Al-Matsurat Lengkap Arab, Latin, dan Arti, Panduan Dzikir Pagi-Petang dan Doa Harian

Al-Matsurat lengkap berisi kumpulan dzikir dan doa pilihan dari Hasan Al-Banna yang diambil dari ayat Al-Quran dan hadis Rasulullah SAW, dibaca setiap pagi dan sore untuk ketenangan jiwa.

Diterbitkan 05 September 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Al-Matsurat lengkap merupakan kumpulan dzikir dan doa pilihan yang telah disusun oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Rasulullah SAW. Dzikir ini menjadi amalan rutin yang sangat dianjurkan untuk dibaca setiap pagi dan sore hari oleh umat Muslim.

Praktik membaca Al-Matsurat lengkap dipercaya dapat memberikan perlindungan, ketenangan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sepanjang hari.

Melansir dari jurnal Al-Shamela: Journal of Quranic and Hadith Studies (2023), Al-Matsurat mengandung nilai-nilai spiritualitas yang tinggi, yaitu menghadirkan cinta kepada Allah, ridha terhadap qadha dan qadar-Nya, serta menumbuhkan sifat kerendahan hati. Dzikir ini juga terbukti memberikan ketenangan batin dan memperkuat iman bagi para pengamalnya.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (4/8/2025).

Sejarah Al-Matsurat

Al-Matsurat berasal dari bahasa Arab yang berarti "warisan" atau "yang diwariskan". Secara terminology, Al-Matsurat adalah kumpulan dzikir dan doa yang disusun oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna, pendiri Ikhwanul Muslimin. Kompilasi ini terdiri dari ayat-ayat pilihan Al-Quran dan hadis-hadis shahih yang rutin diamalkan Rasulullah SAW.

Hasan Al-Banna menyusun Al-Matsurat dengan tujuan memberikan panduan praktis bagi umat Muslim dalam berdzikir setiap hari. Beliau mengambil rujukan langsung dari sumber-sumber otentik Islam untuk memastikan keshahihan setiap bacaan yang termuat di dalamnya.

Menurut buku Doa Al-Ma'tsurat Hasan Al Banna karya Tim Al Barokah, dzikir ini terdiri dari 31 bagian utama yang mencakup berbagai jenis dzikir dan doa. Setiap bagian memiliki keutamaan dan hikmah tersendiri dalam kehidupan spiritual seorang Muslim.

Dzikir Al-Matsurat lengkap telah menjadi rujukan utama bagi berbagai kalangan, mulai dari santri pondok pesantren hingga aktivis dakwah kampus. Praktik ini terus dilestarikan dan diajarkan turun-temurun sebagai bagian integral dari pembinaan rohani umat Islam.

Bacaan Al-Matsurat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

1. Membaca Taawudz

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A'udzu billahi minasy syaithonir rojiim.

Artinya:

"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk".

2. Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillahir-rahmanir-rahim. Alhamdu lillāhi rabbil 'alamin. Arrahmanir-rahim. Maliki yaumid-din. lyyāka na'budu wa iyyäka nasta'in. Ihdinash-shirathal mustaqim. Shirâthal-ladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdhůbi 'alaihim waladh-dhållin.

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

3. Surat Al-Baqarah Ayat 1-5

الٓمّٓۚ‏. ذٰلِكَ الۡڪِتٰبُ لَا رَيۡبَۛۚۖ فِيۡهِۛۚ هُدًى لِّلۡمُتَّقِيۡنَۙ‏.الَّذِيۡنَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِالۡغَيۡبِ وَ يُقِيۡمُوۡنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ يُنۡفِقُوۡنَۙ‏. وَالَّذِيۡنَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِمَۤا اُنۡزِلَ اِلَيۡكَ وَمَاۤ اُنۡزِلَ مِنۡ قَبۡلِكَۚ وَبِالۡاٰخِرَةِ هُمۡ يُوۡقِنُوۡنَؕ‏. اُولٰٓٮِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنۡ رَّبِّهِمۡ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ‏

Alif Lam Meem. Dhaalika al-kitābu lā rayba fīhi hudan lil-muttaqīn. Al-Ladhīna yu'minūna bil-ghaybi wa yuqīmūnas-salāta wa mim-mā razaqnahum yunfiqūn. Wal-Ladhīna yu'minūna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablika wa bil-ākhirati hum yūqinūn. Ulā'ika 'alā hudan mir rabbihim wa ulā'ika humul muflihūn.

