Liputan6.com, Jakarta - Puasa Senin merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Rasulullah Muhammad SAW secara rutin menjalankan puasa pada hari Senin sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, penting bagi seorang muslim untuk mengetahui tata cara dan niat doa puasa Senin.
Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang puasa hari Senin, yang artinya: "Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku."(HR. Muslim no. 1162). Hadis ini menjadi dalil landasan utama keutamaan puasa hari Senin. Dalam riwayat Sunan At-Tirmidzi, Rasulullah SAW sangat antusias berpuasa di hari Senin dan Kamis karena pada hari-hari tersebut amal manusia diangkat kepada Allah SWT
Advertisement
Dalam penjelasannya, Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa puasa Senin bukan hanya mengenang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas hari turunnya wahyu pertama.
1. Bacaan Niat Puasa Senin (Versi Populer di Indonesia)
Niat adalah syarat sah puasa, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yang artinya: "Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya."(HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)
Dalam Buku Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq dalam penjelasan tentang niat puasa sunnah dan puasa Senin-Kamis, niat puasa Senin cukup di dalam hati, namun pelafalan atau pembacaan niat diperbolehkan untuk memantapkan hati.
Berikut ini adalah bacaan niat puasa Senin:
Bacaan Niat Puasa Senin (Versi Populer di Indonesia)
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillahi ta‘ala
Artinya:"Aku niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta‘ala."
Advertisement
2. Bacaan Niat Puasa Senin (Versi Umum Niat Puasa Sunnah)
Bacaan niat puasa Senin juga bisa dilafalkan dengan niat puasa sunnah, dalam bahasa lainnya adalah puasa mutlaq.
Berikut bacaan Niat puasa Senin dengan niat puasa sunnah umum:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنِ ٱلسُّنَّةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘anis sunnati lillahi ta‘ala
Artinya: Aku niat puasa sunnah esok hari karena Allah Ta‘ala.
3. Bacaan Niat Puasa Senin (Versi Sederhana)
Versi sederhana ini banyak diamalkan, tetapi kurang populer di Indonesia. Berikut bacaannya:
صُمْتُ غَدًا عَنْ سُنَّةِ يَوْمِ ٱلإِثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Sumtu ghadan ‘an sunnati yaumil itsnaini lillahi ta‘ala
Artinya: Aku berpuasa esok hari atas sunnah hari Senin karena Allah Ta‘ala.
Advertisement
4. Bacaan Niat Puasa Senin di Siang Hari
Berbeda dengan puasa wajib yang mengharuskan niat puasa sebelum fajar, niat doa puasa sunnah boleh dilakukan pada pagi hingga siang hari tersebut. Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa puasa sunnah boleh diniatkan di siang hari, asalkan belum ada hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Berikut bacaan niat puasa Senin siang hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an sunnati yaumil itsnaini lillahi ta‘ala
Artinya: Aku niat puasa hari ini atas sunnah hari Senin karena Allah Ta‘ala.
Kebolehan niat pada siang hari ini berdasar hadis dari ‘Aisyah RA, beliau berkata, yang artinya: “Nabi SAW pernah masuk ke rumahku pada suatu hari lalu berkata, ‘Apakah engkau punya makanan?’ Aku jawab, ‘Tidak ada.’ Beliau bersabda, ‘Kalau begitu aku puasa saja.’”(HR. Muslim no. 1154).
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa sunnah boleh diniatkan di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (seperti makan atau minum sejak subuh). Ini berbeda dengan puasa wajib (seperti Ramadhan) yang harus diniatkan sebelum fajar.
Tata Cara Puasa Senin
Berikut ini adalah tata cara puasa Sunnah Senin:
1. Niat
Niat puasa Senin dilakukan di malam hari atau sebelum tergelincir matahari (sebelum zuhur) jika belum makan dan minum, karena puasa sunnah lebih fleksibel dari puasa wajib. Niat cukup di dalam hati, namun boleh dilafalkan.
2. Sahur (Sunnah)
Disunnahkan untuk makan sahur walaupun hanya seteguk air. Rasulullah SAW bersabda:"Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan."(HR. Bukhari no. 1923, Muslim no. 1095)
3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Mulai dari terbit fajar (waktu subuh) hingga terbenam matahari (waktu maghrib), menahan diri dari makan, minum, hubungan suami-istri, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
Rasulullah bersabda, yang artinya: "Sesungguhnya puasa itu bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari perkataan sia-sia dan buruk."(HR. Ibnu Majah no. 1690)
4. Berbuka Puasa
Segera berbuka setelah matahari terbenam (waktu maghrib). Diusahakan dengan sesuatu yang manis, seperti kurma. Atau jika tak ada maka air putih.
