Liputan6.com, Jakarta Surat Al Waqiah merupakan salah satu surat penting dalam Al-Qur'an yang sering dibaca dan diamalkan oleh umat Muslim. Surat ini menjelaskan tentang hari kiamat, balasan bagi orang-orang beriman, dan azab bagi orang-orang kafir. Selain itu, surat ini juga diyakini memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi siapa saja yang membacanya secara rutin.
Menurut Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah wa asy-Syari’ah wa al-Manhaj karya Wahbah al-Zuhaili, Surah Al-Waqi'ah termasuk surah Makkiyah yang mengawali pembahasan dengan gambaran hari kiamat secara rinci. Surat ini menjelaskan peristiwa besar yang membedakannya dengan hari-hari biasa, sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Quthb dalam Fi Dzilalil Qur’an.
Surat Al Waqiah terdiri dari 96 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Surat ini sering dibaca sebagai amalan untuk memohon rezeki dan keberkahan dari Allah SWT.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkap tentang surat al waqiah ayat 1-96 dan penjelasannya dirangkum dari berbagai sumber, Senin (14/7/2025).
Pengertian dan Penamaan Surat Al Waqiah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4596278/original/084767000_1696300385-pexels-edanur-sonkaya-14883471.jpg)
Surat Al-Waqi'ah dinamakan demikian karena dibuka dengan ayat “Apabila terjadi hari kiamat”, yang menunjukkan kepastian terjadinya hari kiamat. Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah wa asy-Syari’ah wa al-Manhaj (1991, Juz 14: 254) menjelaskan, Surah Al-Waqi'ah termasuk surah Makkiyah berdasarkan pendapat yang shahih.
Surah ini mengawali pembahasan dengan gambaran hari kiamat secara rinci, menjelaskan peristiwa besar yang membedakannya dengan hari-hari biasa, sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Quthb dalam Fi Dzilalil Qur’an (2008: 604). Dengan demikian, penamaan surat ini sangat relevan dengan isi dan pesan yang terkandung di dalamnya.
Surat ke-56 dari 114 surah dalam Al-Qur’an ini diturunkan setelah Surah Thaha dan sebelum Surah Maryam (Djohan Efendi, Pesan-Pesan Al-Qur’an, 2012: 286). Al-Waqi'ah diturunkan pada periode permulaan Mekkah, berada pada urutan ke-46 dalam mushaf, termasuk dalam rangkaian tujuh surah bertema kepastian hari kiamat.
Surat ini terdiri dari 96 ayat dan memiliki arti “Hari Kiamat” (Nur Choirum Mauzuroh, Nilai-Nilai Pendidikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Waqi'ah, 2015: 26). Ahmad Goniawan dan Machdi dalam Multi Perspektif Surah Al-Waqi'ah (2015: 5-6) menjelaskan bahwa pada masa turunnya surah-surah tersebut, tujuan utamanya adalah meneguhkan iman kaum Muslimin, menjelaskan kejadian di bumi, serta gambaran balasan bagi orang yang bertakwa dan para pendurhaka.
Advertisement
Teks Arab dan Terjemah Lengkap Surat Al Waqiah Ayat 1-96
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3983385/original/078797600_1648974619-000_327H9FL.jpg)
Berikut ayat dan arti lengkap Surat Al Waqiah Ayat 1-96 berdasarkan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Kementerian Agama Republik Indonesia:
Ayat 1–10
١. إِذَا وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ (1) Apabila terjadi hari kiamat,
٢. لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ (2) tidak seorang pun dapat berdusta tentang kejadiannya.
٣. خَافِضَةٌۭ رَّافِعَةٌۭ (3) (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
٤. إِذَا رُجَّتِ ٱلْأَرْضُ رَجًّۭا (4) Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan (yang dahsyat),
٥. وَبُسَّتِ ٱلْجِبَالُ بَسًّۭا (5) dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,
٦. فَكَانَتْ هَبَآءًۭ مُّنۢبَثًّۭا (6) maka jadilah ia debu yang beterbangan,
٧. وَكُنتُمْ أَزْوَٟجًۭا ثَلَـٰثَةًۭ (7) dan kamu menjadi tiga golongan.
