Liputan6.com, Jakarta - Lafal bismillahirrahmanirrahim merupakan frasa yang sangat akrab bagi umat Islam, selalu diucapkan sebelum memulai suatu aktivitas yang baik. Kalimat agung ini tidak hanya sekadar ucapan, melainkan mengandung makna mendalam yang menjadi fondasi spiritual dalam setiap langkah seorang Muslim.
Memahami penulisan yang benar serta arti dan keutamaannya adalah hal fundamental bagi setiap Muslim. Lafal ini juga sering muncul dalam berbagai surat dalam kitab suci Al-Qur'an untuk mengawali ayat-ayat suci, menunjukkan keistimewaan dan makna mendalamnya.
Artikel ini akan mengulas lengkap makna, keutamaan, dan tafsir lafal bismillahirrahmanirrahim dari berbagai sumber terpercaya. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (2/8/2025).
Advertisement
Bacaan Lafal Bismillahirrahmanirrahim: Arab, Latin, dan Artinya
Lafal bismillahirrahmanirrahim dapat ditulis dalam tulisan Arab dengan beberapa bentuk yang umum digunakan. Penting untuk mengenali tulisan Arab yang benar agar bisa menulis dan membacanya dengan tepat.
- Bismillahirrahmanirrahim dengan Harakat ِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
- Bismillahirrahmanirrahim tanpa Harakat (Arab Gundul) بسم الله الرحمن الرحيم
- Bismillahirrahmanirrahim Bentuk Memanjang بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
- Bismillahirrahmanirrahim Huruf Unicode ﷽
Guna mempermudah pelafalan, bacaan bismillahirrahmanirrahim dalam tulisan Latin adalah 'Bismillaahirrahmaanirrahiim'. Adapun arti bismillahirrahmanirrahim dalam bahasa Indonesia ialah "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".
Dilansir dari situs Kementerian Agama Kalimantan Timur, "bismillahirrahmanirrahim" bisa dibagi menjadi tiga bagian: "bismillah", "arrahman", dan "arrahim". Frasa "bismillah" berarti "dengan menyebut nama Allah", "arrahman" berarti "Maha Pengasih", dan "arrahim" berarti "Maha Penyayang".
Advertisement
Makna Membaca Bismillahirrahmanirrahim
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
Membaca basmalah saat memulai aktivitas tak hanya mengharapkan keberkahan dan rida Allah SWT, tetapi juga mengandung makna yang lebih dalam. Kalimat ini merupakan pengantar lafal Asmaul Husna dan pembuka segala aktivitas baik.
Lafal bismillahirrahmanirrahim memuat dua lafal Asmaul Husna, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Keduanya berasal dari suku kata yang sama, yakni rahima. "Ar-Rahman" berarti Sosok Pengasih dan "Ar-Rahim" artinya Sosok Penyayang.
Menurut buku Ingin Hidup Sukses dan Berkah? Awali dengan Basmalah! oleh Usin S. Artyasa, kedua lafal tersebut banyak disebutkan dalam Al-Qur'an, merujuk pada curahan nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya tanpa terkecuali.
Menurut pandangan ilmu fikih, lafal basmalah berperan penting sebagai pembuka segala aktivitas yang baik. Merutinkan bacaan basmalah dapat menanamkan kebiasaan baik dan menuai keberkahan di setiap aktivitas yang dilakukan. Allah akan meridai segala kegiatan yang dilakukan, sebab kita melibatkan-Nya dalam setiap urusan.
Lafal basmalah adalah kalimat indah dengan makna penuh berkah. Itulah sebabnya, saat membaca Al-Qur'an selalu diawali dengan bacaan basmalah, dan lafal ini kerap disematkan saat permulaan surah (kecuali surah At-Taubah).
Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana dikutip dalam skripsi Tafsir Basmalah (Karya Ahmad Yasin Asmuni) oleh Mochammad Chomaruddin Fitroni, "Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala menghias langit dengan benda-benda langit (matahari, bulan, dan bintang-bintang)... dan menghias Al-Qur’an dengan bismillahirrahmanirrahim."
Kapan Membaca Bismillahirrahmanirrahim?
Meskipun sering dilafalkan, ada waktu khusus yang tepat untuk membaca basmalah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Mengucapkan basmalah adalah cara untuk mengingatkan diri bahwa segala sesuatu yang dilakukan harus dimulai dengan nama Allah.
