Liputan6.com, Jakarta Pujian adalah hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari, namun dalam Islam ada adab dan doa khusus yang perlu diamalkan. Doa saat dipuji cantik agar tidak kena ain menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk melindungi diri dari dampak buruk pujian yang berlebihan.
Melansir dari buku 99 Great Ways to be Wonderful Muslimah oleh Muyassaroh (2009), penyakit ain timbul akibat pandangan orang yang iri, dengki, ataupun takjub, dan kesempatan ini akan dimanfaatkan oleh setan sehingga dapat menimbulkan penyakit pada badan atau jiwa kita.
Dengan memahami bahaya ain dan mengamalkan doa pelindungnya, umat Islam dapat menjaga diri dari dampak negatif pujian yang berlebihan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (19/11/2025).
Advertisement
Doa Saat Dipuji Cantik Agar Tidak Kena Ain: Arab, Latin, dan Terjemah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380436/original/025286300_1760424585-Wanita_muslim_berdoa_setelah_sholat__Pexels_.jpg)
Ketika seseorang memuji kecantikan kita, segera membaca doa adalah bentuk ikhtiar untuk menghindari penyakit ain. Doa ini merupakan salah satu proteksi spiritual yang diajarkan dalam Islam untuk melindungi diri dari pandangan yang dapat membahayakan.
Melansir dari buku Thibbun Nabawi: Tinjauan Syari'at dan Medis oleh M. Saifudin Hakim dan Siti Aisyah Ismail (2020), berikut adalah doa yang dapat dibaca ketika dipuji cantik:
Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin: A'uudzu bikalimatillahit-taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammah.
Terjemah: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun, dan ain yang menyakitkan."
Doa ini memiliki keutamaan besar karena memohon perlindungan kepada Allah dengan kalimat-Nya yang sempurna. Kalimat Allah yang dimaksud dalam doa ini mencakup segala firman-Nya yang suci dan tidak dapat disentuh oleh kejahatan apa pun. Dengan berlindung menggunakan kalimat-kalimat Allah, seorang Muslim berharap terlindungi dari segala bentuk bahaya, termasuk ain yang dapat timbul dari pujian.
Doa ini sebaiknya dibaca dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Selain itu, seseorang yang memuji juga dianjurkan untuk mengucapkan kalimat barakallah atau masha Allah untuk menghindari dampak negatif dari pujiannya. Kombinasi antara doa dari orang yang dipuji dan ucapan baik dari yang memuji akan memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap penyakit ain.
Advertisement
Pengertian Penyakit Ain dalam Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5396550/original/081165200_1761739604-Keluar_Masjid.jpg)
Penyakit ain merupakan salah satu fenomena spiritual yang diakui dalam ajaran Islam dan memiliki dampak nyata terhadap kehidupan seseorang. Secara bahasa, ain berasal dari kata Arab yang berarti mata atau pandangan. Dalam konteks ini, ain merujuk pada dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari pandangan seseorang terhadap orang lain.
Menurut buku Tartil al-Qur'an untuk Kecerdasan dan Kesehatanmu oleh Ustadz Rizem Aizid, penyakit ain dapat datang dari pandangan orang yang tabiatnya buruk dan dalam hatinya penuh rasa dengki terhadap orang lain. Pandangan ini bukan sekadar melihat secara fisik, melainkan pandangan yang disertai dengan perasaan iri, dengki, atau kagum berlebihan yang tidak disertai dengan doa kebaikan.
Ketika seseorang melihat keindahan, kecantikan, atau kesuksesan orang lain dengan perasaan dengki, maka pandangan tersebut berpotensi membawa dampak negatif bagi yang dipandang. Penyakit ain berbeda dengan hasad (iri hati) meskipun keduanya berkaitan erat.
Ain lebih spesifik pada dampak yang ditimbulkan dari pandangan mata, sementara hasad adalah perasaan dalam hati yang menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain. Namun, keduanya sama-sama berbahaya dan perlu diwaspadai dalam kehidupan sosial Muslim. Dampak dari ain dapat berupa penyakit fisik, gangguan psikologis, kegagalan dalam usaha, atau bahkan musibah yang tidak terduga.
Dalil Al-Quran dan Hadis tentang Ain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berhati-hati terhadap penyakit ain dengan cara memperbanyak doa, membaca ayat-ayat Al-Quran, terutama surat Al-Falaq dan An-Nas, serta senantiasa mengingat Allah dalam setiap kondisi. Kesadaran akan adanya penyakit ain membuat Muslim lebih waspada dan tidak sembarangan dalam memuji atau memandang orang lain tanpa disertai doa kebaikan.
Secara tersirat, dalil tentang ain terdapat dalam Al-Quran surat Al-Qalam ayat 51:
وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُواْ الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ
Artinya: "Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al-Quran dan mereka berkata: 'Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila'."
Ayat ini menunjukkan bahwa pandangan yang dipenuhi kebencian dan kedengkian memiliki kekuatan untuk membahayakan seseorang. Meskipun dalam konteks ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, namun prinsipnya berlaku universal bagi seluruh umat Muslim. Pandangan yang penuh dengan energi negatif dapat membawa dampak buruk bagi yang dipandang.