٨. فَأَصْحَـٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ (8) Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.
٩. وَأَصْحَـٰبُ ٱلْمَشْـَٔمَةِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلْمَشْـَٔمَةِ (9) Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
١٠. وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلسَّـٰبِقُونَ (10) Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
Ayat 11–20
١١. أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلْمُقَرَّبُونَ (11) Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah),
١٢. فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ (12) berada dalam surga penuh kenikmatan,
١٣. ثُلَّةٌۭ مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ (13) segolongan besar dari umat terdahulu,
١٤. وَقَلِيلٌۭ مِّنَ ٱلْـَٔاخِرِينَ (14) dan sedikit dari umat yang kemudian.
١٥. عَلَىٰ سُرُرٍۢ مَّوْضُونَةٍۢ (15) Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata,
١٦. مُّتَّكِـِٔينَ عَلَيْهَا مُتَقَـٰبِلِينَ (16) sambil bersandar di atasnya berhadap-hadapan.
١٧. يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَٰنٌۭ مُّخَلَّدُونَ (17) Dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
١٨. بِأَكْوَابٍۢ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍۢ مِّن مَّعِينٍۢ (18) dengan membawa gelas, kendi, dan cawan berisi minuman dari air yang mengalir,
١٩لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ (19) mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
٢٠. وَفَـٰكِهَةٍۢ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ (20) dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih.
Ayat 21–40
٢١. وَلَحْمِ طَيْرٍۢ مِّمَّا يَشْتَهُونَ (21) dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.
٢٢. وَحُورٌ عِينٌۭ (22) Dan (ada pula) bidadari-bidadari bermata jeli,
٢٣. كَأَمْثَـٰلِ ٱللُّؤْلُؤِ ٱلْمَكْنُونِ (23) seperti mutiara yang tersimpan baik.
٢٤. جَزَآءًۭ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ (24) Sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
٢٥. لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًۭا وَلَا تَأْثِيمًا (25) Di sana mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia maupun dosa,
٢٦. إِلَّا قِيلًۭا سَلَـٰمًۭا سَلَـٰمًۭا (26) melainkan ucapan: “Salām, salām (selamat, selamat).”
٢٧. وَأَصْحَـٰبُ ٱلْيَمِينِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلْيَمِينِ (27) Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.
٢٨. فِى سِدْرٍۢ مَّخْضُودٍۢ (28) Mereka berada di antara pohon bidara yang tak berduri,
٢٩. وَطَلْحٍۢ مَّنضُودٍۢ (29) dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
٣٠. وَظِلٍّۢ مَّمْدُودٍۢ (30) dan naungan yang terbentang luas,
(31) ٣١. وَمَآءٍۢ مَّسْكُوبٍۢ dan air yang terus-menerus mengalir,
٣٢. وَفَـٰكِهَةٍۢ كَثِيرَةٍۢ (32) dan buah-buahan yang banyak,
٣٣. لَّا مَقْطُوعَةٍۢ وَلَا مَمْنُوعَةٍۢ (33) yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,
٣٤. وَفُرُشٍۢ مَّرْفُوعَةٍۢ (34) dan kasur-kasur yang ditinggikan.
٣٥. إِنَّآ أَنشَأْنَـٰهُنَّ إِنشَآءًۭ (35) Sungguh, Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,
٣٦. فَجَعَلْنَـٰهُنَّ أَبْكَارًا (36) lalu Kami jadikan mereka perawan,
(37) ٣٧. عُرُبًا أَتْرَابًۭا penuh cinta dan sebaya umurnya,
٣٨. لِّأَصْحَـٰبِ ٱلْيَمِينِ (38) untuk golongan kanan,
٣٩. ثُلَّةٌۭ مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ (39) segolongan besar dari umat terdahulu,
٤٠. وَثُلَّةٌۭ مِّنَ ٱلْـَٔاخِرِينَ (40) dan segolongan besar pula dari umat kemudian.
