Liputan6.com, Jakarta - Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon pengabulan hajat atau keinginan kepada Allah SWT. Tidak ada batasan waktu khusus untuk melaksanakannya, namun waktu-waktu mustajab yang dianjurkan adalah sepertiga malam terakhir atau saat sholat tahajud.
Selain waktu menunaikannya, muslim juga harus paham betul tata cara sholat hajat. Dalam buku Amalan Praktis Shalat Hajat Wanita karya Ustazah Mamah Deden, hal itu ditegaskan oleh Abu Hurairah dalam hadis Bukhari yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Tuhan kita Azza Wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat itu, Dia berfirman, “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, pasti aku kabulkan, barangsiapa yang memohon kepada-ku pasti aku beri, dan barangsiapa yag meminta ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni.”
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Kamis (3/7/2025).
Tata Cara Sholat Hajat 2 Rakaat: Niat sampai Rukuk
Dalam kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi dikutip hadits yang diriwayatkan Imam at-Tirmidzi mengenai anjuran shalat hajat:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِيي آدَمَ، فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، ثُمَّ لْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللَّهِ، وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ,…
dari Abdullah bin Abu Aufa dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang yang memiliki hajat (keinginan) kepada Allah atau kepada manusia, hendaklah dia berwudHu dengan menyempurnakan wudunya, lalu melaksanakan shalat dua rakaat, memuji kepada Allah, membaca shalawat kepada Nabi SAW.”
Adapun niat dari sholat hajat adalah:
اُصَليْ سُنةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillaahi ta’aala (saya shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah).
Sebelum melaksanakan sholat hajat, bacalah bacaan niat lebih dahulu. Lalu setelah membaca surat Al-Fatihah, dapat membaca ayat Kursi dan surat Al-Ikhlas. Hal ini telah diriwayatkan dari Wahib bin Al-Ward.
Setelah berniat, sholat dilanjutkan dengan serangkaian gerakan dan bacaan yang tertib. Mengutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh Ri’fai (Semarang, 1976), setiap gerakan dan bacaan memiliki makna dan tujuan tersendiri dalam menghadirkan kekhusyukan.
Dimulai dari takbiratul ihram, membaca doa iftitah, Al Fatihah, surat pendek, hingga rukuk, semua dilakukan dengan tuma’ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa). Berikut adalah tata cara dan bacaan sholat mulai dari takbiratul ihram hingga rukuk:
Takbiratul Ihram:
Setelah membaca niat dalam keadaan berdiri tegak menghadap kiblat, angkat kedua tangan untuk takbir.
اللهُ أكْبَرُ
Latin: Allahu Akbar Artinya: "Allah Maha Besar."
Doa Iftitah:
Sesudah melafalkan takbir pertama, selanjutnya membaca doa iftitah berikut.
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Latin: Allahu akbar kabiiraa wal hamdu lillahi katsiiraa washub-haanallahi bukratan wa ashiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassa maawaati wal ardla haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wama maati lillahi rabbil aalamiina. Laasyriika lahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimin.
Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi sampai sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada zat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari gologan orang muslimin.
Membaca Surat Al-Fatihah:
Dalam shalat wajib hukumnya untuk membaca surah Al-Fatihah. Sebab membaca surah Al-Fatihah menjadi salah satu rukun sholat yang harus dipenuhi.
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Latin: Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu waiyyaaka nasta'iin. Ihdinash shirraathal musthaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim. Ghairil maghduubi 'alaihim waladl-dlaalliin.
Artinya : "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat."
Membaca Surat-Surat Pendek:
Setelah membaca surat Al-Fatihah, sebaiknya Anda juga membaca salah satu surat pendek al-Qur'an, sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya.
Bacaan Rukuk:
Usai membaca surat pendek, angkat kedua tangan untuk mengucapkan takbir. Lalu, tekuk badan untuk menunduk sambil memegang lutut dengan kedua tangan. Saat rukuk, pastikan punggung ditekan sehingga sejajar dengan kepala. Kemudian baca, bacaan tasbih berikut ini:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaana rabbiyal 'adzhiimi wabihamdihi (3 kali)
Artinya: "Maha suci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya."
Advertisement
Tata Cara Sholat Hajat 2 Rakaat: Iktidal sampai Salam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102743/original/035748100_1737446916-1737445603511_tata-cara-sholat-qobliyah-subuh.jpg)
Setelah rukuk, gerakan sholat dilanjutkan dengan i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud, dan diakhiri dengan salam.
Setiap gerakan dan bacaan memiliki makna dan keutamaan tersendiri. Berikut adalah tata cara dan bacaan sholat mulai dari i'tidal hingga salam:
Bacaan Iktidal:
Setelah rukuk, lalu bangkit dengan tegak, dan mengangkat kedua belah tangan seperti saat takbir. Sembari membaca:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin: Sami'allaahu liman hamidah
Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
Pada waktu berdiri tegak terus membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ
Latin: Rabbanaa lakal hamdu mil ussamawaati wamil ul ardli wamil u maa syi'ta min syai'in ba'du.
Artinya: "Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu."
Bacaan Sujud:
Setelah iktidal terus sujud dengan meletakkan dahi ke tempat sujud. Dan ketika turun sembari membaca "Allahu Akbar" dan saat sujud membaca tasbih berikut:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi (3 kali)
Artinya: "Maha Suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya."
Duduk di Antara Dua Sujud:
Setelah sujud, kemudian duduk sembari membaca "Allahu Akbar" dan saat duduk membaca bacaan berikut.
رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
Latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fuannii.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."
Sujud Kedua:
Kemudian melakukan sujud yang kedua seperti pada sujud pertama. Cara bacaannya sama seperti bacaan pada sujud pertama.