Berikut waktu yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk membaca basmalah:
- Hendak masuk dan keluar rumah.
- Saat akan menyantap hidangan.
- Saat akan menyembelih hewan.
- Saat naik kendaraan dan melakukan perjalanan.
- Saat akan berwudu.
- Ketika masuk dan keluar masjid.
- Ketika akan menulis kitab atau buku.
- Dan berbagai aktivitas baik lainnya.
Mengucapkan Bismillah atau bismillahirrahmanirrahim adalah cara untuk mengingatkan diri sendiri bahwa segala sesuatu yang kita lakukan harus dimulai dengan nama Allah, dan kita berharap agar Allah memberi keberkatan dalam perkara tersebut.
Advertisement
Keutamaan Membaca Bismillahirrahmanirrahim
Terdapat beberapa keutamaan yang didapatkan oleh setiap Muslim yang melafalkan basmalah. Keutamaan ini mencakup aspek keberkahan, perlindungan, dan kedekatan dengan Allah SWT.
-
Memulai urusan yang baik dengan basmalah akan mendatangkan keberkahan.
Sebaliknya, jika tak menyertakan basmalah, urusan tersebut akan terputus dari keberkahan. Diriwayatkan oleh Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda, seperti tercantum dalam skripsi Tafsir Basmalah (Karya Ahmad Yasin Asmuni), "Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanirrahim’, amalan tersebut terputus berkahnya.”
Dalam tafsir Ibnu Abi Hatim, diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang pertanyaan Sayyidina Usman mengenai basmalah kepada Rasulullah. Rasulullah menjawab, "Itu (bismillah) adalah salah satu asma Allah. Jarak Allah dan asma-Nya yang maha besar itu hanya sebatas jarak hitam mata dan putih mata saking dekatnya."
Nabi Isa AS juga pernah belajar menulis kepada seorang guru, dan ketika diminta menulis "Bismillah", beliau menafsirkan setiap hurufnya dengan keelokan, keagungan, dan kekuasaan Allah, serta sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang-Nya.
Ibnu Murduwiyah dari hadits Yazid bin Khalid, dari Sulaiman bin Buraidah, dalam sebuah riwayat Abdul Karim Abi Umayyah, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sebuah ayat diturunkan kepadaku, ayat yang tidak pernah diturunkan kepada seorang nabi selainku kecuali Sulaiman bin Dawud. Ayat itu berbunyi bismillahirrahmanirrahim."
-
Membaca basmalah juga dapat menjadi pelindung dari setiap Malaikat Zabaniyah.
Dikutip oleh Ibnu Athiyyah dan Al-Qurthubi, Ibnu Mas’ud berkata, "Siapa saja yang ingin diselamatkan oleh Allah dari 19 malaikat Zabaniyah, hendaklah ia membaca ‘Bismillahir rahmanir rahim’ agar Allah menjadi setiap huruf sebagai pelindung baginya dari setiap malaikat Zabaniyah."
Diriwayatkan dari Ashim, ia mendengar Abu Tamimah bercerita tentang boncengan Rasulullah. Ketika hewan yang dikendarai oleh nabi tergelincir, ia berkata, "Celaka setan." Rasulullah menegurnya, "Jangan bilang 'celaka setan', karena ia (setan) akan membesar (hingga sebesar rumah) dan berkata, 'Demi kekuatanku, aku akan gulingkan dia.' Tetapi jika kau bilang, 'Bismillah,' maka setan akan mengecil hingga sebesar lalat."
Selain itu, diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, "Seandainya salah seorang dari kalian mendatangi istrinya lalu membaca 'Bismillah. Allahumma jannibnas syaithana wa jannibis syaithana ma razaqtana,' niscaya jika ditakdirkan keturunan dari hubungan tersebut, maka setan tidak membahayakan anak itu selamanya."
Tafsir Lafal Bismillahirrahmanirrahim Menurut Ulama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862237/original/068114000_1718260727-pexels-rdne-7249762.jpg)
Penafsiran bismillahirrahmanirrahim telah menjadi objek studi yang mendalam bagi para ulama dari berbagai disiplin ilmu, termasuk kalam, tasawuf, dan tafsir, yang memberikan perspektif kaya akan makna kalimat ini.
