Liputan6.com, Jakarta Dalam Islam, sikap saling menghormati perbedaan merupakan bagian dari akhlak luhur yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam konsep ajaran Islam, tasamuh artinya adalah toleransi, yakni sikap menghargai dan memberi ruang terhadap perbedaan keyakinan, budaya, serta pandangan hidup tanpa mengorbankan prinsip akidah. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 256,
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ
Arab Latin: Laa ikraha fid diin
Advertisement
Artinya: “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama.”
Ayat ini menunjukkan bahwa Islam dibangun di atas asas kebebasan berpikir dan hidup berdampingan secara damai. Penerapan tasamuh artinya bukan menyeragamkan agama atau nilai, tetapi memberikan penghormatan terhadap hak-hak orang lain dalam masyarakat yang majemuk.
Dalam buku Ensiklopedi Akhlak Rasulullah karya Syaikh Mahmud Al-Mishri, dijelaskan bahwa nabi Muhammad SAW memperlakukan orang-orang non-Muslim dengan penuh keadilan dan kasih sayang, selama mereka tidak memerangi Islam. Rasulullah SAW bahkan menjalin hubungan sosial yang baik dengan para pemeluk agama lain dan memberikan perlindungan hukum bagi mereka yang hidup di bawah pemerintahan Islam. Ini menjadi teladan bahwa toleransi bukan kelemahan, tetapi kekuatan akhlak.
Lebih jauh lagi, dalam buku Ensiklopedi Islam Indonesia oleh Harun Nasution, disebutkan bahwa tasamuh artinya salah satu prinsip penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan adil. Spirit tasamuh dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan seperti menghormati hari raya agama lain, tidak memaksakan pendapat dalam diskusi antariman, serta bersikap adil dalam pelayanan sosial lintas agama. Dengan memahami tasamuh artinya toleransi yang berpijak pada nilai-nilai Islam, umat Muslim diharapkan dapat menjadi perwujudan rahmat bagi lingkungan sekitarnya dan penjaga harmoni sosial dalam masyarakat multikultural.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (9/7/2025).
Tasamuh Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3366830/original/085357600_1612321828-hands-2847508_1920.jpg)
Kata tasamuh berasal dari bahasa Arab samahah yang artinya berlapang dada, toleransi. Kata tersebut juga merujuk pada kemurahan hati, pengampunan, kemudahan, dan perdamaian. Secara etimologis, tasamuh artinya menoleransi atau menerima perkara secara ringan. Sedangkan menurut terminologis, tasamuh diartikan sebagai sikap menerima perbedaan dengan ringan hati.
Sementara itu, menurut Kamus Besar bahasa Indonesia atau KBBI, tasamuh artinya kelapangan dada, keluasan pikiran, dan toleransi. Kemudian menurut Kemenag, sikap tasamuh adalah sikap akhlak terpuji dalam pergaulan, di mana terdapat rasa saling menghargai antara sesama manusia dalam batas-batas yang digariskan oleh agama Islam. Maksud dari tasamuh artinya bersikap menerima dan damai terhadap keadaan yang dihadapi, misalnya toleransi dalam agama ialah sikap saling menghormati hak dan kewajiban antaragama. Tasamuḥ dalam agama bukanlah mencampuradukkan keimanan dan ritual dalam agama, melainkan menghargai eksistensi agama yang dianut orang lain.
Dengan kata lain, tasamuh juga berarti membuka diri terhadap pandangan dan ide-ide baru. Ini tidak berarti kita harus setuju dengan semua pendapat orang lain, tetapi kita harus bersedia mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat tersebut dengan pikiran terbuka.
Advertisement
Ciri-ciri Orang Tasamuh
Seseorang bisa dikatakan memahami pengertian tasamuh dan mengamalkannya jika memiliki ciri-ciri berikut ini:
- Punya rasa kerelaan hati dan kedermawanan.
- Memiliki kelapangan.
- Terbiasa bersikap lemah-lembut karena mendapatkan kemudahan.
- Memiliki wajah yang ceria karena diliputi ketenangan.
- Jauh dari kesombongan karena merasa tak lebih tinggi dari orang lain.
- Mudah dalam berhubungan sosial (mu'amalah) dan terhindar dari perilaku licik.
- Menjalankan dakwah ke jalan Allah tanpa basa-basi.
- Tunduk dan merasa terikat kepada Allah SWT tanpa keberatan.
Contoh Penerapan Tasamuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3262836/original/016085200_1602227212-womanizer-wow-tech-8oB43mw658c-unsplash.jpg)
1. Menghormati Pemeluk Agama Lain dan Ibadahnya
Salah satu bentuk paling nyata dari tasamuh dalam kehidupan sehari-hari adalah menghormati pemeluk agama lain serta tidak mengganggu mereka dalam menjalankan ibadahnya. Rasulullah SAW hidup berdampingan dengan kaum Yahudi dan Nasrani di Madinah dan memberikan mereka kebebasan beragama. Dalam Piagam Madinah, Nabi menegaskan bahwa mereka memiliki hak hidup damai, hak beribadah, dan hak atas keadilan. Penerapannya saat ini bisa dilihat ketika seorang Muslim tidak memaksakan keyakinannya kepada orang lain, tidak menghina simbol agama lain, dan tetap menjaga etika dalam pergaulan lintas iman, misalnya dengan mengucapkan salam hormat, menjaga ketertiban saat umat lain beribadah, dan tidak menyebarkan ujaran kebencian.
