Liputan6.com, Jakarta Dalam ajaran Islam, setiap lafaz dzikir memiliki makna dan konteks penggunaan yang khas dan tidak boleh disamakan begitu saja. Dua ungkapan yang paling sering diucapkan oleh umat Muslim adalah Masyaallah dan Subhanallah. Sekilas terdengar serupa, namun sejatinya kedua kalimat ini mengandung makna yang sangat berbeda dan digunakan dalam situasi yang berlainan. Memahami perbedaan Masyaallah dan Subhanallah menjadi penting agar tidak salah dalam mengungkapkan kekaguman, pujian, atau rasa takjub terhadap sesuatu yang kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam buku Zikir dan Doa dalam Al-Qur'an dan Hadis karya H. Abdul Somad, Lc., M.A., dijelaskan bahwa Masyaallah berasal dari kalimat “maa syaa’ Allah” yang artinya “apa yang dikehendaki Allah”. Kalimat ini lazim diucapkan ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan, baik berupa keindahan, prestasi, maupun kemuliaan, sebagai bentuk pengakuan bahwa semua itu terjadi karena kehendak Allah. Sedangkan Subhanallah, menurut buku Makna Dzikir & Doa dalam Islam karya Ustadz Abu Qatadah, diucapkan untuk menyucikan Allah dari segala kekurangan dan ketidaksempurnaan, serta sering digunakan saat seseorang menyaksikan sesuatu yang di luar nalar atau mengejutkan.
Dengan memahami perbedaan Masyaallah dan Subhanallah, umat Islam diharapkan bisa lebih tepat dalam memilih kalimat dzikir yang sesuai dengan konteks yang sedang dihadapi. Ketepatan dalam pengucapan ini bukan hanya menunjukkan pemahaman makna, tetapi juga mencerminkan adab dan kesadaran spiritual dalam beribadah melalui lisan.
Advertisement
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (2/7/2025).
Perbedaan MasyaAllah dan Subhanallah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1558528/original/064075200_1544963062-032502900_1491459171-WP-Islam-by-Omar-iStock-sm.jpg)
Makna dari kalimat Masyaallah dan Subhanallah sering kali disalahartikan karena keduanya sama-sama terdengar religius dan penuh kekaguman. Padahal, dalam penggunaannya, kedua kalimat ini memiliki konteks yang berbeda. Berdasarkan buku Kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia (2003) karya Yus Badudu, kata Masyaallah berarti “yang dikehendaki Allah (bisa terjadi)”. Kalimat ini biasanya diucapkan seseorang saat melihat sesuatu yang luar biasa indah, memukau, atau membanggakan. Artinya, ungkapan ini mencerminkan kekaguman atas kebesaran ciptaan Allah yang positif. Bahkan dalam Surat Al-Kahfi ayat 39, Allah menganjurkan umat-Nya untuk mengucapkan “Masyaallah laa quwwata illa billah” sebagai bentuk kekaguman yang diiringi rasa syukur atas karunia-Nya.
Sementara itu, Subhanallah memiliki makna yang berbeda dan biasa diucapkan saat seseorang melihat atau mendengar hal-hal yang mengherankan, aneh, atau di luar nalar. Dalam konteks ini, Subhanallah mengandung makna pensucian Allah dari segala hal yang tidak pantas, yakni “Maha Suci Allah”. Kalimat ini disebut sebagai bentuk tasbih, dan dalam praktik keagamaan Islam, sering digunakan sebagai bagian dari dzikir harian. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Ali Imran ayat 41, umat Muslim diperintahkan untuk banyak menyebut nama Allah dan bertasbih di waktu pagi dan petang. Oleh karena itu, Subhanallah tidak hanya digunakan untuk merespons kejadian yang mengejutkan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam ibadah dzikir sehari-hari.
Dengan memahami makna keduanya, kita bisa membedakan perbedaan Masyaallah dan Subhanallah secara lebih tepat. Kata Masyaallah digunakan dalam konteks kekaguman terhadap hal yang positif, sementara Subhanallah bisa digunakan ketika menyaksikan sesuatu yang mengherankan atau menandakan keheranan, bahkan bisa bersifat negatif. Selain itu, Subhanallah juga memiliki fungsi khusus dalam dzikir, menjadikannya bagian dari ibadah rutin umat Muslim yang berfungsi untuk menyucikan Allah.
Advertisement
Penggunaan yang Tepat Masyaallah dan Subhanallah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3168006/original/076798000_1593662953-muslim-5032905_1280.jpg)
Memahami konteks yang tepat untuk mengucapkan Masyaallah dan Subhanallah sangat penting agar kita tidak keliru dalam penggunaannya. Berikut adalah panduan penggunaan yang benar untuk kedua ungkapan tersebut:
Kapan Mengucapkan Masyaallah
Masyaallah sebaiknya diucapkan dalam situasi-situasi berikut:
- Ketika melihat sesuatu yang indah atau menakjubkan, seperti pemandangan alam yang memesona
- Saat menyaksikan prestasi atau pencapaian seseorang yang luar biasa
- Ketika mendengar kabar baik atau berita yang menggembirakan
- Saat merasakan nikmat atau kebahagiaan yang tak terduga
- Ketika melihat atau mengalami sesuatu yang dianggap sebagai keajaiban
Contoh penggunaan dalam kalimat:
"Masyaallah, pemandangan gunung ini sungguh indah! Betapa agungnya ciptaan Allah."