Menurut Ulama Kalam
Ulama kalam memiliki pandangan beragam mengenai kedudukan basmalah, terutama kaitannya dengan surah Al-Fatihah dan ayat-ayat Al-Qur'an lainnya. Imam Zamakhsyari dalam tafsirnya Al-Kasyaf menyebutkan bahwa Ahli Qira’ah dan Ahli Fiqih Madinah, Bashrah, dan Syam, tidak memasukkan basmalah sebagai bagian dari Surah Al-Fatihah, pun juga bukan bagian dari ayat-ayat dalam Al-Qur’an.
Pendapat ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya. Imam Abu Mansur Al-Maturidi dalam Ta’wilat Ahli Sunnah juga berpendapat bahwa basmalah adalah bagian ayat dalam Al-Qur’an dan bukan bagian dari surah Al-Fatihah, berdalil dengan hadis Rasulullah SAW kepada Ubay Ibn Ka’ab.
Sebaliknya, Ahli Qira’ah dan Ahli Fiqih Mekah dan Kufah berpendapat bahwa basmalah adalah bagian ayat dari surah Al-Fatihah dan awal bagian ayat dalam surah Al-Qur’an, yang dipegang oleh Imam Syafi’i dan para pengikutnya.
Fakhruddin Ar-Razi dalam Mafatih Al-Ghaib menyebutkan bahwa lafal 'ba' dalam basmalah memiliki ta’alluq (hubungan) dengan lafal yang disimpan, baik berupa isim atau fi’il, dan baik ada di depan atau di belakang. Menurut Ar-Razi, yang lebih utama adalah mendahulukan nama Allah karena Allah adalah Dzat yang Maha Awal dan Maha Agung.
Zamakhsyari dalam tafsirnya berpendapat bahwa 'ba' memiliki makna mushohabah (sebagai pengiring), meskipun yang tampak sesungguhnya adalah untuk Isti’anah (meminta pertolongan).
Fakhruddin Ar-Razi menafsirkan 'Ar-Rahman' dan 'Ar-Rahim' diambil dari kata ar-Rahmah yang berarti kasih sayang. Kasih sayang Allah adalah terbebas dari segala macam bahaya dan tercapainya harapan dari segala macam keinginan dan cita-cita.
Sementara Al-Kasyaf menafsirkan lafadz ar-Rahman dan ar-Rahim memiliki perbedaan yang cukup tipis, Ar-Rahman adalah kenikmatan besar yakni memiliki rahmat yang luas yang tersebar untuk seluruh makhluk-Nya sementara Ar-Rahim adalah kenikmatan Kecil yakni kasih sayang khusus untuk kaum muslimin dengan cintanya.
Menurut Ulama Tasawuf
Ulama tasawuf melihat basmalah dari dimensi spiritual dan keberkahan yang mendalam, menjadikannya lebih dari sekadar ucapan, melainkan penghayatan akan kehadiran ilahi.
Imam Al-Qusyairi dalam Lataif Al-Isyarat menafsirkan basmalah sebagai Tabarruk (mengharap berkah dengan perantara nama Allah) dan bukan qosam (bentuk lafal sumpah). Syekh Thantawi Jauhari menyimpulkan bahwa basmalah memiliki keajaiban yang luar biasa, karena setiap sesuatu yang dimulai dengannya menjadi berkah.
As-Sulami dalam Haqaiq At-tafsir mengutip pendapat ulama lain, di antaranya Abul Qasim Al-Hakim yang menyatakan basmalah adalah isyarat akan timbulnya perdamaian dan ketenangan, serta Junaid Al-Baghdadi yang mengatakan basmalah adalah kewibawaan Allah.
Al-Qusyairi menafsirkan huruf 'ba' dalam basmalah sebagai huruf tadhmin (jaminan dari Allah), yang berarti karena Allah-lah kemudian makhluk dan penduduk bumi menjadi ada. Sebagian ahli sufi juga menuturkan, seperti dikutip dalam Kifayatul atqiya’ oleh Zainuddin Al-Malibari, bahwa Allah mengumpulkan seluruh ilmu di dunia dalam huruf 'ba', yang berarti "DenganKu (Allah) segala sesuatu yang telah ada telah menjadi ada, dan denganKu sesuatu yang akan ada (belum ada) akan menjadi ada, maka adanya alam itu sebab Aku dan tiada sesuatu yang benar-benar wujud bagi selain diriku kecuali atas namaKu".
