Liputan6.com, Jakarta - Doa Kafaratul Majelis merupakan amalan yang disunnahkan untuk dibaca pada akhir suatu pertemuan atau majelis, baik majelis ilmu, musyawarah, maupun pertemuan sehari-hari. Doa ini berfungsi sebagai pengingat agar setiap perkumpulan tidak terlepas dari zikir dan pengagungan kepada Allah SWT.
Dalil tentang anjuran membaca doa ini bersumber dari beberapa hadis sahih. Salah satunya diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang duduk di suatu majelis, lalu banyak melakukan kesalahan di dalamnya, kemudian ia mengucapkan sebelum bangun dari majelisnya: Subhānaka Allāhumma wa bihamdika, Asyhadu an lā ilāha illā anta, Astaghfiruka wa atūbu ilayk, maka akan diampuni dosa-dosanya selama di majelis itu.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud).
Doa kafaratul majelis berfungsi sebagai kafarat, yakni penutup atau penghapus dosa yang dilakukan secara tidak sengaja dalam majelis. Dengan membaca doa ini, seorang muslim diingatkan untuk menjaga ucapan dan adab, serta senantiasa menutup setiap kegiatan dengan istighfar dan zikir kepada Allah SWT.
Advertisement
Dalam praktiknya, terdapat berbagai bacaan doa kafaratul majelis yang lantas dimaknai sebagai doa penutup ceramah. Berikut ulasannya.
1. Doa Kafaratul Majelis Pertama
Merujuk Buku Induk Doa 'Al-Adzkar' karya Imam Nawawi, Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kemenag Jatim, Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah oleh Abdullah Zaedan dan sumber lainnya, berikut ini adalah doa Kafaratul Majelis. Doa-doa ini umum dipraktikkan di Tanah air sebagai doa kafartul majelis atau penutup ceramah:
Doa Kafaratul Majelis Pertama
سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ
Latin: Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik
Artinya: Maha Suci Engkau, ya Allah. Segala sanjungan untuk-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkâr, mengatakan bahwa doa tersebut merupakan sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi. Dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa siapa yang membaca doa ini sebelum ia berdiri dari tempat duduknya maka seluruh kesalahan selama dalam majelis tersebut terampuni. Doa dalam hadits di atas juga senada dengan sabda Rasulullah saw yang lain, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad.
Untuk menguatkan doa di akhir atau penutup majelis, Rasulullah saw juga mengingatkan kepada kita pentingnya sebuah doa sebelum meninggalkan majelis. Hal ini agar kita tidak menyesal pada hari kiamat. Lewat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak ada zikir pada Allah, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat” (HR Abu Daud, No 4855; Ahmad, 2: 389. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad Hadits ini shahih).
Advertisement
2. Doa Kafaratul Majelis Kedua
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Arab latin: Subhaana rabbikaa rabbil 'izzati 'ammaa yashifuun, wa salaamun 'alal mursaliin, wal hamdulillahi rabbil 'aalamiin
Artinya: "Maha Suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Selamat sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam." (QS As Saffat: 180-182).
Dengan membaca ayat ini di akhir majelis, seorang muslim menegaskan adab untuk menutup setiap pertemuan dengan penyucian, penghormatan, dan pujian kepada Allah, bukan dengan obrolan sia-sia. Ulama menjelaskan bahwa bacaan ini termasuk bentuk zikir yang menghapus dosa kecil dan menambah keberkahan majelis.
Karena itu, doa kafaratul majelis versi ayat As-Saffat ini melengkapi makna doa “Subhānaka Allāhumma wa bihamdika', di mana keduanya sama-sama berfungsi sebagai penutup majelis yang penuh adab, zikir, dan pujian kepada Allah SWT.
3. Doa Kafaratul Majelis Ketiga
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا
اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
Latin: Allahummaqsim lana min khasy-yatik, maa tahulu bainanaa wa baina ma'shiyyatik, wa min thaa'atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi 'alaina mashaaibad dunya.
Allahumma matti'naa bi asmaa'inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana waj'alhul waaritsa minna waj'alhu tsa'ranaa 'alaa man 'aadanaa wa laa taj'al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj'alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha 'ilminaa wa laa tusallith 'alainaa man laa yarhamunaa.
