Liputan6.com, Jakarta Kakek Nabi Muhammad dari pihak ayah adalah Abdul Muthalib, sementara dari pihak ibu adalah Wahb bin Abdu Manaf. Kedua kakek ini memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga Rasulullah dan masyarakat Makkah pada masa itu.
Rasulullah bahkan sempat diasuh oleh sang kakek selepas ayahnya meninggal dunia. Mengenal sosok-sosok ini penting untuk memahami latar belakang keluarga Nabi Muhammad SAW yang menjadi pembawa cahaya Islam ke seluruh dunia.
Melansir dari kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, silsilah keturunan Nabi Muhammad dapat ditelusuri hingga Nabi Ibrahim AS melalui garis Ismail AS. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (7/8/2025).
Advertisement
Â
Abdul Muthalib: Kakek Nabi Muhammad dari Pihak Ayah
Abdul Muthalib adalah kakek Nabi Muhammad yang paling terkenal dalam sejarah Islam. Nama aslinya adalah Syaibah bin Hasyim yang kemudian dikenal dengan nama Abdul Muthalib setelah diasuh oleh pamannya yang bernama Muthalib bin Abdu Manaf.
Dia lahir sekitar tahun 497 M di Yatsrib (sekarang Madinah) dari ayah Hasyim bin Abdu Manaf dan ibu Salmah binti Amr. Ketika berusia sekitar delapan tahun, Syaibah dibawa oleh pamannya ke Makkah. Masyarakat Makkah pada awalnya mengira ia adalah budak Muthalib, sehingga mereka memanggilnya "Abdul Muthalib" yang berarti "hamba Muthalib". Seiring waktu, nama ini melekat dan menjadi identitasnya.
Sebagai pemimpin suku Quraisy, Abdul Muthalib dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan berpengaruh. Ia berhasil menemukan kembali sumur Zamzam yang telah lama hilang jejaknya setelah mendapat petunjuk melalui mimpi. Menurut catatan dalam Tarikh al-Tabari, penemuan kembali sumur Zamzam ini menjadi salah satu prestasi besar yang mengangkat martabatnya di mata masyarakat Quraisy.
Peristiwa paling terkenal dalam kehidupan Abdul Muthalib adalah ketika ia menghadapi ancaman pasukan Abrahah pada Tahun Gajah (570 M). Saat itu, kakek Nabi Muhammad ini menunjukkan keimanan yang luar biasa dengan berkata kepada Abrahah bahwa Ka'bah memiliki pemiliknya sendiri yang akan melindunginya, yaitu Allah SWT.
Advertisement
Wahb bin Abdu Manaf: Kakek Nabi Muhammad dari Pihak Ibu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4924758/original/032866900_1724300372-ahmet-kurem-fJkO8F7D1Hk-unsplash.jpg)
Wahb bin Abdu Manaf adalah kakek Nabi Muhammad dari pihak ibu, yaitu ayah dari Aminah binti Wahb. Ia merupakan tokoh terpandang dari Bani Zuhrah, salah satu kabilah terhormat di Makkah. Wahb dikenal sebagai pedagang yang sukses dan memiliki pengaruh besar dalam masyarakat Quraisy.
Peran Wahb bin Abdu Manaf sangat penting dalam pernikahan orang tua Nabi Muhammad. Ia yang merestui dan menikahkan putrinya Aminah dengan Abdullah bin Abdul Muthalib. Wahb bin Abdu Manaf terkenal karena kearifan dan kebijaksanaannya dalam memimpin kabilah Bani Zuhrah.
Ia memiliki hubungan baik dengan berbagai kabilah di Makkah, termasuk dengan Bani Hasyim tempat asal Abdul Muthalib. Hubungan baik ini yang kemudian memungkinkan terjadinya pernikahan antara kedua keluarga terpandang tersebut.
Keturunan Wahb bin Abdu Manaf juga terkenal memiliki sifat-sifat mulia seperti kejujuran, kemurahan hati, dan kecerdasan. Sifat-sifat ini kemudian menurun kepada Aminah dan akhirnya kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam berbagai sumber sejarah, disebutkan bahwa kakek Nabi Muhammad dari pihak ibu ini wafat ketika Aminah masih kecil, sehingga Aminah diasuh oleh kerabat lainnya.
Silsilah Keturunan Abdul Muthalib
Silsilah kakek Nabi Muhammad dari pihak ayah dapat ditelusuri sebagai berikut: Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ayy bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin Nadr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan.
- Hasyim bin Abdu Manaf: Ayah Abdul Muthalib yang terkenal sebagai pedagang sukses dan pemimpin kafilah dagang ke Syam dan Yaman.
- Abdu Manaf bin Qushay: Kakek Abdul Muthalib yang mewarisi kepemimpinan setelah Qushay bin Kilab.
- Qushay bin Kilab: Tokoh yang berhasil menyatukan suku-suku Quraisy dan membangun sistem kepemimpinan di Makkah.
- Kilab bin Murrah: Nenek moyang yang namanya diabadikan dalam silsilah keturunan Quraisy.
- Adnan: Leluhur yang diyakini sebagai keturunan langsung dari Ismail bin Ibrahim AS.
Menurut kitab Jamharat Ansab al-Arab karya Ibnu Hazm, silsilah ini telah diverifikasi dan diakui oleh para ahli genealogi Arab. Setiap nama dalam silsilah ini mewakili generasi pemimpin atau tokoh berpengaruh dalam sejarah bangsa Arab.
Advertisement
Kehidupan Keluarga dan Anak-Anak Abdul Muthalib
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837148/original/057742900_1716182391-haji.jpg)
Abdul Muthalib memiliki sepuluh orang putra dan enam orang putri dari beberapa istri. Putra-putranya adalah Abbas, Abdullah, Abu Thalib, Hamzah, Abu Lahab, Ghidaq, Muqawwim, Safar, Harits, dan Zubayr. Sementara putri-putranya adalah Safiyah, Arwa, Umaimah, Barrah, Atikah, dan Ummu Hakim.
Abdullah, ayah Nabi Muhammad SAW, adalah salah satu putra tersayang Abdul Muthalib. Ia terkenal karena ketampanan dan akhlaknya yang mulia. Abdullah menikah dengan Aminah binti Wahb atas restu kakek Nabi Muhammad dari kedua belah pihak. Sayangnya, Abdullah wafat dalam usia muda saat Aminah sedang mengandung Muhammad.
Abu Thalib, yang bernama asli Abdul Manaf, kemudian menjadi wali Nabi Muhammad setelah Abdul Muthalib wafat. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat menyayangi dan melindungi keponakannya. Hamzah, paman lain Nabi Muhammad, kelak menjadi salah satu sahabat terkemuka dan mendapat julukan "Singa Allah" karena keberanian dalam berperang.
Abbas bin Abdul Muthalib juga menjadi tokoh penting dalam sejarah Islam. Ia awalnya belum memeluk Islam, namun kemudian masuk Islam dan menjadi salah satu sahabat Nabi yang dihormati. Keturunan Abbas kemudian mendirikan Dinasti Abbasiyah yang memerintah dunia Islam selama berabad-abad.
Peran Abdul Muthalib dalam Peristiwa Tahun Gajah
Tahun 570 M yang dikenal sebagai Tahun Gajah, menjadi momen bersejarah yang menunjukkan keimanan dan kebijaksanaan kakek Nabi Muhammad. Pada tahun ini, Abrahah al-Asyram, gubernur Yaman dari Kerajaan Aksumite, memimpin pasukan besar dengan gajah-gajah perang untuk menghancurkan Ka'bah.
Abrahah memiliki ambisi untuk memindahkan pusat keagamaan Arab dari Makkah ke Yaman dengan membangun gereja megah bernama al-Qullays. Ketika rencana ini tidak berhasil menarik perhatian bangsa Arab, ia memutuskan untuk menghancurkan Ka'bah sebagai simbol perlawanan.
Ketika pasukan Abrahah tiba di dekat Makkah, mereka mulai merampas harta benda penduduk, termasuk 200 ekor unta milik Abdul Muthalib. Sebagai pemimpin Quraisy, Abdul Muthalib diminta menghadap Abrahah untuk bernegosiasi. Dalam pertemuan tersebut, ia hanya meminta agar unta-untanya dikembalikan.
Abrahah terkejut dengan permintaan ini karena mengira Abdul Muthalib akan memohon perlindungan untuk Ka'bah. Namun, kakek Nabi Muhammad ini dengan tegas menjawab bahwa ia adalah pemilik unta-unta tersebut, sedangkan Ka'bah memiliki pemiliknya sendiri yang akan melindunginya. Keyakinan Abdul Muthalib terbukti benar ketika Allah SWT mengirimkan burung Ababil untuk menghancurkan pasukan Abrahah.