Ayat 41–60
٤١. وَأَصْحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ (41) Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
٤٢. فِى سَمُومٍۢ وَحَمِيمٍۢ (42) (Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,
٤٣. وَظِلٍّۢ مِّن يَحْمُومٍۢ (43) dan naungan asap yang hitam,
٤٤. لَّا بَارِدٍۢ وَلَا كَرِيمٍۢ (44) tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
٤٥. إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُتْرَفِينَ (45) Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewahan.
٤٦. وَكَانُوا۟ يُصِرُّونَ عَلَى ٱلْحِنثِ ٱلْعَظِيمِ (46) Dan mereka terus-menerus melakukan dosa besar.
٤٧. وَكَانُوا۟ يَقُولُونَ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًۭا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ (47) Dan mereka berkata, "Apakah setelah kami mati dan menjadi tanah serta tulang belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan?"
٤٨. أَوَءَابَآؤُنَا ٱلْأَوَّلُونَ (48) "Apakah juga nenek moyang kami yang terdahulu?"
٤٩. قُلْ إِنَّ ٱلْأَوَّلِينَ وَٱلْـَٔاخِرِينَ (49) Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya orang-orang terdahulu dan orang-orang yang kemudian,
٥٠. لَمَجْمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَـٰتِ يَوْمٍۢ مَّعْلُومٍۢ (50) pasti akan dikumpulkan pada waktu tertentu pada hari yang dikenal.
٥١. ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلْمُكَذِّبُونَ (51) Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
٥٢. لَـَٔاكِلُونَ مِن شَجَرٍۢ مِّن زَقُّومٍۢ (52) benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
٥٣. فَمَالِـُٔونَ مِنْهَا ٱلْبُطُونَ (53) lalu kamu akan memenuhi perutmu dengannya,
٥٤. فَشَـٰرِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ ٱلْحَمِيمِ (54) kemudian kamu minum di atasnya air yang sangat panas,
٥٥. فَشَـٰرِبُونَ شُرْبَ ٱلْهِيمِ (55) maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.
٥٦. هَـٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ ٱلدِّينِ (56) Itulah jamuan untuk mereka pada hari pembalasan.
Surat Al Waqiah Ayat 57- Sampai Selesai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3112741/original/023488100_1587956307-20200427-Masjid-Agung-Sanaa-3.jpg)
Ayat 57–74
٥٧. نَّحْنُ خَلَقْنَـٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ (57) Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?
٥٨. أَفَرَءَيْتُم مَّا تُمْنُونَ (58) Maka pernahkah kamu memperhatikan mani yang kamu pancarkan?
٥٩. أَءَأَنتُمْ تَخْلُقُونَهُۥٓ أَمْ نَحْنُ ٱلْخَـٰلِقُونَ (59) Kamukah yang menciptakannya, atau Kami yang menciptakannya?
٦٠. نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ ٱلْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ (60) Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak akan dapat dikalahkan.
٦١. عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ أَمْثَـٰلَكُمْ وَنُنشِئَكُمْ فِى مَا لَا تَعْلَمُونَ (61) untuk menggantikan kamu dengan yang serupa dengan kamu, dan membangkitkan kamu dalam keadaan yang belum kamu ketahui.
٦٢. وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلنَّشْأَةَ ٱلْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ (62) Dan sungguh, kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
٦٣. أَفَرَءَيْتُم مَّا تَحْرُثُونَ (63) Maka pernahkah kamu memperhatikan apa yang kamu tanam?
٦٤. أَءَأَنتُمْ تَزْرَعُونَهُۥٓ أَمْ نَحْنُ ٱلزَّٰرِعُونَ (64) Kamukah yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya?
٦٥. لَوْ نَشَآءُ لَجَعَلْنَـٰهُ حُطَـٰمًۭا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ (65) Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan menjadi kering dan hancur, lalu kamu heran dan tercengang.
٦٦. إِنَّا لَمُغْرَمُونَ (66) (Sambil berkata), “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian,”
٦٧. بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ (67) Bahkan, “Kami tidak memperoleh hasil apa pun.”
٦٨. أَفَرَءَيْتُمُ ٱلْمَآءَ ٱلَّذِى تَشْرَبُونَ (68) Maka pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
٦٩. أَءَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ ٱلْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ ٱلْمُنزِلُونَ (69) Kamukah yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkannya?
