Kisah Ahli Ibadah yang Batal Masuk Surga karena Anaknya, Hati-Hati Pesan Buya Yahya

Buya yahya mengisahkan seorang ahli ibadah yang batal mask surga sebab anaknya.

Diterbitkan 14 Juli 2025, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Cilacap - Dalam perjalanan hidup manusia, tidak sedikit yang mengira bahwa ibadah yang banyak dan amalan yang rutin secara otomatis akan menjamin seseorang masuk ke surga. Sholat malam tak pernah terlewat, puasa sunnah dijalankan secara istiqamah, dzikir tak pernah putus, dan hidup seolah-olah hanya dipenuhi oleh ritual ibadah kepada Allah.

Namun, agama Islam bukan hanya tentang hubungan vertikal antara hamba dengan Tuhannya, melainkan juga hubungan horizontal antar sesama manusia, terutama terhadap orang-orang terdekat, seperti anak, istri, orang tua, dan tetangga.

Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon, KH. Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menyampaikan sebuah kisah yang menggetarkan hati. Dalam salah satu ceramahnya, beliau menceritakan tentang seorang ahli ibadah yang dikenal sangat tekun dalam beramal, namun pada akhirnya ia batal masuk surga.

Bukan karena kurang ibadah, bukan pula karena syirik atau dosa besar lainnya, tetapi karena kelalaiannya dalam memperhatikan dan memperlakukan anaknya sendiri.

Kisah ini menjadi tamparan keras bagi kita yang kerap terlalu fokus pada ritual, namun lupa akan tanggung jawab sosial dan moral terhadap keluarga. Betapa sering seseorang merasa telah cukup menjadi hamba Allah yang baik hanya karena rajin ke masjid atau banyak bersedekah, namun abai terhadap hak-hak anak, mendidik keluarga, atau bahkan bersikap adil dalam rumah tangga.

Buya Yahya mengangkat kisah ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menggugah kesadaran kita bahwa ibadah ritual tanpa dibarengi dengan akhlak dan tanggung jawab sosial bisa menjadi sia-sia. Sebuah kisah yang sarat makna, penuh pelajaran, dan patut direnungkan dalam-dalam oleh setiap orang tua, khususnya mereka yang merasa telah cukup dengan hanya memperbanyak ibadah pribadi.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Batal Masuk Surga

Buya Yahya mengisahkan orang ini begitu fokus pada amal pribadi, hingga ia tidak memperhatikan kondisi spiritual dan moral anaknya.

Ia seolah lupa bahwa kewajiban seorang orang tua bukan hanya beribadah untuk dirinya sendiri, tetapi juga membimbing dan mengarahkan anak menuju kebaikan dan keselamatan akhirat.

Ia ingin kematian dalam keadaan khusnul khatimah, tetapi lupa bahwa anaknya pun perlu dibimbing menuju jalan yang sama.

“Dikisahkan ada orang ahli ibadah yang ingin kematian tapi lupa kematian anaknya tidak dipikirkan. Anaknya tidak dibawa kepada kebaikan,” paparnya dikutip dari tayangan YouTube Short @Buya Yahya Official, Minggu (13/07/25).

Kisah ini terjadi di akhirat, dalam gambaran yang disampaikan Buya Yahya dengan penuh peringatan, ketika orang tersebut hendak masuk surga dengan membawa semua ibadahnya yang luar biasa, tiba-tiba terdengar suara jeritan dari anaknya yang memohon kepada malaikat agar orang tuanya tidak dimasukan ke dalam surga.

“Nanti di akhirat orang-orang yang seperti ini di saat dia mau masuk surga dengan sholat malamnya, dengan Tahajudnya, dengan Dhuhanya, dengan puasanya, di saat mau menuju surga, awas hati-hati,” katanya melanjutkan kisahnya.

Tiba-tiba ada yang menjerit, "Wahai malaikat, jangan boleh orang tua itu masuk surga." Malaikat bertanya, "Apa urusanmu?" "Dia adalah bapak ibuku,” ujarnya.

Masuk Neraka Jahanam

Seorang anak yang telah terjerumus ke dalam perbuatan dosa dan akhirnya masuk neraka, menyalahkan orang tuanya yang dianggap tidak menjalankan tanggung jawabnya dalam mendidik anak tentang agama yang benar.

Meskipun orang tuanya rajin melakukan ibadah seperti shalat malam, puasa, umrah, dan haji, namun mereka tidak peduli dengan pendidikan spiritual anaknya.

Buya Yahya menekankan bahwa amal ibadah seseorang tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan tanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya tentang agama dan nilai-nilai baik.

“Bapak ibumu rajin salat malam, rajin puasa, rajin umrah, rajin haji.  “Iya, Bapak Ibu rajin ibadah, rajin umrah, rajin haji, rajin ibadah, rajin bangun malam. Tapi dia teledor, lupa, tidak mengantarkan aku kepada Allah. Aku tidak diajari agama yang benar sampai aku bejat, aku mabuk, aku zina, aku masuk neraka,” tegas Buya Yahya menceritakan kata-kata anaknya.

Akhirnya, orang tua yang dianggap ahli ibadah itu dimasukkan ke neraka karena kesalahan mereka dalam mendidik anak-anaknya.

“Gara-gara ibuku rajin ibadah untuk dirinya sendiri. Hai malaikat, masukkan dia ke neraka. Malaikat mengadu kepada Allah dan diperintahkan oleh Allah, "Masukkan bapak ibunya yang katanya ahli ibadah ke neraka jahanam, karena dia telah salah mendidik anak-anaknya,” pungkasnya.

Kisah ini mengingatkan kita tentang pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter dan spiritual anak-anaknya.

Penulis: Khazim Mahrur / Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul