20 Sifat Wajib Allah dan Artinya, Ketahui Penjelasan Mudah dan Hikmahnya

Pelajari 20 sifat wajib Allah dan artinya, dikelompokkan berdasarkan Sifat Nafsiyah, Salbiyah, Ma'ani, dan Ma'nawiyah. Pahami keagungan Allah melalui sifat-sifat-Nya.

Diterbitkan 14 Juli 2025, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mengetahui sifat wajib Allah dan artinya bukan sekadar kewajiban ilmu, tapi menjadi fondasi dalam menjaga kemurnian tauhid seorang Muslim. Pemahaman ini juga membantu membangun rasa takut dan cinta kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. 

Dalam modul Sifat 20: Pembuka untuk Mengenal Tuhan karya Husaini bin H. Selamat, dijelaskan bahwa istilah “wajib” dalam sifat wajib Allah berbeda dengan “wajib” dalam fikih. Pada ilmu tauhid, “wajib” bermakna sesuatu yang pasti ada pada Allah dan mustahil tiada, sehingga setiap Muslim dituntut memahami hal ini secara benar. 

Sifat wajib Allah juga memperkuat tauhid dengan menghindarkan pemahaman antropomorfis yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya.Pemahaman yang benar akan meneguhkan iman dan menjadi bekal menjalani hidup dengan penuh pengawasan serta keikhlasan. 

Berikut Liputan6.com ulas lengkap tentang sifat wajib allah dan artinya dan penjelasannya dirangkum dari berbagai sumber, Senin (14/7/2025). 

 

20 Sifat Wajib Allah dan Artinya: Mudah Dihafal, Mudah Dipahami

Berikut daftar 20 sifat wajib Allah dan artinya sesuai urutan klasik yang diajarkan dalam kitab Kifayatul Awam, Ummul Barahin

1. Wujud (وجود) – Ada

2. Qidam (قدام) – Terdahulu

3. Baqa' (بقاء) – Kekal

4. Mukhalafatu Lil Hawaditsi (مخالفة للحوادث) – Berbeda dari Makhluk

5. Qiyamuhu Binafsihi (قيامه بنفسه) – Berdiri Sendiri

6. Wahdaniyah (وحدانية) – Esa

7. Qudrah (قدرة) – Berkuasa

8. Iradah (إرادة) – Berkehendak

9. Ilmu (علم) – Mengetahui

10.  Hayat (حياة) – Hidup

11. Sama’ (سَمَعٌ) – Mendengar

12. Basar (بَصَرٌ) – Melihat

13. Kalam (كلام) – Berfirman

14. Qadiran (قَادِرًا) – Maha Kuasa

15. Muridan (مُرِيدًا) – Maha Berkehendak

16. ‘Aliman (عَالِمًا) – Maha Mengetahui

17. Hayyan (حَيًّا) – Maha Hidup

18. Sami’an (سَمِيعًا) – Maha Mendengar

19. Basiran (بَصِيرًا) – Maha Melihat

20. Mutakalliman (مُتَكَلِّمًا) – Maha Berfirman

Penjelasan Mudah Memaknai Sifat Wajib Allah

Dalam buku Terjemah Kifayatul Awam karya Muhammad Al-Fudhali, sifat wajib Allah dibagi menjadi empat kategori agar mudah dipahami oleh semua kalangan: 

Dalam buku Terjemah Kifayatul Awam, Kifayah al-Awam, Kifayat-ul-‘Awam karya Muhammad Al-Fudhali disebutkan Sifat Wajib Allah berdasarkan kategorinya yang mudah dimaknai:

  • a. Sifat Nafsīyah – Berhubungan langsung dengan Dzat

    • Wujūd (existence): Menegaskan bahwa keberadaan Allah adalah realitas mutlak, bukan hasil perantara.
  • b. Sifat Salbīyah – Menafikan lawan yang tidak pantas

    • Qidam: Allah tidak memiliki awal. Ia terlebih dulu dari segala sesuatu.
    • Baqā’: Allah kekal, tidak akan berakhir .
    • Mukholafatu lil-hawādis: Allah berbeda total dari semua ciptaan; sifat Dia tidak serupa makhluk .
    • Qiyāmu bih Nafsi: Keberadaan-Nya mandiri, tidak membutuhkan sebab atau tempat.
    • Wahdāniyah: Kesatuan mutlak pada Dzat, sifat, dan perbuatan-Nya – tidak terbelah atau berjumlah .
  • c. Sifat Ma’ānī – Abstrak tetapi nyata

    • Qudrah (power): Allah sanggup mencipta atau menghilangkan sesuatu .
    • Irādah (will): Allah berkehendak tanpa dipengaruhi unsur luar.
    • ‘Ilm (knowledge): Pengetahuan-Nya meliputi seluruh yang mungkin, pasti, dan mustahil .
    • Hayāt (life): Hidup-Nya bersifat langsung dan hakiki 
    • Samāʾ (hearing) & Bashar (seeing): Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat—abadi tanpa tergantung pada indra makhluk .
    • Kalam: Allah berpencar bahasa-Nya bukan dengan suara, huruf, atau gema—terbebas dari mutu wacana makhluk .
  • d. Sifat Ma’nawī – Kelanjutan konseptual sifat Ma’ānī

    • Qādiran (the powerful), Murīdan (the willing), ‘Āliman (the knowing), Hayyan, Samīʿan, Basīran, dan Mutakalliman: menunjukkan bahwa sifat-sifat Ma’ānī tersebut melekat secara konsisten pada Dzat Allah .

