Surat Al-Fatihah Ayat 1–7: Tulisan Arab, Latin, Terjemahan, dan Keutamaannya

Surat Al Fatihah ialah surah istimewa dalam Al Quran. Berikut tulisan arab, latin dan keutamaan Surat Al-Fatihah.

Diterbitkan 26 Desember 2025, 08:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Fatihah merupakan surah pertama dalam Al-Qur'an yang diketahui memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan umat Islam. Setiap Muslim wajib membacanya berulang kali dalam shalat, sehingga posisinya menjadi bagian tak terpisahkan dari ibadah harian. 

Keistimewaan Surat Al-Fatihah melampaui fungsinya sebagai pembuka mushaf. Surah ini mengandung pujian kepada Allah, pernyataan tauhid, serta permohonan petunjuk yang menjadi landasan bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan. Tak hanya itu, karena setiap ayatnya menjadi inti ajaran dari Agama Islam seolah tipis jarak antara manusia dengan Allah SWT. Ini sesuai yang disampaikan dalam firman di Surah Al Anfal ayat 24 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْۚ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَنَّهٗٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْن

(yâ ayyuhalladzîna âmanustajîbû lillâhi wa lir-rasûli idzâ da‘âkum limâ yuḫyîkum, wa‘lamû annallâha yaḫûlu bainal-mar'i wa qalbihî wa annahû ilaihi tuḫsyarûn)

"Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul (Nabi Muhammad) apabila dia menyerumu pada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan". Itulah kiranya menjadi penting untuk memahami dan mengetahui isi kandungan surat Al Fatihah sebagai amalan sehari-hari. Untuk itu simak keutamaan dan keistimewaan Surat Al Fatihah berikut, dirangkum Liputan6, Senin (22/12).

 

Surat Al-Fatihah Sebagai Ummul Quran yang Wajib Dibaca

Surat Al-Fatihah dikenal sebagai Ummul Quran atau Ummul Kitab, yang berarti induk dari Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari tujuh ayat dan posisinya sebagai pembuka kitab suci menjadikannya memiliki peran sentral. Dirujuk dari situs Rumaysho, penamaan ini didasarkan pada hadits Rasulullah di HR. Muslim no. 395, yang menyebutkan bahwa Al-Fatihah adalah Ummul-qur'an dan Ummul-kitab.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهْىَ خِدَاجٌ – ثَلاَثًا – غَيْرُ تَمَامٍ ». فَقِيلَ لأَبِى هُرَيْرَةَ إِنَّا نَكُونُ وَرَاءَ الإِمَامِ. فَقَالَ اقْرَأْ بِهَا فِى نَفْسِكَ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِى عَبْدِى وَإِذَا قَالَ (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَىَّ عَبْدِى. وَإِذَا قَالَ (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ). قَالَ مَجَّدَنِى عَبْدِى – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَىَّ عَبْدِى – فَإِذَا قَالَ (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ). قَالَ هَذَا بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ). قَالَ هَذَا لِعَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ ».

"Barangsiapa yang shalat lalu tidak membaca Ummul Qur’an (yaitu Al Fatihah), maka shalatnya kurang (tidak sah), diulanginya sebanyak 3 kali, maksudnya tidak sempurna.” Maka dikatakan pada Abu Hurairah bahwa kami shalat di belakang imam. Abu Hurairah berkata, “Bacalah Al Fatihah untuk diri kalian sendiri karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku membagi shalat (maksudnya: Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika hamba mengucapkan ’alhamdulillahi robbil ‘alamin (segala puji hanya milik Allah)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘ar rahmanir rahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah menyanjung-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘maaliki yaumiddiin (Yang Menguasai hari pembalasan)’, Allah berfirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku. Jika ia mengucapkan ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)’, Allah berfirman: Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika ia mengucapkan ‘ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootolladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril magdhuubi ‘alaihim wa laaddhoollin’ (tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat), Allah berfirman: Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”

Kewajiban membaca Surat Al-Fatihah dalam setiap rakaat shalat menunjukkan betapa pentingnya surah ini dalam ibadah umat Islam. Tanpa membaca Al-Fatihah, shalat seseorang dianggap tidak sah.

Surat Al Fatihah 1-7: Arab, Latin dan Terjemahan

Berikut adalah bacaan Surat Al-Fatihah dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya:

1. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

(Bismillahirrahmanirrahim) 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

2. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

(Alhamdulillahi Rabbil 'alamin)

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

3. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

(Ar-Rahmanir-Rahim)

Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

4. مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

(Maliki Yaumiddin)

Pemilik hari Pembalasan.

5. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

(Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in)

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

6. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

(Ihdinash shirathal mustaqim)

Bimbinglah kami ke jalan yang lurus.

7. صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ

(Shirathalladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdhubi 'alaihim waladh dhallin)

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

Sejarah Penurunan dan Keistimewaan dalam Al-Quran

Berdasarkan keterangan di laman Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Surat Al-Fatihah juga dikenal dengan nama lain, yaitu As-Sab'ul Matsani, yang berarti tujuh ayat yang diulang-ulang. Penamaan ini merujuk pada jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang kali dalam shalat maupun di luar shalat. Keistimewaan ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Hijr ayat 87, yang menyebutkan:

وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ

wa laqad âtainâka sab‘am minal-matsânî wal-qur'ânal-‘adhîm

"Sungguh, Kami benar-benar menganugerahkan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung." 

Perbandingan dengan surah lain menunjukkan bahwa Al-Fatihah memiliki kelengkapan yang unik. Surah ini secara ringkas mencakup pujian kepada Allah, pernyataan tauhid, dan permohonan doa, yang menjadi intisari dari seluruh ajaran Al-Qur'an. Kandungan Al-Fatihah terbagi menjadi dua bagian, yaitu separuh bagian pertama untuk Allah yang berisi pujian, dan separuh bagian kedua untuk hamba-Nya yang berisi permohonan. Hal ini menjadikan Al-Fatihah sebagai surah yang sangat istimewa dan berbeda dari surah lainnya.

 

Keutamaan-Keutamaan Surat Al-Fatihah

Dikutip dari laman Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ Kalbar), salah satu keutamaan utama Surat Al-Fatihah adalah bahwa shalat tidak sah tanpa membacanya.

Hadits dari Ubadah bin Shamit secara jelas menyatakan, "Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah." Ini menjadikan Al-Fatihah sebagai rukun shalat yang tidak dapat ditinggalkan.

Selain itu, Al-Fatihah juga memiliki keutamaan sebagai penyembuh penyakit. Rasulullah pernah bersabda, "Fatihatul kitab (Surah Al-Fatihah) merupakan obat penawar bagi segala jenis racun." Kisah seorang sahabat yang meruqyah kepala suku yang tersengat kalajengking dengan membaca Al-Fatihah dan sembuh, kemudian dibenarkan oleh Rasulullah, menjadi bukti nyata keutamaan ini.

Surat Al-Fatihah juga memberikan perlindungan dari setan. Mengamalkan bacaan Al-Fatihah saat hendak tidur, diikuti dengan membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas, dapat memberikan rasa aman dan menjauhkan dari gangguan setan.

Selain itu, Al-Fatihah merupakan doa yang mustajab. Rasulullah bersabda, "Tidak ada doa yang lebih baik daripada Al Fatihah." Membaca Al-Fatihah juga mendatangkan pahala berlipat. Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an akan mengalirkan pahala kebaikan. Bahkan, membaca sekali Al-Fatihah pahalanya seperti membaca sepertiga Al-Qur'an.

Keutamaan lain adalah sebagai kunci surga, di mana pembacaan harian Al-Fatihah dapat menjadi jalan menuju kebaikan abadi. Terakhir, Al-Fatihah merupakan ringkasan seluruh Al-Qur'an, sebagaimana disebutkan dalam tafsir Imam As-Suyuthi. 

Makna dan Tafsir Setiap Ayat Al-Fatihah

Ayat 1 hingga 4 dari Surat Al-Fatihah berisi pujian kepada Allah dan pengakuan atas keesaan-Nya. Dimulai dengan "Bismillahirrahmanirrahim" (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu dimulai dengan nama Allah yang memiliki sifat kasih sayang.

Kemudian dilanjutkan dengan "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin" (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam), yang merupakan pernyataan syukur dan pengakuan bahwa Allah adalah pencipta dan pengatur seluruh alam. Ayat berikutnya, "Ar-Rahmanir-Rahim" (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), mengulang sifat kasih sayang Allah, dan "Maliki Yaumiddin" (Pemilik hari Pembalasan), menegaskan kekuasaan Allah atas hari kiamat.

Ayat kelima, "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan), merupakan inti dari tauhid dan pengakuan akan ketergantungan mutlak kepada Allah. Ayat ini mengajarkan bahwa ibadah hanya ditujukan kepada Allah semata, dan segala bentuk pertolongan hanya diminta dari-Nya. 

