Liputan6.com, Jakarta - Sholat adalah rukun Islam yang wajib ditunaikan setiap muslim. Memahami bacaan sholat dengan benar dan khusyuk menjadi kunci utama dalam meraih manfaat spiritual dari ibadah ini.
tata cara sholat dimulai dengan tahapan thaharah—persiapan mensucikan diri—yang mencakup wudhu, tayammum, atau mandi wajib sesuai kondisi. Menurut jurnal “Pentingnya Pembelajaran Tata Cara Shalat dan Thahara Meliputi Wudhu, Tayammum dan Mandi Wajib: Studi Fenomenial Peserta Didik” oleh Ni’mah Wahyuni dkk. (Universitas Madako Tolitoli, 2023), wudhu dimulai dari niat, mencuci tangan hingga siku, berkumur, mengusap wajah, kepala, dan kaki hingga mata kaki, kemudian diakhiri bacaan syahadat sambil menghadap kiblat.
Memahami dan mengamalkan setiap bacaan dan gerakan sholat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta. Sholat yang khusyuk akan membawa dampak positif.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (2/7/2025).
Bacaan Sholat Lengkap: Niat 5 Waktu
Niat merupakan rukun penting dalam sholat. Niat diucapkan dalam hati dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Melansir dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap Plus, Drs. Moh. Rifa'i, 2021, niat menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah yang dikerjakan.
Setiap sholat fardhu memiliki niat yang berbeda-beda. Penting untuk memahami dan menghafal niat sholat lima waktu agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat. Berikut adalah bacaan niat sholat lima waktu lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya:
Niat Salat Subuh (2 rakaat)
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Latin: Ushalli fardlash shub-hi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat salat fardu subuh dua raka'at menghadap kiblat karena Allah."
Niat salat Dhuhur (4 rakaat)
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Latin: Ushalli fardhadh dhuhri arba'a rak'aatain mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat salat fardlu dhuhur empat raka'at menghadap qiblat karena Allah."
Niat salat Ashar (4 rakaat)
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Latin: Ushalli fardlal 'ashri arba'a raka'aatain mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat salat fardu Ashar empat raka'at menghadap qiblat karena Allah."
Niat salat Maghrib (3 rakaat)
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَ
Latin: Ushalli fardlal maghribi tsalaatsa raka'aatain mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat salat fardu maghrib tiga raka'at menghadap kiblat karena Allah,"
Niat salat Isya (4 rakaat)
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Latin: Ushalli fardlal 'Isyaa-i arba'a raka'aatain mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat salat fardu 'Isya empat raka'at menghadap kiblat karena Allah."
Advertisement
Bacaan Sholat Lengkap: Takbiratul Ihram sampai Rukuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430878/original/058976400_1618561327-20210416-Itikaf-Masjid-Kubah-Emas-4.jpg)
Setelah berniat, sholat dilanjutkan dengan serangkaian gerakan dan bacaan yang tertib. Mengutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh Ri’fai (Semarang, 1976), setiap gerakan dan bacaan memiliki makna dan tujuan tersendiri dalam menghadirkan kekhusyukan.
Dimulai dari takbiratul ihram, membaca doa iftitah, Al Fatihah, surat pendek, hingga rukuk, semua dilakukan dengan tuma’ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa). Berikut adalah tata cara dan bacaan sholat mulai dari takbiratul ihram hingga rukuk:
Takbiratul Ihram
Setelah membaca niat dalam keadaan berdiri tegak menghadap kiblat, angkat kedua tangan untuk takbir.
اللهُ أكْبَرُ
Latin: Allahu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar."
Doa Iftitah
Sesudah melafalkan takbir pertama, selanjutnya membaca doa iftitah berikut.
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Latin: Allahu akbar kabiiraa wal hamdu lillahi katsiiraa washub-haanallahi bukratan wa ashiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassa maawaati wal ardla haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wama maati lillahi rabbil aalamiina. Laasyriika lahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimin.
Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi sampai sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada zat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari gologan orang muslimin.
Membaca Surat Al-Fatihah
Dalam salat wajib hukumnya untuk membaca surah Al-Fatihah. Sebab membaca surah Al-Fatihah menjadi salah satu rukun sholat yang harus dipenuhi.
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Latin: Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu waiyyaaka nasta'iin. Ihdinash shirraathal musthaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim. Ghairil maghduubi 'alaihim waladl-dlaalliin.
Artinya : "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat."
Membaca Surat-Surat Pendek
Setelah membaca surat Al-Fatihah, sebaiknya Anda juga membaca salah satu surat pendek al-Qur'an. Seperti surat Al-Kafirun, An-Nas atau surat pendek lainnya.
Berikut adalah contoh bacaan surat Al-Kafirun:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Latin:
"Bismillahirrahmanirrahim, qul ya ayyuhal kafirun, la a'budu ma ta'budun wa la antum 'abiduna ma a'budu wa la ana 'abidun ma 'abadtum wa la antum 'abiduna ma a'budu lakum dinukum waliyadin"
Artinya:
"Katakanlah: Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak akan menyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.Bagimu agamamu dan bagiku agamaku."