2. Menjalin Hubungan Sosial yang Baik dengan Tetangga yang Berbeda Keyakinan
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga, tanpa memandang agama atau latar belakang. Rasulullah SAW bersabda:
“Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku tentang tetangga, hingga aku menyangka bahwa dia akan mewariskannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam konteks tasamuh, hal ini berarti membangun hubungan sosial yang sehat dengan siapa pun yang tinggal di sekitar kita, meski berbeda keyakinan. Penerapannya bisa berupa saling menyapa dengan sopan, memberikan bantuan saat tetangga mengalami musibah, menjaga kenyamanan lingkungan, dan tidak mengganggu hak mereka atas ketenangan, terutama saat sedang menjalankan kegiatan keagamaannya.
3. Tidak Memaksakan Pendapat atau Pemahaman Agama
Tasamuh juga berarti memberi ruang kepada orang lain untuk berpikir, berpendapat, dan meyakini sesuatu dengan kesadaran penuh, bukan karena paksaan. Dalam Al-Qur’an disebutkan,
“Bagi kalian agama kalian, dan bagiku agamaku” (QS. Al-Kafirun: 6).
Dalam kehidupan modern, ini relevan dalam konteks diskusi atau perdebatan keagamaan. Seorang Muslim yang menjunjung tinggi tasamuh tidak akan mencaci maki lawan debatnya, tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan tentang kelompok lain, dan tidak menganggap dirinya paling benar hingga menafikan keberadaan orang lain. Ia berdialog dengan santun, mengedepankan akhlak, dan terbuka untuk memahami sudut pandang yang berbeda.
4. Bersikap Adil dalam Layanan Publik dan Sosial
Sikap tasamuh juga harus tampak dalam pelayanan sosial dan institusi publik. Seorang Muslim yang bekerja sebagai pejabat, guru, dokter, atau pelayan masyarakat lainnya hendaknya memberikan pelayanan kepada siapa pun secara adil, tanpa membeda-bedakan latar belakang agama, suku, atau kelompok. Dalam Ensiklopedi Akhlak Rasulullah karya Syaikh Mahmud Al-Mishri dijelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah membeda-bedakan siapa yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan, bahkan beliau memberikan perlindungan kepada non-Muslim yang meminta bantuan dengan baik. Dalam praktik modern, ini bisa dilihat ketika petugas medis tetap merawat pasien dari agama berbeda dengan penuh empati, atau guru memperlakukan semua muridnya secara adil tanpa memihak.
5. Menghargai Hari Raya dan Tradisi Keagamaan Orang Lain
Salah satu bentuk tasamuh dalam masyarakat majemuk adalah menghargai hari raya agama lain dan tidak mengganggu pelaksanaannya. Meskipun dalam Islam terdapat batasan dalam hal mengucapkan selamat atau mengikuti upacara keagamaan lain, namun sikap dasar untuk menghormati dan tidak merendahkan tetap wajib dijaga. Seorang Muslim yang menjunjung tinggi nilai tasamuh akan tetap menjaga toleransi, misalnya dengan tidak membuat kegaduhan di sekitar tempat ibadah, memberikan ruang publik yang adil untuk pelaksanaan ibadah keagamaan, dan tidak menyebarkan hoaks yang bisa memecah persatuan bangsa.
6. Bersinergi dalam Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan
Islam mendorong umatnya untuk bekerja sama dalam hal kebaikan dan kemanusiaan, tanpa memandang perbedaan keyakinan. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa” (QS. Al-Maidah: 2).
Ini berarti, seorang Muslim yang memahami tasamuh akan bersinergi dengan siapa pun dalam program kemanusiaan seperti membantu korban bencana alam, mendirikan dapur umum, atau menjadi relawan dalam kegiatan sosial lintas agama. Tujuan utamanya adalah kemaslahatan bersama, bukan pengkotakan kelompok.
7. Menghindari Sikap Fanatik Buta dan Ekstremisme
Tasamuh juga menjadi benteng dari sikap ghuluw (berlebih-lebihan dalam beragama) atau fanatik buta yang menutup mata terhadap kebaikan kelompok lain. Sikap ini bisa memicu radikalisme, kekerasan, bahkan terorisme. Dalam sejarahnya, Rasulullah SAW menolak tindakan kekerasan atas nama agama dan mengajarkan agar umat Islam bersikap seimbang dan adil dalam menilai orang lain. Maka, penerapan tasamuh dalam hal ini adalah menolak semua bentuk kekerasan dan ujaran kebencian, baik di dunia nyata maupun media sosial, serta menegakkan prinsip Islam yang damai dan sejuk.
