Sukses

2 Haji Indonesia yang Hilang di Arab Saudi Belum Ditemukan

Liputan6.com, Mekah - Dua jemaah haji Indonesia hilang selama puluhan hari di Tanah Suci. Petugas Haji Indonesia pun terus mencari keberadaan dua orang tersebut.

Keduanya adalah Atim Arta Ota (62), warga Bogor, Jawa Barat, dan Hadi Sukma Adsani (73), warga Tulang Bawang, Lampung.

Kepala Satuan Operasional Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina), Kolonel Jaetul Muchlis, menyatakan pihaknya terus mencari keduanya hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Tidak ada batas waktunya, kalau sama PPIH sampai habis masa operasional, nanti lanjut sama KUH dan KJRI," kata Jaetul Mukhlis kepada Liputan6.com, Mekah, Senin (2/10/2017).

Dia memastikan, setiap harinya, petugas haji akan terus mencari informasi, termasuk mendatangi tempat-tempat yang dilalui jemaah saat beribadah dan rumah sakit setempat.

"Iya ini saya lakukan penyisiran dari awal lagi ke RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi), mana tahu ada data update termasuk ke kamar mayat lagi," ucap Jaetul Mukhlis.

Atim terpisah dari rombongannya, kelompok terbang (kloter) embarkasi 56 Jakarta-Bekasi (JKS 56) saat beribadah di Masjidil Haram pada Selasa, 15 Agustus 2017.

Adapun Hadi yang merupakan haji anggota kloter 37 embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 37), hilang saat mabit (bermalam) di Mina untuk melempar jumrah pada Sabtu, 2 September 2017.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Pemulangan Jemaah Lancar

Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah berakhir Kamis, 21 September 2017. Kloter 47 Embarkasi Solo (SOC 47) akan menjadi rombongan jemaah penutup yang akan terbang pada pukul 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS) hari ini.

"Alhamdulillah secara umum pemulangan jemaah gelombang pertama berjalan lancar dan tidak terkendala," kata Arsyad di Madinah, Sabtu (23/9/2017).

Dia mengaku, pada awal pemulangan jemaah haji, sempat ada sedikit masalah terkait barang bawaan jemaah. Kepulangan mereka terhambat karena masih ditemukan koper yang berisi barang yang dilarang seperti air zamzam.

"Namun, seiring waktu dan gencarnya sosialisasi tentang barang bagasi, alhamdulillah hari-hari berikutnya tidak ditemukan lagi barang terlarang dalam bagasi jemaah haji," ujar Arsyad.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.