Niat dan Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadan 1447 H: Bacaan Arab, Latin, dan Keutamaannya

Simak panduan lengkap niat dan tata cara mandi sebelum puasa Ramadan 1447 H sesuai sunnah. Lengkap dengan bacaan Arab dan Latin.

Diterbitkan 16 Februari 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Umat Muslim di seluruh dunia akan segera menyambut bulan suci dengan memahami kembali niat dan tata cara mandi sebelum puasa Ramadan 1447 H sebagai bagian dari persiapan spiritual. Meskipun secara hukum fikih mandi ini bukanlah rukun puasa, namun membersihkan diri sebelum memulai hari-hari penuh keberkahan sangat dianjurkan untuk meningkatkan kekhusyukan. Memasuki tahun 2026, persiapan fisik dan batin menjadi kunci agar ibadah puasa yang dijalankan terasa lebih ringan dan bernilai di hadapan Allah SWT.

Memahami niat dan tata cara mandi sebelum puasa Ramadan 1447 H membantu kita membedakan antara mandi biasa untuk kesegaran dengan mandi yang bernilai ibadah. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, kegiatan ini sering dikenal dengan istilah padusan atau mandi keramas menjelang Ramadan. Secara syariat, kebersihan adalah sebagian dari iman, sehingga mandi dengan niat yang benar akan memberikan pahala sunnah bagi yang mengerjakannya dengan ikhlas.

Penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui bahwa niat dan tata cara mandi sebelum puasa Ramadan 1447 H mencakup pembersihan hadas besar jika memang diperlukan, atau sekadar mandi sunnah untuk menyambut bulan suci. Dengan kondisi tubuh yang suci dan bersih, seorang hamba akan merasa lebih siap dalam melaksanakan shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan rangkaian ibadah lainnya. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai niat, tata cara, hingga waktu pelaksanaan mandi menjelang Ramadan 1447 H.

Bacaan Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan 1447 H

Niat adalah pembeda antara rutinitas biasa dengan ibadah. Niat cukup dilafalkan di dalam hati saat air pertama kali menyentuh kulit.

1. Niat Mandi Sunnah Menyambut Ramadan

Jika Anda mandi hanya untuk tujuan membersihkan diri menyambut bulan suci, gunakan niat berikut:

Arab: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدُخُولِ رَمَضَانَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu ghusla lidukhuli romadhona sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat mandi untuk memasuki bulan Ramadan, sunnah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Mandi Wajib (Hadas Besar)

Jika Anda memiliki kewajiban mandi junub atau mandi setelah haid agar bisa beribadah dengan sah, maka niatnya adalah:

Arab: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari fardlan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardhu karena Allah Ta'ala."

Waktu Pelaksanaan

Mandi Sunnah: Dianjurkan dilakukan pada sore hari di akhir bulan Sya'ban (sehari sebelum puasa) atau pada malam hari setiap bulan Ramadan.

Mandi Wajib: Harus diselesaikan sebelum terbit fajar (waktu Subuh) agar Anda memulai puasa dalam keadaan suci, meskipun puasa tetap sah jika mandi dilakukan setelah Subuh (selama hadas terjadi sebelum Subuh). 

Berdasarkan Kalender Hijriah Global, PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026, sementara Pemerintah akan menggelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026.

 

Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadan 1447 H yang Benar

Agar mandi Anda sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, ikutilah urutan tata cara berikut ini:

1. Membaca Niat

Mulailah dengan membaca niat (seperti yang tertera di atas). Niat dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali menyiram anggota tubuh.

2. Mencuci Tangan

Basuhlah kedua telapak tangan hingga ke sela-sela jari sebanyak tiga kali untuk memastikan tangan bersih sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya.

3. Membersihkan Bagian Privat

Gunakan tangan kiri untuk membersihkan area kemaluan dan sekitarnya dari segala jenis kotoran atau najis yang mungkin masih menempel.