Artinya: "Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.
Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami." (HR Tirmidzi).
Advertisement
4. Doa Kafaratul Majelis Keempat
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.
Latin: Allahummaghfir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati. Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa. Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, Sesungguhnya, Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar, Mahadekat, Dzat yang mengabulkan doa." "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami." "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
Bacaan doa ini bersumber dari Al-Qur’an dan hadis shahih. Para ulama sangat menganjurkan membaca dan mengamalkan doa-doa ini, terutama sebagai penutup doa, ceramah, atau majelis.
Doa ini mencakup permohonan ampunan, kebaikan dunia dan akhirat, serta perlindungan dari azab neraka, dan menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama muslim.
Dalam Tafsir Al-Qur'an al-Adzim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa doa-doa yang berasal dari Al-Qur’an adalah doa yang paling utama dan paling layak diamalkan, terutama dalam penutup majelis, khutbah, atau ceramah.
5. Doa Kafaratul Majelis Kelima
Berdasar penjelasan dalam buku Kumpulan Doa dari Al-Quran dan Hadits karya Syaikh Sa'id bin Wahf Al-Qahthani, Ibnu Umar menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW belum berdiri dari suatu majelis sebelum membaca doa ini sebanyak 100 kali:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ.
Latin: Rabbigfirlī wa tub 'alayya innaka antat-tawwābul-gafūr
Artinya: "Wahai Tuhanku! Ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Pengampun." (HR Tirmidzi no 3/153 dan Ibnu Majah no 2/321)
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sering membaca doa ini dalam majelisnya:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: كَانَ يُعَدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ: "رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Dihitung oleh para sahabat, Rasulullah SAW dalam satu majelis mengucapkan seratus kali:Rabbi ighfir li wa tub ‘alayya innaka anta at-Tawwab ar-Rahim.”(HR. Abu Dawud no. 1516, At-Tirmidzi no. 3434, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani).
Pada riwayat lain disebutkan dengan lafaz التَّوَّابُ الغَفُورُ (at-Tawwab al-Ghafur).
Dalam Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa doa ini sangat utama diamalkan, baik setelah shalat, dalam majelis, maupun di waktu-waktu lainnya, karena merupakan bentuk permohonan ampun dan taubat kepada Allah.
Advertisement
6. Doa Kafaratul Majelis Keenam
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Latin: Allahumma musharrifal qulub, sharrif qulubana ila tha'atika. Ya Muqollibal Qulub Tsabbit Qolbi 'alaa Diinika. Rabbana la tuzigh qu- lubana ba'da idz hadaitana wahablana minladunka rahmatan innaka antal wahhab.
Artinya: "Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati ini untuk taat kepada-Mu. Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini kepada agama-Mu. Ya Rabb, janganlah Engkau jadikan kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia, amin ya Allah."
Doa-doa ini berasal dari Al-Qur’an dan hadis shahih, serta sangat dianjurkan diamalkan. Para ulama menekankan pentingnya memohon keteguhan hati dan perlindungan dari penyimpangan, karena hati sangat mudah berbolak-balik. Doa ini mencakup permohonan agar hati selalu diarahkan kepada ketaatan dan dijaga dari kesesatan setelah mendapatkan hidayah.
Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa Nabi SAW sendiri sering membaca doa ini, padahal beliau adalah manusia paling bertakwa, sebagai pelajaran untuk umatnya agar tidak merasa aman dari fitnah hati.
Manfaat Doa Kafaratul Majelis
Doa kafaratul majelis bukan hanya sebagai formalitas, tetapi mengandung banyak hikmah dan manfaat, baik secara spiritual, sosial, maupun adab dalam menuntut ilmu. Dengan membiasakan doa kafarat, majelis ilmu menjadi lebih berkah, bermanfaat, dan terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Berikut ini manfaat doa kafaratul majelis:
1. Mengakui Keterbatasan dan Kekurangan Diri
Dengan berdoa kafaratul majelis di akhir ceramah, seorang penceramah maupun hadirin mengakui bahwa selama majelis bisa saja terdapat kesalahan, kekeliruan, atau kekurangan baik dalam ucapan maupun sikap. Doa penutup menjadi bentuk permohonan ampun kepada Allah atas segala kekurangan tersebut.
