Sukses

Persiapan Tancap Gas Ala Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Oleh: Luqman Rimadi, Silvanus Alvin, Ahmad Romadhoni, Taufiqurrohman

Presiden terpilih Joko Widodo meresmikan pembukaan kantor tim transisi Jokowi-JK. Kantor itu bertempat di sebuah rumah Jalan Situbondo nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat.

Pantauan Liputan6.com, Senin (4/8/2014), Jokowi yang berbalut kemeja putih tiba di rumah bergaya kolonial itu pada pukul 13.10 WIB. Ia langsung masuk ke dalam rumah tersebut dengan disambut politisi Partai Nasdem Akbar Faisal.

Beberapa menit kemudian, Jokowi yang berada di dalam rumah mempersilakan awak media masuk ke dalam. Tampak 5 anggota tim pemenangan Jokowi-JK yaitu Rini M Soemarno, Andi Wijayanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan, dan Akbar Faizal telah berada di dalam.

Ia menunjuk 5 orang yang menjadi anggota Tim Transisi Jokowi-JK, untuk membantu merumuskan berbagai program kerja sebagai presiden. Selain merumuskan berbagai program dan kebijakan, tim tersebut juga memberi masukan kepada Jokowi terkait penyusunan kabinet pemerintahannya kelak.

Lalu, apakah kelima nama itu juga akan dipilih oleh Jokowi sebagai menteri? Mantan walikota Solo tersebut menegaskan pemilihan 5 tokoh itu tidak terkait dengan pemilihan nama menteri di kabinet pemerintahannya nanti.

Jokowi lalu memilih Rini M Soemarno sebagai Kepala Staf Tim Transisi Jokowi-JK, yang bertugas membantu menjabarkan berbagai program pemerintahan Jokowi-JK setelah dilantik nanti.

Rini‎ merupakan mantan menteri Perindustrian dan Perdagangan era Presiden Megawati Soekarnoputri. ‎Rini juga kerap terlihat berada di samping Mega saat berkampanye pada Pileg dan Pilpres yang lalu.

Dipilihnya Rini memicu ingatan pada isu Jokowi sebagai "presiden boneka". Namun mantan Walikota Solo itu membantah dipilihnya Rini karena perintah dari Megawati yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan. "Itu saya sendiri yang menunjuk. Lihat dari kemampuan beliau," tegas Jokowi.

Jokowi beralasan, dipilihnya Rini lantaran pengalamannya dalam memimpin perusahaan swasta yang cukup baik selama waktu yang cukup lama. Selain itu, Rini juga pernah berkecimpung di pemerintahan.

Setelah resmi dinyatakan sebagai presiden terpilih oleh KPU pada 22 Juli, mantan pengusaha mebel itu memang bersiap diri. Ia mulai membenahi segala sesuatunya, sebelum meninggalkan singgasana orang nomor 1 di DKI.

Di kantor transisi yang sudah buka sejak 23 Juli 2014 meski belum diresmikan, Jokowi berharap, pasca-dilantik nanti ia dan wakilnya Jusuf Kalla dapat langsung tancap gas menjalankan roda pemerintahan.

7 Hari setelah Lebaran, Jokowi yang tadinya bungkam soal nama-nama yang cocok mengisi kabinet baru pimpinannya mulai melakukan perburuan.

Pada kesempatan sebelumnya, anggota Timses Jokowi-JK, Poempida Hidayatullah mengatakan, penyusunan kabinet Jokowi-JK tidak dilakukan di rumah transisi.

"Sebenarnya di rumah transisi itu bentuknya belum jelas. Tapinya yang pasti, tidak ada pembahasan masalah kabinet di dalamnya," jelas Poempida kepada Liputan6.com di Jakarta.

Poempida menjelaskan, rumah transisi akan dibuat sebagai tempat pemetaan dan identifikasi program-program, terutama 100 hari masa pemerintahan Jokowi-JK.

Kabinet Blusukan?

Melihat Jokowi yang gemar terjun langsung saat menjabat sebagai Gubernur DKI, relawan Jokowi Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) itu pun menyuarakan agar memilih sosok menteri yang juga gemar blusukan.

"Kriterianya dalam kabinet Jokowi-JK, sosoknya memiliki loyalitas tinggi, teruji dalam rekam jejak, memiliki kontribusi dalam pemenangan Jokowi-JK. Kemudian profesional di bidangnya dan mau terjun ke bawah blusukan," kata Ketua Umum KIB Reinhard Parapat saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta.

Harapan itu disampaikan, karena menurut Reinhard, pemerintahan Jokowi-JK akan berjalan efektif jika didukung orang-orang yang profesional dan bertanggung jawab.

Sementara Jokowi menuturkan, dirinya memiliki cara sendiri untuk menemukan orang yang tepat mengisi kabinetnya. Pria berperawakan tinggi kurus ini mengaku akan mengerahkan semua jurus yang dimiliki untuk mendapatkan nama terbaik.

"Semua jurus akan saya gunakan, baik lewat partisipasi publik, nanti mencari pemburu bakat gitu lho," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah.

Proses dimulai dengan membuka semacam kotak saran untuk memunculkan nama yang cocok. Masyarakat juga dapat berpartisipasi menyodorkan nama yang cocok untuk mengisi kursi kabinet. Tim itu diberi nama head hunter.

"Itu masukan dari masyarakat. Kita yang nggak tahu jadi tahu. Misal kita nggak ngerti, tahu-tahu ada nama Bambang. Nah nanti kita cari tahu Bambang itu siapa," jelas Jokowi.

Pasca-ditetapkan sebagai presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum, personel pengamanan yang melekat pada Jokowi semakin bertambah. Pengawalan pun kian bertambah ketat. Suami Iriana itu mengaku tidak nyaman, dengan standar pengamanan yang terbilang cukup ketat kepadanya.

"Ya, antara nyaman dan tidak nyaman," ujar Jokowi usai meresmikan Kantor Transisi Jokowi-JK.

Jokowi beralasan, ketidaknyamanan tersebut muncul lantaran dirinya merasa dengan pengamanan yang bertambah ketat, ia menjadi sulit untuk lebih dekat dengan masyarakat dan mendengar berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan. (Sss)