Artinya:

"Alif Lām Mīm. Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka beriman kepada (Al-Quran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

4. Surat Al-Baqarah Ayat 255-257

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوۡمٌؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ‏

Allāhu Lā ilāha illā Huwa Al-Ḥayyu Al-Qayyūmu, Lā takhużuhū sinatun walā nawmun. Lahu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man żallazī yashfa'u 'indahu illā bi-idhnihi. Ya'lamu mā bayna aīdīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bishai'in min 'ilmihi illā bimā shā'. Wa si'a kursīyuhu as-samāwāti wal-arḍa, wa lā ya'ūduhu ḥifẓuhumā. Wa Huwa Al-'Alīyu Al-'Aẓīm.

Artinya:

"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar."

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَاۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

lâ ikrâha fid-dîn, qat tabayyanar-rusydu minal-ghayy, fa may yakfur bith-thâghûti wa yu'mim billâhi fa qadistamsaka bil-'urwatil-wutsqâ lanfishâma lahâ, wallâhu samî'un 'alîm.

Artinya:

"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْلِيَاۤؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَࣖ

allâhu waliyyulladzîna âmanû yukhrijuhum minadh-dhulumâti ilan-nûr, walladzîna kafarû auliyâ'uhumuth-thâghûtu yukhrijûnahum minan-nûri iladh-dhulumât, ulâ'ika ash-ḫâbun-nâr, hum fîhâ khâlidûn.

Artinya:

"Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan menuju cahaya (iman). Sedangkan orang-orang yang kufur, pelindung-pelindung mereka adalah tagut. Mereka (tagut) mengeluarkan mereka (orang-orang kafir itu) dari cahaya menuju aneka kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."

5. Surat Al-Baqarah Ayat 284-286

لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِؕ وَاِنۡ تُبۡدُوۡا مَا فِىۡۤ اَنۡفُسِكُمۡ اَوۡ تُخۡفُوۡهُ يُحَاسِبۡكُمۡ بِهِ اللّٰهُؕ فَيَـغۡفِرُ لِمَنۡ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنۡ يَّشَآءُ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ

Lillaahi maa fissamaawaati wa maa fil ardhi; wa in tubduu maa fiii anfusikum aw tukhfuuhu yuhaasibkum bihil laah; fayaghfiru li mayyasyaaa-u wa yu'adzzibu may yasyaaa-u, wallaahu 'alaa kulli syai in qadiir.

Artinya:

"Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

اٰمَنَ الرَّسُوۡلُ بِمَاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡهِ مِنۡ رَّبِّهٖ وَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَؕ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ اَحَدٍ مِّنۡ رُّسُلِهٖ وَقَالُوۡا سَمِعۡنَا وَاَطَعۡنَا غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيۡكَ الۡمَصِيۡرُ

Aamanar-Rasuulu bimaaa unzila ilaihi mir-Rabbihii walmu'minuun; Kullun Aamana billaahi wa Malaaa-ikatihii wa kutubihii wa Rusulih, laa nufarriqu baina ahadim-mir-Rusulihii wa qooluu sami'naa wa atha'naa ghufraanaka Rabbanaa wa ilaikal-mashiir.

