Timses: Politik Anggaran Prabowo-Hatta Gunakan Pendekatan Program

Idrus menambahkan, saat debat pertama Prabowo sudah jelas konsisten dengan programnya dan paradigma yang dibangun yakni ekonomi kerakyatan.

Diterbitkan 12 Juni 2014, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Konsep politik anggaran untuk pemerintah daerah, seperti dipaparkan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam debat capres perdana Senin 9 Juni lalu, menurut Idrus Marham, tak mengunakan ancaman.

Wakil Ketua Tim Sukses Nasional Prabowo-Hatta itu memberi alasan, politik anggaran tersebut akan dimasukkan melalui program. Idrus mengklaim, konsep ini berbeda dengan konsep pasangan Jokowi-JK, yang menurut dia, menggunakan pendekatan ancaman.

"Sudah dapat kita bayangkan, Indonesia akan membangun dari desa. Menghidupinya dari rakyat. Kalau itu dilakukan mendorong pembangunan infrstruktur di daerah, sentra-sentra ekonomi butuh sumber daya manusia, jadi masyarakat terdorong meningkatkan pendidikan," ujarnya di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (12/6/2014).

Idrus menambahkan, saat debat pertama Prabowo sudah jelas konsisten dengan programnya dan paradigma yang dibangun yakni ekonomi kerakyatan.

Ia pun menegaskan, anggaran saat ini harus diubah. Dulu ada piramidanya terbalik, tidak normal. Dari atas yang lebar mengerucut kecil ke bawah. Tapi jika Prabowo-Hatta menjadi pemimpin, piramidanya akan dibalik dari kecil di atas hingga besar di bawah.

"Artinya sekarang di bawah harus lebih kuat. Di bawah sedikit sekali. Kita mau balik itu dengan pendekatan program itu," papar Idrus.