Kumpulan Doa Ibu Bahasa Arab Lengkap dengan Artinya, Bentuk Bakti Anak

Temukan berbagai bacaan doa ibu bahasa Arab lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya. Pelajari keutamaan mendoakan ibu dan adab berdoa dalam Islam untuk memperkuat bakti.

Diterbitkan 04 September 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam ajaran Islam, peran seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia dan istimewa. Mendoakan ibu adalah salah satu bentuk bakti dan penghormatan tertinggi yang dapat dilakukan seorang anak.

Doa merupakan salah satu sarana penting untuk berkomunikasi antara hamba dengan Allah SWT. Penting bagi setiap Muslim untuk memahami makna dan lafal doa ibu bahasa Arab agar dapat memanjatkannya dengan khusyuk dan penuh harap.

Mendoakan ibu tidak hanya menjadi wujud kasih sayang, tetapi juga merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Hal ini seperti dijelaskan dalam buku Aqidah dan Syariah Islam oleh M. Adiguna Bimasakti (2019) yang menyebutkan bahwa doa adalah seruan dan permohonan kepada Allah SWT.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (4/8/2025).

Kedudukan Ibu dalam Islam dan Pentingnya Mendoakannya

Dalam Islam, ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia dan istimewa. Rasulullah SAW bahkan menyebut ibu sebanyak tiga kali dalam salah satu haditsnya, menunjukkan betapa agungnya peran seorang ibu dalam kehidupan.

Hadits yang dimaksud, sebagaimana diambil dari buku Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orang Tua oleh Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan, berbunyi: "Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, 'Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan sikap baikku?' Nabi SAW menjawab, 'Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau SAW menjawab, 'Ibumu'. Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'Kemudian ayahmu.'" Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (5971) dan Muslim (2548).

Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang anak terus mendoakan ibunya sebagai bentuk bakti dan penghormatan. Keridaan Tuhan ada pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Tuhan ada pada kemurkaan orang tua, sebagaimana disebutkan dalam HR. Al-Tirmidzi, 1899.

Doa anak untuk kedua orang tua merupakan salah satu amal jariyah yang tidak terputus. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Ketika manusia meninggal dunia, maka berhentilah amalnya kecuali tiga hal: sedekah yang terus-menerus, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya." (Shahih Muslim). Ini adalah salah satu cara terbaik untuk mengabdikan diri kepada orang tua.

Kumpulan Doa Ibu Bahasa Arab (Arab, Latin, dan Artinya)

Berikut adalah beberapa bacaan doa yang bisa dipanjatkan untuk ibu, termasuk doa ibu bahasa Arab yang umum dan spesifik:

  1. Doa Umum untuk Kedua Orang Tua (dari Kitab Ihya Ulumiddin)

    Doa ini dirujuk dalam kitab Ihya Ulumiddin karangan Imam al-Ghazali, tertera sebuah doa yang bisa dipanjatkan untuk orang tua, termasuk ibu.

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا وَاغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

    Arab Latin: Rabbighfir lī wa li wālidayya warhamhumā kamā rabbayānī shaghīran, waghfir lil mu'minīna wal mu'mināti, wal muslimīna wal muslimāt al-ahyā'I minhum wal amwāti.

    Artinya: "Tuhanku, ampunilah dan kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasuhku ketika kecil. Ampunilah orang beriman dan orang Islam baik laki-laki maupun perempuan, yang masih hidup dan yang sudah wafat."

  2. Doa dari Surat Al-Isra Ayat 24

    Lafal kedua yang bisa dibaca untuk mendoakan ibu diabadikan Allah SWT melalui firman-Nya dalam Al-Quran, tepatnya dalam Surat al-Isra, ayat 24.

    رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

    Arab Latin: Rabbirḥamhumā kamā rabbayānī ṣagīrā(n).

    Artinya: "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil."

  3. Doa dari Surat Ibrahim Ayat 41

    Selain dalam Surat al-Isra, bacaan doa untuk mendoakan kedua orang tua juga tercantum di surat Ibrahim ayat 41.

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ࣖ

    Arab Latin: Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu'minīna yauma yaqūmul-ḥisāb(u).

    Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."

  4. Doa Mohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua (dari Buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu)

    Dilihat dari buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu oleh Muhammad Abdul Hadi, doa ini bisa dilafalkan untuk memohonkan ampun terhadap dosa kedua orang tua.

