Liputan6.com, Jakarta - Demam pada anak adalah kondisi umum yang sering membuat orang tua khawatir. Ini adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau gangguan kesehatan, namun dalam Islam, demam memiliki dimensi spiritual yang mendalam.
Memahami fenomena anak sering demam menurut Islam tidak hanya melibatkan aspek medis, tetapi juga spiritual.
Dalam ajaran Islam, setiap penyakit, termasuk demam, dianggap sebagai ujian dari Allah SWT. Ujian ini membawa hikmah dan berfungsi sebagai penghapus dosa bagi seorang Muslim. Oleh karena itu, penanganan demam pada anak melibatkan upaya medis dan spiritual.
Advertisement
Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai anak sering demam menurut Islam. Pembahasan meliputi pengertian, penyebab, tafsir, hingga panduan pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Minggu (31/8/2025).
Demam pada Anak: Perspektif Medis dan Islam
Demam pada anak secara medis didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas batas normal. Suhu tubuh anak dikatakan demam jika melebihi 37,2 derajat Celsius (ketiak) atau 37,8 derajat Celsius (mulut). Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala atau respons tubuh terhadap infeksi virus atau bakteri.
Dalam konteks Islam, demam memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar gejala fisik. Demam sering dihubungkan dengan panas neraka Jahannam, bukan secara harfiah, melainkan sebagai perumpamaan. Rasulullah SAW bersabda, "Demam adalah bagian dari panas Jahannam. Ia merupakan jatah bagi orang mukmin dari api neraka." (HR. Ath-Thabrani).
Penjelasan ini menunjukkan bahwa demam, meskipun menyakitkan, dapat menjadi sarana pembersihan dosa bagi seorang mukmin. Ini memberikan perspektif spiritual yang mendalam bagi orang tua yang menghadapi anak sering demam menurut Islam.
Advertisement
Penyebab dan Hikmah Anak Demam Menurut Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4028929/original/037583100_1653055028-Demam_Anak.jpg)
Dalam ajaran Islam, demam dipandang sebagai salah satu bentuk ujian dari Allah SWT yang membawa hikmah dan kebaikan. Penyakit, termasuk demam, dapat berfungsi sebagai penghapus kesalahan dan dosa-dosa manusia. Ini adalah salah satu hikmah di balik anak sering demam menurut Islam.
Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah Engkau mencela demam. Ini karena demam itu dapat menghilangkan kesalahan-kesalahan manusia. Sebagaimana kiir (alat pandai besi) dapat menghilangkan karat besi." (Dikutip dari buku Meraih Ampunan Ilahi oleh Ahmad Izzudin Al-Bayanuni).
Selain sebagai penghapus dosa, demam juga merupakan pengingat akan kekuasaan Allah dan penderitaan di akhirat.
Panas yang dirasakan saat demam diibaratkan sebagai "bagian dari panas Jahannam" untuk memberikan kesadaran spiritual. Ini adalah bentuk peringatan agar manusia senantiasa bersabar, bertawakal, dan mendekatkan diri kepada Allah dalam menghadapi cobaan.
Pengobatan Demam ala Nabi (Ṭibb al-Nabawī)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4757070/original/076907700_1709175338-pexels-cottonbro-studio-7118813.jpg)
Ṭibb al-Nabawī, atau pengobatan ala Nabi, menawarkan pendekatan holistik yang menggabungkan aspek fisik dan spiritual. Salah satu metode utama yang diajarkan Rasulullah SAW untuk meredakan demam adalah penggunaan air dingin. Hal ini disebutkan dalam beberapa hadis, termasuk riwayat Ath-Thabrani, Bukhari, dan Muslim.
Sebuah hadis menyatakan, "Demam itu bagian dari api neraka, maka hendaklah ia padamkan dengan air dingin." (HR. Ath-Thabrani). Hadis lain dari Aisyah RA yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim juga menyatakan, "Demam adalah bagian dari keluasan Jahanam, karena itu dinginkan ia dengan air."
Bahkan, saat Nabi SAW mengalami demam yang mengakibatkan beliau wafat, beliau meminta agar tubuhnya disiram dengan air sebanyak tujuh kantong kulit. Penggunaan air dingin ini, yang dalam hadis disebut al-ma'u al-barad, dapat diaplikasikan melalui mandi atau kompres.
Sebuah skripsi berjudul MENGOBATI PENYAKIT DEMAM DENGAN AL-MA’AL-BARAD DITINJAU DARI ILMU KESEHATAN oleh Nur Afrianty (2024) mengkaji lebih lanjut hal ini. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa hadis tentang mandi saat demam adalah hasan li ghairihi dan dapat dijadikan hujjah.