Artinya:

"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَهَاؕ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا اكۡتَسَبَتۡؕ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ اِنۡ نَّسِيۡنَاۤ اَوۡ اَخۡطَاۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَاۤ اِصۡرًا كَمَا حَمَلۡتَهٗ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِنَاۚرَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ وَاعۡفُ عَنَّا وَاغۡفِرۡ لَنَا وَارۡحَمۡنَا اَنۡتَ مَوۡلٰٮنَا فَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ

Laa yukalliful-laahu nafsan illaa wus'ahaa; lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat; Rabbanaa la tu'aakhidznaa in nasiinaaa aw akhtaa-naa; Rabbanaa wa laa tahmil-'alainaaa ishran kamaa hamaltahuu 'alal-ladziina min qablinaa; Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa Thooqatalanaa bih, wa'fuannaa waghfirlanaa warhamnaa, Anta Maulanaa Fanshurnaa 'alal-qoumil-Kaafiriin.

Artinya:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

6. Surat Al-Ikhlas 3 Kali

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدُ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwa Allahu ahad, Allahu samad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

Artinya:

"Katakanlah, 'Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."

7. Surat Al-Falaq 3 Kali

قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ الۡفَلَقِۙ. مِنۡ شَرِّ مَا خَلَقَۙ. وَمِنۡ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ. وَمِنۡ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الۡعُقَدِۙ. وَمِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Qul a'uzuu bi rabbil-falaq. Min sharri ma khalaq. Wa min sharri ghasiqin iza waqab. Wa min sharrin-naffaa-thaati fil 'uqad. Wa min shar ri haasidin iza hasad.

Artinya:

"Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

8. Surat An-Nas 3 Kali

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ. مَلِكِ النَّاسِۙ. اِلٰهِ النَّاسِۙ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ. الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ

Qul a'ụżu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min sharril-waswāsil-khannās, allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās, minal-jinnati wan-nās

Artinya:

"Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."

9. Membaca Doa Pertama 3 Kali

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ (مْسَيْنَا وَأَمْسَ) الْمُلْكُ الله وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا شَرِيكَ لَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ التَّشْورُ

Ash-bahnaa wa ash-bahal (amsainaa wa amsal) mulku lillaahi walhamdu lillaahi laa syarii-ka laahu laa ilaaha illaa huwa wa ilaihin-nusyuur.

Artinya: "Kami berpagi hari (sore) dan berpagi (sore) hari pula ke rajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia dan kepada-Nya tempat kembali."

10. Membaca Doa Kedua 3 Kali

أَصْبَحْنَا (أَمْسَيْنَا وَأَمْسَ) عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلامِ وَكَلِمَة الإخلاصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةِ أَبَيْنَا إِبْرَهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ

ash-bahnaa (amsainaa wa amsa) 'alaa fithratil is- lami wa-kalimatil ikhlaashi wa alaa diini nabiyy- inaa muhammadin shallallahu 'alaihi wa salla- ma wa 'alaa millati abiinaa ibraahiima haniifaw wa maa kaana minal musyrikiin.

Artinya:

"Kami berpagi (sore) hari di atas fitrah Islam, di atas kata keikhlasan, di atas agama Nabi kami; Muhammad SAW. Dan di atas millah bapak kami: Ibrahim yang hanif. Dan ia bukan termasuk golongan orang-orang yang musyrik."

11. Doa Ketiga 3 Kali

بسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أَمْسَيْتُ مِنْكَ فِي نِعْمَةِ وَعَافِيَةٍ وَسِتْر فَأَتِمَّ عَلَى نَعْمَتَكَ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

allaahumma innii ash-bahtu (amsaitu) minka- fii ni'matin wa'aafiyatin wa sitrin, fa atimma alayya ni'mataka wa 'aafiyataka wa sitraka fid- dunyaa wal-aakhirah.

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya aku berpagi hari dari-Mu dalam kenikmatan, kesehatan, dan perlindungan. Mаkа sempurnakanlah untukku kenikmatan, kesehatan, dan perlindungan-Mu, di dunia dan akhirat."

12. Doa Keempat 3 Kali

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ (أَمْسَ) بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدُكَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشَّكْرُ

allaahumma maa asbaha (amsaa) bii min ni'matin au bi ahadin min khalqika faminka wahduka wahdaka laa syariika laka falakal-hamdu wal- akasy-syukr.

Artinya:

"Ya Allah, kenikmatan yang aku atau salah seorang dari makhluk-Mu berbagi hari dengannya, adalah dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan rasa syukur."

13. Doa Kelima 3 Kali

يَا رَبِّي لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلال وَجْهِكَ وَعَظِيمٍ سُلْطَانِكَ

yaa rab-bi lakalhamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa 'azhiimi sulthaanik.

Artinya:

"Ya Tuhanku, untuk-Mu pujian yang sebanding dengan kebesaran dan kemuliaan wajah-Mu, dan keagungan kekuasaan-Mu."

14. Doa Keenam 3 Kali

رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإِسْلَامِ دِينًا وَبِحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُولًا

Radhiitu billaahi rab-baa, wabil-islaami diinaa, wabiham-madin nabiyaaw warasuulaa.

Artinya:

"Aku ridhai Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad SAW sebagai nabi dan Rasul-Nya."

15. Doa Ketujuh 3 Kali

سُبْحَانَ اللهُ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزَنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhaanallaahu wabihamdihi 'adada khalqihi waridhaa nafsihi wazinata 'arsyihi wamidaada kalimaatih.

Artinya:

"Mahasuci Allah dengan segala tahmid-Nya sebanyak makhluk ciptaan-Nya, sebanyak keridhaan diri-Nya, sebanyak berat timbangan Arasy-Nya dan sebanyak dawat (tinta) untuk kalimatnya."

Bacaan Al-Matsurat Lengkap Selanjutnya

16. Doa Kedelapan 3 Kali

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

bismillaahil ladzii laa yadhur-ru ma'asmihi syai un fil-ardhi walaa fis-samaa wahuwas-samitul aliim.

Artinya:

"Dengan nama Allah yang segala sesuatu baik di langit maupun di bumi tidak akan memberi apa-apa mudarat selama bersama dengan Nama-Nva. Dengan nama Allah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."

17. Doa Kesembilan 3 Kali

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ يُشْرِكَ بِكَ شَيْءًا تَعْلَمُهُ وَتَسْتَغْفِرَكَ لِمَا لَا تَعْلَمُهُ.

Allaahumma in naa na uudzubika min an nusyri ka bika syal an nalamuhu wastaghfiruka limaa laa na'lamuh,

Artinya:

"Ya Tuhan, sesungguhnya kami berlindung dengan Engkau dari menyekutukan Engkau dengan sesuatu apa jua pun yang kami ketahui dan kami memohon dari Engkau terhadap kesalahan yang kami tidak mengetahuinya."

18. Doa Kesepuluh 3 Kali

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ الْتَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ.

Audzu bikalimatillahit-tammati min syar-ri maa khalaqa.

Artinya:

"Aku berlindung dengan kalimah kalimah Allah yang sempurna dan tepat dari segala kejahatan makhluk yang telah Dia cipta."

19. Doa Kesebelas 3 Kali

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهُمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْحُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَلَى الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.

Allaahumma in ni a'udzubika minalham mi wai iiazani wa-a'udzubika minal ajzi walkasali wa a'udzubika minaljubni walbukhli wa audzu-bi ka min ghalabatid daini waqahrir-rijaal.

Artinya:

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kedukacitaan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil. Aku berlindung kepada-Mu dari beban utang dan penindasan orang."

20. Doa Kedua Belas 3 Kali

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي.

Allaahumma 'aafinii fii badanii allaahumma aa finii fii sam'ii allaahumma 'aafinii fii basharil.

Artinya:

"Ya Allah, sejahterakanlah batinku, Ya Allah sejahterakanlah pendengaranku, Ya Allah sejahterakanlah penglihatanku."

