Bacaan Dzikir Setelah Sholat Subuh, Amalan Memohon Rezeki Lancar

Dzikir setelah sholat Subuh adalah amalan sunnah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Diterbitkan 12 Juli 2025, 05:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Waktu Subuh merupakan momen spiritual yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, khususnya dzikir. Pada saat itulah udara masih bersih, hati masih jernih, dan dunia belum sibuk dengan urusan duniawi. Karena itu, dzikir setelah sholat Subuh menjadi amalan yang sangat utama dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Ahmad dan Abu Dawud, 

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka,” 

Hal ini yang menunjukkan bahwa pagi adalah waktu mustajab untuk memulai hari dengan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Dalam Ensiklopedi Dzikir dan Doa karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa dzikir pagi hari setelah sholat Subuh termasuk bagian dari wirid yang senantiasa dibaca para salafush shalih. Bacaan seperti istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, serta doa-doa perlindungan merupakan bentuk syukur dan tawakal atas segala rezeki yang akan dicari hari itu. Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa siapa pun yang rutin melantunkan dzikir Subuh, maka hatinya akan dijaga dari kegelisahan dan pikirannya dilapangkan dari kesempitan dunia. 

Senada dengan itu, dalam buku Panduan Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas, ditegaskan bahwa waktu terbaik untuk berdzikir adalah sejak selesai sholat Subuh hingga matahari terbit. Momen ini bukan hanya ibadah rutin, melainkan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kelancaran rezeki dan perlindungan dari berbagai keburukan. Oleh karena itu, memperbanyak dzikir setelah sholat Subuh menjadi kebiasaan yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang ingin hidupnya lebih diberkahi dan dekat dengan Allah SWT. 

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (11/7/2025). 

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Subuh 

1. Membaca istighfar 

أستغفر الله 

Bacaan latin: Astaghfirullah (3x) 

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah" 

2. Membaca pujian 

اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ 

Bacaan latin: Allahumma 'antas-salaamu waminkas-salaamu tabaarakta ya dzal-jalaali wal-'ikraami. 

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah yang sejahtera dan dari-Mu datangnya kesejahteraan. Mahamulia Engkau, wahai Tuhan yang memiliki kemegahan dan kemuliaan." 

Kemudian dilanjutkan dengan membaca, 

اَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر 

Arab-Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadiir. 

Artinya: Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

3. Membaca tasbih 33x 

سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣ 

Bacaan latin: Subhanallah (33x) 

Artinya: "Mahasuci Allah" 

4. Membaca tahmid 33x 

اَلْحَمْدُلِلهِ ×٣٣ 

Bacaan latin: Alhamdulillah (33x) 

Artinya: "Segala puji bagi Allah" 

5. Membaca takbir 33x 

اَللهُ اَكْبَرْ ٣٣ 

Bacaan latin: Allahuakbar (33x) 

Artinya: "Allah Mahabesar" 

6. Membaca surat Al-ikhlas 3x 

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ 

Bacaan latin: qul huwallahu ahad. Allahu samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad. (3x) 

Artinya: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." 

7. Membaca surat Al-Falaq (3x) 

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ 

Bacaan latin: Qul a'uudzu birob-bil falaq, min syarri ma khalaq, wa min syarri ghasiqin idza waqab, wa min syarri n-naffaasaati fil 'uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad. 

Artinya: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan penyihir-penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki" 

8. Membaca surat An-Naas (3x) 

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ 

Bacaan latin: Qul a'uudzu birab-bin naas, malikin naas, ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas. 

Artinya: "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Ilah manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia." 

9. Doa Setelah Sholat Subuh 

Inilah doa setelah sholat fardhu Subuh: 

سْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللَّهُمَّ ذِي السُّلْطَانِ الْعَظِيمِ . وَذِي الْمَنِ الْقَدِيمِ. وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيمِ. وَوَلِي الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ أَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِينَ وَعَيْنِ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ. وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ. وَمُسْتَجَابُ لُقْمَانِ الْحَكِيمِ. وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدِ. طَوَّلْ عُمْرِي وَصَحْحْ أَجْسَادِي وَاقْضِ حَاجَتِي وَأَكْثِرْ أَمْوَالِي وَأَوْلَادِي وَحَبِّبْ لِلنَّاسِ أَجْمَعِينَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِي آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَ الْكَافِرِينَ وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا. وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ. وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَ الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. 

