitu ketika matahari terbenam dan azan Maghrib berkumandang.

2. Apakah harus membaca semua doa sekaligus?

Tidak. Cukup memilih satu doa yang paling mudah dihafal dan diamalkan.

3. Apakah doa tambahan yang tidak ada di hadis boleh dibaca?

Boleh, selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

4. Apa sunnah Rasul saat berbuka?

Berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, dengan air putih, sebagaimana riwayat hadis sahih.

5. Apakah doa orang berpuasa pasti dikabulkan?

Rasulullah SAW menyebut doa orang berpuasa saat berbuka tidak tertolak, namun pengabulannya sesuai hikmah Allah SWT.