21. Doa Ketigabelas 3 Kali

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma in-nii a'udzubika minal kufri wal faqri allaahumma in-nii a'udzubika min 'adzaa bilqubri laa ilaha illaa anta.

Artinya:

"Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari kulur dan ke fakiran. Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. (Ikrar kami) tidak ada Tuhan (sebenarnya) kecuali Engkau."

22. Doa Keempatbelas 3 Kali

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْسَى وَأَنَا عَبْدُ كَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتَ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma anta rab-bii laa ilaha illaa anta khalaqtanii wa-anaa ubduka 'alaa 'ahdika wawa dika mastathatu a'udzubika min syar-ri maa shana'ta abu-ulaka bini'matika alay ya wa abu-uka bidanbii faghfirlii fain-nahu laa yagh- firud-dunuuba illaa anta.

Artinya:

"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, Engkau yang jadikan diriku. Aku (hanya) hamba-Mu. Aku berusaha seberapa daya untuk memegang janji-Mu. Aku berlindung kepada-Mu, Ya Allah akibat dari kejahatan yang terlanjur telah aku lakukan (Ya Allah aku mengaku), sekalian banyak nikmatmu kepadaku dan aku mengakui juga akan sekalian banyak dosaku maka ampunilah dosaku Tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau."

23. Doa Kelimabelas 3 Kali

أَسْتَغْفِرُ اللهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahul ladzii laa ilaha illaa huwal hayulqayuumu wa-atuubu ilaih.

Artinya:

"Aku memohon ampun pada Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia, yang berdiri dengan sendiri aku bertaubat kepada-Nya (akan segala dosaku)."

24. Doa Keenambelas 10 Kali

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَما صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَهِيمَ وَعَلَى آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى آل سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَعَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل سَيِّدِنَا إِبْرَهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Aallaahumma shal-li alaa say yidinaa muhamma- din wa'alaa aali say yidinaa muhammadin kamaa shalaita alaa say-yidinaa ibrahim wa'alaa aali say yidinaa ibrahima wabaarik alaa say-yidinaa muhammadin wa'alaa aali say yidinaa muham madin kamaa baarakta alaa say-yidinaa ibrahima wa'alaa aali say yidinaa ibrahim fiil aalamiina in-naka hamiidum majiid.

Artinya:

"Ya Allah restuilah junjungan kami Muhammad SAW dan keluarga Beliau sebagaimana Engkau merestui junjungan kami Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah junjungan kami Muhammad SAW dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarganya. Dalam alam ini, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Terpuji lagi Mahamulia."

25. Doa Ketujuhbelas 100 Kali

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallahi walhamdulillaahi walaa ilaha ii- lallaahu wallaahu akbar

Artinya:

"Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Mahabesar."

26. Doa Kedelapanbelas 10 Kali

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيَّةُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir

Artinya:

"Tiada Tuhan melainkan Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu."

27. Doa Kesembilanbelas 3 Kali

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

Subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illaa anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik

Artinya:

"Mahasuci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

28. Doa Keduapuluh 1 Kali

اللَّهُمَّ صَلَّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا عَدَدَ مَا أَحَادَ بِهِ عِلْمُكَ وَخَطَّ بِهِ قَلَمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابَكَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Allaahummaa shalli 'alaa sayyidina muhammadin 'abdika wa nabiyyika wa rasuulikan-nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallama tasliiman 'adada maa ahaada bihi 'ilmuka wa khat-tha bihi qalamuka wa ahsaahu kitaa- buka, wa-ardha allaahumma 'an saadaatinaa abii bakrin wa'umara wa 'uts-maana wa 'aliyyi, wa'anish-shahaabati ajma'iin, wa'anit-taabi'πινα wataabi'iihim bi ihsaanin ilaa yaumid-diin.