Advertisement
Relevansi Pengobatan Nabi dengan Ilmu Kesehatan Modern
Pengobatan demam ala Nabi, khususnya penggunaan air dingin, memiliki relevansi yang signifikan dengan ilmu kesehatan modern. Dalam dunia medis, penggunaan air dingin atau kompres dingin untuk menurunkan suhu tubuh dikenal sebagai "terapi pendinginan" atau "cooling therapy". Terapi ini efektif membantu menurunkan suhu tubuh yang tinggi.
Mekanisme kerja kompres dingin adalah dengan menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga mengurangi aliran darah ke area yang dikompres dan membantu menurunkan suhu tubuh.
Proses evaporasi saat air dingin diaplikasikan pada kulit juga membantu menyerap panas dari tubuh, sesuai prinsip termodinamika. Dokter ternama Galineus bahkan mengakui bahwa air dingin dapat membantu meredakan demam simtomatik.
Meskipun demikian, penting untuk memperhatikan bahwa mandi dengan air dingin saat demam tinggi perlu dilakukan dengan hati-hati. Mandi air dingin secara drastis dapat menyebabkan tubuh menggigil, yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh. Oleh karena itu, dalam praktik modern, sering disarankan penggunaan air suam-suam kuku untuk kompres atau mandi.
Penelitian modern, seperti yang dibahas dalam artikel ANALISIS HADIS TENTANG ṬIBB AL-NABAWĪ: PENGOBATAN ALA NABI DALAM MEREDAKAN DEMAM (2024) oleh Fajriman Hulu dan Dahlia Lubis, menunjukkan bahwa terapi air dingin dan doa sebagai pengobatan demam memiliki relevansi signifikan. Ini sebagai bagian dari pendekatan holistik yang menggabungkan aspek fisik dan spiritual dalam penyembuhan.
Doa dan Dzikir untuk Anak yang Sakit Demam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4634077/original/027217700_1698981052-pexels-pavel-danilyuk-8422438.jpg)
Selain upaya medis, Islam menganjurkan umatnya untuk senantiasa memohon kesembuhan kepada Allah SWT melalui doa dan dzikir. Ini adalah aspek penting ketika anak sering demam menurut Islam. Berikut adalah beberapa doa dan surah yang dicontohkan Nabi SAW untuk memohon kesembuhan bagi anak yang sakit, sebagaimana dihimpun dari berbagai kitab dan buku.
- Doa bagi Anak yang Sakit
"اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، وَاشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا"
Latin: Allahumma rabban naasi adzhibil ba'sa wasyfihi wa antasy syaafii laa syifaa'a illa syifaa'uka syifaa'an laa yughaadiru saqamaa
Artinya: "Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah sakit dan sembuhkanlah dia, dan Engkau adalah penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit." (Riwayat dari Aisyah, HR Bukhari & Muslim. Dikutip dari buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2 oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr)
- Doa ketika Anak Sakit Mata
"اللَّهُمَّ مَتِّعْنِي بِسَمْعِي وَبَصَرِي ، وَاجْعَلْهُمَا الْوَارِثَ مِنِّي ، وَانْصُرْنِي عَلَى مَن يَظْلِمُنِي"
Latin: Allahumma matti'nii bi sam'ii wa basharii waj'alhumaal waaritsa minnii wanshurnii 'alaa man yadzhlimunii
Artinya: "Ya Allah, berilah aku kenikmatan dengan pendengaran dan penglihatanku dan jadikanlah keduanya terus langgeng besertaku, dan tolonglah aku dari orang menganiaya diriku." (Riwayat dari Abu Hurairah, HR Tirmidzi)
- Doa saat Ada Anggota Tubuh Anak yang Sakit
"بِاسْمِ اللهِ (۳x) أَعُوْذُ بِالله وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأَحَاذِرُ (x۷)"
Latin: Bismillah (3x) A'uudzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)
Artinya: "Dengan nama Allah, (3x) Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku dapati dan aku hindari, (7x)." (Riwayat dari Utsman bin Abu Al-Ash, HR Muslim) Dibaca sambil meletakkan tangan di bagian badan anak yang terasa nyeri.
- Doa ketika Anak Sakit Demam dan Sakit Kepala
"بِسْمِ اللَّهِ الْكَبِيرِ، نَعُوذُ بِاللَّهِ العَظِيمِ مِنْ شَرِّ عِرْقٍ نَعَارِ، وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ"
Latin: Bismillahil kabiiri na'uudzu billahil 'adzhiimi min syarri 'irqin na'aarin wa min syarri harrin naar
Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Besar, kami berlindung kepada Allah yang Maha Agung dari kejahatan pendarahan yang parah dan dari kejahatan panasnya api." (Riwayat dari Ibnu Abbas, HR Ibnu Sinni. Dikutip dari buku Al-Adzkar: Buku Induk Doa dan Zikir karya Imam Nawawi)
- Doa Meminta Kesembuhan Anak
"أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ (x۷)"
Latin: As'alullahal 'adzhiima rabbal 'arsyil 'adzhiimi an yasysfiyak (7x)
Artinya: "Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan Arsy yang Agung agar Dia menyembuhkanmu. (7x)." (Riwayat dari Ibnu Abbas, HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ahmad, Ibnu Hibban, & Hakim. Dikutip dari buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani)
- Surat Al-Fatihah
"بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (۱) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ (۲) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ (۳) مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ (٤) اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ (٦) صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ (٧)"
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn(a). Ar-raḥmānir-raḥīm(i). Māliki yaumid-dīn(i). Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn(u), Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a). Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."
Surat Al-Ikhlas dan Surat Muawwidzatain (Surat Al-Falaq & Surat An-Nas)
- Surat Al-Ikhlas
"قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ (١) اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ (٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ (٣) وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ (٤)"
Latin: Qul huwallāhu aḥad(un). Allāhuṣ-ṣamad(u). Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad(un).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
- Surat Al-Falaq
"قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ (١) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ (٢) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ (٣) وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ (٤) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ (٥)"
Latin: Qul a'ūżu birabbil-falaq(i). Min syarri mā khalaq(a). Wa min syarri gāsiqin iżā waqab(a). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad(i). Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad(a).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
- Surat An-Nas
"قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ (١) مَلِكِ النَّاسِۙ (٢) اِلٰهِ النَّاسِۙ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ (٤) الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (٦)"
Latin: Qul a'ūżu birabbin-nās(i). Malikin-nās(i). Ilāhin-nās(i). Min syarril-waswāsil-khannās(i). Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i). Minal jinnati wan-nās(i).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Advertisement
Daftar Sumber
- MENGOBATI PENYAKIT DEMAM DENGAN AL-MA’AL-BARAD DITINJAU DARI ILMU KESEHATAN, NUR AFRIANTY, 2024, Skripsi UIN Sultan Syarif Kasim Riau
- ANALISIS HADIS TENTANG ṬIBB AL-NABAWĪ: PENGOBATAN ALA NABI DALAM MEREDAKAN DEMAM, Fajriman Hulu, Dahlia Lubis, 2024, UNIVERSUM: Jurnal Keislaman dan Keindonesiaan, Vol. 18, No. 2
- Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an, Nadiah Thayyarah
- Meraih Ampunan Ilahi, Ahmad Izzudin Al-Bayanuni
- Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2, Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, 2012, Griya Ilmu
- Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera, M. Khalilurrahman Al-Mahfani, 2006, WahyuMedia
- Al-Adzkar: Buku Induk Doa dan Zikir, Imam Nawawi, 1971, Darul Mallah
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa itu demam pada anak secara medis?
Demam adalah kondisi saat suhu tubuh anak naik di atas 37,2°C (ketiak) atau 37,8°C (mulut) sebagai respons terhadap infeksi.
2. Bagaimana pandangan Islam tentang demam?
Dalam Islam, demam dipandang sebagai ujian dari Allah SWT sekaligus sarana penghapus dosa.
3. Apakah demam disebutkan dalam hadis?
Ya, Rasulullah SAW menyebut demam sebagai bagian dari panas Jahannam yang dapat menghapus kesalahan seorang mukmin.
4. Apa hikmah anak sering demam menurut Islam?
Hikmahnya antara lain sebagai pengingat kekuasaan Allah, penghapus dosa, dan sarana mendekatkan diri melalui kesabaran.
5. Bagaimana pengobatan demam ala Nabi SAW?
Salah satu cara yang diajarkan Nabi adalah menggunakan air dingin, baik melalui mandi atau kompres.
6. Apakah metode Nabi relevan dengan medis modern?
Ya, penggunaan air atau kompres dingin dikenal dalam medis sebagai cooling therapy untuk menurunkan suhu tubuh.
7. Apa doa yang dianjurkan saat anak sakit demam?
Salah satunya doa Nabi SAW:
"Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sa wasyfihi, wa antasy-syaafii, laa syifaa’a illa syifaa’uka, syifaa’an laa yughaadiru saqamaa."
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5273976/original/048017100_1751697362-Anak_tidur_keirngetan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)