Liputan6.com, Jakarta Sholat jenazah merupakan ibadah fardhu kifayah yang wajib dilakukan oleh umat Islam terhadap sesama Muslim yang wafat. Berbeda dari sholat lainnya, sholat jenazah tidak mengandung rukuk dan sujud, tetapi terdiri dari takbir-takbir disertai doa-doa khusus. Salah satu syarat penting dalam pelaksanaannya adalah membaca niat sholat jenazah yang dilakukan di dalam hati sebelum takbir pertama. Dengan memahami niat, tata cara, dan bacaannya, umat Islam bisa menjalankan kewajiban ini sebagai bentuk penghormatan akhir kepada saudara seiman.
Dalam buku Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, disebutkan bahwa niat dalam sholat jenazah wajib disesuaikan dengan status jenazah (laki-laki, perempuan, dewasa, atau anak-anak) dan diiringi dengan kesadaran bahwa sholat ini merupakan bentuk ibadah dan doa bagi orang yang telah meninggal.
Sementara itu, dalam buku Tuntunan Shalat Lengkap karya KH. Muhammad Syafi’i Hadzami, dijelaskan bahwa pelaksanaan sholat jenazah terdiri dari empat takbir, tanpa ruku' dan sujud, serta di antara setiap takbir terdapat bacaan khusus seperti Al-Fatihah, shalawat, dan doa untuk jenazah. Niat sholat jenazah adalah komponen utama yang menentukan sah tidaknya ibadah ini. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk mempelajari dan mengamalkannya dengan benar agar doa yang dipanjatkan benar-benar menjadi penerang bagi almarhum di alam kubur.
Advertisement
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Senin (30/6/2025).
Bacaan Niat Sholat Jenazah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1397662/original/d8ed28ab5a3f7a2c0dfc109ac5a329bf-054942500_1478507915-Anang__2_.jpg)
Niat merupakan salah satu rukun terpenting dalam pelaksanaan sholat jenazah. Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram (takbir pertama). Berikut adalah beberapa contoh niat sholat jenazah sesuai dengan kondisinya:
1. Niat Sholat Jenazah Sendirian (Untuk Jenazah Laki-laki)
أُصَلِّيْ عَلَى هٰذَا الـمَيِّتِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushalli 'alâ hâdzal mayyiti fardlan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah (laki-laki) ini fardhu karena Allah ta'âlâ."
2. Niat Sholat Jenazah Sendirian (Untuk Jenazah Perempuan)
أُصَلِّي عَلَى هٰذِهِ الـمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushalli 'alâ hâdzihil mayyitati fardlan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah (perempuan) ini fardhu karena Allah ta'âlâ."
3. Niat Sholat Jenazah Berjamaah (Sebagai Makmum)
أُصَلِّيْ عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ مَأْمُومًا فَرْضًا لله تَعَالَى
Arab Latin: Ushalli 'alâ man shalla 'alaihil imâmu ma'mûman fardlan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah yang dishalati imam fardhu karena Allah ta'âlâ."
Advertisement
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Jenazah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4035406/original/056038600_1653645098-Presiden_Jokowi_Bertakziah_ke_Persemayaman_Almarhum_Buya_Syafii_Maarif-Muchlis_Jr-3.jpeg)
Sholat jenazah memiliki tata cara yang berbeda dengan sholat wajib lainnya. Berikut adalah panduan lengkap tata cara sholat jenazah:
1. Berdiri Menghadap Kiblat
Sholat jenazah dilakukan dengan berdiri menghadap kiblat. Jenazah diletakkan di depan jamaah, dengan posisi kepala jenazah di sebelah kanan imam (untuk jenazah laki-laki) atau di sebelah kiri imam (untuk jenazah perempuan).
2. Niat dan Takbiratul Ihram
Mulailah dengan niat sholat jenazah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bersamaan dengan mengangkat tangan untuk takbiratul ihram (takbir pertama).
3. Membaca Surat Al-Fatihah
Setelah takbir pertama, bacalah Surat Al-Fatihah dengan suara lirih. Dianjurkan untuk membaca ta'awwudz sebelum membaca Al-Fatihah, namun tidak perlu membaca doa iftitah.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ. مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙصِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ
Arab Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn(a). Ar-raḥmānir-raḥīm(i). Māliki yaumid-dīn(i). Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn(u), Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a), Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
4. Takbir Kedua dan Membaca Shalawat
Setelah membaca Al-Fatihah, lakukan takbir kedua dengan mengangkat kedua tangan, kemudian bacalah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dianjurkan untuk membaca Shalawat Ibrahimiyah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ
Arab Latin: Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammadin, wa 'alā āli sayyidinā Muhammadin kama shallaita 'alā Ibrāhīma, wa 'alā āli Ibrāhīma, innaka hamīdun majīdun, wa barīk 'alā sayyidinā Muhammadin, wa 'alā āli sayyidinā Muhammadin kama baarakta 'alā Ibrāhīma, wa 'alā āli Ibrāhīma, fī al-'ālamīn
Artinya: "Ya Allah, berilah shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Nabi Ibrahim AS, dan kepada keluarga Nabi Ibrahim AS. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan berilah keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Engkau telah memberkahi Nabi Ibrahim AS, dan kepada keluarga Nabi Ibrahim AS, di seluruh alam semesta."
5. Takbir Ketiga dan Mendoakan Jenazah
Setelah membaca shalawat, lakukan takbir ketiga dengan mengangkat kedua tangan, kemudian bacalah doa untuk jenazah. Berikut adalah doa yang bisa dibaca untuk jenazah laki-laki:
اللَّهمَّ اغفرْ لهُ وارحمهُ ، وعافِهِ واعفُ عنهُ ، وأكْرِم نُزَلَهُ ، ووسِّع مُدَخلَهُ ، واغسلْهُ بالماءِ والثَّلجِ والبَردِ ، ونقِّهِ منَ الخطايا كما نقَّيتَ الثَّوبَ الأبيضَ منَ الدَّنسِ ، وأبدِلهُ دارًا خَيرًا مِن دارِهِ ، وأهلًا خَيرًا مِن أهلِهِ ، وزَوجًا خَيرًا مِن زَوجِهِ ، وأدخِلهُ الجنَّةَ ونجِّهِ منَ النَّارِ ـ وأَعِذْهُ مِن عذابِ القبرِ أَوْ مِن عَذَابِ النَّارِ
Arab Latin: Allāhummaghfir lahu warhamhu, wa 'āfihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bilmāi wats-tsalji walbaradi, wanaqqihi minal khathāyā kamā yunaqqats tsaubu abyadlu minaddanasi, wa abdilhu dāran khairan min dārihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wazaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa najjihi minan nāri waa'izhu min 'azabil qabri au min 'azabi annār.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, lindungilah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah pintu masuknya, basuhlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari dosa-dosa, sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantikanlah dia dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga dan selamatkanlah dia dari neraka dan siksa kubur."
Untuk jenazah perempuan, ganti semua kata ganti "hu" (dia laki-laki) menjadi "ha" (dia perempuan).
6. Takbir Keempat dan Doa Penutup
Setelah mendoakan jenazah, lakukan takbir keempat dengan mengangkat kedua tangan, kemudian bacalah doa penutup sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا و لَهُ وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Arab Latin: Allahumma lā tahrimnā ajrahu wa lā taftinā ba'dahu wa ighfir lanā wa lahu wa liikhwānina alladzīna sabaqūna bil-īmān wa lā taj'al fi qulūbinā ghillan lilladzīna āmanū rabbanā innaka raūfun rakhīm.
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya dan janganlah Engkau beri kami fitnah setelahnya. Ampunilah kami dan dia, dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam iman. Dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kebencian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih, Maha Penyayang."
7. Salam
Akhiri sholat jenazah dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Arab Latin: Assalāmu'alaikum wa rahmatullāhi wa barakātuh.
Artinya: "Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya terlimpah kepada kalian."
QnA Seputar Niat Sholat Jenazah
Q: Apa itu niat sholat jenazah?
A: Niat sholat jenazah adalah kesadaran dalam hati untuk melaksanakan ibadah sholat jenazah sebagai bentuk doa dan permohonan ampun bagi orang yang telah meninggal dunia. Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram, tanpa perlu dilafalkan secara lisan.
Q: Apakah niat sholat jenazah wajib dilafalkan?
A: Tidak wajib. Dalam mazhab Syafi’i, niat cukup dilakukan di dalam hati. Melafalkannya secara lisan hanya untuk membantu menghadirkan niat, tetapi bukan syarat sah.
Q: Apakah ada perbedaan niat untuk jenazah perempuan atau anak-anak?
A: Ya. Niat disesuaikan dengan jenis kelamin dan status jenazah. Misalnya, untuk perempuan: “…‘ala hadzihil mayyitati…” Untuk anak laki-laki atau perempuan, bisa ditambahkan kata ash-shabiyy (anak laki-laki) atau ash-shabiyyah (anak perempuan).
Q: Apakah niat sholat jenazah berbeda untuk imam dan makmum?
A: Secara prinsip sama, yaitu niat untuk sholat jenazah. Namun, dalam niat makmum boleh ditambahkan statusnya sebagai makmum (ma’muman) dan imam menyebut dirinya sebagai imam (imaaman) jika ingin lebih lengkap, meski tidak wajib.
Q: Apakah boleh sholat jenazah jika tidak hafal niatnya?
A: Boleh. Yang penting ada kesadaran dalam hati bahwa sedang melaksanakan sholat jenazah. Tidak perlu menghafal lafaz Arab jika belum mampu. Niat dalam hati dengan bahasa sendiri pun sah menurut mayoritas ulama.
Q: Kapan tepatnya niat sholat jenazah dibaca?
A: Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram, yaitu takbir pertama dalam sholat jenazah. Saat itulah sholat dimulai dan niat harus sudah tertanam dalam hati.
Q: Apakah niat sholat jenazah termasuk rukun dalam pelaksanaannya?
A: Ya. Dalam semua ibadah sholat, niat adalah salah satu rukun utama. Tanpa niat, sholat jenazah tidak sah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4035407/original/072122500_1653645098-Presiden_Jokowi_Bertakziah_ke_Persemayaman_Almarhum_Buya_Syafii_Maarif-Muchlis_Jr-4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571224/original/046244000_1777611094-Bunga_Bekasi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5108936/original/038146000_1737780538-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533838/original/065283400_1773785899-unnamed__99_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526361/original/041002800_1773118370-unnamed__33_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532738/original/060749200_1773671102-Inara_Rusli_0.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527031/original/096301600_1773160324-IMG-20260310-WA0057.jpg)