Ibnu Arabi dalam Tafsir Qur’anul Karim mengungkapkan rahasia-rahasia huruf 'ba' dalam basmalah sebagai simbol tingkat maujud dan manifestasi dari insan kamil, yaitu Rasulullah SAW.
Menurut Ulama Tafsir
Ulama tafsir menguraikan basmalah sebagai ikrar penyerahan diri kepada Allah dan sumber keberkahan, menekankan pentingnya niat dan kesadaran ilahi dalam setiap tindakan.
Dalam Tafsir Al-Maraghi, Ali bin Abi Thalib berkata, "basmalah adalah penyebab datangnya keberkahan dan meninggalkannya menyebabkan kekacauan dalam segala urusan." Beliau juga menyatakan bahwa jika seorang hamba membaca bismillahirrahmanirrahim sebelum mengerjakan suatu pekerjaan, maka ia akan diberkati dalam perbuatan tersebut.
Basmalah merupakan ikrar dari seorang hamba dalam penyerahan dirinya bulat-bulat kepada Allah SWT dalam segala aktivitasnya.
Imam Al-Qurthubi dalam Aljami li Ahkamil Qur’an berkata, "basmalah adalah sumpah tuhan kita yang diturunkan diawal surat." Allah bersumpah kepada hamba-hamba-Nya bahwa lafal yang diletakkan di surat itu adalah kebenaran, dan Dia akan memenuhi semua yang dijamin dalam surat tersebut. Basmalah juga menjadi syiar kaum Muslimin dalam mengekspresikan daya kekuatan untuk melakukan semua kegiatan.
Syaikh Muhammad Abduh, sebagaimana dikutip oleh Hasbi ash-Shidiqi dalam Sejarah dan Pengantar Ilmu Tafsir al-Qur’an, menyatakan bahwa pengucapan basmalah adalah manifestasi pembaca dalam usaha melepaskan diri dari perbuatan buruk, serta pernyataan bahwa perbuatan itu dialamatkan kepada Allah dan atas perintah serta takdir-Nya.
Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menambahkan bahwa Allah SWT memulai Al-Qur’an dengan basmalah dan memerintahkan Nabi-Nya sejak dini pada wahyu pertama agar melakukan pembacaan dan semua aktivitas dengan nama Allah (Iqra’ bismi Rabbika).
Sayyid Qutub dalam Tafsir Fi Zilal al-Qur’an juga berpendapat bahwa memulai dengan nama Allah adalah adab dan bimbingan pertama yang diwahyukan Allah kepada Nabi-Nya, sesuai dengan kaidah utama ajaran Islam bahwa Allah adalah Al-Awwal wa al-Akhir wa az-Zahir wa al-Batin.
Penjelasan lafal-lafal dalam basmalah menurut ulama tafsir meliputi: Lafal 'Ba' yang diterjemahkan dengan kata "dengan", mengandung makna "memulai" atau "dengan kekuasaan". Lafal 'Ism' yang berarti "nama", ulama berbeda pendapat tentang asalnya, namun fungsinya adalah menunjukkan zat atau makna. Lafal 'Allah' adalah nama Tuhan yang paling populer dan mencakup semua nama-nama-Nya yang lain, khusus untuk Zat yang wajib disembah, seperti dijelaskan Abd. Muin Salim dalam Jalan Lurus Menuju Hati Yang Sejahtera; Tafsir Surat al-Fatihah dan M Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar.
Lafal 'Rahman' dan 'Rahim' diambil dari kata ar-Rahmah (kasih sayang), dengan 'Ar-Rahman' yang rahmatnya berlaku untuk semua di dunia, dan 'Ar-Rahim' khusus untuk mukmin di akhirat, seperti dijelaskan Ibnu Katsir dalam Tafsir ibnu katsir dan Mutawalli as-Sya’rawi dalam Tafsir Sya’rawi.
Advertisement
Daftar Sumber
- Abd. Muin Salim. (1999). Jalan Lurus Menuju Hati Yang Sejahtera; Tafsir Surat al-Fatihah. Jakarta: Pusat Hidayah.
- Abul Qasim Mahmud Bin Umar Az-Zamakhsyari. (1998). Al-Kasyaf. Riyadh: Maktabah Abikan.
- Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar bin Farh al-Ansari al-khasraji al-Andalusi al-Qurthubi. Aljami li Ahkamil Qur’an. Mesir: Dar al-Kutub al-Misriyah.
