Doa Ziarah Sunan Ampel: Amalan, Adab, dan Hikmah Mendalam

Pahami panduan lengkap doa ziarah Sunan Ampel, mulai dari tata cara, bacaan, hingga adab yang benar untuk meraih keberkahan dan spiritualitas mendalam.

Diterbitkan 25 Juli 2025, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ziarah kubur, khususnya ke makam para wali, merupakan tradisi yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Muslim di Indonesia. Salah satunya melakukan ziarah ke makam Sunan Ampel.

Bagi banyak peziarah, memahami dan mengamalkan doa ziarah Sunan Ampel adalah bagian penting dari pengalaman spiritual ini. 

Tradisi ini juga menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, menghubungkan peziarah dengan jejak para penyebar agama Islam.

Menurut Sutejo Ibnu Pakar dalam buku Panduan Ziarah Kubur, ziarah kubur bukan sekadar menengok, melainkan mendoakan ahli kubur dan mengirim pahala dari bacaan Al-Qur'an serta kalimah thayyibah.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (25/7/2025).

Bacaan Doa Ziarah Sunan Ampel: Arab, Latin, dan Artinya

Tidak ada bacaan atau amalan khusus yang berbeda untuk doa ziarah Sunan Ampel dibandingkan dengan ziarah kubur wali lainnya. Peziarah dapat membaca doa ziarah kubur seperti biasanya saat mengunjungi makam para wali, dengan niat yang tulus dan fokus pada tujuan spiritual.

Berikut adalah urutan bacaan yang dianjurkan saat berziarah. Dimulai dengan:

  1. membaca Istighfar,
  2. Takbir,
  3. Tahmid, dan
  4. Tahlil,
  5. kemudian dilanjutkan dengan doa ziarah utama.

Doa ini memohon keberkahan dan pahala bagi semua muslim yang telah mendahului kita.

Bacaan doa ziarah yang panjang dan komprehensif ini mencakup permohonan ampunan, rahmat, dan keselamatan bagi ahli kubur. Ini juga merupakan bentuk penghormatan dan pengiriman pahala dari amalan yang dilakukan peziarah. Doa ini juga memohon agar Allah SWT menerima semua ibadah yang telah dilakukan.

Setelah doa utama, lanjutkan dengan:

membaca surat-surat pendek seperti

  1. Al-Qadar (7 kali),
  2. Al-Fatihah (3 kali),
  3. Al-Falaq (3 kali),
  4. An-Nas (3 kali),
  5. Al-Ikhlash (3 kali), dan
  6. Ayat Kursi (3 kali).
  7. Terakhir, membaca Surat Yasin sampai selesai dan tahlil,
  8. kemudian ditutup dengan doa ziarah kubur yang memohon ampunan dan rahmat bagi mayit.

Doa Utama Ziarah Kubur:

أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ، حَمْدًا شَاكِرِيْنَ، حَمْدًا نَاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

اللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ وَأَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، هَدِيَّةً وَوَصِيْلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً، إِلٰى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِلٰى جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ، وَالشُّهَدَاءِ، وَالصَّالِحِيْنَ، وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ، وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ، وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلٰى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِيِّ.

ثُمَّ إِلٰى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلٰى مَغَارِبِهَا، بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلٰى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا، وَنَخُصُّ خُصُوْصًا مَنْ اجْتَمَعْنَا هَاهُنَا بِسَبَبِهِ وَلِأَجْلِهِ.

A'udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim. Alhamdullilahi robbil 'alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa'imiin, hamdan yuwaafiini'amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa'adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim 'ala sayyidina muhammad wa'ala alii sayyidina muhammad.

Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur'anil 'adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina 'atsayyidina muhammad sollallohu'alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi'ina waquroti a'ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu 'alaihi wa sallam, wa ila jami'ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi'ina wal'ulamail 'alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami'il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil 'alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami'i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam'anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. Dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga beliau. Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Alquran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada', orang-orang shalih, para sahabat, para tabi'in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani. Kemudian kepada seluruh ahli kubur, dari kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, dari timur bumi hingga baratnya, di darat dan di laut, khususnya kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek-kakek dan nenek-nenek kami, dan kami khususkan kepada orang yang kami berkumpul di sini karena sebab dan untuknya."