٧٠. لَوْ نَشَآءُ جَعَلْنَـٰهُ أُجَاجًۭا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ (70) Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan air itu asin. Maka mengapa kamu tidak bersyukur?
٧١. أَفَرَءَيْتُمُ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى تُورُونَ (71) Maka pernahkah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?
٧٢. أَءَأَنتُمْ أَنشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ أَمْ نَحْنُ ٱلْمُنشِـُٔونَ (72) Kamukah yang menjadikan kayunya atau Kami yang menjadikannya?
٧٣. نَحْنُ جَعَلْنَـٰهَا تَذْكِرَةًۭ وَمَتَـٰعًۭا لِّلْمُقْوِينَ (73) Kami menjadikannya sebagai peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
٧٤. فَسَبِّحْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلْعَظِيمِ (74) Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
Ayat 75–96 (Penutup)
٧٥. فَلَآ أُقْسِمُ بِمَوَٰقِعِ ٱلنُّجُومِ (75) Maka Aku bersumpah demi tempat-tempat terbitnya bintang-bintang,
٧٦. وَإِنَّهُۥ لَقَسَمٌۭ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ (76) dan sesungguhnya sumpah itu benar-benar suatu sumpah yang besar kalau kamu mengetahui,
٧٧. إِنَّهُۥ لَقُرْءَانٌۭ كَرِيمٌۭ (77) sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia,
٧٨. فِى كِتَـٰبٍۢ مَّكْنُونٍۢ (78) dalam kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),
٧٩. لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ (79) tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.
٨٠. تَنزِيلٌۭ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ (80) Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
٨١. أَفَبِهَـٰذَا ٱلْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ (81) Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Qur’an ini?
٨٢. وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ (82) Dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima sebagai alat untuk mendustakan-Nya?
٨٣. فَلَوْلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلْحُلْقُومَ (83) Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
٨٤. وَأَنتُمْ حِينَئِذٍۢ تَنظُرُونَ (84) dan kamu ketika itu melihat,
٨٥. وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَـٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ (85) dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.
٨٦. فَلَوْلَآ إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ (86) Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah),
٨٧. تَرْجِعُونَهَآ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ (87) kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tubuh), jika kamu orang-orang yang benar?
٨٨. فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ (88) Adapun jika ia termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah),
٨٩. فَرَوْحٌۭ وَرَيْحَانٌۭ وَجَنَّتُ نَعِيمٍۢ (89) maka dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga kenikmatan.
٩٠. وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلْيَمِينِ (90) Dan adapun jika ia termasuk golongan kanan,
٩١. فَسَلَـٰمٌۭ لَّكَ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلْيَمِينِ (91) maka (dikatakan kepadanya), “Salam sejahtera untukmu dari golongan kanan.”
٩٢. وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلْمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ (92) Tetapi jika ia termasuk orang yang mendustakan lagi sesat,
٩٣. فَنُزُلٌۭ مِّنْ حَمِيمٍۢ (93) maka dia mendapat jamuan air yang mendidih,
٩٤. وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ (94) dan dibakar dalam neraka.
٩٥. إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلْيَقِينِ (95) Sungguh, (semua itu) benar-benar suatu kepastian yang meyakinkan.
٩٦. فَسَبِّحْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلْعَظِيمِ (96) Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
Advertisement
Fadilah Membaca Surat Al Waqiah Ayat 1-96
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3998638/original/080994300_1650277030-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-7.jpg)
Banyak umat Islam menjadikan Surah Al-Waqi'ah sebagai amalan pagi dan malam dengan keyakinan dapat menjadi wasilah kelancaran rezeki. Hal ini juga tertuang dalam berbagai kitab tafsir klasik.
- Al-Qurthubi Al-Qurthubi dalam tafsirnya menukil sebuah hadis tentang keutamaan membaca surah ini. Beliau menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas bahwa Abu Bakar ra. pernah berkata kepada Nabi ﷺ, “Engkau sudah beruban,” lalu Nabi ﷺ bersabda, “Aku dijadikan tua oleh Surah Hud, Al-Waqi'ah, Al-Mursalat, ‘Amma Yatasa’alun, dan Idza Asy-Syamsu Kuwwirat”.
