Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan seorang Muslim, doa menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat penting. Doa tidak hanya sebagai bentuk permohonan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam konteks ini, muncul istilah tawasul, yaitu memohon kepada Allah dengan menggunakan perantara tertentu. Tawasul menjadi topik yang menarik sekaligus kontroversial di kalangan umat Islam karena perbedaan pandangan di antara para ulama mengenai jenis dan bentuknya.
Tawasul sendiri secara bahasa berasal dari akar kata Arab "وَسَلَ" yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah agama, tawasul adalah cara atau sarana yang digunakan seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT agar doa-doa dikabulkan. Meskipun banyak praktik tawasul yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua bentuknya diterima secara universal dalam ajaran Islam.
Pemahaman tentang tawasul sangat berkaitan erat dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi SAW. Dalam QS. Al-Ma'idah: 35, Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya." Ayat ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk mencari cara terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, bentuk tawasul yang diterima secara syar’i tetap harus sesuai dengan prinsip tauhid dan tidak mendekati kemusyrikan. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (16/7/2025).
Advertisement
Pengertian Tawasul dalam Perspektif Kitab dan Ulama
Secara terminologi, tawasul adalah upaya seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menggunakan perantara tertentu yang dianggap memiliki kedekatan atau nilai spiritual di sisi-Nya. Menurut Dr. Wahbah al-Zuhaili dalam bukunya al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu , tawasul adalah memohon kepada Allah dengan menggunakan perantara yang disyariatkan, seperti amal saleh, nama-nama Allah, atau orang-orang yang masih hidup dan saleh.
Dalam perspektif aqidah, tawasul adalah perkara tauqifiyah, artinya tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil syar’i. Tidak ada ruang untuk ijtihad atau pendapat bebas dalam hal ini. Sumber-sumber tawasul terbatas pada Al-Qur’an dan As-Sunnah , karena tidak ada yang lebih mengetahui tentang Allah selain Allah sendiri dan Rasul-Nya.
Dalil-dalil yang Menjelaskan Tawasul
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan." (QS. Al-Ma'idah: 35)
Ayat ini menunjukkan bahwa umat Islam diperintahkan untuk mencari wasilah (sarana) untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini bisa dilakukan melalui iman, amal saleh, atau doa yang menggunakan perantara yang disyariatkan.
Dalam hadis riwayat Muslim, Umar bin Khattab RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menyarankan para sahabat untuk meminta doa dari Uwais al-Qarni , seorang sahabat yang tidak pernah bertemu langsung dengan Nabi tetapi dikenal karena ketaatannya.
Juga dalam hadis riwayat Bukhari-Muslim, disebutkan kisah tiga orang yang terjebak di gua . Mereka berdoa dengan bertawasul melalui amal saleh masing-masing, dan doa mereka dikabulkan Allah hingga batu yang menutupi gua bergeser.
Advertisement
Contoh Doa Tawasul
Berikut adalah contoh doa tawasul yang sering diamalkan oleh umat Islam,
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Allâhumma innî atawassalu ilaika binabiyyika muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallam.
Arti: "Ya Allah, sesungguhnya aku bertawasul kepada-Mu dengan perantara nabi-Mu, Nabi Muhammad SAW."
Doa Tambahan:
يَا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الكَرَمِ
Yâ rabbi bil mushthafâ, balligh maqâshidanâ, waghfir lanâ mâ madhâ, yâ wâsi‘al karami.
Arti: "Wahai Tuhan kami, dengan perantara kekasih-Mu (Nabi Muhammad SAW), sampaikanlah hajat kami, dan ampunilah dosa-dosa kami yang lampau, wahai Tuhan yang Maha Pemurah."
Jenis-jenis Tawasul dalam Islam
Menurut berbagai kitab dan pandangan ulama, tawasul terbagi menjadi beberapa jenis:
1. Tawasul dengan Nama dan Sifat Allah (Tawasul bi Asmaillah)
Ini adalah bentuk tawasul yang paling tinggi dan paling mulia. Dengan menyebut asmaul husna, seorang hamba memohon kepada Allah dengan menggunakan sifat-sifat-Nya yang agung. Contoh doa: "Ya Rahman, berikanlah rahmat-Mu."
2. Tawasul dengan Amal Saleh (Tawasul bi A’mal Shalihah)
Mendoa dengan mengingat amal baik yang telah dilakukan, seperti shalat, puasa, atau sedekah. Hal ini pernah dilakukan oleh tiga orang sahabat yang terjebak dalam gua, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.