Doa Penutup Ziarah Kubur:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ،

وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Arab Latin: Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

Waabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya."

Tata Cara Ziarah Kubur Wali: Persiapan dan Salam Pembuka

Sebelum melakukan ziarah ke makam wali, termasuk mengamalkan doa ziarah Sunan Ampel, terdapat beberapa persiapan dan tata cara yang dianjurkan untuk diikuti. Persiapan ini bertujuan agar ziarah berjalan lancar dan penuh keberkahan.

  1. Berwudu Terlebih Dahulu. Sebelum berziarah, umat Muslim dianjurkan untuk berwudu agar suci dari hadas.
  2. Bersedekah. Dianjurkan untuk bersedekah terlebih dahulu agar diberi keamanan dan keselamatan dalam perjalanan.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah dan Al-Quraisy. Sebelum berangkat, membaca Surat Al-Fatihah diniatkan agar perjalanan selamat, lancar, aman, terpelihara kesehatan, dan segala maksud tercapai. Dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Quraisy 3 kali.
  4. Membaca Ayat Khusus. Membaca ayat "Innalladzii farodho ‘alaikal qur’aana laroodduka ilaa ma’aad" (3X) yang berarti “Sesungguhnya Dzat yang memfardhukan al-Qur’an kepadamu, sungguh akan mengembalikanmu kepada tempat asalmu.”
  5. Shalat Tahiyyatul Masjid. Ketika sampai di area makam waliyullah yang terdapat masjid, disunahkan shalat tahiyyatul masjid 2 rakaat. Setelah salam, membaca doa khusus memohon hajat dan melepaskan kesulitan.
  6. Shalat Hajat. Setelah itu, laksanakan shalat hajat 2 rakaat dengan rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun (1x), rakaat kedua membaca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas (1x). Setelah salam, bersujud sambil memohon kepada Allah SWT apa saja hajat atau keinginan.
  7. Memberi Salam Umum. Ketika memasuki areal kuburan, disunahkan untuk memberi salam dengan menghadap ke makam sambil berdiri atau duduk. Bacaan salam ziarah kubur wali secara umum adalah: "Assalamu'alaikum ahlad-diyaar minal mu'miina wal muslimiin. Yarhamullahul mustaqdimiina minnaa wal musta'khiriin. Wa inna insyaaallahu bikum la-laahiquun. Wa as allullooha lanaa walakumul 'aafiyah."
  8. Memberi Salam Khusus. Saat mendekati makam waliyullah yang dituju, ucapkan salam khusus: "assalaamu‘alaikum yaa waliyyallooh al-‘aarif billaah as-syaikh...… (sebutkan nama waliyullahnya) shoohiiba haadzihil maqbaroh, ji’naakum zaairiin, wa ‘ala maqoomikum waaqifiin, wa bikaroomatikum mutawassiliin, laa turodda ‘alainaa khooibiin, istauda’naa ‘indakum syahaadata an laa ilaaha illallooh wa anna muhammadar rosuulullooh."

Doa Tawassul dalam Ziarah Wali

Tawassul adalah doa atau permintaan kepada Allah yang disampaikan melalui para kekasih Allah, seperti para Nabi, Sahabat Nabi, Wali, dan orang-orang shalih. Dalam konteks doa ziarah Sunan Ampel, tawassul dilakukan dengan harapan doa lebih mudah dikabulkan berkat perantaraan kekasih Allah tersebut.

Setelah membaca tahlil, peziarah dapat bertawassul dengan bacaan yang telah ditentukan. Hal ini merupakan praktik yang umum dalam tradisi ziarah wali di Indonesia. Peziarah kemudian dapat memanjatkan doa pribadi sesuai hajat masing-masing.

Bacaan Tawassul:

يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللهِ ، وَ يَا سَيِّدِيْ اَبَا بَكْرٍ وَّ عُمَرَ وَ عُثْمَانَ وَ عَلِيًّا وَ يَا سَيِّدِيْ اَلشَّيْخَ عَبْدَ الْقَادِرِ اَلْجَيْلاَنِيْ، اِنِّيْ اَتَوَسَّلُ بِكُمْ اِلَى اللهِ تَعَالَى فِيْ قَضَاءِ حَاجَتِيْ وَ يَا وَلِيَّ اللهِ اَلْعَارِفَ بِاللهِ اَلشَّيْخَ..... ( sebut nama walinya ) صَاحِبَ هٰذِهِ الْمَقْبَرَةِ اِنِّيْ أَتَوَسَّلُ بِكُمْ اِلَى اللهِ تَعَالَى فِيْ قَضَاءِ حَاجَتِيْ هٰذِهِ ..........

