Liputan6.com, Denpasar - Kekacauan terjadi di RSUP Sanglah, Denpasar, lantaran ratusan dokter, paramedis, dan pengunjung tak dapat menyalurkan aspirasi politiknya pada pilpres kali ini. Penyebabnya adalah mereka tak kebagian surat suara.
Kesal tak bisa menyalurkan hak politiknya, mereka ramai-ramai memprotes petugas KPPS TPS 11. Apa lacur, petugas KPPS pun tak bisa berbuat banyak lantaran sisa surat suara yang disediakan hanya berjumlah 50 lembar saja. Padahal, dokter, paramedis dan pengunjung pasien berjumlah sekitar 500 orang.
"Kami kecewa tak bisa menggunakan hak pilih kami. Begitu kami tiba di TPS katanya surat suara sudah habis," kata seorang dokter yang enggan disebutkan namanya ketika ditemui di RSUP Sanglah, Rabu (9/7/2014).
Mereka yang sudah berkumpul di lobi hendak menyalurkan hak pilih hanya bisa menahan kecewa. Sesekali mereka bersorak saat melihat rekan mereka yang beruntung dapat menyalurkan hak suaranya keluar dari bilik suara.
Dihubungi terpisah, anggota KPU Denpasar Wayan Arsajaya berdalih memang di rumah sakit tidak ada TPS khusus dan hanya menerima sisa jatah 50 surat suara dari TPS terdekat.
Sesuai ketentuan, pegawai rumah sakit, pasien atau pembesuk di tiga rumah sakit yakni Sanglah, Prima Medika, dan Surya Husada, bisa menggunakan hak suara di TPS terdekat yakni TPS 11, 13, dan 14 di Desa Dauh Puri Denpasar.
"50 surat suara itu diperuntukkan masing-masing 10 pasien, 10 dokter sisanya untuk penunggu pasien," imbuhnya.
Jadi, ketika jumlah pegawai dan dokter serta pengunjung lebih banyak dari kuota surat suara maka mereka tidak kebagian.
"Kami tidak bisa berbuat banyak, karena surat suara sudah habis sesuai jumlah surat suara sisa yang diterima di TPS terdekat," sambungnya.
Tak Bisa Nyoblos, Dokter dan Pasien RS Sanglah Bali Kecewa
Jadi, ketika jumlah pegawai dan dokter serta pengunjung lebih banyak dari kuota surat suara maka mereka tidak kebagian.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/703643/original/Surat-Suara-140707-Johan.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton9 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
- Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
- Bappenas Soroti Dekarbonisasi Industri dan Pembiayaan Hijau6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
- Di KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
- Target 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLH1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
- Pasar Karbon Berkualitas Bukan Sekadar Kejar Nilai Ekonomi1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297473/original/054602700_1784094013-cek_fakta_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)