3. Tawasul dengan Orang Saleh yang Masih Hidup
Meminta doa kepada orang saleh yang masih hidup, seperti ulama atau guru spiritual. Ini diperbolehkan selama niatnya hanya meminta doa, bukan meminta pertolongan langsung dari mereka.
4. Tawasul dengan Orang Saleh yang Telah Meninggal
Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini. Sebagian besar ulama mazhab Syafi’i membolehkannya, seperti Imam al-Ghazali dan Imam al-Nawawi. Namun, ulama salaf seperti Ibnu Taimiyah menolaknya karena khawatir mendekati syirik.
5. Tawasul dengan Zat (Tawasul bi Dzat)
Memohon kepada Allah dengan menggunakan kedudukan atau kemuliaan seseorang. Contoh: "Ya Allah, dengan kemuliaan Nabi-Mu, kabulkanlah doaku." Ulama seperti Ibn Taimiyah tidak menyetujui bentuk ini karena dianggap mendekati syirik.
6. Tawasul Bid’ah
Ini adalah bentuk tawasul yang tidak disyariatkan dan dianggap sesat. Contohnya memohon kepada Allah dengan menyebut nama wali atau nabi dengan niat bahwa mereka memiliki kekuatan sendiri untuk mengabulkan doa.
Tawasul yang Dilarang dalam Islam
Menurut perspektif aqidah, ada dua jenis tawasul yang dilarang:
1. Bertawasul dengan sesuatu yang tidak dijelaskan oleh syari’at
Seperti menggunakan kedudukan atau kemuliaan Nabi atau wali tanpa dasar syariat. Ini bisa termasuk syirik jika diyakini bahwa mereka memiliki kekuatan untuk mengabulkan doa.
2. Bertawasul dengan ruh orang saleh
Bentuk ini mirip dengan praktik musyrikin jahiliyah yang memuja kuburan dan berhala dengan keyakinan bahwa ruh orang saleh bisa menyampaikan doa kepada Allah. Ini merupakan bentuk syirik besar dan menyebabkan pelakunya menjadi kafir.
Allah berfirman:
"Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak menurunkan bahaya bagi mereka dan tidak pula memberi manfaat, dan berkata: 'Mereka adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah.'" (QS. Yunus: 18)
Advertisement
FAQ Seputar Tawasul
1. Apakah tawasul itu diperbolehkan dalam Islam?
Ya, selama bentuknya sesuai dengan syariat, seperti tawasul dengan nama Allah, amal saleh, atau meminta doa dari orang saleh yang masih hidup.
2. Bolehkah bertawasul dengan Nabi Muhammad SAW yang telah wafat?
Sebagian ulama membolehkan, terutama dari mazhab Syafi’i, selama niatnya hanya bertawasul dengan kemuliaan beliau, bukan meminta langsung kepada beliau.
3. Apa bedanya tawasul dengan syirik?
Tawasul tetap mengakui bahwa hanya Allah yang mengabulkan doa. Syirik terjadi jika seseorang percaya bahwa makhluk memiliki kekuatan untuk mengabulkan doa secara mandiri.
4. Bagaimana tawasul yang benar menurut Al-Qur’an?
Al-Qur’an memerintahkan umat Islam untuk mencari wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti melalui iman, amal saleh, dan doa.
5. Apakah semua bentuk tawasul sama?
Tidak. Ada yang disyariatkan dan ada yang tidak. Tawasul dengan orang yang masih hidup lebih diutamakan, sedangkan tawasul dengan orang mati masih menjadi kontroversi.
Sumber Rujukan
- Mutawalli al-Sya'rawi, Tafsir al-Qur’an al-Karim .
- Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu .
- Ibnu Taimiyah, Majmu' al-Fatawa .
- Ibnu Mas'ud Masjhur, Jika Engkau Meminta, Allah Pasti Memberi .
- Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, Kumpulan Kultum Setahun (Jilid I) .
- Al-Qur’an Surah Al-Ma'idah: 35; Al-Isra': 56-57; Al-Zumar: 3; Yunus: 18.
- Website resmi BSA UIN Alauddin: bsa.fah.uin-alauddin.ac.id
- Website Kementerian Agama Kota Pangkalpinang: babel.kemenag.go.id
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160128/original/058093400_1663295001-jeremy-yap-eCEj-BR91xQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258053/original/067867800_1781307185-cyle_larin_gol_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8319326/original/066926200_1782187594-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262486/original/089294900_1781817493-000_B7KZ4JN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258677/original/006830300_1781400870-000_B6Z639C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262977/original/095515100_1781855197-20260616HK_Latihan_Timnas_Prancis_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262514/original/049328500_1781828863-Canada_s_Jonathan_David__left__and_Stephen_Eustaquio.jpg)