Sukses

Islam di Ghana dan Kisah Mufti Muslim Hadiri Misa di Gereja Demi Perdamaian dan Cinta Kasih

Liputan6.com, Jakarta - Ghana menjadi harapan Benua Afrika lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022, Qatar. Pada pertandingan penentu, Ghana berhadapan dengan Uruguay.

Bicara Islam di Ghana, penyebaran Islam ke Afrika Barat, Islam mulai masuk ke Ghana kuno pada abad kesembilan. Penyebaran didominasi perdagangan atau aktivitas komersial Muslim Afrika Utara.

Ini terbukti dengan dua kerajaan kuno tetangga Ghana yang sudah mengadopsi agama ini, Kerajaan Mali dan Songhai. Kemudian, gelombang kedua Islam terjadi pada abad ke-15.

Meski sejak awal sudah berkenalan dengan Islam, akan tetapi proses islamisasi di Ghana berhadapan dengan gencarnya penyebaran oleh agama lain. Karena itu, komposisi umat beragama di Ghana cukup beragam.

Mengutip Republika, dari data Pemerintah Ghana dan CIA Worldfact, umat Muslim di Ghana saat ini mencakup 16 persen jumlah penduduk yang sebanyak 20 juta jiwa. Adapun Nasrani 63 persen dan animisme sekitar 21 persen.

Komunitas Muslim kerap menolak paparan demografi ini. Menurut mereka, populasi umat Islam di negara yang memperoleh kemerdekaan dari Inggris tahun 1949 tersebut berkisar antara 30-40 persen.

Bahwa perbedaan angka masih diperdebatkan, boleh-boleh saja. Namun, pada kenyataannya, Islam terus berupaya mengukuhkan eksistensinya. Sejak tahun 80-an, negara-negara Timur Tengah telah mengucurkan bantuan untuk pembinaan agama, khususnya ke wilayah utara Ghana, kawasan mayoritas  Muslim. Mereka berharap, Ghana menjadi sayap Islam di kawasan Afrika Utara.

Nuansa keagamaan di Ghana juga 'agak' berbeda dengan negara-negara lain yang berhadapan dengan masalah radikalisme. Islam di Ghana cukup adem, meski kerap terjadi riak-riak, yang juga biasa dialami oleh negeri yang heterogen.

Kesadaran untuk menjaga perdamaian dan cinta kasih setidaknya terus disuarakan oleh para pemuka muslim. Misalnya, Sheikh Osman Sharubutu, mufti besar komunitas muslim di Ghana. Sang mufti hadiri misa di Gereja Katolik Kristus Raja di Kota Accra, Ghana, pada 2019.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Islam Adalah Kedamaian dan Cinta

Langkah itu menuai kontroversi. Sebagian dari mereka memuji langkah itu sebagai "memberikan cahaya dalam kegelapan". Sementara yang lain menganggapnya tidak pantas.

Menanggapi hal itu, Sheikh Osman menekankan bahwa dirinya sama sekali tidak berpartisipasi dalam ibadah Kristen di Gereja Katholik di Ghana.

"Imam mengubah narasi tentang Islam dari agama kejahatan, agama konflik, agama kebencian terhadap orang lain, menjadi agama yang misinya berakar pada kebajikan cinta, kedamaian, dan pengampunan," kata juru bicaranya, Aremeyao Shaibu.

Sheikh Osman telah menjadi ulama muslim terkemuka di Ghana selama 26 tahun. Ia selalu menekankan bahwa prinsip utama Islam berakar dalam kedamaian dan cinta. Pesan itu diulang-ulang setiap pekan dalam khotbah salat Jumat di masjid ibu kota.

Ghana yang merupakan negara mayoritas Kristen dengan 18 persen penduduknya muslim memang tidak memiliki perang antaragama yang besar dalam sejarahnya. Namun hubungan berpotensi menjadi buruk, dan Sheikh Osman ingin mencegah segala macam gejolak.

Ayat favoritnya di dalam Alquran adalah sebuah pesan yang berisi anjuran menciptakan masyarakat yang damai.

"Allah tidak melarang Anda menunjukkan kebaikan, dan berdagang secara adil kepada mereka yang tidak melawanmu dalam agama dan tidak mengusirmu dari rumahmu. Allah mencintai pedagang yang adil."

Ayat itu paling mengilhami dakwah-dakwahnya di Accra.

Pesan lain yang biasa disampaikannya adalah menghindari budaya materialistis. Hal itu menurutnya hanya mengarahkan kepada keserakahan.

Sang Imam tinggal di pemukiman sangat sederhana di Fadama. Dengan dana pribadi ia terbiasa membiayai pendidikan anak-anak yang berbakat namun kurang mampu, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

 

3 dari 3 halaman

Menghentikan Konflik

Awal tahun ini, Sheikh Osman menegur sekelompok pemuda muslim yang menyerang gereja di Accra setelah seorang pastor memprediksi sang imam akan meninggal dunia dalam 12 bulan mendatang.

Alih-alih marah dan mendukung kekerasan, Sheikh Osman menunjukkan sikap yang bijaksana. Ia meminta para pemuda bersenjatakan parang itu untuk memaafkan sang pastor dan berhasil meredakan ketegangan.

Sang mufti besar juga sering kali menyelesaikan sengketa pemakaman. Pada 2016 lalu, seorang tewas dalam sebuah perseteruan yang bermula ketika para tetua adat setempat ingin Muslim membuktikan bukti bahwa mereka memiliki hak lahan pemakaman untuk mengubur jenazah.

Situasi hampir berubah menjadi perang habis-habisan setelah pemuda Muslim yang mengamuk menampar pemimpin tradisional komunitas Tafo.

Sheikh Osman segera pergi istana kepala Tafo. Ia menenangkan situasi dengan kerendahan hati dan kelembutan hatinya.

Hal serupa terjadi pada 2012 lalu, saat jenazah seorang imam di Wilayah Volta digali dan dibuang ke jalan. Oknum pelaku menganggap umat Islam tidak seharusnya menguburkan jasad di kuburan itu.

Sheikh Osman kemudian menegosiasikan kesepakatan damai dan berhasil menyelamatkan negara dari kerusuhan yang berlarut.

Tim Rembulan

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS