Penjelasan Surat Al-Qari'ah tentang Hari Kiamat, Lengkap Tafsir Klasik dan Kontemporer

Surat Al-Qari'ah menggambarkan kedahsyatan Hari Kiamat dengan bahasa yang sangat kuat dan menggugah, dimulai dengan pertanyaan retoris

Diterbitkan 15 Oktober 2025, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penjelasan surat Al-Qari'ah tentang hari Kiamat mencakup makna teksual dan tafsir surat ke-101 dalam Al-Qur’an tersebut. Surat Al-Qari'ah terdiri dari 11 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Surat ini dinamai “Al-Qari’ah” yang berarti “hari yang mengetuk” atau “hari yang menggetarkan”, yaitu salah satu nama lain dari Hari Kiamat.

Surat Al-Qari'ah menggambarkan kedahsyatan hari Kiamat dengan bahasa yang sangat kuat dan menggugah, dimulai dengan pertanyaan retoris yang menekankan betapa dahsyat dan misteriusnya peristiwa tersebut.

Dalam jurnal Analisis Makna dalam Surat Al-Qari’ah (Kajian Semiotika Roland Barthes) oleh Taufiqurohman & Rahma Iliyun, UIN Sunan Ampel, dijelaskan Surat Al-Qari’ah, melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, tidak hanya memberikan gambaran literal tentang hari kiamat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya amal perbuatan, keadilan Allah, dan urgensi persiapan menghadapi hari akhir.

Surat Al-Qari'ah ini menanamkan rasa takut, harapan, dan motivasi untuk memperbaiki diri, serta menegaskan bahwa setiap manusia akan mendapatkan balasan setimpal sesuai amalnya.

Penjelasan Surat Al-Qari'ah tentang Hari Kiamat

Berikut adalah Surat Al-Qari’ah (QS. 101: 1-11) lengkap arab, latin, dan artinya dikutip dari qur'an.kemenag.go.id. Penulisan disesuaikan format di situs resmi pemerintah tersebut:

1. اَلْقَارِعَةُۙ

Latin: Al-qāri‘ah(tu).

Artinya: Al-Qāri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan).

2. مَا الْقَارِعَةُۗ

Latin: Mal-qāri‘ah(tu).

Artinya: Apakah hari Kiamat itu?

3. وَمَاۤ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُۗ

Latin: Wa mā adrāka mal-qāri‘ah(tu).

Artinya: Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

4. يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ

Latin: Yawma yakūnunnāsu kal-farāsyil-mabṡūṡ(i).

Artinya: Pada hari itu manusia seperti laron yang bertebaran,

5. وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ

Latin: Wa takūnul-jibālu kal-‘ihnil-manfūsy(i).

Artinya: dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

6. فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗۙ

Latin: Fa ammā man ṯsaqulat mawāzīnuh(u).

Artinya: Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

7. فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۖ

Latin: Fahuwa fī ‘īsyatir-rāḍiyah(tin).

Artinya: maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (surga).

8. وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ

Latin: Wa ammā man khaffat mawāzīnuh(u).

Artinya: Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

9. فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌۗ

Latin: Fa ummuhū hāwiyah(tun).

Artinya: maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

10. وَمَاۤ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ

Latin: Wa mā adrāka mā hiyah.

Artinya: Dan tahukah kamu apa neraka Hawiyah itu?

11. نَارٌ حَامِيَةٌ

Latin: Nārun ḥāmiyah.

Artinya: (Yaitu) api yang sangat panas.

 

Makna Umum Surat Al-Qāri‘ah

Berikut penjelasan lengkap Surat Al-Qāri‘ah tentang Hari Kiamat berdasarkan pendapat para ulama tafsir klasik dan kontemporer. Rujukan di antaranya adalah Tafsir al-Misbah karya Prof. M. Quraish Shihab, Tafsir Ibnu Katsir karya Ismail bin Umar al-Dimasyqi, Al-Jāmi‘ li Ahkām al-Qur’ān karya Al-Qurthubi, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb, Tafsir Al-Munīr karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili, dan lainnya.

Makna Al-Qari'ah Secara Umum

Surat Al-Qāri‘ah (الْقَارِعَةُ) adalah surat ke-101 dalam Al-Qur’an, tergolong Makkiyyah, dan terdiri dari 11 ayat. Kata Al-Qāri‘ah berasal dari akar kata qar‘a (قرع) yang berarti memukul keras, mengetuk kuat, atau mengguncang.

