Liputan6.com, Jakarta - Doa merupakan jembatan spiritual yang menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta. Dalam Islam, renungan tentang doa dalam Al-Qur’an menjadi panduan utama bagi setiap Muslim.
Al-Qur’an memberikan petunjuk yang jelas mengenai bagaimana seharusnya seorang hamba berdoa. Ini bukan sekadar permohonan, melainkan inti dari ibadah yang mencerminkan kepasrahan total.
Memahami renungan tentang doa dalam Al-Qur’an akan memperdalam keimanan. Dikutip dari buku Tafsir dan Makna Doa-Doa dalam Al Qur'an karangan Syaikh Bakar Abdul Hafizh Al-Khulaifat, doa adalah ibadah yang hakiki karena menunjukkan kepasrahan diri kepada Allah SWT dan bukti tidak akan berpaling dari-Nya.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (1/10/2025).
Urgensi Doa dalam Al-Qur'an
Doa merupakan salah satu sarana utama bagi seorang hamba untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Ia bukan hanya sekadar permohonan, melainkan juga roh atau sari dari ibadah itu sendiri.
Menurut Al-Mubarak Jurnal Kajian Al-Quran & Tafsir, Volume 8, No. 1, doa merupakan roh ibadah atau sari ibadah sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Ad-Du'aa-u mukhkhul 'ibaadah" (Doa adalah inti ibadah).
Dalam ajaran Islam, doa adalah bentuk komunikasi seorang makhluk kepada Sang Khaliq. Hal ini banyak disebutkan dalam Al-Qur’an serta hadis Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman, "Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu'." (QS. Al-Mu’min: 60).
Urgensi doa dalam Islam menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan tidak berdaya, sehingga enggan berdoa kepada Sang Khalik dianggap sebagai kesombongan.
Doa memiliki peran sebagai kewajiban yang tak pernah putus dari seorang makhluk kepada Sang Khaliq. Setiap orang, baik yang saleh maupun yang durhaka, pasti membutuhkan petunjuk, ridha, serta maghfirah Allah yang salah satunya melalui doa, seperti dijelaskan dalam Jurnal An-Nur: Kajian Pendidikan dan Ilmu Keislaman.
M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an tentang Zikir dan Do’a menjelaskan bahwa doa adalah permohonan hamba kepada Tuhan agar memperoleh anugerah pemeliharaan dan pertolongan.
Permohonan tersebut harus lahir dari lubuk hati terdalam disertai ketundukan dan pengagungan kepada-Nya. Doa juga diartikan sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah sebagai bentuk pengabdian, mencakup pengagungan, penyucian zat Allah, permohonan rahmat, dan ampunan-Nya.
Advertisement
Makna yang Terkandung dalam Sebuah Doa Menurut Al-Qur'an
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3983388/original/074926000_1648974831-000_327H9HJ.jpg)
Menurut Abu Ishaq, doa secara umum mengandung tiga hal penting yang mencerminkan spektrum komunikasi hamba dengan Allah. Konsep ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana doa berfungsi dalam kehidupan seorang Muslim.
-
Pengesaan dan Pujian kepada Allah:
Ketika nama Allah disebut dan diikuti dengan lafadz yang mengesakan serta memuji-Nya, ucapan tersebut termasuk dalam kategori berdoa. Ini mencakup ucapan tahlil, tahmid, takbir, dan bentuk-bentuk lain yang mengandung unsur pengesaan dan pujian kepada Allah. -
Permohonan yang Bersifat Rohaniah:
Ini adalah permohonan untuk hal-hal spiritual seperti meminta ampunan, rahmat, dan sejenisnya. Contohnya terdapat dalam Al-Qur'an, "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: 'Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan Saudara-saudara kami yang Telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang'." (QS. Al-Hasyr: 10). -
Permohonan yang Berorientasi kepada Materi Duniawi:
Doa juga mencakup permohonan untuk kebutuhan duniawi seperti rezeki, anak, makanan, dan lain-lain. Contohnya adalah doa Nabi Ibrahim, "Dan (ingatlah), ketika ibrahim berdoa: 'ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali'." (QS. Al-Baqarah: 126).