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Arab Latin: Rabbighfir lī wa li wālidayya warhamhumā kamā rabbayānī shaghīran.

    Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil."

  5. Doa dari Surat Nuh Ayat 28

    Ada pula doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Nuh dan difirmankan Allah SWT dalam Al-Quran, tepatnya di surat Nuh ayat 28.

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا ࣖ

    Arab Latin: Rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu'minaw wa lil-mu'minīna wal-mu'mināt(i), wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā(n).

    Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran."

  6. Doa untuk Orang Tua yang Sedang Sakit agar Diberi Kesembuhan

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وَأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

    Arab Latin: Allahumma robbannaasi adzhibil ba'sa wasy fihu, wa antas syaafi, laa syifaa-a illa syfaauka, syifaan laa yughaadiru saqaama.

    Artinya: "Ya Allah, Rabb Manusia dan alam semesta, hilangkanlah kesusahan dan berikanlah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain."

  7. Doa untuk Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

    Arab Latin: Allahummaghfir lahum, warhamhum, wa 'afihim, wa'fu 'anhum. Allahumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafa'ata 'ala ahlil quburi min ahli la ilaha illallahu Muhammadun rasulullah.

    Artinya: "Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa'at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat."

  8. Teks Doa Resmi Peringatan Hari Ibu

    Doa ini diambil dari dokumen bertajuk Panduan Peringatan Hari Ibu yang diterbitkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia yang diselenggarakan pada 2024.

    Bismillahirrohmanirrohiim

    Alhamdulillahirobbil 'alamin Wassolaatu wassalaamu 'ala sayyidil mursalin Sayyidina Muhammadin Wa'ala alihi Wassahbihi ajma'iin

    Allahumma ya Allah, Engkau Maha Pemurah Pencurah Rahmat Yang Maha Pengasih tak pilih kasih, Yang Maha Penyayang tak terbilang, Curahkanlah rahmat, inayah, barokah dan kasih sayangmu kepada kami anak bangsa negeri tercinta Indonesia agar kami dapat meneruskan perjuangan dan cita-cita pendahulu kami untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,

    Ya Allah, berkat karunia dan nikmat dari-Mu kami semua dapat memperingati Hari Ibu KE-96 Tahun 2024 yang merupakan hari bersejarah yang tak dapat kami lupakan sepanjang hayat. Kami menyadari betapa besar jasa para pejuang perempuan mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan untuk memperjuangkan kesatuan, persatuan dan kemerdekaan Indonesia,

    Allahumma ya Allah, Yang Maha Kuasa, Engkau Maha Kuasa atas segalanya, berikan kami secercah kekuasaan-Mu agar kami dapat membina semangat perdamaian dan meneruskan penjuangan untuk mencapai cita-citabangsa kami.Kasih sayang dan perlindungan-Mu senantiasa kami dambakan untuk dapat melangkah dijalan-Mu,

    Ya Allah Yang Maha Bijaksana, Taufik dan hidayah-Mu kami mohonkan tercurah dalam kalbu kami agar kekuatan lahir dan batin menaungi amanah yang diemban para pemimpin bangsa ini. Bangsa kami saat ini tengah menghadapi cobaan dan perubahan serta pembaharuan yang tidak mungkin terselesaikan tanpa ridho, rahmat dan maghfiroh-Mu.

    Ya Allah yang Maha Pemberi,

    berikan kepada kami semangat dan kemampuan berbakti dan berdedikasi kepada bangsa dan negara sebagai mitra sejajar kaum pria yang selaras, serasi dan seimbang.

    Yaa Allah Yang Maha Pengampun,

    Ampunilah dosa dan kesalahan kami,dosa orang tua kami, pemimpin kami dan pahlawan kami yang telah berjuang bagi kesatuan dan persatuan bangsa dan negara kami. Hanya kepada-MU ya Allah kami berserah diri dan hanya kepada-Mu kami memohon perlindungan, keselamatan dan perdamaian negara ini.

    Yaa Allah, perkenankanlah doa kami.

    Amin ya Robbal 'alamiin

Adab Berdoa dalam Islam

Dalam Islam, urusan berdoa juga memiliki adab atau tata krama yang perlu diperhatikan. Berdoa merupakan perintah Allah SWT kepada manusia sebagai salah satu wujud penghambaan kepada-Nya dan bukti bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan pertolongan.