Arab-latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. allaahumma dzis sulthaanil azhiim, wa dzil mannil qadiim, wa dzil wajhil kariim, wa waliyyil kalimaatit taammaati, wad da'awaatil mustajaabah, 'aaqilil hasani wal husaini, min anfusil haqqi 'ainil qudrati wan naazhiriina waainil insi wal jinni, wa in yakaadul ladziina kafaruu liyuzliquunaka bi-abshaarihim sami'udz dzikra, wayaquuluuna lammaa innahuu lamajnuun. wa maa huwa illaa dzikrul lil 'aalamiin. wa mustajaabu luqmaanil hakiim. wa waritsa sulaimaanabni daawuuda 'alaihimas salaam. al-waduud dzul 'arsyil majiid. thawwil 'umrii, wa shahhih ajsaadii, waqdhi haajatii, waktsir amwaalii wa aulaadii, wahabbib lin naasi ajmaiin. wa tabaaadil 'adaawata kulla mimbanii aadama 'alaihis salaam. man kaana hayyaw wa yahiqqal qaulu 'alal kaafiriin. wa qul jaa-al haqqu wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuuqaa. wa nunazzilu minal qur- aani maa huwa syifaa-uw warahmatul lil mu'miniin. wa laa yaziiduzh zhaalimiina illaa khasaaraa. subhaana rabbika rabbil 'ati ammaa yashifuun, wa salaamun 'alal mursaliin, wal hamdu lillaahi rabiil 'aalamiin. 

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan, sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar al-Qur'an dan mereka berkata, 'Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.' Dan, yang mengijabahi Luqmanul Hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud As. Al-Wadud (Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih) yang memiliki singgasana yang Maha Mulia, panjangkan umurku, sehatkan jasad tubuhku, kabulkan hajatku, perbanyaklah harta bendaku dan anakku (pengikutku), cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam As., orang-orang yang masih hidup (di hatinya), dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan, katakanlah, 'Yang haq telah datang, dan yang batil telah musnah. Sesungguhnya, perkara yang batil itu pasti musnah. Dan, Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan, al-Qur'an tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya, melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah, Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir. Dan, semoga keselamatan bagi para rasul. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam." 

QnA Seputar Dzikir Setelah Sholat Subuh 

Q: Apa hukum membaca dzikir setelah sholat Subuh? 

A: Hukum membaca dzikir setelah sholat Subuh adalah sunnah. Rasulullah SAW terbiasa berdzikir dan berdoa setelah sholat fardhu, termasuk Subuh. Ini adalah bentuk penghambaan dan pengharapan kepada Allah SWT agar hari itu penuh berkah. 

Q: Apakah dzikir setelah Subuh bisa untuk memohon rezeki? 

A: Tentu saja. Dzikir setelah Subuh adalah momen yang tepat untuk memohon kelancaran rezeki. Nabi SAW bersabda: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka.” (HR. Abu Dawud). Waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah bagi rezeki dan kehidupan. 

Q: Apakah boleh membaca doa dengan suara keras setelah sholat Subuh? 

A: Boleh. Doa boleh dibaca dengan suara pelan atau keras. Jika berjamaah, membaca bersama dengan suara jelas diperbolehkan selama tidak diyakini sebagai kewajiban. Yang terpenting adalah khusyuk dan niat yang ikhlas. 

Q: Apakah boleh membaca doa dalam bahasa Indonesia? 

A: Boleh. Meski doa dalam bahasa Arab sangat dianjurkan, membaca doa dalam bahasa Indonesia diperbolehkan, khususnya untuk permohonan pribadi agar lebih memahami maknanya. Allah Maha Tahu segala bahasa hamba-Nya. 

Q: Sampai kapan waktu membaca dzikir pagi setelah Subuh? 

A: Waktu ideal membaca dzikir dan doa pagi adalah sejak selesai sholat Subuh hingga terbitnya matahari. Jika bisa dilanjutkan duduk berdzikir hingga matahari terbit lalu sholat Dhuha, pahalanya seperti haji dan umrah (HR. At-Tirmidzi).