Adab-Adab dalam Berdoa Sesuai Tuntunan Islam
Dalam memanjatkan doa kepada Allah, terdapat adab-adab yang disunahkan untuk dilakukan agar doa lebih berpeluang dikabulkan. Adab ini menunjukkan kesopanan dan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya, sebagaimana dijelaskan dalam Terjemah Tafsir Al-Usry Al-Akhir.
- Bertauhid dan Memuji Allah: Memulai doa dengan mengesakan dan memuji kebesaran Allah SWT.
- Bershalawat kepada Nabi SAW: Mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan.
- Bertaubat dan Mengakui Dosa: Mengakui segala kesalahan dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
- Bersyukur atas Nikmat Allah: Mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah.
- Memulai Doa dengan Doa yang Lengkap: Berusaha membaca doa-doa yang lengkap dan diajarkan oleh Rasulullah SAW serta para salaf.
- Mengakhiri Doa dengan Bershalawat: Menutup doa dengan kembali bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Advertisement
Waktu dan Tempat Mustajab untuk Berdoa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1606091/original/096400200_1495811585-20170526-Salat-Terawih-JT7.jpg)
Ada banyak waktu dan keadaan yang istijabah (mudah dikabulkan) untuk berdoa, serta tempat-tempat tertentu yang memiliki keutamaan. Memanfaatkan momen-momen ini dapat meningkatkan harapan terkabulnya doa, seperti yang diuraikan dalam Terjemah Tafsir Al-Usry Al-Akhir.
Waktu-Waktu Mustajab:
- Malam Lailatul Qadar.
- Setelah sholat-sholat wajib.
- Di penghujung malam.
- Antara azan dan iqamah.
- Saat mendengar panggilan untuk sholat wajib.
- Saat iqamat dikumandangkan.
- Di saat turun hujan dan di bawah siraman air hujan.
- Saat perang di jalan Allah berkecamuk.
- Suatu waktu dari bagian malam.
- Satu waktu dari hari Jum’at.
- Ketika meminum air zamzam dengan niat yang baik.
- Di saat sujud.
- Terbangun malam hari dan berdoa dengan doa yang diajarkan Rasulullah.
- Berdoa dengan doa Dzun Nun (Nabi Yunus).
- Berdoa di saat ditimpa bencana.
- Mendoakan sesaat setelah meninggal dunia.
- Ketika sedang shalat.
- Doa seorang muslim setelah berwudhu dengan doa yang ma’tsur.
- Berdoa setelah tergelincirnya matahari sebelum waktu zhuhur.
- Di bulan Ramadhan.
- Saat kaum muslimin berkumpul di majelis dzikir.
- Ketika mendengar ayam berkokok.
- Ketika menghadap Allah dengan pasrah dan keikhlasan yang murni.
- Doa di hari kesepuluh di bulan Dzulhijjah.
Tempat-Tempat Mustajab:
- Ketika melempar jumrah Shughra dan Wustha di hari-hari Tasyriq.
- Berdoa di dalam Ka’bah atau di dalam Hijir Isma’il.
- Berdoa di bukit Shafa dan Marwah bagi orang yang umrah dan haji.
- Berdoa di Masy’aril Haram pada hari penyembelihan kurban.
- Doa orang yang melaksanakan ibadah haji di padang Arafah pada hari Wuquf Arafah.
Doa sebagai Kebutuhan Hakiki Setiap Manusia
Allah SWT telah membuka pintu selebar-lebarnya bagi manusia untuk memohon kepada-Nya. Bahkan, Allah akan murka kepada mereka yang enggan berdoa.
Kemarahan ini timbul karena keengganan tersebut mengisyaratkan bahwa manusia tidak mengakui kelemahannya dan kebutuhannya kepada Allah. Padahal, setiap manusia harus merasa membutuhkan-Nya karena memang semua manusia membutuhkan-Nya.
Allah berfirman dalam QS. Fathir ayat 15, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian semua adalah fakir/miskin dan butuh kepada Allah, dan Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji." Ayat ini menegaskan bahwa manusia secara inheren adalah makhluk yang membutuhkan, sementara Allah adalah Dzat yang Maha Kaya dan tidak memerlukan apapun dari makhluk-Nya.
Manusia memiliki banyak kebutuhan kepada Allah karena potensi mereka untuk meraih pengetahuan luas dan ambisi besar, yang pada gilirannya memperbanyak kebutuhan dan keinginan.
Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an tentang Zikir dan Do’a menjelaskan bahwa semakin maju suatu masyarakat dan semakin banyak pengetahuannya, semakin banyak pula kebutuhannya. Ini berbeda dengan binatang yang tidak banyak tahu dan tidak memiliki ambisi seperti manusia.
Kesadaran akan kebutuhan ini mendorong manusia untuk selalu bergantung kepada Allah dan menyadari ketidakmampuan selain-Nya untuk memenuhi harapan. Inilah yang dilukiskan dalam QS. Al-Fatihah ayat 5, "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan," yang berarti tidak ada satupun yang dapat menolong kecuali Allah.
Advertisement
Pentingnya Doa dalam Kehidupan Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4830372/original/038035000_1715592365-quran-being-held-hands-close-up.jpg)
Kehidupan manusia dipenuhi dengan beragam perbuatan yang membedakan satu individu dengan yang lain, menciptakan istilah seperti manusia taat dan manusia maksiat.
Untuk menjalani hidup dengan tenang, gembira, optimis, dan sesuai norma agama, Allah telah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang lengkap dan sempurna. Di dalamnya, terdapat petunjuk mengenai permasalahan doa.
Al-Qur’an mengklaim bahwa ajaran agama yang diperkenalkan sesuai dengan seluruh manusia, meskipun ada perbedaan yang diakibatkan oleh waktu, tempat, maupun individu.
Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah menyebut Al-Qur’an sebagai "Hidangan Ilahi" yang membantu manusia memperdalam pemahaman dan penghayatan Islam, serta menjadi pelita dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Agama adalah hubungan antara makhluk dan Khaliqnya yang terwujud dalam sikap batin, ibadah, dan tercermin dalam sikap keseharian. Untuk menjalani semua itu, manusia memiliki kebutuhan yang sangat banyak, yang tidak mungkin terpenuhi tanpa bantuan dari Tuhannya.
Oleh karena itu, manusia sangat membutuhkan bantuan dari Tuhannya, dan doa adalah satu-satunya tempat memohon dan meminta kepada Allah SWT.
Doa atau permohonan kepada Allah merupakan nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya. Allah bahkan akan murka kepada hamba-Nya yang tidak mau memohon sesuatu dari-Nya.
Ini menunjukkan betapa pentingnya doa sebagai bentuk pengakuan akan kebesaran Allah dan ketergantungan manusia kepada-Nya, seperti yang diungkapkan Imam Habib Abdullah Haddad dalam Nasehat Agama dan Wasiat Iman.
FAQ
1. Apa pengertian doa menurut Al-Qur’an?
Doa adalah inti ibadah dan sarana komunikasi hamba dengan Allah SWT untuk memohon pertolongan, ampunan, serta rahmat-Nya.
2. Mengapa doa dianggap sangat penting dalam Islam?
Karena doa menunjukkan kepasrahan total kepada Allah dan bukti bahwa manusia tidak berpaling dari-Nya.
3. Apa saja adab utama dalam berdoa?
Memuji Allah, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, bertaubat, bersyukur, serta menutup doa dengan shalawat kembali.
4. Kapan waktu mustajab untuk berdoa?
Antara azan dan iqamah, di sepertiga malam terakhir, saat sujud, pada hari Jumat, dan di bulan Ramadhan.
5. Di mana tempat mustajab untuk berdoa?
Di dalam Ka’bah, Hijir Ismail, padang Arafah, bukit Shafa dan Marwah, serta ketika melempar jumrah saat haji.
6. Apa makna yang terkandung dalam doa?
Mengandung pujian kepada Allah, permohonan rohaniah seperti ampunan, dan permohonan duniawi seperti rezeki dan keamanan.
7. Apa contoh doa dalam Al-Qur’an yang bisa diamalkan sehari-hari?
Doa Nabi Musa agar dimudahkan urusan (QS. Thaha: 25–28), doa Nabi Isa memohon rezeki (QS. Al-Maidah: 114), dan Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) sebagai doa perlindungan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3130483/original/006685500_1589648722-20200517-Intip-Muslim-Afghanistan-Itikaf-di-Bulan-Ramadan-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659756/original/038409700_1782684252-063_2283754697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)