Bacaan Rukuk
Usai membaca surat pendek, angkat kedua tangan untuk mengucapkan takbir. Lalu, tekuk badan untuk menunduk sambil memegang lutut dengan kedua tangan.
Saat rukuk, pastikan punggung ditekan sehingga sejajar dengan kepala. Kemudian baca, bacaan tasbih berikut ini:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaana rabbiyal 'adzhiimi wabihamdihi (3 kali)
Artinya: "Maha suci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya."
Bacaan Sholat Lengkap: Iktidal sampai Salam
Pemahaman tata cara sholat tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga praktis dan pedagogis. Menurut penelitian “Analisis Perbedaan Gerakan Takbir dalam Sholat Menurut 4 Mazhab” (Jurnal MH, 2025), gerakan dan bacaan masing masing rukun sholat—takbir, ruku, sujud, duduk—harus diikuti dengan tuma’ninah untuk mencapai kekhusyuan dan kesesuaian syariat.
Setelah rukuk, gerakan sholat dilanjutkan dengan i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud, dan diakhiri dengan salam. Setiap gerakan dan bacaan memiliki makna dan keutamaan tersendiri. Berikut adalah tata cara dan bacaan sholat mulai dari i'tidal hingga salam:
Bacaan Iktidal
Setelah rukuk, lalu bangkit dengan tegak, dan mengangkat kedua belah tangan seperti saat takbir. Sembari membaca:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin: Sami'allaahu liman hamidah
Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
Pada waktu berdiri tegak terus membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ
Latin: Rabbanaa lakal hamdu mil ussamawaati wamil ul ardli wamil u maa syi'ta min syai'in ba'du.
Artinya: "Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu."
Bacaan Sujud
Setelah iktidal terus sujud dengan meletakkan dahi ke tempat sujud. Dan ketika turun sembari membaca "Allahu Akbar" dan saat sujud membaca tasbih berikut:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi (3 kali)
Artinya: "Maha Suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya."
Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah sujud, kemudian duduk sembari membaca "Allahu Akbar" dan saat duduk membaca bacaan berikut.
رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
Latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fuannii.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."
Sujud Kedua
Kemudian melakukan sujud yang kedua seperti pada sujud pertama. Cara bacaannya sama seperti bacaan pada sujud pertama.
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi (3 kali)
Artinya: "Maha Suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya."
Bangkit untuk Rakaat Berikutnya
Setelah selesai sujud kedua maka selesailah salat rakaat pertama. Kemudian berdiri dan mengerjakan rakaat kedua, ketiga dan keempat. Bacaan dan tata caranya sama dengan rakaat pertama.
Duduk Tasyahud atau Tahiyat Awal
Jika salat dilakukan lebih dari 2 rakaat, maka pada rakaat kedua duduk untuk menunaikan tasyahud atau tahiyat bagian pertama.
Caranya duduk dengan kaki kanan tegak dan kaki kiri diduduki. Berikut bacaan tasyahud atau tahiyat awal yang dibaca:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad."
Bacaan Tasyahud atau Tahiyat Akhir
Setelah tahiyat awal, berdirilah untuk melakukan rakaat ketiga dan keempat. Pada rakaat terakhir, kembali duduk untuk melakukan tahiyat terakhir dengan membaca dan berdoa kepada Nabi Muhammad saw.
Tahiyat terakhir ini hampir sama dengan kepala tahiyat asli. Namun bedanya pada tahiyat kedua ini, pantat tidak bertumpu pada kaki kiri melainkan mengarah lurus ke tanah. Kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan.
Berikut bacaan tasyahud atau tahiyat akhir yang dibaca:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍمُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad. Kamaa shallaita 'alaa sayyidina Ibraahima wa 'alaa aali sayiidinaa Ibraahimm wabaarik 'alaa sayyidina Muhammad wa'alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa Ibraahim fil'aala miina innaka hamiidun majiid.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad. Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha mulia."
Dalam setiap tahiyat, baik tahiyat awal maupun tahiyat akhir, jari telunjuk tangan kanan dikedepankan ke depan ketika mengucapkan “Asyhadu allaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar rasuulullah.” Sampai akhir.
Salam
Setelah tahiyat terakhir, salat diakhiri dengan salam dan melihat ke kanan dan ke kiri, sembari membaca:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Latin: Assalaamualaikum wa rahmatullah
Artinya: "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian."
Masing-masing pembacaan ini dilakukan pada saat wajah menghadap ke kanan dan wajah menghadap ke kiri.
Advertisement
Tips Khusyuk dalam Sholat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449234/original/037900000_1620241442-000_99C2KR.jpg)
Khusyuk dalam sholat adalah dambaan setiap muslim. Dalam jurnal “Bimbingan Tata Cara Shalat ala Rasulullah” (STAI Almujtama, 2024), disebutkan bahwa bimbingan langsung dan praktik rutin meningkatkan kualitas ibadah dan kekhusyukan santri, karena menghindari pelaksanaan yang terburu-buru serta membiasakan kesesuaian gerakan dan bacaan sesuai tuntunan Nabi.