Ayat 6 dan 7, "Ihdinash shirathal mustaqim. Shirathalladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdhubi 'alaihim waladh dhallin" (Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat), adalah permohonan petunjuk. Kemudian "shirathal mustaqim" adalah jalan Nabi, jalan para sahabat, kebenaran, Islam, dan Al-Qur'an. Jalan yang diberi nikmat adalah jalan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh, sementara yang dimurkai adalah mereka yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya, dan yang sesat adalah mereka yang beribadah tanpa ilmu.

Cara Praktis Membaca Al-Fatihah untuk Mendapat Keutamaan Maksimal

Membaca Al-Fatihah dengan adab yang benar merupakan langkah awal untuk mendapatkan keutamaan maksimal. Adab tersebut meliputi berwudu sebelum membaca dan menghadap kiblat, yang menunjukkan kesungguhan dan penghormatan terhadap kalamullah. Membaca Al-Fatihah dalam keadaan suci dan khusyuk dapat meningkatkan kualitas ibadah dan penerimaan doa. Rutin membaca Al-Fatihah setiap hari, baik di pagi maupun malam hari, serta menggunakannya sebagai ruqyah untuk diri sendiri atau keluarga, dapat mendatangkan banyak manfaat.

Misalnya, membaca Al-Fatihah secara istiqamah setelah shalat fardhu sebanyak 20 kali, sehingga dalam sehari semalam mencapai 100 kali, dapat meluaskan rezeki, memperbaiki perilaku, mencerahkan hati, dan memudahkan segala urusan. Kisah nyata para sahabat Nabi yang disembuhkan dengan bacaan Al-Fatihah menjadi inspirasi untuk mengamalkan surah ini dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu sahabat, Abi Said al-Khudri, berhasil menyembuhkan kepala suku yang tersengat kalajengking hanya dengan membacakan Al-Fatihah.

Untuk mendapatkan pahala lebih, disarankan untuk menghafal Al-Fatihah dan membacanya dengan tartil, yaitu membaca dengan pelan, jelas, dan sesuai kaidah tajwid. Dengan cara ini, setiap bacaan akan lebih bermakna dan mendalam, serta dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembacanya.

Rutinkan Baca Al Fatihah untuk Mendapat Kemudahan Hidup

Membiasakan diri membaca Surat Al-Fatihah secara rutin dapat menjadi kunci untuk mendapatkan kemudahan dalam menjalani kehidupan. Keutamaan ini tidak hanya terbatas pada aspek spiritual, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan hidup sehari-hari. Dengan membaca dan mengamalkan Al-Fatihah secara konsisten, seseorang diyakini dapat mengabulkan hajat dan melancarkan rezeki.

Konsistensi dalam membaca Al-Fatihah dapat membawa ketenangan batin dan keyakinan bahwa setiap kesulitan akan mendapatkan jalan keluar dari Allah. Surah ini berisi permohonan hidayah dan petunjuk, yang secara tidak langsung membimbing pembacanya menuju keputusan dan tindakan yang benar dalam menghadapi tantangan hidup. Keyakinan ini menjadi kekuatan pendorong untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah.

Selain itu, Al-Fatihah juga berfungsi sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dengan merutinkan bacaan ini, seorang Muslim dapat merasakan perlindungan dan pertolongan Allah dalam berbagai situasi. Hal ini menciptakan lingkungan spiritual yang positif, di mana individu merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta dan lebih siap menghadapi segala cobaan dengan hati yang lapang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Mengapa Surat Al-Fatihah disebut Ummul Qur'an?

A: Surat Al-Fatihah disebut Ummul Qur'an karena mengandung dasar dari seluruh perincian Al-Qur'an serta menjadi pembuka Al-Qur'an.

Q: Apakah shalat sah tanpa membaca Surat Al-Fatihah?

A: Tidak, shalat tidak sah tanpa membaca Surat Al-Fatihah berdasarkan hadits Rasulullah.

Q: Bisakah Surat Al-Fatihah digunakan untuk pengobatan?

A: Ya, Surat Al-Fatihah dapat digunakan sebagai ruqyah atau pengobatan.

Q: Apa makna 'As-Sab'ul Matsani' pada Surat Al-Fatihah?

A: 'As-Sab'ul Matsani' berarti tujuh ayat yang diulang-ulang, merujuk pada jumlah ayat Al-Fatihah.

Q: Apa saja manfaat rutin membaca Surat Al-Fatihah?

A: Rutin membaca Surat Al-Fatihah dapat meluaskan rezeki, memperbaiki perilaku, dan memudahkan segala urusan.