Sukses

Jangan Sembarangan Nyanyi Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, Ini Sebab Ulama Protes

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan, lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' beranjak populer. Bahkan, lagu ini sempat akan dinyanyikan oleh penyanyi cilik, Farel Prayoga usai upacara peringatan kemerdekaan RI di Istana Negara, Rabu (17/8/2022).

Namun mendadak lagu itu batal dinyanyikan di detik-detik terakhir. Beberapa kalangan menduga, pembatalan itu terkait dengan protes sejumlah pihak karena menyeret nama Joko Tingkir.

Menurut pemrotes, lagu itu tak mencerminka budaya menghargai jasa tokoh besar terdahulu. Pasalnya, Joko Tingkir adalah ulama sekaligus raja.

Dari Joko Tingkir, sejumlah tokoh dan ulama besar lahir. Dua di antaranya adalah Kh Hasyim Asy'ari, pendiri NU dan Gus Dur atau Kh Abdurahman Wahid, ulama yang juga presiden Indonesia.

Pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet dinilai tidak tahu sejarah. Karena itu, dengan sembarangan dia membuat lagu parikan dengan tokoh ini.

Lalu siapakah sebenarnya Joko Tingkir tersebut?

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Silsilah hingga Gus Dur

Mengutip NU Online, merujuk catatan Kiai Ishomuddin Hadziq atau Gus Ishom, muhaqiq kumpulan karya Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Joko Tingkir adalah kakek ke-3 dari KH Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Itu berarti Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid adalah generasi ke-6. Nasab Joko Tingkir bertemu dengan Maulana Ishaq ayah Sunan Giri, salah satu Walisongo yang telah berjasa besar dalam mendakwahkan Islam di Nusantara.

التعريف بالمؤلف. اسمه ونسبه: هو محمد هاشم، بن أشعري، بن عبد الواحد، بن عبد الحليم الملقب بفاعيران بناوا، ابن عبد الرحمن الملقب بجاكا تيعكير سلطان هادي ويجایا، بن عبد الله، بن عبد العزيز، بن عبد الفتاح، بن مولانا إسحق والد رادين عين اليقين المشهور بسوتن كبري، التبوإيرنجي الجنباني

Artinya, “Mengenal Penulis kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim. Nama dan nasabnya: beliau adalah (1) Muhammad Hasyim bin (2) Asy’ari, bin (3) Abdul Wahid, bin (4) Abdul Halim yang bergelar Pangeran Benowo, bin (5) Abdurrahman yang berjulukan Joko Tingkir dan bergelar Sultan Hadiwijoyo, bin (6) Abdullah, bin (7) Abdul Aziz, bin (9) Abdul Fatah, bin (10) Maulana Ishaq ayahnya Raden Ainul Yaqin yang terkenal dengan gelar Sunan Giri, Tebuireng Jombang. (Ishomuddin Hadziq, Tahqiq Adabul ‘Alim wal Muta’allim, [Jombang, Maktabatut Turatsil Islami: 1415], halaman 3).

Catatan ini secara gamblang menginformasikan bahwa Joko Tingkir yang juga punya panggilan Mas Karebet ini bukan sembarangan. Jalur nasab ke atas sampai kepada Maulana Ishaq ayah Sunan Giri, sedangkan jalur nasab ke bawah sampai pada Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahid Hasyim dan Gus Dur.

Mereka adalah tokoh-tokoh besar yang sangat dihormati oleh bangsa ini. Joko Tingkir juga adalah raja sekaligus pendiri kerajaan Pajang yang memerintah pada rentang tahun 1568 - 1582 dengan gelar Sultan Hadi Wijaya atau Adi Wijaya.

Jasanya sangat besar dalam mendakwahkan Islam di bumi Nusantara. Pun demikian anak cucunya terus berkiprah sampai sekarang.

Tim Rembulan

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.