Doa Sujud Tilawah Latin Lengkap Teks Arab dan Terjemahnya

Pelajari panduan komprehensif mengenai doa Sujud Tilawah latin, termasuk bacaan, niat, tata cara, dan keutamaan yang dijanjikan, agar ibadah Anda semakin sempurna.

Diterbitkan 30 September 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sujud tilawah merupakan salah satu amalan sunah yang dianjurkan dalam Islam. Memahami doa Sujud Tilawah latin menjadi penting bagi umat Muslim untuk dapat melaksanakannya dengan benar.

Pelaksanaan sujud tilawah memiliki keutamaan besar, salah satunya adalah dijauhi oleh setan. Dikutip dari buku Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, Dan Zikir karya Zakaria R. Rachman (2020: 150), doa sujud tilawah memiliki kemiripan dengan bacaan sujud saat salat.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (30/9/2025).

Bacaan Doa Sujud Tilawah Latin, Arab, dan Artinya

Terdapat beberapa versi bacaan doa Sujud Tilawah latin yang dapat diamalkan, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat hadis dan kitab. Bacaan-bacaan ini memperkaya pilihan bagi umat Muslim dalam mengamalkan sujud tilawah.

Doa Sujud Tilawah 1:

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Latin: "Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu wa syaqqo sam'ahu wa bashorohu bihaulihi wa quwwatih, fatabaarokallaahu ahsanul khooliqiin."

Artinya: "Bersujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta." (HR At-Tirmidzi, Ahmad, dan Al-Hakim, dikutip dari Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, Dan Zikir).

Doa Sujud Tilawah 2:

اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِيْ بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّيْ بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِيْ عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّيْ كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ

Latin: "Allaahummaktub lii bihaa 'indaka ajron, wa dho' 'annii bihaa wizron, waj'alhaa lii 'indaka dzukhron, wa taqobbalhaa minnii kamaa taqobbaltahaa min 'abdika daawuud."

Artinya: "Ya Allah, tulislah untukku dengan sujudku pahala di sisi-Mu dan ampunilah dengannya akan dosaku, serta jadikanlah simpanan untukku di sisi-Mu dan terimalah sujudku sebagaimana Engkau telah menerimanya dari hamba-Mu Dawud." (HR At-Tirmidzi dan Al-Hakim, dikutip dari Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, Dan Zikir).

Doa Sujud Tilawah 3:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى

Latin: "Subhaana robbiyal a’laa"

Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi." (HR Muslim Nomor 772, dikutip dari Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, Dan Zikir).

Doa Sujud Tilawah 4:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Latin: "Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy."

Artinya: "Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku." (HR Bukhari Nomor 817 dan Muslim 484, dikutip dari Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, Dan Zikir).

Doa Sujud Tilawah 5:

اَللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Latin: "Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin."

Artinya: "Ya Allah, kepada-Mu-lah aku bersujud, karena-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta." (HR Muslim Nomor 771, dikutip dari Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, Dan Zikir).

Pengertian Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan karena membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur'an yang disebut ayat sajdah. Sujud ini merupakan bentuk penghormatan dan ketaatan kepada Allah SWT atas kebesaran-Nya yang disebutkan dalam ayat-ayat tersebut.

Istilah 'tilâwah' sendiri merupakan bentuk masdar dari kata 'talâ' yang berarti bacaan, sehingga sujud tilawah dapat diartikan sebagai sujud karena bacaan.

Menurut Ahmad Mujab Al-Mahalli, sujud tilawah adalah sujud karena bacaan, yang berarti bagi orang yang membaca ayat-ayat sajdah disunahkan untuk melakukan sujud, demikian pula bagi orang yang mendengarnya, seperti dijelaskan dalam jurnal Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam oleh Kusrizal (Agustus 2024).

Sujud ini dapat dilakukan baik ketika sedang melaksanakan salat maupun di luar salat. Fleksibilitas ini memudahkan umat Muslim untuk mengamalkan sunah ini kapan pun dan di mana pun saat ayat sajdah ditemui.

Niat Sujud Tilawah

Selain bacaan doa Sujud Tilawah latin, terdapat juga niat yang dapat dipanjatkan sebelum melaksanakan sujud tilawah. Niat ini menegaskan tujuan ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

Niat adalah pondasi dari setiap amalan dalam Islam, menegaskan bahwa sujud yang akan dilakukan adalah sujud tilawah yang hukumnya sunah. Dengan melafalkan niat ini, seorang Muslim menegaskan bahwa sujud yang akan dilakukannya adalah sujud tilawah yang hukumnya sunah, semata-mata karena Allah SWT.

Berikut adalah bacaan niat sujud tilawah yang dapat diamalkan, seperti dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam oleh Rosidin:

نَوَيْتُ سَجْدَةَ التِّلَاوَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

"Nawaitu sajdata tilawati sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Aku berniat sujud tilawah, (yang hukumnya) sunah karena Allah Taala."

Niat ini melengkapi bacaan doa sujud tilawah dan menambah kekhusyukan ibadah.

Keutamaan Sujud Tilawah

Sujud tilawah memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah dijauhi oleh setan. Amalan ini menjadi benteng bagi seorang Muslim dari godaan dan bisikan setan.

Keutamaan ini tercantum dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang menyatakan:

"Jika anak Adam membaca ayat sajdah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata, 'Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, tetapi aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.'" (HR Muslim, dikutip dari buku Serba-serbi Sujud Tilawah oleh Maharati Marfuah Lc).

Keutamaan ini menunjukkan bahwa sujud tilawah merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala. Dengan memahami doa Sujud Tilawah latin dan mengamalkannya, seorang Muslim dapat meraih manfaat spiritual yang besar.

Hukum Sujud Tilawah

Mayoritas ulama sepakat bahwa hukum sujud tilawah adalah sunah muakkad, yaitu sunah yang sangat dianjurkan. Pendapat ini merupakan yang paling kuat dan banyak diikuti oleh umat Muslim.

Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh As-Sunnah menyebutkan bahwa jumhur ulama berpendapat sujud tilawah sunah dilakukan oleh pembaca atau pendengar ayat sajdah. Hal ini memberikan kemudahan bagi umat Muslim untuk mengamalkan sunah ini tanpa merasa terbebani kewajiban.

Pendapat ini didasarkan pada keterangan yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Umar bin Khattab. Umar menyatakan bahwa sujud tilawah tidak diwajibkan, sehingga siapa pun yang melakukannya akan mendapatkan pahala, dan yang tidak sujud tidak pula berdosa. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaan sujud tilawah.

Tata Cara Sujud Tilawah

Tata cara pelaksanaan sujud tilawah berbeda tergantung apakah dilakukan saat salat atau di luar salat. Penting untuk memahami perbedaan ini agar sujud tilawah dapat dilakukan dengan benar.

Tata Cara Sujud Tilawah saat Salat

Apabila ayat sajdah dibaca saat sedang salat, maka tata caranya adalah sebagai berikut:

  1. Dianjurkan takbir tanpa mengangkat tangan.

  2. Kemudian langsung sujud satu kali.

  3. Setelah bangun dari sujud tilawah, dilanjutkan dengan berdiri dan kembali melanjutkan rangkaian salat hingga tuntas.

  4. Jika ayat sajdah berada di tengah surah, lanjutkan bacaan surah hingga selesai rukuk.

  5. Jika ayat sajdah dibaca pada akhir surah, setelah bangun dari sujud tilawah, berdiri sebentar sambil membaca ayat, lalu lanjut rukuk dan seterusnya.

Tata Cara Sujud Tilawah di Luar Salat

Berikut adalah tata cara sujud tilawah di luar salat, misalnya ketika membaca atau mendengar ayat sajdah dan hendak melakukan sujud:

  1. Menghadap ke arah kiblat dan membaca takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan.

  2. Bersujud tanpa mengangkat kedua tangan.

  3. Bangun dari sujud satu kali, lalu membaca tahiyat dan akhiri dengan salam.

Menurut M. Shalikin dalam bukunya Panduan Shalat Lengkap dan Praktis (2012), dalam sujud tilawah tidak disyaratkan wudu, menyucikan badan atau pakaian dari najis (kecuali dalam salat), serta tidak disyaratkan bertahiyat atau salam, namun dianjurkan memakai takbir. Hal ini memberikan kemudahan dalam mengamalkan doa Sujud Tilawah latin dan tata caranya.

Ayat-Ayat Sajdah dalam Al-Qur'an

Terdapat 15 ayat sajdah dalam Al-Qur'an yang ketika dibaca atau didengarkan, disunahkan untuk melakukan sujud tilawah. Ayat-ayat ini biasanya ditandai dengan tanda khusus dalam mushaf untuk memudahkan pembaca.

Memahami lokasi ayat-ayat sajdah ini penting agar seorang Muslim tidak melewatkan kesempatan untuk mengamalkan sujud tilawah. Beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai jumlah pasti ayat sajdah, namun yang umum diakui adalah 15 ayat.

Berikut adalah daftar ayat-ayat sajdah yang disunahkan untuk sujud tilawah, di mana setelah membaca atau mendengar ayat-ayat ini, seorang Muslim dapat mengamalkan doa Sujud Tilawah latin:

  1. Surat Al A'raf Ayat 206

  2. Surat Ar Ra'd Ayat 15

  3. Surat An Nahl Ayat 50

  4. Surat Al Isra' Ayat 109

  5. Surat Maryam Ayat 58

  6. Surat Al Hajj Ayat 18

  7. Surat Al-Hajj Ayat 77

  8. Surat Al Furqan Ayat 60

  9. Surat An Naml Ayat 26

  10. Surat As Sajdah Ayat 15

  11. Surat Fussilat Ayat 38

  12. Surat Sad Ayat 24 (beberapa ulama tidak menggolongkan ini sebagai ayat sajdah)

  13. Surat An Najm Ayat 62

  14. Surat Al Insyiqaq Ayat 21

  15. Surat Al 'Alaq Ayat 19

FAQ

1. Apa itu sujud tilawah?

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat sajdah dalam Al-Qur’an.

2. Kapan sujud tilawah dilakukan?

Dilakukan segera setelah membaca atau mendengar ayat sajdah, baik saat salat maupun di luar salat.

3. Apa hukum sujud tilawah?

Mayoritas ulama berpendapat hukumnya sunah muakkad, sangat dianjurkan tapi tidak wajib.

4. Apakah ada niat khusus untuk sujud tilawah?

Ya, dianjurkan membaca niat: “Nawaitu sajdata tilawati sunnatan lillahi ta‘ala.”

5. Apa bacaan doa sujud tilawah?

Ada beberapa doa yang bisa dibaca, salah satunya: “Sajada wajhiya lilladzi kholaqohu…”

6. Apa keutamaan sujud tilawah?

Salah satunya dijauhkan dari setan dan diberi pahala oleh Allah SWT.

7. Apakah sujud tilawah boleh dilakukan tanpa wudu?

Boleh jika di luar salat, meskipun lebih utama dalam keadaan suci.