4. Berwudhu Secara Sempurna

Lakukan gerakan wudhu sebagaimana Anda ingin melaksanakan shalat, mulai dari membasuh muka hingga mencuci kaki. Beberapa ulama menyarankan untuk mengakhirkan membasuh kaki setelah seluruh badan selesai disiram.

5. Membasuh Kepala

Ambil air dan guyurkan ke kepala sebanyak tiga kali. Pastikan air meresap hingga ke pangkal rambut dan kulit kepala dengan cara menyela-nyela rambut menggunakan jari tangan.

6. Meratakan Air ke Seluruh Tubuh

Guyur seluruh anggota tubuh dimulai dari bagian kanan, kemudian bagian kiri. Pastikan air menjangkau bagian-bagian yang tersembunyi seperti ketiak, pusar, dan lipatan kulit lainnya.

7. Penggunaan Sabun dan Sampo

Meskipun rukun mandi adalah meratakan air, penggunaan sabun dan sampo sangat dianjurkan untuk memastikan kebersihan fisik yang maksimal sebelum memasuki bulan Ramadan.

 

Keutamaan Mandi Sebelum Puasa

1. Meraih Kesempurnaan Ibadah Malam

Dalam Kitab Hasyiyah Al-Bajuri, Syeikh Ibrahim Al-Bajuri menjelaskan bahwa salah satu keutamaan mandi di malam Ramadan adalah untuk menjaga kesegaran fisik saat melakukan ibadah panjang. Mandi ini disunnahkan dilakukan pada setiap malam bulan Ramadan. Dengan mandi, seorang hamba dapat membuang rasa malas dan kelesuan sehingga shalat Tarawih dan tadarus menjadi lebih berkualitas.

2. Menjaga Kesucian Kolektif Jamaah 

Imam Nawawi dalam Kitab Al-Majmu' menekankan keutamaan mandi sebagai bentuk adab ketika berkumpul dengan orang banyak. Karena bulan Ramadan identik dengan berkumpulnya umat di masjid, mandi memiliki keutamaan sosial untuk mencegah bau badan yang dapat mengganggu kekhusyukan jamaah lain dan malaikat yang hadir di majelis dzikir.

3. Simbol Pembersihan Batin Melalui Lahiriah 

Dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menempatkan Thaharah (bersuci) sebagai pintu utama ibadah. Keutamaan mandi sebelum puasa adalah sebagai simbol transisi dari bulan-bulan biasa menuju bulan suci. Beliau menjelaskan bahwa membersihkan kulit dan anggota badan adalah tingkatan pertama untuk mencapai tingkatan pembersihan hati dari akhlak tercela.

4. Mengikuti Tradisi Salafus Shalih

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Kitab Al-Ghunyah menyebutkan bahwa para pendahulu yang saleh sangat memperhatikan kesucian diri saat menyambut bulan mulia. Keutamaannya adalah agar seorang mukmin menghadap Allah dalam kondisi yang paling baik dan paling bersih, sejalan dengan prinsip bahwa Allah itu Indah dan mencintai keindahan.

5. Memperoleh Pahala Kesunahan yang Berlipat 

Menurut Imam Ar-Ramli dalam Kitab Nihayatul Muhtaj, mandi pada malam Ramadan memiliki keutamaan karena waktu tersebut adalah waktu yang mulia (zamanun fadhil). Setiap amalan sunnah yang dilakukan untuk menghormati waktu yang mulia tersebut akan mendapatkan ganjaran yang lebih besar dibandingkan hari-hari biasa.

 

 

 

Dalil Mandi Sebelum Puasa Ramadhan

1. Dalil Mandi Wajib (Kondisi Hadas Besar)

Jika seseorang dalam keadaan junub, haid, atau nifas, maka mandi adalah wajib berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis agar ibadah (kecuali puasa) menjadi sah.

Al-Qur'an Surah Al-Ma'idah Ayat 6:

وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا

"Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al-Ma'idah: 6).