Arab Latin: yaa sayyidii yaa rasuulallooh,wa yaa sayyidii abaa bakrin, wa ‘umar0 wa ‘utsmaana wa’aliyyan, wa yaa sayyidii as-syekh abdal qoodir al-jailanii. innii atawassalu bikum ilalloohi ta’aala fii qodhoo’i haajatii, wa yaa waliyyallooh, al-‘aarif billaah as-syekh.... (sebut nama waliyullohnya) .... shoohiiba haadzihil maqbaroh, innii atawassalu bikum ilalloohi ta’aalaa fii qodhoo’i haajatii haadzihi.....

Artinya: “Duhai junjunganku, duhai Rasulullah. Duhai junjunganku Abu Bakar, Umar, Utsman, dan ‘Ali. Duhai junjunganku Syekh Abdul Qodir al-Jailani, sesungguhnya aku bertawassul kepada Allah Ta’ala melalui (karomah)mu agar terpenuhi segala hajat/keinginanku. Duhai kekasih Allah, yang tinggi ma’rifat kepadaNya yakni Syekh...... (sebut nama waliyullohnya) .... ahli kubur ini. Sesungguhnya aku bertawassul kepada Allah Ta’ala melalui (karomah) engkau agar terpenuhinya hajatku ini yaitu........ “

Doa tawassul dapat ditutup dengan bacaan berikut, yang merupakan permohonan bantuan dan keberkahan dari para kekasih Allah. Ini mencerminkan keyakinan akan kekuatan doa yang disampaikan melalui perantara orang-orang shalih.

Doa Penutup Tawassul:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ عِبَادَ اللهِ رِجَالَ اللهِ # أَغِيْثُوْنَا لِأَجْلِ اللهِ وَ كُوْنُوْا عَوْنَنَا لِلّٰهِ # عَسَى نَحْظَى بِفَضْلِ اللهِ وَ يَا أَقْطَابْ وَيَا أَنْجَابْ# وَ يَا سَادَاتْ وَ يَا أَحْبَابْ وَ أَنْتُمْ يَا أُوْلِى الْأَلْبَابِ # تَعَالَوْا وَانْصُرُوْا لِلّٰهِ سَئَلْنَاكُمْ سَئَلْنَاكُمْ # وَ لِلزُّلْفَى رَجَوْنَاكُمْ وَ فِيْ أَمْرٍ قَصَدْنَاكُمْ # فَشُدُّوْا عَزْمَكُمْ لِلّٰهِ فَيَارَبِّيْ بِسَادَاتِيْ # تَحَقَّقْ لِيْ اِشَارَتِيْ عَسَى تَأْتِيْ بِشَارَتِيْ # وَ يَصْفُوْ وَقْتُنَا لِلّٰهِ بِكَشْفِ الْحُجْبِ عَنْ عَيْنِيْ # وَ رَفْعِ الْبَيْنِ مِنْ بَيْنِيْ وَطَمْسِ الْكَيْفِ وَالْأَيْنِ # بِنُوْرِ الْوَجْهِ يَا اَللهُ صَلاَةُ اللهِ مَوْلاَنَا # عَلَى مَنْ بِالْهُدَى جَانَا وَمَنْ بِالْحَقِّ اَوْلاَنَا # شَفِيْعِ الْخَلْقِ عِنْدَ اللهِ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ # لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ يُحْيِ الْقَلْبَ ذِكْرً اللهِ لاَ اِلٰهَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ# لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