2. Memohon Keberkahan dan Manfaat Ilmu
Doa kafaratul majelis berisi permohonan agar ilmu yang disampaikan dan didengar membawa manfaat, diterima Allah, serta menjadi bekal amal shalih bagi semua yang hadir. Ini menunjukkan harapan agar majelis ilmu tidak sia-sia.
3. Menjaga Adab dalam Majelis Ilmu
Menutup majelis dengan doa merupakan adab mulia yang diajarkan Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan bahwa setiap aktivitas hendaknya dimulai dan diakhiri dengan mengingat Allah, sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu dan majelis.
4. Membiasakan Diri untuk Berdzikir dan Berdoa
Membaca doa kafaratul majelis membiasakan diri dan jamaah untuk selalu berdzikir, beristighfar, dan berdoa dalam setiap kesempatan, sehingga kehidupan sehari-hari senantiasa diisi dengan mengingat Allah.
5. Memohon Perlindungan dari Dosa dan Fitnah
Dalam doa kafaratul majelis terkandung permohonan perlindungan dari dosa, fitnah, dan musibah, serta permohonan agar dijauhkan dari hal-hal yang dapat merusak iman dan amal.
6. Mempererat Ukhuwah dan Kepedulian Sesama Muslim
Doa kafaratul majelis biasanya mencakup permohonan kebaikan untuk seluruh kaum muslimin, baik yang hadir maupun tidak, yang masih hidup maupun yang telah wafat. Ini menumbuhkan rasa persaudaraan dan kepedulian dalam Islam.
7. Menjadi Penutup yang Baik dan Penuh Kebaikan
Menutup ceramah dengan doa adalah cara yang baik untuk mengakhiri majelis, agar tidak berakhir dengan pembicaraan sia-sia atau hal yang tidak bermanfaat, melainkan dengan kebaikan dan harapan akan rahmat Allah.
8. Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW
Doa penutup majelis adalah salah satu sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, seperti doa kaffaratul majelis. Dengan mengamalkannya, berarti kita menghidupkan sunnah dan mendapat pahala.
Advertisement
People also Ask:
1. Bagaimana bunyi doa kafaratul majelis?
Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik. Artinya: "Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu."
2. Apa doa pembuka singkat yang baik?
Doa Pembuka Acara Singkat
Alhamdulillahi rabbil'aalamiin, wash-sholaatu wassalaamu 'ala asyrofil anbiyaa i walmursaliin, wa'alaa alihi washohbihii ajma'iin ammaba'adu. Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
3. Kapan kafaratul majlis harus dibacakan?
Kaffaratul Majlis secara harfiah berarti kaffārah (penghapusan dosa) suatu majlis. Ini adalah doa penutup singkat yang dibacakan saat mengakhiri percakapan, pelajaran, atau majelis zikir , memohon ampunan Allah atas segala hal yang tidak pantas yang terjadi selama majlis.
4. Doa kafaratul majelis digunakan untuk apa saja?
Ringkasan AIDoa kafaratul majelis bertujuan untuk menghapus kesalahan atau kekurangan yang terjadi saat berkumpul dalam sebuah majelis, baik itu majelis ilmu, pengajian, atau pertemuan biasa. Doa ini dibaca sebagai penutup majelis untuk memohon ampunan kepada Allah atas segala kelalaian atau ucapan yang mungkin tidak sengaja dilakukan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637084/original/096773700_1699244185-pexels-alena-darmel-8164752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288984/original/089270000_1783373925-063_2284950359-Spanyol_vs_Portugl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261477/original/074496300_1671047490-AP22348710214768.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288261/original/009625500_1783308426-eng4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4251091/original/011186900_1670306483-latihanspanyol2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259009/original/093710600_1781434062-gabriel_magalhaes_ismael_saibari_brasil_maroko_ap_matt_slocum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339733/original/047775700_1757121903-MAROKO_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)