Sebagaimana telah tertuang dalam Surah Gafir ayat 60: "Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” Ayat ini menegaskan pentingnya doa sebagai bentuk ibadah.

Berikut adalah adab berdoa yang benar sebagaimana ajaran agama Islam agar doa dikabulkan oleh Allah SWT:

  • Awali dengan mengucapkan kalimat pujian kepada Allah SWT.
  • Lantunkan selawat kepada Rasulullah SAW sebagai utusan Allah SWT.
  • Meminta ampunan Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan.
  • Sampaikan kesulitan dan perbuatan mulia orang tua sebagai bentuk pengakuan atas jasa mereka.
  • Panjatkan doa untuk kedua orang tua, meminta kesembuhan dan pengampunan Allah SWT.
  • Baca doa penutup, seperti doa sapu jagat dan Al-Fatihah.

Syarat-Syarat Dikabulkannya Doa

Menurut Jurnal Al-Ulum oleh Mursalim, pengabulan doa dapat terlaksana dalam tiga bentuk: dikabulkan sesuai permintaan, digantikan dengan yang lebih bermanfaat, atau ditangguhkan untuk ganjaran di kemudian hari. Yang terpenting dalam pengabulan doa adalah ketulusan dan keyakinan dari hati.

Berikut adalah syarat-syarat doa yang dikabulkan oleh Allah SWT:

1. Merespon Seruan Allah dan Berkeyakinan

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah:186: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar selalu berada dalam kebenaran." Kata "dekat" dalam ayat ini tidak dapat dipahami dalam arti dekat dari segi ukuran manusia (tempat dan waktu), melainkan Allah dekat dalam arti Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Memelihara.

Respons permohonan seseorang tergantung pada prasyarat yang harus dimiliki oleh pemohon, yaitu merespon seruan Allah dan meyakini akan diterimanya doa. Nabi memperingatkan dalam hadisnya bahwa makanan, minuman, dan pakaian yang haram dapat menghalangi terkabulnya doa, sebagaimana disebutkan dalam al-Tafsîr al-Munîr, Juz. I oleh Wahbah al-Zuhaily.

Meyakini akan diterimanya doa oleh Allah berarti percaya bahwa Dia akan memilihkan yang terbaik untuk si pemohon. Keyakinan penuh ini menjadi fondasi penting dalam setiap permohonan yang dipanjatkan kepada-Nya.

2. Doa Hanya kepada Allah

Dalam Al-Qur'an surat Yunus:106 disebutkan: "Dan jangan engkau menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu selain Allah, sebab jika engkau lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang zalim." Salah satu sebab tidak diterimanya doa seseorang adalah karena masih adanya kepercayaan lain yang dapat memberikan pertolongan selain Allah.

Memohon selain Allah sama sekali tidak dapat memberikan penyelesaian masalah, justru dapat menimbulkan pengaruh negatif. Orang yang syirik kepada Allah tidak akan mendapatkan pengampunan dari Allah, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Nahl: 48. Doa ibu bahasa Arab yang tulus hanya ditujukan kepada Allah.

Ini menunjukkan bahwa keesaan Allah dalam menerima doa adalah mutlak. Setiap permohonan harus diarahkan hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan apapun.

3. Merendahkan Diri dengan Suara Lembut dan Tidak Berlebih-lebihan

Allah berfirman dalam QS. Al-A'raf:55: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." Ayat ini mencakup syarat dan adab berdoa kepada Allah, yaitu khusyuk dan ikhlas bermohon kepada-Nya dengan suara yang tidak keras.

Menurut Muh. Sayyed Thantawi, seperti yang dikutip oleh M. Quraish Shihab dalam Tafsîr al-Misbâh, Vol. I, orang yang melakukan doa dengan sikap bertele-tele termasuk bentuk pelampauan batas. Nabi pernah memperingatkan sekelompok orang yang berdoa dengan suara keras: "Wahai seluruh manusia! Perlahan-lahanlah, jangan memaksakan diri. Kalian tidak berdoa kepada yang tuli dan juga kepada yang gaib. Kalian berdoa kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia bersamamu." (al-Tafsîr al-Munîr, Juz. I).

