10 Nama dan Tugas Malaikat dalam Islam yang Wajib Diketahui

Malaikat memiliki tugas yang berbeda-beda dalam kepercayaan Islam. Artikel ini membahas peran penting Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan.

Diterbitkan 09 Juli 2025, 12:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Di antara hal-hal gaib yang wajib diimani oleh umat Islam adalah keberadaan malaikat. Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia biasa, namun mereka senantiasa hadir dalam kehidupan kita untuk menjalankan tugas-tugas yang telah ditetapkan oleh-Nya. Dalam Rahasia Alam Malaikat, Jin, dan Setan karya Prof. Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, dijelaskan bahwa malaikat merupakan hamba-hamba Allah yang taat sepenuhnya, tidak pernah membangkang, dan hanya melaksanakan perintah-Nya.

Mahmud Asy-Syafrowi dalam Mengundang Malaikat ke Rumah menyebutkan bahwa kata “malaikat” berasal dari bahasa Arab malak yang berakar dari al-alukah, artinya misi atau pesan. Maka tidak heran jika Al-Qur’an pun sering menyebut malaikat sebagai “rusul” atau utusan, seperti dalam Surat Hud ayat 69 ketika para malaikat datang kepada Nabi Ibrahim membawa kabar gembira. Mereka adalah makhluk yang diciptakan dari cahaya (nur) sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Muslim:

"Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian."

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 30, Allah SWT berfirman kepada para malaikat sebelum menciptakan Nabi Adam, menandakan bahwa malaikat telah ada sejak sebelum manusia pertama diciptakan. Jumlah mereka sangat banyak, namun umat Islam diperkenalkan dengan 10 nama malaikat utama beserta tugasnya. Berikut ulasan Liputan6.com tentang tugas malaikat lebih lanjut, Rabu (9/7/2025).

Nama-nama Malaikat dan Tugasnya 

Menurut H. Darwis Abu Ubaidah dalam Tafsir Al-Asas, berikut adalah 10 nama malaikat utama beserta tugasnya:

1. Jibril (جبريل)

Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada para nabi dan rasul. Ia dikenal sebagai Ruhul Qudus (roh yang suci) dan Ruhul Amin (roh yang terpercaya), seperti disebutkan dalam QS. An-Nahl: 102 dan QS. Asy-Syu’ara: 192-194.

2. Mikail (ميكائيل)

Bertugas mengatur pembagian rezeki, mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan. Namanya disebut dalam QS. Al-Baqarah: 98. Ia juga turut mendampingi Jibril dalam beberapa peristiwa penting, termasuk dalam peperangan.

3. Israfil (إسرافيل)

Bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat. Tiupan pertama untuk mengguncang alam semesta, kedua untuk mematikan seluruh makhluk, dan ketiga untuk membangkitkan kembali. Hal ini dijelaskan dalam QS. Az-Zumar: 68.

4. Izrail (عزرائيل)

Dikenal sebagai malaikat maut. Ia bertugas mencabut nyawa setiap makhluk hidup atas perintah Allah SWT. Surat As-Sajdah: 11 menyebutnya sebagai “Malaikat Maut”.

5. Munkar (منكر)

Bersama Nakir, malaikat ini bertugas menanyai manusia di alam kubur tentang keyakinan dan amal perbuatannya.

6. Nakir (نكير)

Mendampingi Munkar dalam menanyai manusia di alam kubur. Wajahnya tampak menakutkan bagi orang-orang yang berdosa.

7. Raqib (رقيب)

Bertugas mencatat seluruh amal baik manusia. Ia berada di sebelah kanan seseorang. QS. Qaf: 17-18 menggambarkan peran Raqib bersama Atid.

8. Atid (عتيد)

Mencatat amal buruk manusia dan berada di sisi kiri. Namun, malaikat ini memberi kesempatan seseorang untuk bertaubat sebelum mencatat kesalahannya.

9. Malik (مالك)

Penjaga neraka yang memimpin para malaikat zabaniyah. Ia disebut dalam QS. Az-Zukhruf: 77 sebagai sosok yang ditanya oleh penghuni neraka agar kematian segera datang.

10. Ridwan (رضوان)

Penjaga surga, meskipun namanya tidak eksplisit disebut dalam Al-Qur’an, namun para ulama sepakat dengan sebutan ini. Ia digambarkan dalam QS. Az-Zumar: 73 sebagai malaikat yang menyambut penghuni surga dengan ucapan selamat.

Iman kepada Malaikat

Iman kepada malaikat merupakan rukun iman kedua dalam ajaran Islam. Hal ini ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah: 285:

"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya..."

Beriman kepada malaikat artinya meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT menciptakan makhluk tak kasatmata ini untuk menjalankan perintah-Nya dan mengatur urusan semesta. Menurut buku Makalah Pendidikan Agama Islam oleh Qasas Cognitio Publisher, iman kepada malaikat akan berdampak pada perilaku manusia. Orang yang beriman kepada malaikat akan:

  • Lebih berhati-hati dalam ucapan dan tindakan, karena mengetahui bahwa amal baik dan buruk dicatat.
  • Lebih giat dalam beribadah dan melakukan kebaikan.
  • Lebih menyadari adanya kehidupan setelah mati.
  • Menumbuhkan semangat berusaha karena rezeki dan urusan duniawi juga diatur oleh malaikat.
  • Merasa dekat dengan Allah SWT karena yakin para malaikat selalu hadir mengiringi amal baik.

Kepercayaan ini bukan hanya menumbuhkan rasa takut terhadap dosa, tapi juga cinta kepada kebaikan dan kerinduan akan ridha Allah SWT.

FAQ Seputar Malaikat

1. Apakah malaikat bisa dilihat oleh manusia?

Tidak, malaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan dari cahaya, tidak terlihat oleh manusia biasa. Namun, dengan izin Allah, mereka bisa menampakkan diri seperti yang terjadi kepada para nabi.

2. Apakah malaikat memiliki kehendak bebas seperti manusia?

Tidak. Malaikat tidak memiliki nafsu dan tidak membangkang terhadap perintah Allah. QS. Al-Anbiya: 27 menjelaskan: "Mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya."

3. Apakah jumlah malaikat hanya sepuluh?

Tidak. Jumlah malaikat sangat banyak dan tak terhitung. Hanya saja, dalam ajaran dasar Islam, dikenal sepuluh nama malaikat utama yang wajib diketahui dan diimani.

4. Apakah malaikat bisa berdoa atau memohon kepada Allah untuk manusia?

Ya. Dalam QS. Ghafir: 7-9 disebutkan bahwa para malaikat berdoa untuk orang-orang beriman agar Allah mengampuni mereka dan memasukkan mereka ke dalam surga.

5. Apakah semua rezeki manusia ditentukan oleh malaikat Mikail?

Malaikat Mikail bertugas sebagai pengatur rezeki, tetapi rezeki tetap datang dari Allah SWT. Mikail hanya menjadi perantara dalam pelaksanaannya, dan manusia tetap harus berusaha dan berdoa untuk memperolehnya.