Namun, mencapai kekhusyukan bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan latihan dan kesungguhan dalam mempersiapkan diri sebelum dan saat melaksanakan sholat. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu meningkatkan kekhusyukan dalam sholat:
1. Memahami Makna Bacaan Sholat
Berusaha memahami arti dari setiap bacaan dalam sholat dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan penghayatan. Saat membaca Al-Fatihah, misalnya, resapi makna setiap ayat yang diucapkan.
2. Fokus dan Konsentrasi Penuh
Usahakan untuk memfokuskan pikiran hanya kepada Allah SWT saat sholat. Hindari memikirkan urusan duniawi yang dapat mengganggu konsentrasi. Bayangkan diri sedang berhadapan langsung dengan-Nya.
3. Memilih Tempat yang Tenang
Pilihlah tempat yang tenang dan nyaman untuk melaksanakan sholat. Hindari tempat yang ramai dan berisik agar dapat lebih fokus dan khusyuk.
4. Melaksanakan Sholat di Awal Waktu
Bersegera melaksanakan sholat di awal waktu menunjukkan kesungguhan dalam beribadah. Hal ini juga dapat membantu menghindari penundaan yang dapat menyebabkan kelalaian.
5. Memperbanyak Dzikir Sebelum Sholat
Melakukan dzikir sebelum sholat dapat membantu menenangkan hati dan mempersiapkan diri secara spiritual. Dzikir dapat berupa membaca tasbih, tahmid, atau istighfar.
6. Menghayati Setiap Gerakan Sholat
Lakukan setiap gerakan sholat dengan perlahan dan penuh penghayatan. Rasakan makna spiritual di balik setiap gerakan tersebut. Misalnya, saat sujud, bayangkan diri sedang merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Allah SWT.
7. Mempersiapkan Diri dengan Wudhu Sempurna
Wudhu bukan hanya sekadar membersihkan diri dari hadas kecil, tetapi juga merupakan persiapan spiritual sebelum sholat. Lakukan wudhu dengan sempurna dan khusyuk agar hati menjadi lebih tenang.
FAQ
1. Apa bacaan niat sholat fardu lima waktu?
Niat sholat dibaca dalam hati sebelum takbiratul ihram. Berikut contoh niat untuk sholat Subuh:
Sholat Subuh:
“Ushalli fardhas-shubhi rak‘ataini mustaqbilal-qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.”
Artinya: Aku niat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
Niat untuk sholat lainnya sama, hanya mengganti nama sholat dan jumlah rakaat sesuai waktunya (Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya).
2. Apa bacaan ketika takbiratul ihram?
Bacaan saat takbiratul ihram adalah:
“Allāhu Akbar”
Artinya: Allah Maha Besar.
Ini diucapkan sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga (laki-laki) atau bahu (perempuan) untuk memulai sholat.
3. Apa bacaan doa iftitah setelah takbiratul ihram?
Salah satu versi yang sering dibaca:
“Allāhumma bā‘id bainī wa baina khaṭāyāya, kamā bā‘adta baina al-masyriqi wa al-maghrib. Allāhumma naqqinī min khaṭāyāya, kamā yunaqqā al-thawb al-abyaḍ min al-danas. Allāhumma ighsilnī min khaṭāyāya bil-mā’i wa al-thalji wa al-barad.”
Artinya: Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahanku seperti kain putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan embun.
4. Apa bacaan saat rukuk?
Bacaan saat ruku:
“Subḥāna Rabbiyal-‘Aẓīm wa biḥamdih”
Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.
Bacaan ini dibaca minimal 3 kali dengan tuma’ninah.
5. Apa bacaan sujud dalam sholat?
Saat sujud dibaca:
“Subḥāna Rabbiyal-A‘lā wa biḥamdih”
Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya.
Bacaan ini juga diulang minimal 3 kali.
6. Apa bacaan tasyahud awal dan akhir?
Tasyahud awal:
“Attahiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt. Assalāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. Assalāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.”
Tasyahud akhir:
Tambahkan:
“Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin wa ‘alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm. Wa bārik ‘alā Muḥammadin wa ‘alā āli Muḥammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, fil ‘ālamīna innaka Ḥamīdun Majīd.”
7. Apa bacaan saat salam untuk mengakhiri sholat?
Salam pertama (wajib):
“Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh”
Menghadap ke kanan.
Salam kedua (sunnah):
“Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh”
Menghadap ke kiri.
Artinya: Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah atasmu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4213817/original/036215300_1667476717-bacaan-sholat-dari-awal-sampai-akhir-lengkap-dengan-niatnya.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368169/original/069389400_1679530201-Salat_Tarawih_Pertama_di_Hagia_Sophia_mosque-AP__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368604/original/007079000_1679547739-20230323-Sholat-Tarawih-Ramadhan-Masjid-Raya-Baiturrahman-Banda-Aceh-AFP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)