Hikmah Mengetahui Sifat Wajib Allah

 Mengetahui sifat-sifat wajib bagi Allah merupakan bagian penting dalam ilmu tauhid yang berfungsi sebagai fondasi keyakinan seorang Muslim. Sifat-sifat ini menegaskan keesaan dan kesempurnaan Allah serta menjauhkan seorang hamba dari kesesatan dan pemahaman yang menyimpang.

1. Memurnikan Tauhid dan Menyucikan Konsep Ketuhanan

Kitab Kifâyatul ‘Awâm karya Syaikh Muhammad al-Fudhali menjelaskan bahwa Allah memiliki 20 sifat wajib, seperti Wujud (ada), Qidam (tidak bermula), Baqa’ (kekal), dan Mukhalafatu lil hawadits (berbeda dari makhluk). Pengetahuan ini mencegah umat membayangkan Allah seperti makhluk-Nya. Dalam kitab tersebut disebutkan:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala wajib bersifat dengan sifat yang tidak mungkin ada pada makhluk, dan mustahil bersifat dengan sifat-sifat makhluk.”

 (Kifâyatul ‘Awâm, Syaikh Muhammad al-Fudhali, hlm. 12, edisi terjemah, Pustaka al-Khoirot)Hal ini memperkuat pemurnian tauhid dengan menghindari pemahaman antropomorfis (menyamakan Allah dengan makhluk), yang dapat menyeret pada kesyirikan.

2. Menumbuhkan Rasa Takut dan Pengawasan Diri

Dalam kitab Syarh as-Sunnah karya Imam al-Muzani, dijelaskan bahwa mengenal sifat-sifat Allah seperti Al-‘Alim (Maha Mengetahui), As-Sami’ (Maha Mendengar), dan Al-Bashir (Maha Melihat) akan menumbuhkan kesadaran bahwa Allah senantiasa mengetahui segala sesuatu, baik yang lahir maupun yang tersembunyi.“Semakin seseorang mengenal Allah, maka semakin ia berserah diri kepada-Nya… semakin dalam ilmunya tentang nama dan sifat-Nya, semakin kuat pula imannya.” 3. Dasar Kekuatan Spiritual dan Optimisme dalam Berdoa

Dalam jurnal Hikmah Mengenal Asma' wa Shifat Allah oleh Abu Iyadh di situs ilmusunnah.com, dijelaskan bahwa pemahaman terhadap sifat-sifat Allah menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi kehidupan. Seorang Muslim yang mengenal Allah sebagai Ar-Rahman (Maha Pengasih), Al-Qayyum (Maha Berdiri Sendiri) dan Al-Hakim (Maha Bijaksana) akan memiliki harapan dan optimisme tinggi dalam berdoa dan berserah diri kepada-Nya.

“Orang yang mengenal sifat-sifat Allah, akan menjadikan-Nya sebagai tempat bergantung, tempat memohon, dan tempat kembali.”

4. Membangun Keimanan yang Rasional dan Terstruktur

Imam as-Sanusi dalam kitab Ummul Barāhīn merumuskan 20 sifat wajib Allah secara terstruktur menjadi empat kelompok: sifat nafsiyyah, salbiyyah, ma’ani, dan ma’nawiyyah. Metodologi ini diakui dan diajarkan di banyak pesantren hingga kini. 

Pembahasan sifat wajib Allah adalah bagian dari warisan keilmuan Islam yang dikembangkan oleh Imam Abu Abdullah as-Sanusi sebagai upaya menjaga kemurnian aqidah.”

Dengan mengetahui struktur ini, seorang Muslim tidak hanya meyakini dengan taklid, tapi juga memahami secara rasional dan ilmiah sesuai tuntunan para ulama.

 

QnA Seputar Sifat Wajib Allah

Q: Kenapa Allah tidak mati seperti makhluk?

A: Allah memiliki sifat Al-Hayat (Maha Hidup) yang tidak diawali dan tidak diakhiri dengan kematian, berbeda dengan makhluk yang pasti mati (QS Al-Furqan: 58).

Q: Apakah Allah dapat melihat dalam gelap total?

A: Ya, karena Allah memiliki sifat Al-Bashar (Maha Melihat) tanpa bergantung cahaya seperti penglihatan manusia (QS Ghafir: 20).

Q: Mengapa Allah tidak dapat menciptakan Tuhan lain?

A: Karena sifat Wahdaniyah, Allah Maha Esa dan tidak mungkin ada Tuhan lain, hal itu mustahil terjadi menurut akal yang sehat (QS Al-Ikhlas: 1-4).

Q: Kenapa Allah tidak membutuhkan bantuan siapa pun dalam mengatur alam semesta?

A: Karena Allah memiliki sifat Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri), tidak memerlukan bantuan dalam wujud maupun pengaturan ciptaan (QS Al-Ankabut: 6).

Q: Apakah Allah bisa lupa seperti manusia?

A: Tidak, karena sifat Ilmu (Maha Mengetahui) dan Sama’ (Maha Mendengar) Allah sempurna, sehingga mustahil Allah lupa atau lalai (QS Maryam: 64).