- Ibnu Ajibah Ibnu Ajibah dalam Tafsir Ibnu Ajibah (1971: 219-220) mengutip hadis Rasulullah ﷺ: “Barangsiapa yang membaca Surah Al-Waqi'ah secara rutin, maka ia tidak akan mengalami kefakiran selamanya.” Ibnu Ajibah juga meriwayatkan bahwa Utsman bin Affan ra. mengingatkan Abdullah bin Mas’ud tentang keutamaan surah ini sebagai pelindung dari kefakiran, dan Masruq mengatakan bahwa siapa yang ingin mengetahui kabar orang terdahulu, penduduk surga dan neraka, serta berita dunia dan akhirat, hendaklah membaca Surah Al-Waqi'ah.
- Al-Suyuthi Al-Suyuthi dalam Manhaj al-Mufassirin yang diterjemahkan Faisal Saleh dan Syahdinor (2006: 126), menjelaskan bahwa Al-Waqi'ah diturunkan di Mekah, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Zubair. Beliau juga mengutip riwayat dari Rasulullah ﷺ yang bersabda, “Barangsiapa membaca Surah Al-Waqi'ah setiap malam, maka ia akan dijauhkan dari kefakiran.” Bahkan, Aisyah ra. menganjurkan kepada para wanita untuk tidak membatasi diri dalam membaca surah ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Ubaid. Dalam riwayat lainnya, Jabir bin Samurah menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca Surah Al-Waqi'ah pada waktu fajar.
Dilansir dari laman resmi Baznaz Kota Yogyakarta, Surat Al-Waqiah memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi orang yang membacanya dengan penuh keikhlasan dan keimanan. Beberapa keutamaan Surat Al-Waqiah yang dikenal di kalangan umat Muslim antara lain:
- Mendatangkan keberkahan dan rezeki yang melimpah
- Membuka pintu kebahagiaan di dunia dan akhirat
- Melindungi dari kefakiran dan kesulitan hidup
- Membuka pintu taubat dan pengampunan dosa
- Mendatangkan kedamaian dan ketenangan hati
QnA Seputar Surat Al Waqiah Ayat 1-96
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3998633/original/065536000_1650277021-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-2.jpg)
1. Apa arti nama “Al-Waqi’ah”?
Artinya “Peristiwa yang Pasti Terjadi” (QS Al-Waqi’ah: 1), merujuk pada hari kiamat yang pasti datang (Tafsir Ibnu Katsir).
2. Benarkah Al-Waqi’ah bisa menjauhkan dari kefakiran?
Ya, dalam riwayat (Musnad Ahmad), membaca Al-Waqi’ah setiap malam dapat menjauhkan dari kefakiran, sebagai motivasi untuk istiqamah beribadah sambil tetap berikhtiar.
3. Siapa 3 golongan manusia dalam ayat 7-10?
Ashabul Yamin (golongan kanan), Ashabul Syimal (golongan kiri), As-Sabiqun (yang paling dahulu dalam iman).
4. Apakah Al-Waqi’ah bicara tentang penciptaan alam?
Ya, ayat 57-72 membahas penciptaan manusia, tumbuhan, air, dan api sebagai bukti kekuasaan Allah dan pengingat hari kebangkitan.
5. Bagaimana nikmat surga digambarkan di Al-Waqi’ah?
Ayat 10-40 menjelaskan kenikmatan surga, seperti buah-buahan tanpa batas, air mengalir, dipan mewah, dan bidadari, untuk Ashabul Yamin dan As-Sabiqun.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3983388/original/074926000_1648974831-000_327H9HJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3403886/original/091287400_1615978933-quran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2241544/original/039258100_1528334197-20180606-Muslim-Afghanistan-Berburu-Berkah-Lailatul-Qadar-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553186/original/075515900_1775911814-IMG-20260410-WA0016_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530858/original/024083900_1773495896-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_07.01.28__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523352/original/069144700_1772804015-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_16.21.40__1_.jpeg)