Artinya:

"Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad; hamba-Mu, Nabi-Mu, dan Rasul-Mu; Nabi yang ummi. Juga kepada keluarga dan para sahabatnya serta berilah keselamatan sebanyak yang terjangkau oleh ilmu-Mu; yang tergores oleh pena-Mu, dan yang terangkum oleh kitab-Mu. Ridhailah ya Allah, para pemimpin kami: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, semua sahabat, semua tabi'in dan orang-orang yang mengikuti mereka sampai hari pembalasan."

29. Doa Kedua Puluh 1 Kali

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْ سَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Subhaana rabbika rabbil iz-zati am-maa ya-shi fuun, wasalaamun 'alal mursaliina wal-hamdu lillaahi rabbil 'aalamiin.

Artinya:

"Mahasuci Tuhanmu; Tuhan kemuliaan, dari apa-apa yang mereka sifatkan. Keselamatan semoga tercurah kepada para utusan dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

30. Zikir Rabithah

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاء وَتَرِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاء وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. تُولِجُ الَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ.

Qulillahumma maalikal mulki tu'til mulka man tasyaa, wa tari'ul mulka mimman tasyaa, wa tu'izzu man tasyaa-u wa tudzillu man tasyaa, bi-yadikal khairu innaka 'alaa kulli syai-in qadiir. tuulijul-laila fin-nahaari wa tuuli-jun-nahaara fil-laili, wa tukhrijul hayya minal mayyiti, wa tukhrijul mayyita minal hayyi wa tar-zuqu man tasyaa-u bighairi hisaab.

Artinya:

"Katakanlah: 'Ya Allah, Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang matı dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)."

31. Doa Al-Matsurat

اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُدُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِي

Allaahumma inna haadzaa iqbaalu lailika wa id baaru nahaarika wa ashwaatu du'aatika fagh- firlii. (dibaca 3 kali)

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya ini adalah malam-Mu yang telah menjelang dan siang-Mu tengah berlalu serta suara-suara penyeru-Mu, maka ampunilah aku."

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنْ هَذِهِ الْقُلُوبَ قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَى مَحَبَّتِكَ وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ، وَتَوَجَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نَصْرَةِ شَرِيعَتِكَ، فَوَثَقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا وَادِمْ وُدَّهَا وَاهْدِهَا سُبُلَهَا، وَامْلَأَهَا بُورِكَ الَّذِي لا يَحْبُوا وَاشْرَحْ صُدُورَهَا بِقَيْضٍ الإِيمَانِ بِكَ. وَحَمِيلِ التَّوَكُل عَلَيْكَ وَاحْيِهَا بمَعْرِفَتِكَ، وَأَمِنْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِي سَيْلِكَ إِنَّكَ نعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ اللَّهُمَّ آمِيْن.

Allaahumma innaka ta'lamu anna haadzihil quluuba qadijtama'at 'alaa mahabbatik, wal taqat 'alaa thaa'atika, wa tawah-hadat 'alaa da'watika, wa ta'aahadat 'alaa nashrati syarii'atik, fawats- tsiqillaahumma raabithatahaa, wa-adim wud-da- haa, wahdihaa subulahaa, wamla'haa binuu-rikal ladzii laa yakhbuu, wasyrah shuduurahal ladzii laa yakhbuu, wasyrah shuduurahaa bi-faidhil iimaanibik, wa jamiilit-tawak-kuli 'alaika wa ahyl- haa bima'rifathik, wa amit-haa 'alasy-sya-hadaati fii sabiilik, innaka ni'mal maulaa wa ni-man-nashi-ir. allaahumma aamiin.

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati ini berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkan-lah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma'rifah-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin."

وَصَلَّى اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Wa shallaallaahumma 'alaa sayyidina muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya:

"Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Muhammad, keluarga dan kepada semua sahabat- nya."