- Abu Mansur Muhammad bin Muhammad Bin Mahmud Al-Maturidi. (2005). Ta’wilat Ahli Sunnah. Beirut: Dar Kutub Al-Ilmiyah.
- Ahmad Musthafa al-Maraghi. (1974). Tafsir al-Maraghi. Mesir: Musthafa al-Babi al-Halabi.
- eCentral.my. (2024, 8 Februari). "Bismillah (بِسْمِ اللَّهِ): Maksud, Huraian & Kepentingan". Diakses dari https://ecentral.my/bismillah-maksud-huraian-kepentingan/
- Fakhruddin Ar-razi. (1981). Mafatih Al-Ghaib. Beirut: Dar- Al-Fikr.
- Hasbi ash-Shidiqi. (1994). Sejarah dan Pengantar Ilmu Tafsir al-Qur’an. Jakarta: Bulan Bintang.
- Ibnu Arabi. (1968). Tafsir Qur’anul Karim. Dar al-Arabiyah.
- Ibnu Katsir. (2006). Tafsir ibnu katsir. Al-Mansyuroh Maktabatul Iman.
- Imam Abul Qasim abdul karim Bin Hawazin bin Abdul malik Al-Qusyairi. (2007). Lataif Al-Isyarat. Beirut: Darl Kutub Ilmiyah.
- Mochammad Chomaruddin Fitroni. (2018). Tafsir Basmalah (Karya Ahmad Yasin Asmuni). Skripsi. Jakarta: Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (IPTIQ) Jakarta.
- M Rasyid Ridha. Tafsir al-Manar. Beirut: Dar al-fikr.
- Mutawalli as-Sya’rawi. (2009). Tafsir Sya’rawi.
- M. Quraish Shihab. (2002). Tafsir Al-Misbah; Pesan Dan Kesan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.
- Sayyid Quthub. (1386 H). Tafsir Fi Zilal al-Qur’an. Cairo: Dar al-Ihya at-Tijari al-Arabiyah.
- Usin S. Artyasa. Ingin Hidup Sukses dan Berkah? Awali dengan Basmalah!.
- Zainuddin Al-Malibari. Kifayatul atqiya’. Mukaddimah Kitab.
FAQ
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum seputar lafal bismillahirrahmanirrahim:
Apa itu bismillahirrahmanirrahim?
Bismillahirrahmanirrahim adalah frasa dalam bahasa Arab yang berarti "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Ini adalah kalimat pembuka yang digunakan oleh umat Islam sebelum memulai berbagai aktivitas baik, sebagai bentuk pengingat dan permohonan keberkahan dari Allah SWT.
Mengapa bismillahirrahmanirrahim penting bagi umat Islam?
Kalimat ini penting karena merupakan bentuk pengakuan atas kekuasaan dan kebesaran Allah sebagai pencipta alam semesta. Dengan mengucapkannya, seorang Muslim meniatkan segala perbuatannya atas nama Allah, memohon rida, kelancaran, dan perlindungan-Nya, serta senantiasa mengingat Allah dalam setiap langkahnya.
Apa saja keutamaan membaca bismillahirrahmanirrahim?
Membaca bismillahirrahmanirrahim memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendatangkan keberkahan dalam setiap urusan, mendekatkan diri kepada Allah, menjadi pelindung dari godaan setan, serta dapat menghindarkan keturunan dari bahaya godaan setan.
Apakah bismillahirrahmanirrahim termasuk ayat dari surah Al-Fatihah?
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hal ini. Sebagian ulama, seperti Imam Syafi'i, berpendapat bahwa basmalah adalah bagian dari surah Al-Fatihah. Namun, ulama lain, seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Malik, berpendapat bahwa basmalah adalah ayat tersendiri yang berfungsi sebagai pemisah antar surah, bukan bagian dari Al-Fatihah.
Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan bismillahirrahmanirrahim?
Waktu yang tepat untuk mengucapkan bismillahirrahmanirrahim adalah sebelum memulai segala aktivitas yang baik, seperti makan, minum, masuk atau keluar rumah, bepergian, berwudu, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keberkahan dan rida Allah dalam setiap perbuatan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637359/original/021769800_1699254998-pexels-timur-weber-9127593.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263472/original/073317600_1781931669-AP26171138768328-Paraguay_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8385152/original/045727200_1782264420-panama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)