Advertisement
Cara Mencegah dan Mengatasi Penyakit Ain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3989128/original/096644500_1649396762-shutterstock_1723409665.jpg)
Pencegahan dan pengobatan penyakit ain dapat dilakukan melalui berbagai cara yang diajarkan dalam Islam. Langkah-langkah ini melibatkan aspek spiritual dan praktis yang harus dilakukan secara konsisten.
1. Rutin Membaca Doa Perlindungan
Membaca doa perlindungan seperti doa saat dipuji cantik agar tidak kena ain secara rutin adalah benteng pertama dari serangan ain. Doa ini sebaiknya dibaca setiap kali menerima pujian atau merasa dipandang dengan intens oleh orang lain. Selain itu, membaca doa-doa pagi dan petang yang mengandung perlindungan dari Allah juga sangat dianjurkan.
2. Membaca Ayat Kursi dan Surat Pelindung
Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) memiliki keutamaan besar sebagai pelindung dari berbagai kejahatan, termasuk ain. Membacanya setelah setiap salat dan sebelum tidur dapat memberikan perlindungan maksimal. Surat Al-Falaq dan An-Nas (Al-Mu'awwidzatain) juga khusus diturunkan untuk perlindungan dari segala kejahatan, termasuk pandangan mata yang dengki.
3. Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Zikir kepada Allah SWT menciptakan benteng spiritual yang kuat di sekeliling Muslim. Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil secara rutin akan memperkuat pertahanan spiritual. Istighfar juga penting untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang dapat melemahkan perlindungan spiritual.
4. Merahasiakan Nikmat dan Rencana
Tidak semua nikmat perlu dipamerkan atau diceritakan kepada orang lain. Merahasiakan sebagian nikmat dan rencana penting dalam hidup dapat mengurangi risiko terkena ain. Hal ini bukan berarti bersikap sombong atau tidak bersyukur, melainkan bijaksana dalam berbagi informasi personal.
5. Ruqyah Syar'iyyah
Jika sudah terkena ain, ruqyah syar'iyyah (pengobatan dengan bacaan Al-Quran) dapat menjadi solusi. Ruqyah dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan orang yang ahli. Prosesnya meliputi pembacaan ayat-ayat Al-Quran tertentu, terutama ayat-ayat yang berisi perlindungan dan kesembuhan, serta meniupkannya pada air yang kemudian diminum atau digunakan untuk mandi.
6. Mandi dengan Air Bekas Wudhu Orang yang Mendengki
Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa jika diketahui siapa yang mendengki hingga menyebabkan ain, maka air bekas wudhunya dapat digunakan untuk mandi sebagai bentuk pengobatan. Namun, cara ini memerlukan kepastian siapa pelakunya dan persetujuan dari orang tersebut.
7. Memperkuat Iman dan Tawakal
Pada akhirnya, perlindungan terbaik dari ain adalah iman yang kuat dan tawakal kepada Allah SWT. Keyakinan bahwa hanya Allah yang dapat memberikan manfaat dan mudharat akan membuat Muslim tidak terlalu khawatir terhadap pandangan orang lain. Dengan tawakal yang kokoh, dampak ain akan diminimalisir karena hati yang tenang dan yakin kepada perlindungan Allah.
FAQ
- Apa itu penyakit ain? Penyakit ain adalah gangguan non-medis yang disebabkan oleh pandangan mata yang disertai rasa kagum, iri, atau dengki, yang dapat membawa dampak buruk.
- Mengapa penting membaca doa saat dipuji cantik? Membaca doa saat dipuji cantik adalah ikhtiar untuk melindungi diri dari penyakit ain yang bisa timbul dari pandangan kagum atau iri.
- Bagaimana bacaan doa utama untuk menghindari ain? Doa utamanya adalah "A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammatin".
- Apakah ada doa lain saat dipuji? Ya, bisa juga mengucapkan "Allahumma tsabbit hamdaha" (untuk perempuan) atau "Allahumma tsabbit hamdahu" (untuk laki-laki).
- Apa saja dampak penyakit ain? Dampak penyakit ain bisa berupa sakit fisik, perubahan emosional, kecelakaan, hingga kematian.
- Selain doa, apa cara lain menghindari ain? Cara lain termasuk memperbanyak zikir, membaca Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi, mengucapkan "Masya Allah", dan tidak pamer.
- Bagaimana jika sudah terkena ain? Jika sudah terkena ain, dapat diobati dengan ruqyah syar'iyyah, yaitu pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa perlindungan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549356/original/044187700_1775616635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-08T094635.806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296369/original/030425400_1784012720-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T140419.763.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417531/original/073980700_1763537041-muslimah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297060/original/000844200_1784067788-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297031/original/089698500_1784066707-Spain_s_Borja_Iglesias__26__celebrates_with_Rodri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297028/original/097743500_1784066595-000_C27T8XW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297022/original/065688300_1784063871-063_2286108373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297023/original/005665300_1784063890-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297021/original/002448900_1784061838-063_2286107530.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292405/original/031761200_1783594014-20260709HK_Fans_Ekuador_vs_Jerman_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)