Para mufassir menafsirkan bahwa “Al-Qāri‘ah” adalah nama lain dari Hari Kiamat, karena hari itu akan mengguncang hati, bumi, dan langit dengan kedahsyatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Imam Ath-Thabari dalam Jāmi‘ul Bayān menyebut: “Dinamakan Al-Qāri‘ah karena ia mengetuk hati manusia dengan ketakutan luar biasa.” (Tafsir Ath-Thabari, juz 30) 

Ayat 1–2: Dahsyatnya Ketukan Hari Kiamat

Bunyi surat Al-Qariah ayat 1-2

اَلْقَارِعَةُ ۝ مَا الْقَارِعَةُ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

Artinya: “Hari Kiamat! Apakah Hari Kiamat itu? Dan tahukah kamu apa Hari Kiamat itu?

Para ulama menafsirkan bahwa pengulangan tiga kali kata "Al-Qāri‘ah" berfungsi untuk menimbulkan efek kejut dan ketakutan mendalam.

Menurut Al-Qurthubi (Al-Jāmi‘ li Ahkāmil Qur’ān), pengulangan kata ini adalah bentuk penegasan (ta’kīd) agar manusia benar-benar takut terhadap hari itu.

Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munīr menjelaskan, pertanyaan wa mā adrāka digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang begitu besar hingga akal manusia tak mampu membayangkannya.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menafsirkan bahwa kata ini menggambarkan hari yang datang tiba-tiba dan mengetuk kesadaran manusia akan rapuhnya kehidupan dunia.

Kesimpulan umum: Al-Qāri‘ah menggambarkan hari penuh guncangan dan kebingungan besar, di mana segala yang manusia kenal akan hancur.

Ayat 3–4: Keadaan Manusia di Hari Itu

Bunyi surat Al-Qariah ayat 3-4

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

Artinya: “Pada hari itu manusia seperti laron-laron yang beterbangan.”

Mengutip Ibn Katsir, Al-Qurthubi, dan As-Sa‘d, Al-Farāsy al-mabṡūṡ bermakna kupu-kupu atau laron kecil yang beterbangan tanpa arah, menggambarkan kebingungan, ketakutan, dan ketidakberdayaan manusia saat kiamat tiba.

Ibn ‘Utsaimin menambahkan bahwa manusia pada hari itu bagaikan serangga yang “kehilangan kendali” karena mereka tidak tahu ke mana harus pergi saat bumi hancur.

Menurut Al-Qurthubi, mereka terbang ke kanan dan kiri, saling bertabrakan, tidak tahu ke mana arah selamat.

Sementara, Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan makna yang sama. Perumpamaan ini menandakan manusia yang hina dan lemah di hadapan kedahsyatan Kiamat.

Dengan demikian, ayat ini menunjukkan kerapuhan manusia, seluruh kekuasaan, ilmu, dan harta dunia lenyap tak berguna di hadapan kedahsyatan Allah.

Ayat 5: Gunung Seperti Bulu yang Berterbangan

Bunyi surat Al-Qariah ayat 5

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

Artinya: “Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu yang dihamburkan.”

Al-Khāzin dan Al-Qurthubi menjelaskan bahwa al-‘ihn berarti wol berwarna-warni, dan manfūsy berarti terurai dan ringan. Artinya, gunung-gunung yang dulu kokoh akan hancur lebur seperti kapas terurai.

Sementara, Wahbah Az-Zuhaili menafsirkan bahwa ayat ini menegaskan kekuasaan Allah menghancurkan segala bentuk kekokohan dunia. “Gunung yang dianggap manusia paling kuat sekalipun akan dihancurkan hingga melayang seperti bulu.” (At-Tafsīr Al-Munīr)

Quraish Shihab menambahkan dimensi ilmiah, bahwa perbedaan warna-warna gunung (besi, batu bara, tembaga) akan tampak seperti campuran warna-warni kapas yang beterbangan, tanda bahwa semua struktur bumi telah hancur total.

Maknanya, tak ada satu pun yang kokoh di hadapan kekuasaan Allah, semua hancur tanpa sisa.

Ayat 6–11 (Kesimpulan Surat)

Bunyi ayat 6-11

Setelah menggambarkan kedahsyatan kiamat, Allah menutup surat ini dengan dua nasib akhir manusia:

Orang yang amal baiknya berat → hidup bahagia di surga.

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُۥ (٦) فَهُوَ فِى عِيشَةٍۢ رَّاضِيَةٍۢ (٧)

Artinya: “Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (penuh keridaan).”

Menurut Imam Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labīd, yYang dimaksud ‘kehidupan yang diridhai’ adalah kehidupan abadi di surga, penuh kenikmatan dan keridhaan Allah. Sementara dalam ayat selanjutnya, ”Orang yang amal buruknya berat akan masuk ke neraka Hawiyah.

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُۥ (٨) فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌۭ (٩) وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْ (١٠) نَارٌ حَامِيَةٌۭ 

Artinya: “Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah Hawiyah itu? Yaitu api yang sangat panas.”

