Liputan6.com, Jakarta - Kubu Prabowo-Hatta meminta KPU menunda pengumuman pemenang Pilpres 2014 dengan alasan masih banyak ditemukan kecurangan. Melihat kondisi ini, anggota Dewan Penasehat Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Akbar Tandjung pun angkat bicara.
Akbar mengatakan, saat ini kedua belah pihak memang memiliki data berbeda yang berdasarkan survei internal. Tapi, pada akhirnya seluruhnya diserahkan kepada rakyat.
"Kami juga punya hasil survei dan hasilnya menyebutkan pasangan kami juga punya suara tinggi. Tapi kami juga mengacu pada konstitusi. Artinya rakyat yang berdaulat yang menentukan. Dan pada waktunya, ditentukan perhitungan oleh KPU," ujar Akbar usai menghadiri salat teraweh bersama KAHMI dan Jusuf Kalla di Posko Jenggala, Sabtu (19/7/2014).
Mantan Ketua DPR itu menjelaskan, bila setelah pengumuman nanti ada hal-hal yang tidak sesuai dengan data yang dimiliki, kedua kubu dapat mengajukan ke Mahkamah Konstitusi. Dengan begitu, keputusan MK menjadi keputusan final dan harus dihormati.
"Kalau dalam kaitannya dengan perhitungan ada pihak-pihak yang belum sepakat belum setuju masih ada instansi yang lain, adalah MK. Biarlah MK yang menyelesaikan. Keputusannya sesuai dengan konsesnsus nasional kita adalah final dan mengikat."
"Dan kalau nanti memang sampai ke MK, barulah KPU mengesahkan. Maka jadilah mereka calon tersebut jadi presiden harus kita hormati," lanjutnya.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu masih percaya KPU bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Kalaupun ada pemungutan suara ulang di berbagai daerah, kata Akbar, hal itu tidak akan mengganggu proses yang berlangsung.
"Saya kira itu yang harus jadi pegangan kita. Dan jadwalnya sudah ditentukan kecuali ada perubahan," tandas Akbar.
Kata Akbar Tandjung soal Penundaan Hasil Pilpres
Penundaan pengumuman hasil Pilpres diwacanakan kubu Prabowo-Hatta.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/669260/original/Akbar%20Tanjung%20-%20Helmi%20Fithriansyah.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
Pentas Bola Dunia 2026
- Jude Bellingham Buktikan Kelasnya3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
- Cerita Nama "Braut Haaland" di Jersey Erling Selama Piala Dunia 20263 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
- Inggris vs Argentina di Semifinal, Scaloni: Ini Hanya Pertandingan Sepak Bola5 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294474/original/094305800_1783838406-063_2285709844.jpg)
- Inggris Bangun Mental Baja, Harapan Juara Kembali Membara6 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294171/original/030534100_1783819063-ing9.jpg)
- Messi Antusias Sambut Argentina Vs Inggris, Sebut Semifinal Piala Dunia 2026 Spesial6 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
- Percayalah, Inggris Bisa Menjuarai Piala Dunia 20268 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
- Ketika Erling Haaland Dibuat Mati Kutu oleh Inggris10 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
- Inggris vs Argentina, Duel Klasik Dua Rival11 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
- Argentina vs Swiss: Bangganya Lionel Scaloni Lihat La Albiceleste Lolos ke Semifinal!14 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
- Argentina vs Swiss: 10 Pemain Swiss Buat La Albiceleste Merana!15 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
- Kronologi Breel Embolo Diusir Wasit saat Argentina vs Swiss, VAR Bongkar Aksi Tipu-Tipu16 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
- Argentina Susah Payah Jinakkan 10 Pemain Swiss, 2 Gol Extra Time Jadi Penentu ke Semifinal16 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528728/original/020499300_1773292580-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_12.05.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528675/original/069766300_1773291141-Screenshot_2026-03-10_114929.jpg)