Arab Latin: bismillaahir rohmaanir rohiim ‘ibaadallooh rijaalallooh # aghiitsuunaa li ajlillaah wakuunuu ‘aunanaa lillaah # ‘asaa nahzhoo bifadhlillaah wa yaa aqthoob wa yaa anjaab # wa yaa saadaat wa yaa ahbaab wa antum yaa ulil albaab # ta’alaw wanshuruu lillaah sa’alnaakum sa’alnaakum # wa lizzulfaa rojaunaakum wa fii amrin qoshodnaakum # fasyudduu ‘azmaakum lillaah fa yaa robbii bi saadaatii # tahaqqoq lii isyaarootii ‘asaa ta’tii bisyaarootii # wayashfu waqtunaa lillaah bikasyfil hujbi ‘an ‘ainii # wa rof’il baini mim bainii wathomsil kaifi wal aini # bi nuuril wajhi yaa Allah sholaatulloohi maulaanaa # ‘alaa man bil hudaa jaanaa wa man bilhaqqi aulaanaa # syafii’il kholqi ‘indallooh laa ilaaha illallooh, laa ilaaha illallooh # laa ilaaha illallooh, yuhyil qolba dzikrullooh laa ilaaha illallooh, laa ilaaha illallooh # laa ilaaha illallooh,muhammadur rosuulullooh

Artinya: “Dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Duhai hamba-hamba ALLAH, duhai Rijaalullah (kekasih-kekasih ALLAH/malaikat), tolonglah kami karena ALLAH. Dan hendaklah kalian jadi penolong kami karena ALLAH, semoga kami memperoleh (keberuntungan) dengan anugerah ALLAH. Duhai para Aqthob (wali qutub) dan duhai para Anjab (orang-orang yang mulia di sisi ALLLAH), duhai para junjungan, dan duhai para kekasih (ALLAH). Dan kalian duhai pemilik kecerdikan, kemarilah dan tolonglah oleh kalian semua karena ALLAH. Kami memohon padamu, kami memohon padamu, dan untuk kedekatan kami mengharap padamu. Dan pada suatu urusan kami bermaksud padamu, maka kokohkanlah tekadmu karena ALLAH. Duhai Tuhanku dengan (berkah) junjunganku, nyatakanlah/wujudkanlah isyarat/ petunjuk (yang datang pada)ku. Semoga datang kabar gembira (pada)ku, dan menjernihkan waktu (kesulitan) kami karena ALLAH. Dengan menyingkapkan tirai (rahasia takdir) dari mataku, dan menghilangkan permusuhan di antara kami. Dan menghapuskan bagaimana dan di mana, dengan cahaya Dzat-MU, ya ALLAH. Rahmat ALLAH, pengurus kita, atas manusia yang terhadap petunjuk telah memutihkan/meluruskan. Dan terhadap kebenaran sangat memperhatikan kami, yang menjadi penolong bagi semua makhluk di sisi ALLAH. Tiada tuhan selain ALLAH, Tiada tuhan selain ALLAH, Tiada tuhan selain ALLAH, Mengingat ALLAH dapat menghidupkan hati. Tiada tuhan selain ALLAH, Tiada tuhan selain ALLAH, Tiada tuhan selain ALLAH, Nabi Muhammad utusan ALLAH.”

Adab dan Etika Saat Berziarah di Makam Wali

Selain melafalkan doa ziarah Sunan Ampel, penting juga untuk memperhatikan adab dan etika saat berada di area makam wali. Adab ini bertujuan untuk menjaga kehormatan tempat dan mengambil pelajaran dari ziarah tersebut.

  1. Menghindari Perilaku Berlebihan. Contohnya adalah tidur, duduk di atas nisan, sholat menghadap kubur, dan berjalan di atas kubur. Berjalan di atas kubur diperbolehkan hanya dalam keadaan darurat.
  2. Tidak Menggunakan Alas Kaki. Nabi Muhammad SAW melarang berjalan di antara kuburan dengan mengenakan sandal.
  3. Berdoa Menghadap Kiblat. Saat berdoa, peziarah harus menghadap ke arah kiblat, bukan ke kuburan, untuk menghindari kesan memohon kepada selain Allah SWT.
  4. Menghindari Perkataan Batil. Peziarah hendaknya menjauhi perkataan batil seperti meratap atau menangis dengan meraung-raung, namun boleh menangis jika teringat kebaikan mayit.
  5. Berpakaian Sopan. Dianjurkan berpakaian muslim/muslimah yang longgar, tidak ketat, tidak transparan, dan menutup aurat.
  6. Tidak Mencela Ahli Kubur. Peziarah tidak boleh mencela ahli kubur.
  7. Memberi Sedekah. Untuk mempercepat terkabulnya doa, dianjurkan memberi sedekah dengan mengisi kotak amal atau kepada peminta-minta di area makam.
  8. Membawa Air untuk Dibacakan Doa. Dianjurkan membawa air dalam botol untuk dibacakan tahlil dan tawassul di makam waliyullah.