Kapan Mengucapkan Subhanallah
Subhanallah lebih tepat diucapkan dalam situasi-situasi berikut:
- Ketika melihat atau mendengar sesuatu yang menunjukkan keagungan Allah
- Saat menyaksikan peristiwa alam yang luar biasa, seperti gerhana atau pelangi
- Ketika mendengar atau melihat sesuatu yang tidak pantas atau buruk, sebagai bentuk penyucian Allah dari hal tersebut
- Saat berzikir atau beribadah
- Ketika merasa takjub atas kompleksitas dan kesempurnaan ciptaan Allah
Contoh penggunaan dalam kalimat:
"Subhanallah, betapa sempurnanya sistem tata surya ini. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Penting untuk diingat bahwa meskipun ada pedoman umum, penggunaan Masyaallah dan Subhanallah juga dapat bersifat fleksibel tergantung pada niat dan perasaan seseorang saat mengucapkannya. Yang terpenting adalah kita mengucapkannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan sebagai bentuk dzikir kepada Allah SWT.
Perbandingan Masyaallah dengan Kalimat Thayyibah Lainnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5129641/original/087927900_1739305243-1739304492735_mimpi-diajak-menikah-menurut-islam.jpg)
Selain Subhanallah, Masyaallah juga sering dibandingkan dengan kalimat thayyibah lainnya. Berikut adalah perbandingan singkatnya:
- Masyaallah Tabarakallah vs Subhanallah: Masyaallah Tabarakallah lebih menekankan pada pengakuan kehendak Allah dan permohonan keberkahan, sedangkan Subhanallah lebih fokus pada mensucikan Allah dari segala kekurangan.
- Masyaallah Tabarakallah vs Alhamdulillah: Masyaallah Tabarakallah mengandung unsur kekaguman dan permohonan keberkahan, sedangkan Alhamdulillah lebih spesifik sebagai ungkapan syukur.
- Masyaallah Tabarakallah vs Astaghfirullah: Masyaallah Tabarakallah adalah ungkapan positif yang menunjukkan kekaguman, sedangkan Astaghfirullah digunakan untuk meminta pengampunan atau mengekspresikan penyesalan.
Advertisement
QnA Seputar Perbedaan MasyaAllah dan Subhanallah
1. Apakah ada perbedaan pahala antara mengucapkan Masyaallah dan Subhanallah?
Kedua kalimat ini memiliki keutamaan masing-masing. Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan dalam mengucapkannya. Subhanallah memiliki keutamaan khusus sebagai bagian dari dzikir yang sangat dianjurkan, sementara Masyaallah memiliki keutamaan dalam konteks mengakui kehendak Allah.
2. Apakah boleh mengucapkan Masyaallah atau Subhanallah dalam bahasa lain?
Pada dasarnya, mengucapkan makna kedua kalimat ini dalam bahasa lain diperbolehkan. Namun, lebih utama jika diucapkan dalam bahasa Arab aslinya karena memiliki keberkahan tersendiri.
3. Bagaimana jika saya salah mengucapkan Masyaallah saat seharusnya Subhanallah atau sebaliknya?
Tidak ada dosa dalam hal ini, terutama jika dilakukan tanpa sengaja. Yang terpenting adalah niat baik untuk mengingat Allah. Namun, sebaiknya kita terus belajar untuk menggunakannya dengan tepat.
4. Apakah ada waktu-waktu tertentu yang dianjurkan untuk mengucapkan Masyaallah atau Subhanallah?
Kedua kalimat ini bisa diucapkan kapan saja. Namun, ada beberapa waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, termasuk Subhanallah, seperti setelah shalat, pagi dan petang, serta saat menghadapi kesulitan.
5. Bolehkah non-Muslim mengucapkan Masyaallah atau Subhanallah?
Tidak ada larangan bagi non-Muslim untuk mengucapkan kalimat-kalimat ini. Namun, mereka perlu memahami makna dan konteks penggunaannya agar tidak menyinggung perasaan umat Muslim.
6. Apakah ada jumlah tertentu yang dianjurkan dalam mengucapkan Subhanallah?
Ada beberapa hadits yang menyebutkan keutamaan mengucapkan Subhanallah dalam jumlah tertentu, seperti 33 kali setelah shalat atau 100 kali sehari. Namun, tidak ada batasan maksimal dan bisa diucapkan sebanyak yang kita mau.
7. Bagaimana cara terbaik untuk membiasakan diri mengucapkan Masyaallah dan Subhanallah?
Mulailah dengan mengingatkan diri sendiri untuk mengucapkannya dalam situasi-situasi tertentu. Lama-kelamaan, ini akan menjadi kebiasaan alami. Anda juga bisa menggunakan tasbih atau aplikasi dzikir untuk membantu.
8. Apakah ada perbedaan pengucapan Masyaallah dan Subhanallah antara berbagai mazhab dalam Islam?
Secara umum, tidak ada perbedaan signifikan dalam pengucapan dan penggunaan kedua kalimat ini di antara berbagai mazhab. Perbedaan mungkin hanya terletak pada penekanan atau frekuensi penggunaannya dalam ibadah tertentu.
9. Bolehkah mengucapkan Masyaallah atau Subhanallah saat dalam keadaan tidak suci (hadas)?
Ya, boleh. Dzikir, termasuk mengucapkan Masyaallah dan Subhanallah, dapat dilakukan dalam keadaan apapun, termasuk saat tidak dalam keadaan suci.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5114447/original/024921800_1738231922-1738220532438_arti-kata-masyaallah-tabarakallah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256567/original/079090900_1781161764-000_B6NZ2CC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450011/original/019812700_1782346256-000_B88L4BD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259234/original/092963300_1781492552-deniz_undav_selebrasi_jerman_curacao_ap_eric_gay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)