Waktu dan Tata Cara Membaca Al-Matsurat

Al-Matsurat lengkap dianjurkan untuk dibaca pada dua waktu utama setiap harinya. Pertama, pada waktu pagi hari yang dimulai setelah shalat Subuh hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Kedua, pada waktu petang yang dimulai setelah shalat Ashar hingga sebelum terbenamnya matahari.

Tata cara membaca Al-Matsurat dapat dilakukan secara individual maupun berjamaah. Ketika dibaca berjamaah, biasanya dipimpin oleh seorang imam yang membaca dengan suara keras, sedangkan jamaah mengikuti dengan suara pelan. Posisi duduk yang dianjurkan adalah menghadap kiblat dengan posisi bersila atau duduk di kursi.

Berdasarkan buku Dzikir dan Self Awareness dari Teori hingga Amaliah karya Hamdisyaf (2021), praktik membaca Al-Matsurat sebaiknya dilakukan dengan penuh konsentrasi dan kekhusyukan. Setiap pembaca dianjurkan untuk memahami makna dari setiap bacaan agar dapat meresapi nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Durasi membaca Al-Matsurat lengkap biasanya berkisar antara 30-45 menit, tergantung pada kecepatan dan kekhusyukan pembaca. Para pengamal dianjurkan untuk tidak terburu-buru dan memberikan jedah di setiap pergantian doa agar dapat lebih menghayati makna setiap bacaan.

Keutamaan dan Manfaat Al-Matsurat

Membaca Al-Matsurat lengkap secara rutin memberikan berbagai keutamaan dan manfaat, baik dari segi spiritual maupun praktis.

  • Pertama, Al-Matsurat berfungsi sebagai perlindungan dari gangguan setan dan makhluk jahat.

Hal ini disebabkan karena di dalamnya terdapat ayat-ayat kursi dan surat-surat perlindungan seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

  • Kedua, rutin membaca Al-Matsurat dapat mendatangkan syafaat dari Rasulullah SAW di hari akhir.

Ini karena di dalam dzikir tersebut terdapat banyak bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai oleh beliau.

  • Ketiga, Al-Matsurat berfungsi sebagai penghapus dosa-dosa kecil.

Di dalamnya terdapat berbagai bacaan istighfar, tahmid, tahlil, dan doa-doa permohonan ampunan yang dapat membersihkan jiwa dari kotoran maksiat. Keempat, membaca dzikir ini secara konsisten dapat memberikan ketenangan hati dan kedamaian jiwa.

Menurut penelitian dalam Al-Shamela: Journal of Quranic and Hadith Studies (2023), para pengamal Al-Matsurat melaporkan mengalami peningkatan kualitas ibadah, ketenangan dalam menghadapi masalah, dan perasaan selalu terlindungi dalam aktivitas sehari-hari. Manfaat psikologis ini menjadikan Al-Matsurat sebagai terapi spiritual yang efektif bagi kesehatan mental.

Hikmah Spiritual dalam Al-Matsurat

Al-Matsurat mengandung nilai-nilai spiritualitas yang mendalam dan dapat membentuk karakter seorang Muslim.

  • Nilai pertama adalah pengembangan rasa mahabbah (cinta) kepada Allah SWT.

Melalui dzikir dan doa-doa yang terkandung di dalamnya, seorang Muslim diajak untuk selalu mengingat kebesaran dan kasih sayang Allah.

  • Nilai kedua adalah penanaman sikap ridha (rela) terhadap segala ketentuan Allah.

Bacaan-bacaan dalam Al-Matsurat mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah atas kehendak Allah, sehingga seorang Muslim dilatih untuk selalu bersyukur dan menerima dengan ikhlas setiap ujian yang diberikan.

Berdasarkan kitab Juz 'Amma, Al-Ma'tsurat, dan Tuntunan Shalat karya M. Fakhri, Al-Matsurat juga mengembangkan sifat tawadhu' (rendah hati) dalam diri seorang Muslim. Doa-doa permohonan ampunan dan pengakuan akan kelemahan manusia yang termuat di dalamnya mengajarkan bahwa manusia senantiasa membutuhkan pertolongan dan bimbingan dari Allah SWT.

Hikmah spiritual lainnya adalah penguatan rasa ukhuwah (persaudaraan) sesama Muslim. Doa robithah yang terdapat di akhir Al-Matsurat secara khusus memohon kepada Allah agar memperkuat ikatan persaudaraan dan cinta kasih di antara sesama muslim, sehingga tercipta komunitas yang solid dan saling mendukung.

Daftar Sumber

  • Tim Al Barokah. Doa Al-Ma'tsurat Hasan Al Banna. Jakarta: Al Barokah Press, 2020.
  • Hamdisyaf. Dzikir dan Self Awareness dari Teori hingga Amaliah. Jakarta: Gema Insani, 2021.
  • M. Fakhri. Juz 'Amma, Al-Ma'tsurat, dan Tuntunan Shalat. Surabaya: Pustaka Ilmu, 2022.
  • Eko Pranata, et.al. "Spiritualitas Dzikir Al-Ma'tsurat Hasan Al-Banna (Studi Living Qur'an pada UKMK LDK Refah UIN Raden Fatah)." Al-Shamela: Journal of Quranic and Hadith Studies, Vol. 1, No. 1, April 2023.

FAQ

1. Apakah Al-Matsurat wajib dibaca setiap hari?

Al-Matsurat termasuk kategori amalan sunnah yang sangat dianjurkan, bukan kewajiban. Namun, karena kandungan dan manfaatnya yang luar biasa, para ulama sangat menganjurkan untuk menjadikannya sebagai amalan rutin harian setiap Muslim.

2. Bolehkah membaca Al-Matsurat hanya sebagian saja?

Boleh saja membaca Al-Matsurat secara bertahap atau sebagian, terutama bagi pemula yang masih dalam proses belajar. Yang terpenting adalah konsistensi dan keistiqamahan dalam mengamalkannya, meskipun dimulai dari bagian-bagian tertentu saja.

3. Apakah Al-Matsurat harus dibaca dengan tartil seperti Al-Quran?

Al-Matsurat sebaiknya dibaca dengan perlahan dan khusyuk, namun tidak harus dengan tartil seperti membaca Al-Quran. Yang terpenting adalah memahami makna dan menghayati setiap bacaan dengan penuh konsentrasi dan kehadiran hati.

4. Bisakah Al-Matsurat dibaca dalam hati tanpa bersuara?

Al-Matsurat dapat dibaca baik dengan bersuara maupun dalam hati, tergantung situasi dan kondisi. Namun, membaca dengan suara pelan lebih dianjurkan karena dapat membantu konsentrasi dan memberikan efek spiritual yang lebih optimal.

5. Apakah ada perbedaan Al-Matsurat untuk pagi dan sore?

Secara umum, bacaan Al-Matsurat untuk pagi dan sore adalah sama. Namun, ada beberapa doa yang disesuaikan dengan waktu, seperti penggunaan kata "ash-bahnaa" (kami memasuki pagi) untuk waktu pagi dan "amsainaa" (kami memasuki sore) untuk waktu sore.

6. Bolehkah membaca Al-Matsurat sambil melakukan aktivitas lain?

Idealnya, Al-Matsurat dibaca dengan penuh konsentrasi tanpa melakukan aktivitas lain. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, seperti saat dalam perjalanan, boleh saja dibaca sambil melakukan aktivitas yang tidak mengganggu konsentrasi membaca.

7. Apakah Al-Matsurat bisa dibaca oleh anak-anak?

Sangat dianjurkan untuk membiasakan anak-anak membaca Al-Matsurat sejak dini, tentu dengan penyesuaian dan bimbingan yang tepat. Orang tua dapat mengajarkan secara bertahap, dimulai dari bacaan-bacaan yang mudah dan pendek, sambil menjelaskan makna dan manfaatnya dengan bahasa yang mudah dipahami anak.