Rasulullah SAW bersabda:"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka."(HR. Bukhari no. 1957, Muslim no. 1098)
Advertisement
Keutamaan Puasa Senin
Puasa Senin memiliki keutamaan spiritual dan kesehatan, di antaranya, mengikuti sunnah Nabi, memperingati hari kelahiran dan diutusnya Rasulullah, waktu diperiksanya amal, serta manfaat kesehatan yang diakui secara ilmiah. Berikut ini uraiannya.
1. Hari Kelahiran dan Diutusnya Rasulullah SAW
Hari Senin menjadi istimewa karena merupakan hari lahir dan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul. Oleh karena itu, berpuasa pada hari Senin adalah bentuk penghormatan dan rasa syukur atas nikmat besar tersebut.
2. Hari Diperiksanya Amal
Setiap hari Senin dan Kamis, amal manusia diangkat dan diperiksa oleh Allah SWT. Rasulullah SAW ingin ketika amalnya diperiksa, beliau dalam keadaan berpuasa, sebagai bentuk ketundukan dan kesungguhan dalam beribadah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Amal-amal diperiksa pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin amalku diperiksa dalam keadaan aku berpuasa."(HR. Tirmidzi no. 747; shahih)
3. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Puasa Senin adalah salah satu amalan yang sangat dijaga oleh Rasulullah SAW, sehingga menjalankannya berarti meneladani sunnah beliau.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat antusias berpuasa pada hari Senin dan Kamis."(HR. Tirmidzi no. 745, Abu Daud no. 2436, Ibnu Majah no. 1739; shahih)
4. Manfaat Kesehatan
Puasa Senin (dan Kamis) juga bermanfaat secara medis. Dalam jurnal "Intermittent Fasting, Health and Disease" (Annual Review of Nutrition, 2020), Rafael de Cabo & Mark P. Mattson menyebutkan bahwa puasa berkala dapat meningkatkan metabolisme, mengurangi risiko penyakit kronis (seperti diabetes dan penyakit jantung), serta memperbaiki fungsi otak.
Manfaat Puasa untuk Kesehatan
Puasa juga bermanfaat untuk kesehatan. Merujuk jurnal "Intermittent Fasting, Health and Disease" Rafael de Cabo & Mark P. Mattson, Annual Review of Nutrition, 2020, berikut ini penjelasannya.
1. Peningkatan Sensitivitas Insulin
Puasa intermiten membantu meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Tubuh menjadi lebih efisien dalam menggunakan glukosa dan mengurangi kadar gula darah.
2. Penurunan Berat Badan
Puasa intermiten efektif untuk menurunkan berat badan dan lemak tubuh karena membatasi waktu makan dan mengurangi asupan kalori secara alami.
3. Perbaikan Kesehatan Jantung
Puasa dapat menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), trigliserida, dan penanda inflamasi, sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
4. Perlindungan terhadap Penyakit Neurodegeneratif
Studi pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan kesehatan otak, memperbaiki fungsi kognitif, dan menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson.
5. Meningkatkan Proses Autophagy
Puasa memicu proses autophagy, yaitu pembuangan sel-sel rusak dan perbaikan sel di tubuh. Hal ini penting untuk mencegah penuaan dini dan penyakit kronis.
6. Mengurangi Peradangan
Puasa intermiten terbukti mengurangi biomarker peradangan, yang berperan dalam banyak penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.
7. Meningkatkan Umur Panjang
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat memperpanjang umur dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Advertisement
People also Ask:
1. Apa doa niat puasa hari Senin?
Niat puasa Senin adalah sebagai berikut:
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillâhi ta\'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Senin, karena Allah Ta'ala."
2. Puasa Senin Kamis untuk apa?
Puasa Senin Kamis dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, serta melatih kesabaran, disiplin, dan mengendalikan hawa nafsu. Hari Senin dan Kamis merupakan waktu istimewa di mana amalan manusia diperiksa Allah, sehingga berpuasa pada hari tersebut diharapkan dapat menghapus dosa dan mendapatkan pahala berlipat ganda, serta membuka pintu rezeki dan ketenangan jiwa.
4. Apa doa buka puasa Senin?
"Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah." Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah." Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dinilai shahih oleh sejumlah ulama.
5. Niat puasa Senin Kamis sahur jam berapa?
Niat puasa Senin Kamis bisa dilafalkan saat sahur atau kapan saja hingga sebelum matahari tergelincir (waktu Zuhur), selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh. Sahur adalah sunah yang dianjurkan untuk mendapatkan pahala lebih, tetapi bukan syarat sahnya puasa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3216897/original/067814900_1598242582-muslim-woman-pray-with-beads-read-quran_73740-667__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)