Menurut Ibn Katsir Hāwiyah adalah neraka paling dalam. Allah gunakan bentuk pertanyaan ‘wa mā adrāka’ untuk menegaskan kedahsyatan siksaannya.

Pesan dan Hikmah Surat Al-Qariah

Surat Al-Qāri‘ah membangunkan hati manusia dari kelalaian, menegaskan kefanaan dunia, menumbuhkan kesadaran akan keadilan Allah, dan mengajak untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal menghadapi hari yang pasti datang: hari kiamat.

Berikut adalah pesan dan hikmah Surat Al-Qāri‘ah dari penjelasan para ulama:

1. Membangunkan Kesadaran Akan Kefanaan Dunia

Surat ini menegaskan bahwa dunia dan segala isinya fana dan akan hancur. Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsir Al-Kabīr menyebut, kiamat dinamai Al-Qāri‘ah karena ia mengetuk hati manusia agar sadar dari kelalaian.

Hikmah: Manusia diingatkan untuk tidak terlena dengan kehidupan duniawi yang sementara.

2. Tamparan Spiritual untuk Menggugah Keinsafan

Quraish Shihab menegaskan surat ini adalah tamparan spiritual; segala kesombongan duniawi akan hancur pada hari kiamat.

Hikmah: Kesombongan, kekayaan, dan kekuasaan tak akan berarti apa-apa di hadapan kedahsyatan kiamat.

3. Peringatan untuk Memperbanyak Amal Saleh

Surat ini adalah peringatan tegas agar manusia memperbanyak amal saleh sebelum datangnya hari penentuan.

Hikmah: Hanya amal baik yang akan menyelamatkan manusia di akhirat.

4. Penegasan Keadilan Allah

Surat ini menegaskan bahwa setiap manusia akan mendapatkan balasan sesuai amalnya. Hikmah: Tidak ada yang bisa lolos dari keadilan Allah; setiap perbuatan akan ditimbang secara adil.

5. Tiga Fase Besar Hari Kiamat (Kesimpulan Umum)

  • Getaran dahsyat yang mengetuk kesadaran (ayat 1–2)
  • Hari kiamat datang dengan guncangan dahsyat yang mengagetkan seluruh makhluk.
  • Kekacauan total seluruh makhluk (ayat 3–5)
  • Manusia panik seperti laron, gunung-gunung hancur seperti bulu yang diterbangkan.
  • Penentuan nasib abadi manusia (ayat 6–11)
  • Amal manusia ditimbang; yang berat amal baiknya bahagia, yang ringan celaka di neraka Hawiyah.

6. Peringatan Universal

Seluruh ulama tafsir (Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Ibn Katsir, Wahbah Az-Zuhaili, Quraish Shihab) sepakat surat ini adalah peringatan universal tentang keadilan Allah di akhirat dan kehancuran total dunia. Manusia harus bersiap dengan amal saleh sebelum hari itu tiba.

 

People also Ask:

1. Apa makna hari kiamat dalam surat Al Qariyah?

Penamaan hari kiamat dengan kata al-Qāri'ah sesuai dengan penjelasan yang ada pada surah tersebut, yang menjelasakan bahwa pada hari kiamat terjadi akan melemahkan seluruh kekuatan manusia, dan kekuatan gunung-gunnung di mana manusia bagaikan kupu-kupu yang berterbangan sementara gunung bagaikan bagaikan bulu yang beterbangan.

2. Al Qariyah menjelaskan tentang apa?

Surat Al-Qariah menjelaskan tentang hari kiamat, yaitu tentang kedahsyatannya, peristiwa-peristiwa yang terjadi seperti manusia yang bertebaran seperti laron dan gunung yang dihamburkan seperti bulu, serta konsep penimbangan amal manusia untuk menentukan nasib mereka di akhirat, apakah akan masuk surga atau neraka.

3. Bagaimana gambaran peristiwa hari kiamat dalam surah al-Qariah ayat 4 dan 5?

Disampaikan dalam ayat keempat dan kelima; yaitu, pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan pada hari itu gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

4. Apa yang dikabarkan dalam surah al-Qariah?

Tafsir surat Al-Qari'ah adalah penjelasan tentang hari kiamat yang sangat dahsyat. Surat ini menjelaskan kejadian mengerikan pada hari kiamat, seperti manusia yang bertebaran bagai anai-anai dan gunung-gunung yang berhamburan seperti bulu.

Selain itu, surat ini juga menekankan adanya penimbangan amal perbuatan, di mana yang berat timbangannya akan mendapatkan kehidupan yang memuaskan, sedangkan yang ringan akan masuk neraka Hawiyah (api yang sangat panas).