8. Mendidik Generasi Muda dengan Nilai Toleransi Sejak Dini
Tasamuh juga harus ditanamkan sejak kecil melalui pendidikan formal dan informal. Anak-anak perlu diajarkan bahwa berbeda bukan berarti bermusuhan, dan bahwa teman dari agama lain tetap harus dihormati. Ini bisa dilakukan melalui kurikulum pendidikan yang inklusif, kegiatan lintas budaya dan agama, serta contoh langsung dari orang tua atau guru yang bersikap toleran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai tasamuh akan tumbuh kuat dalam kepribadian mereka dan menjadi bekal hidup bermasyarakat.
Advertisement
Mengapa Tasamuh Penting?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3204104/original/092240800_1597040711-photo-1522219406764-db207f1f7640.jpg)
Tasamuh memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kerukunan dan kedamaian dalam masyarakat yang majemuk. Dengan adanya tasamuh, setiap orang dapat merasa aman dan nyaman untuk hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda keyakinan, suku, atau budaya. Tasamuh juga dapat mencegah terjadinya konflik dan perpecahan yang dapat merusak persatuan bangsa.
Selain itu, tasamuh juga dapat meningkatkan kualitas hidup kita sebagai individu. Dengan membuka diri terhadap perbedaan, kita dapat belajar banyak hal baru dan memperluas wawasan kita. Tasamuh juga dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih toleran, pengertian, dan empatik terhadap orang lain.
Dalam konteks Islam, tasamuh merupakan sifat terpuji yang dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri telah memberikan contoh bagaimana beliau bersikap toleran terhadap orang-orang yang berbeda agama. Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, kita hendaknya senantiasa mengamalkan tasamuh dalam kehidupan sehari-hari.
QnA Seputar Tasamuh
Q: Apakah tasamuh berarti menyamakan semua agama?
A: Tidak. Tasamuh bukan menyamakan semua agama, melainkan menghormati hak orang lain untuk menganut keyakinannya. Dalam Islam, keyakinan tetap harus dijaga, tetapi perbedaan harus dihormati. Seorang Muslim bisa tegas dalam akidah, namun tetap santun dan adil kepada pemeluk agama lain.
Q: Bagaimana Rasulullah SAW menerapkan tasamuh dalam kehidupannya?
A: Rasulullah SAW hidup berdampingan dengan kaum Yahudi, Nasrani, dan musyrikin di Madinah. Beliau membuat Piagam Madinah sebagai kesepakatan damai antarumat. Nabi juga tidak pernah menyakiti orang non-Muslim yang tidak memerangi Islam. Bahkan beliau membantu dan menjenguk tetangga yang berbeda agama ketika sakit.
Q: Apakah tasamuh bisa diterapkan dalam masyarakat modern yang majemuk?
A: Sangat bisa. Tasamuh justru menjadi kunci utama menjaga kerukunan dalam masyarakat yang beragam, seperti di Indonesia. Umat Islam bisa menjadi pelopor harmoni dengan cara menghormati perayaan agama lain, tidak menyebar ujaran kebencian, serta bekerja sama dalam kegiatan sosial lintas iman.
Q: Apa bentuk tasamuh dalam lingkungan sekolah atau kampus?
A: Bentuknya antara lain: menghargai teman yang berbeda agama, tidak mem-bully karena perbedaan keyakinan, mengikuti kegiatan lintas budaya dengan sikap terbuka, dan berdiskusi dengan bahasa santun meskipun pendapat berbeda. Sikap ini melatih empati, logika sehat, dan membangun karakter moderat.
Q: Apakah tasamuh membolehkan ikut ibadah agama lain?
A: Islam melarang ikut ibadah agama lain, karena bertentangan dengan tauhid. Namun, menghormati mereka yang beribadah adalah bagian dari tasamuh. Jadi, umat Islam tidak boleh mengikuti ritual agama lain, tetapi tetap menjaga adab, tidak menghina, dan menciptakan suasana yang damai selama umat lain beribadah.
Q: Bagaimana cara mengajarkan tasamuh kepada anak-anak?
A: Ajarkan anak untuk mengenal keberagaman dengan positif, menumbuhkan empati kepada teman yang berbeda agama, membiasakan ucapan sopan, dan memberikan contoh lewat tindakan sehari-hari. Orang tua dan guru harus menjadi teladan utama dalam sikap toleransi yang tidak berlebihan dan tidak mengabaikan akidah.
Q: Apa bahaya jika umat Islam tidak menerapkan tasamuh?
A: Tanpa tasamuh, masyarakat akan mudah terpecah, timbul radikalisme, kebencian, dan konflik horizontal. Ini bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW yang membawa Islam sebagai agama damai. Ketidaktoleranan juga dapat mencoreng citra Islam di mata dunia dan menghambat dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4649931/original/022967500_1700043484-multi-ethnic-people-traditional-dress-diversity-culture-unity-friendship.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1395274/original/089703100_1478246209-Harmoni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257126/original/025840700_1781221894-AP26162777114808.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)