Bermandikan Cahaya Lentera, Uniknya Ramadan di Kairo

Selama bulan suci Ramadan, orang Mesir terlihat merangkul akar Islam kota tersebut.

Diterbitkan 07 Juni 2017, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kota Kairo adalah tempat berbagai peradaban kuno bertemu yang kemudian menghasilkan warisan budaya campuran. Namun, selama bulan suci Ramadan, orang Mesir terlihat merangkul akar Islam kota tersebut.

Dilansir dari Pilotguides, kita bisa melihat lentera Ramadan yang meriah mendekorasi rumah, restoran dan jalan-jalan di Kairo. Lentera dinyalakan saat matahari terbenam, menandakan berakhirnya puasa dan padam saat matahari terbit dalam persiapan untuk hari puasa berikutnya.

Setelah berbuka puasa, biasanya orang-orang membanjiri jalanan kota dan pasar, membuat suasana menjadi ramai. Tempat-tempat wisata utama Kairo semuanya tetap buka selama bulan Ramadan.

Selain itu, ada pula perilaku yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama menjalani Ramadan di Kairo. Cobalah untuk menahan diri dari makan, minum dan merokok di tempat umum. Kaum wanita dihimbau berpakaian lebih konservatif dan hindari memakai rok pendek, celana pendek atau gaun, serta pakaian yang menutup bahu dan lengan.

Saat mengunjungi masjid di Kairo, wanita harus menutupi rambut mereka dengan syal atau selendang. Selain itu, berjalan langsung di depan seseorang yang sedang berdoa akan mengganggu mereka, dan itu dianggap perilaku buruk.

  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • Kairo adalah ibu kota Mesir, sekaligus merupakan kota terbesar di negara itu
    Kairo adalah ibu kota Mesir, sekaligus merupakan kota terbesar di negara itu
    Kairo