Ini menunjukkan bahwa doa harus dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati dan kesopanan, tanpa perlu berteriak atau berlebihan dalam ungkapan. Allah Maha Mendengar setiap bisikan hati hamba-Nya.

4. Dilakukan dengan Perasaan Takut dan Penuh Harapan

Dalam Firman Allah QS. Al-A'raf:56: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan." Ayat ini menggambarkan bahwa ketika kita bermunajat kepada Allah harus disertai dengan rasa takut kepada Allah dan penuh harapan bahwa doa akan dikabulkan.

Doa yang dipanjatkan harus disertai dengan sikap optimis, bukan justru rasa pesimis. Rasa takut di sini adalah takut jika doa tidak diterima karena kurangnya keikhlasan atau adab, sementara harapan adalah keyakinan penuh akan kemurahan Allah.

Kombinasi antara rasa takut dan harapan ini menciptakan keseimbangan spiritual yang ideal dalam berdoa. Ini memastikan bahwa hamba tidak merasa sombong ataupun putus asa dalam memohon kepada Tuhannya.

5. Berdoa dengan Nama-Nama Allah

Disebutkan dalam Al-Qur'an bahwa ketika seorang hamba berdoa dia harus menyebutkan asma Allah QS. Al-Isra’:110: "Katakanlah (Muhammad), “serulah Allah atau serulah al-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu”.

Ayat ini turun berkenaan dengan tuduhan orang musyrik terhadap Nabi SAW yang berdoa kepada Allah dengan menganggap bahwa Tuhan itu dua. Imam Abu al-Fida’ Ismail Ibn Katsir dalam Tafsîr Ibn Katsîr, Jilid III menjelaskan bahwa Allah menjelaskan kepada kaum musyrikin bahwa kedua lafaz itu (Allah dan al-Rahman) walaupun berbeda nama tapi sama-sama mengungkapkan zat Allah.

Penggunaan nama-nama Allah yang baik (Asmaul Husna) dalam doa memperkuat permohonan dan menunjukkan pengenalan serta pengagungan terhadap sifat-sifat kebesaran Allah. Ini adalah salah satu adab penting dalam berdoa.

Daftar Sumber

  • Aqidah dan Syariah Islam | M. Adiguna Bimasakti | 2019
  • Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu | Muhammad Abdul Hadi
  • Ihya Ulumiddin | Imam al-Ghazali
  • Jurnal Al-Ulum, Volume 11, Nomor 1, Juni 2011 | "DOA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN" | Mursalim
  • Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orang Tua | Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan
  • Tafsîr al-Misbâh, Vol. I | M. Quraish Shihab | 2005
  • Tafsîr Ibn Katsîr, Jilid III | Imam Abu al-Fida’ Ismail Ibn Katsir | 1986 M/1407 H
  • al-Tafsîr al-Munîr, Juz. I | Wahbah al-Zuhaily | 1991 M/1411 H
  • https://www.liputan6.com/quran

FAQ

1. Mengapa mendoakan ibu sangat dianjurkan dalam Islam?

Karena doa anak untuk orang tua termasuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

2. Apa kedudukan ibu dalam Islam?

Ibu disebut tiga kali lebih utama dibanding ayah dalam hadis Rasulullah SAW, menunjukkan kemuliaannya.

3. Apakah ada doa khusus untuk ibu dalam Al-Qur’an?

Ya, antara lain doa dalam QS. Al-Isra: 24 dan QS. Ibrahim: 41.

4. Bagaimana adab berdoa untuk ibu agar doa dikabulkan?

Awali dengan pujian kepada Allah, selawat kepada Nabi, lalu sampaikan doa dengan rendah hati dan penuh harap.

5. Apakah doa untuk ibu hanya bisa dibaca saat beliau masih hidup?

Tidak, doa juga bisa dan sangat dianjurkan dipanjatkan meski orang tua sudah wafat.

6. Apakah doa anak bisa meringankan beban orang tua di akhirat?

Ya, doa anak yang saleh termasuk amal yang tidak terputus setelah orang tua meninggal.

7. Apa syarat utama agar doa untuk ibu dikabulkan Allah?

Ikhlas, hanya ditujukan kepada Allah, serta penuh keyakinan akan dikabulkan sesuai kehendak-Nya.