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi (3 kali)
Artinya: "Maha Suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya."
Bangkit untuk Rakaat Berikutnya:
Setelah selesai sujud kedua maka selesailah salat rakaat pertama. Kemudian berdiri dan mengerjakan rakaat kedua, ketiga dan keempat. Bacaan dan tata caranya sama dengan rakaat pertama.
Duduk Tasyahud atau Tahiyat Awal:
Jika salat dilakukan lebih dari 2 rakaat, maka pada rakaat kedua duduk untuk menunaikan tasyahud atau tahiyat bagian pertama. Caranya duduk dengan kaki kanan tegak dan kaki kiri diduduki.
Berikut bacaan tasyahud atau tahiyat awal yang dibaca:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad."
Bacaan Tasyahud atau Tahiyat Akhir:
Setelah tahiyat awal, berdirilah untuk melakukan rakaat ketiga dan keempat. Pada rakaat terakhir, kembali duduk untuk melakukan tahiyat terakhir dengan membaca dan berdoa kepada Nabi Muhammad saw. Tahiyat terakhir ini hampir sama dengan kepala tahiyat asli. Namun bedanya pada tahiyat kedua ini, pantat tidak bertumpu pada kaki kiri melainkan mengarah lurus ke tanah. Kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan.
Berikut bacaan tasyahud atau tahiyat akhir yang dibaca:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍمُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad. Kamaa shallaita 'alaa sayyidina Ibraahima wa 'alaa aali sayiidinaa Ibraahimm wabaarik 'alaa sayyidina Muhammad wa'alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa Ibraahim fil'aala miina innaka hamiidun majiid.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad. Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha mulia."
Dalam setiap tahiyat, baik tahiyat awal maupun tahiyat akhir, jari telunjuk tangan kanan dikedepankan ke depan ketika mengucapkan “Asyhadu allaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar rasuulullah.” Sampai akhir.
Salam:
Setelah tahiyat terakhir, salat diakhiri dengan salam dan melihat ke kanan dan ke kiri, sembari membaca:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Latin: Assalaamualaikum wa rahmatullah
Artinya: "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian."
Masing-masing pembacaan ini dilakukan pada saat wajah menghadap ke kanan dan wajah menghadap ke kiri.
Doa Setelah Sholat Hajat
Melansir dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Setelah melaksanakan shalat dua rakaat, kita dianjurkan membaca doa sebagai berikut:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِللِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَههُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil’arsyil-‘adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima magfiratika wal -‘ismata min kulli dzambin wal-ganiimata min kulli birrin was-salaamata min kulli istmin, laa tada’ lii dzanban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridlan illaa qadlaitahaa yaa arhamar-raahimiin.
Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Mahapenyantun lagi Mahamulia, Mahasuci Allah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan terpelihara dari semua dosa yang menjarah setiap kebaikan dan selamat dari semua dosa. Janganlah Engkau tinggalkan suatu dosa pun bagiku, melainkan Engkau mengampuninya, dan tidak pula kesusahan melainkan Engkau berikan penawar kepadanya dan tidak pula suatu keperluan yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau memastikan buatku, wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.”
Selesai membaca doa di atas, Imam an-Nawawi menganjurkan untuk melengkapinya dengan doa kebaikan dunia dan akhirat:
Allahumma aatina fid-dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar
“Ya Allah anugerahkan kebaikan kepadaku baik di dunia maupun di akhirat, dan jagalah aku dari siksa api neraka.”
Advertisement
Waktu Sholat Hajat yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
Sholat hajat boleh dikerjakan pada waktu siang ataupun malam hari, termasuk sholat hajat jam 9 pagi. Akan tetapi, ada waktu yang lebih diutamakan, yaitu pada malam hari atau di sepertiga malam. Adapun rincian waktu sholat hajat adalah sebagai berikut:
Sepertiga malam menjadi salah satu waktu baik untuk berdoa. Apalagi pada sepertiga malam akhir yang dilakukan bersama sholat tahajud.
Hal itu ditegaskan oleh Abu Hurairah dalam hadis Bukhari yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tuhan kita Azza Wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat itu, Dia berfirman, “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, pasti aku kabulkan, barangsiapa yang memohon kepada-ku pasti aku beri, dan barangsiapa yag meminta ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni.”
Sepertiga malam pertama untuk sholat Hajat: Pada pukul 19.00–22.00
Sepertiga malam kedua untuk sholat Hajat: Pada pukul 22.00–1.00
Sepertiga malam terakhir untuk sholat Hajat: Pada pukul 1.00–4.00
FAQ
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum mengenai tata cara sholat hajat:
Kapan waktu terbaik melaksanakan sholat hajat?
Sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, namun waktu utama adalah sepertiga malam terakhir.
Berapa jumlah rakaat dalam sholat hajat?
Jumlah rakaat minimal dua dan maksimal dua belas, dilakukan secara munfarid (sendiri).
Apa yang dibaca setelah Al-Fatihah dalam sholat hajat?
Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Ayat Kursi dan surat Al-Ikhlas.
Bagaimana cara menyampaikan hajat dalam sholat hajat?
Sampaikan hajat secara spesifik dan khusyuk dalam doa setelah sholat.
Apakah sholat hajat bisa dilakukan berjamaah?
Sholat hajat lebih utama dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid).
Apa yang harus dilakukan setelah sholat hajat?
Setelah sholat, perbanyak istighfar, shalawat, dan berdoa memohon pengabulan hajat.
Apakah ada waktu terlarang untuk melaksanakan sholat hajat?
Terdapat larangan sholat hajat setelah salat Asar dan setelah salat Subuh.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102735/original/055616000_1737446893-1737445578936_tata-cara-sholat-dhuha-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)