Hikmah dan Tujuan Ziarah Kubur Wali

Ziarah kubur, termasuk ke makam Sunan Ampel, memiliki dua tujuan utama.

  1. Mengingatkan Kematian. Pertama, bagi penziarah, ziarah dapat mengingatkan pada kematian dan kehidupan setelahnya, serta mendorong untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat.
  2. Memberikan Doa. Kedua, bagi si mayit, ziarah memberikan kebaikan berupa doa permohonan ampunan dan pahala dari perbuatan baik yang dilakukan peziarah.

Hikmah

Al-Alamah Syaikh Muhammad Jamaludin bin Muhammad al-Qosimi dalam kitab Mau’idhoh al Mu’minin menyebutkan tiga hikmah di balik anjuran ziarah kubur.

  1. Ini termasuk berdoa untuk arwah orang yang diziarahi dan kaum muslimin agar mendapatkan ampunan dan selamat dari siksa kubur.
  2. Selain itu, ziarah juga berfungsi sebagai wahana introspeksi dan muhasabah diri, yang sangat penting untuk perkembangan spiritual.
  3. Terakhir, ziarah kubur dapat melembutkan hati karena mengingatkan pada kematian dan kehidupan akhirat, mendorong kesadaran akan fana dunia.

Mengenal Sunan Ampel: Sosok dan Perannya

Sunan Ampel, yang memiliki nama asli Raden Rahmat, adalah salah satu dari sembilan wali (Walisongo) yang berperan penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa. Beliau adalah putra dari Mawlana Malik Ibrahim dan menikah dengan Nyai Ageng Manila, putri seorang adipati di Tuban bernama Arya Teja.

Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai empat orang anak, termasuk Mawlana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) dan Syarifuddin (Sunan Drajat). Peran Sunan Ampel sangat signifikan dalam mengembangkan pendidikan Islam melalui pesantren, yang menjadi pusat penyebaran ajaran agama di Nusantara.

Beliau dikenal sebagai pendiri Masjid Agung Demak pada tahun 1477 M (1399 Tahun Saka) atau 1479 M. Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya, meninggalkan warisan spiritual yang besar.

Daftar Sumber

  • Panduan Ziarah Kubur oleh Sutejo Ibnu Pakar, diterbitkan oleh Kamu NU pada Juli 2015.

FAQ

1. Apa hukum ziarah kubur dalam Islam?

Ziarah kubur hukumnya sunah bagi laki-laki dan perempuan, sebagai pengingat kematian dan sarana mendoakan ahli kubur.

2. Apakah doa ziarah ke Sunan Ampel berbeda dari doa ziarah kubur biasa?

Tidak berbeda. Peziarah dapat membaca doa ziarah kubur seperti biasanya, dengan niat dan keikhlasan.

3. Kapan waktu terbaik melakukan ziarah ke makam wali?

Ziarah bisa dilakukan kapan saja, namun dianjurkan pada hari Jumat atau menjelang Ramadan dan bulan-bulan mulia lainnya.

4. Apa saja adab yang harus diperhatikan saat berziarah ke makam wali?

Berpakaian sopan, tidak duduk atau melangkahi makam, tidak berlebihan dalam sikap, dan berdoa menghadap kiblat.

5. Apa tujuan utama ziarah ke makam wali seperti Sunan Ampel?

Mengambil pelajaran spiritual, mengingat kematian, serta mendoakan dan mengirim pahala kepada ahli kubur.

6. Apa yang dibaca saat ziarah ke makam wali?

Bacaan istighfar, tahlil, tahmid, doa ziarah utama, surat pendek seperti Al-Fatihah dan Yasin, serta doa penutup.

7. Apa itu tawassul dalam konteks ziarah wali?

Tawassul adalah doa kepada Allah dengan perantara para wali atau orang saleh agar doa lebih mudah dikabulkan.