Advertisement
Warisan dan Pengaruh Kedua Kakek Terhadap Nabi Muhammad
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/755907/original/030200300_1414158389-x5.jpg)
Pengaruh kedua kakek Nabi Muhammad sangat terasa dalam pembentukan karakter dan kepribadian Rasulullah SAW. Dari Abdul Muthalib, Nabi Muhammad mewarisi sifat kepemimpinan, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan. Sikap Abdul Muthalib yang tegas namun bijaksana dalam menghadapi Abrahah menjadi teladan dalam diplomasi dan kepemimpinan.
Dari garis keturunan Wahb bin Abdu Manaf, Nabi Muhammad mewarisi sifat-sifat mulia seperti kejujuran, kelembutan hati, dan kecerdasan dalam berinteraksi sosial. Bani Zuhrah dikenal sebagai kabilah yang memiliki tradisi kuat dalam menjaga kehormatan dan integritas, nilai-nilai yang kemudian menjadi ciri khas kepribadian Rasulullah.
Kedua kakek ini juga meninggalkan warisan berupa jaringan sosial yang luas di Makkah. Hubungan baik antara Bani Hasyim dan Bani Zuhrah memberikan dasar yang kuat bagi Nabi Muhammad dalam membangun dakwah Islam. Banyak anggota kedua kabilah ini yang kemudian menjadi sahabat-sahabat awal Nabi Muhammad.
Tradisi kepemimpinan yang diwariskan kedua kakek Nabi Muhammad juga terlihat dalam cara Rasulullah memimpin umat Islam. Sistem syura (musyawarah) yang sering digunakan Nabi Muhammad mencerminkan tradisi kepemimpinan Arab yang demokratis, sebagaimana yang dipraktikkan oleh para pemimpin Quraisy termasuk Abdul Muthalib dan Wahb bin Abdu Manaf.
Daftar Sumber
- Ibnu Hisyam. Sirah Nabawiyah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
- Al-Tabari. Tarikh al-Rusul wa al-Muluk. Kairo: Dar al-Ma'arif.
- Ibnu Hazm. Jamharat Ansab al-Arab. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Advertisement
FAQ
1. Siapa kakek Nabi Muhammad dari pihak ayah?
Kakek Nabi Muhammad dari pihak ayah adalah Abdul Muthalib bin Hasyim, pemimpin suku Quraisy yang terkenal karena menemukan kembali sumur Zamzam.
2. Siapa kakek Nabi Muhammad dari pihak ibu?
Kakek Nabi Muhammad dari pihak ibu adalah Wahb bin Abdu Manaf, ayah dari Aminah binti Wahb dan pemimpin kabilah Bani Zuhrah.
3. Mengapa Abdul Muthalib diberi nama tersebut?
Nama aslinya adalah Syaibah bin Hasyim, namun disebut Abdul Muthalib karena diasuh oleh pamannya yang bernama Muthalib bin Abdu Manaf.
4. Apa peran penting Abdul Muthalib dalam sejarah Islam?
Abdul Muthalib berperan penting dalam menemukan kembali sumur Zamzam dan menghadapi ancaman pasukan Abrahah pada Tahun Gajah.
5. Berapa lama Abdul Muthalib mengasuh Nabi Muhammad?
Abdul Muthalib mengasuh Nabi Muhammad selama sekitar 8 tahun, sejak kematian Abdullah hingga Abdul Muthalib sendiri wafat.
6. Di mana Abdul Muthalib dimakamkan?
Abdul Muthalib dimakamkan di Jannatul Mualla, pemakaman bersejarah di Makkah yang juga menjadi tempat peristirahatan anggota keluarga Nabi Muhammad.
7. Apa hubungan antara kedua kakek Nabi Muhammad?
Kedua kakek Nabi Muhammad memiliki hubungan baik sebagai sesama pemimpin kabilah Quraisy yang saling menghormati dan bekerja sama dalam berbagai urusan kemasyarakatan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4683631/original/073976400_1702380433-ilustrasi_melihat_nabi_dalam_mimpi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419222/original/009460000_1763646900-Menag_Tafsir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210968/original/055759100_1746521381-WhatsApp_Image_2025-05-06_at_15.43.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3922270/original/076780700_1643823955-Ilustrasi_bulan_Rajab_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468802/original/090460400_1768018063-isra_miraj17.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)