Hadis Mengenai Sahnya Puasa Meski Belum Mandi Wajib (Hadas terjadi sebelum Fajar):

Dari Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, mereka berkata:

"Nabi SAW pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa." (HR. Bukhari & Muslim).

Kesimpulan: Mandi wajib adalah syarat sah shalat, namun keterlambatan mandi wajib hingga setelah fajar tidak membatalkan puasa.

2. Dalil Mandi Sunnah (Kondisi Pembersihan Diri)

Anjuran mandi setiap malam di bulan Ramadan (termasuk sebelum memulai puasa) didasarkan pada pendapat para ulama (Ijtihad) yang mengacu pada kemuliaan waktu tersebut.

Pendapat Imam Nawawi dalam Kitab Al-Majmu':

Dalam kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, Imam Nawawi (ulama besar Mazhab Syafi'i) menyebutkan:

"Disunnahkan mandi bagi setiap orang yang hendak menghadiri perkumpulan manusia, namun untuk mandi pada malam-malam Ramadan, ada pendapat dari Al-Adzra'i bahwa yang lebih utama adalah mandi setiap malam agar selalu dalam keadaan bersih saat beribadah."

Analogi (Qiyas) dengan Hari Jumat dan Hari Raya:

Para ulama mengqiyaskan (menganalogikan) mandi menyambut Ramadan dengan mandi sunnah hari Jumat atau Idul Fitri sebagaimana hadis:

"Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: 'Rasulullah SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha'." (HR. Ibnu Majah).

Ramadan dianggap sebagai momentum besar yang suci, sehingga membersihkan diri (mandi) sebelum memulainya dianggap sebagai perbuatan baik (Mustahab).

3. Kesimpulan Hukum Syariat

Tidak Ada Dalil Khusus yang mewajibkan "mandi keramas" secara spesifik hanya untuk memulai puasa jika tidak sedang dalam keadaan hadas besar.

Ditekankan dalam buku Tanya Jawab IslamPiss KTBOleh PISS KTB, TIM Dakwah Pesantren (2015: hlm. 2257) bahwa mandi besar (mandi wajib karena hadats besar) wajib dilakukan setiap saat ketika seseorang hadats besar (misal junub, haid atau nifas) dan akan melakukan ibadah yang disyaratkan suci dari hadats, misal shalat dan thawaf. Sehingga saat memasuki bulan romadlon seseorang tidak harus mandi besar dahulu, jika ia tidak berhadat besar. 

Tradisi Padusan/Keramas dalam Islam dikategorikan sebagai mandi sunnah atau tazayyun (berhias/membersihkan diri) yang sangat baik dilakukan untuk menyambut tamu agung yakni bulan Ramadan, namun bukan merupakan syarat sahnya puasa.

 

 

FAQ Seputar Mandi Sebelum Puasa Ramadan 1447 H

Apakah sah puasa jika tidak mandi keramas sebelumnya?

Ya, puasa tetap sah. Mandi sebelum Ramadan bukanlah rukun atau syarat sah puasa, melainkan anjuran kebersihan.

Apakah mandi sebelum puasa harus dilakukan di sore hari?

Tidak harus, namun sore hari sebelum malam pertama Ramadan adalah waktu yang umum dilakukan oleh masyarakat agar segar saat Tarawih.

Bolehkah mandi wajib dilakukan setelah waktu Subuh saat sudah berpuasa?

Boleh dan puasa tetap sah, asalkan penyebab hadas besar terjadi sebelum waktu Subuh. Namun, Anda harus segera mandi agar bisa melaksanakan shalat Subuh.

Apakah niat mandi sunnah Ramadan harus dibaca dalam bahasa Arab?

Tidak wajib. Niat di dalam hati menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah sudah dianggap sah di mata Allah SWT.

Bolehkah menggabungkan niat mandi wajib dan mandi sunnah Ramadan?

Boleh. Menurut Mazhab Syafi'i, seseorang boleh menggabungkan niat mandi fardu dengan mandi sunnah dalam satu kali mandi.