Liputan6.com, Jakarta - Pernah merasa ada ular yang sesekali melintas di halaman rumah, tetapi setiap kali diperiksa, hewannya sudah tidak terlihat? Situasi seperti ini memang bisa membuat penghuni rumah penasaran sekaligus khawatir. Terlebih jika rumah berada dekat kebun, persawahan, sungai, atau lahan yang masih dipenuhi vegetasi.
Ular termasuk satwa yang cenderung menghindari manusia dan dapat segera mencari tempat berlindung ketika merasa terganggu. Karena itu, keberadaannya tidak selalu mudah diketahui hanya dengan mengandalkan penampakan langsung. Meski begitu, ada beberapa tanda ular sering melintas di halaman rumah yang bisa diamati, mulai dari kulit yang terkelupas hingga jejak berkelok di permukaan tanah. Apa saja tanda ular yang harus diwaspadai?
1. Menemukan Kulit Ular yang Tertinggal di Halaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428631/original/091599700_1764555696-Ilustrasi_Kulit_Ular_yang_Terkelupas.jpg)
Salah satu tanda yang cukup jelas adalah ditemukannya kulit ular yang terkelupas. Kulit tersebut biasanya terlihat seperti selaput tipis berwarna putih keabu-abuan atau transparan. Jika diperhatikan lebih dekat dari jarak aman, bentuk sisiknya masih tampak mengikuti pola tubuh ular.
Ular mengalami pergantian kulit sebagai bagian dari proses pertumbuhan dan pembaruan lapisan kulit. Kulit lama yang terlepas bisa tertinggal di sekitar semak, bawah pot tanaman, tumpukan kayu, atau tempat lain yang cukup terlindung.
Kulit ular yang terkelupas dan jejak melata merupakan dua petunjuk yang bisa diperhatikan untuk mengenali keberadaan ular di sekitar properti. Namun, menemukan satu lembar kulit ular tidak otomatis berarti hewan tersebut masih berada di halaman atau sering melewati lokasi yang sama.
Advertisement
2. Ada Jejak Berkelok di Tanah atau Pasir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391708/original/066201800_1793948082-bff002e0-ed59-47fa-8ed3-a3a49f49e98a.jpg)
Coba perhatikan permukaan tanah yang berpasir, berdebu, atau cukup lembut setelah hujan. Pada kondisi tertentu, ular dapat meninggalkan bekas pergerakan berupa garis berkelok atau pola menyerupai gelombang.
Jejak tersebut muncul ketika bagian bawah tubuh ular menyentuh permukaan tanah saat bergerak. Bentuknya bisa berbeda-beda, bergantung pada ukuran ular, jenis permukaan, serta cara hewan tersebut melintas. Bekas pergerakan mungkin lebih mudah terlihat di tanah yang belum terinjak manusia atau terganggu aktivitas hewan lain.
Meski demikian, jangan langsung memastikan bahwa setiap garis berkelok merupakan jejak ular. Aliran air, ranting yang terseret, atau pergerakan satwa lain juga bisa meninggalkan pola tertentu. Jejak akan lebih meyakinkan apabila ditemukan bersama tanda lain, misalnya kulit ular yang terkelupas atau penampakan langsung.
3. Ular Terlihat Melintas di Jalur yang Sama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5396401/original/003535800_1761733586-hl_ular.jpg)
Penampakan ular secara langsung tentu menjadi petunjuk paling kuat. Namun, ada kalanya ular hanya terlihat sekilas di antara tanaman, bergerak di dekat pagar, atau menghilang di balik tumpukan barang sebelum penghuni rumah sempat mengamatinya.
Jika kejadian serupa berulang di area yang sama, Anda bisa mulai memperhatikan jalur yang dilewati. Misalnya, ular beberapa kali terlihat di dekat saluran air, sisi pagar, area taman, atau bagian belakang gudang.
Jalur tersebut mungkin menjadi bagian dari lintasan ular saat berpindah mencari makanan, air, atau tempat berlindung. Akan tetapi, pengamatan dari beberapa kejadian tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Jangan mendekati atau mengikuti ular hanya untuk memastikan apakah hewan tersebut melewati jalur yang sama.
Advertisement
4. Ada Lubang atau Celah yang Bisa Menjadi Tempat Persembunyian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5391141/original/054525400_1761298749-lubang_ular.jpg)
Lubang kecil di tanah, celah di antara bebatuan, serta ruang kosong di bawah tumpukan kayu patut diperhatikan, terutama jika berada di area yang jarang tersentuh aktivitas manusia.
Ular dapat memanfaatkan tempat-tempat tersebut untuk bersembunyi atau beristirahat. Namun, perlu dipahami bahwa lubang di halaman tidak selalu dibuat atau dihuni ular. Sebagian ular justru menggunakan liang yang sudah tersedia, termasuk bekas tempat tinggal hewan lain.
Dilansir dari University of Florida IFAS, bahwa lubang berukuran kecil di lingkungan rumah dapat berasal dari berbagai satwa, seperti hewan pengerat maupun ular. Bentuk lubang, lokasinya, serta tanda aktivitas di sekitarnya perlu diperhatikan sebelum menarik kesimpulan.
Karena itu, jangan memasukkan tangan, tongkat, atau benda lain ke dalam lubang yang dicurigai menjadi tempat persembunyian. Hindari pula menutupnya secara langsung sebelum dipastikan tidak ada satwa yang masih berada di dalam.
5. Rumput Tinggi dan Tumpukan Barang Menjadi Tempat Berlindung
Tidak semua tanda keberadaan ular berupa bekas yang ditinggalkan. Kondisi halaman juga bisa memberikan petunjuk apakah suatu area berpotensi menjadi tempat singgah atau persembunyian.
Rumput yang tumbuh terlalu tinggi, semak yang tidak terawat, tumpukan kayu, batu, genteng bekas, dan barang-barang yang menumpuk dapat menyediakan perlindungan dari gangguan manusia. Area yang lembap dan jarang diperiksa juga berpotensi dimanfaatkan sebagai tempat bersembunyi.
Departemen Lingkungan dan Air Australia Selatan menjelaskan bahwa ular membutuhkan makanan, air, serta tempat berlindung. Tumpukan kayu dan sampah di sekitar rumah dapat menyediakan perlindungan, sedangkan keberadaan tikus dan mencit bisa menjadi sumber makanan bagi beberapa jenis ular.
Kondisi halaman seperti itu bukan bukti bahwa ular pasti tinggal di sana. Namun, semakin banyak tempat persembunyian dan sumber makanan yang tersedia, semakin penting bagi penghuni rumah untuk menjaga lingkungan tetap rapi.
Advertisement
6. Populasi Tikus di Sekitar Rumah Mulai Meningkat
Tikus merupakan salah satu hewan yang menjadi mangsa berbagai jenis ular. Karena itu, halaman atau bagian rumah yang sering didatangi tikus dapat menyediakan sumber makanan bagi ular pemangsa.
Perhatikan tanda-tanda seperti kotoran tikus, sisa makanan yang berantakan, bekas gigitan pada kemasan, atau suara aktivitas di plafon dan gudang. Jika tanda tersebut muncul berulang, sebaiknya masalah tikus ditangani agar lingkungan rumah tidak semakin menarik bagi satwa pemangsanya.
Menjaga kebersihan tempat penyimpanan makanan, membuang sampah secara rutin, dan menutup celah yang bisa dimasuki tikus merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pengendalian hewan pengerat juga membantu mengurangi salah satu faktor yang berpotensi menarik ular ke sekitar rumah.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Tanda Ular?
Apabila menemukan kulit ular, jejak melata, atau lubang mencurigakan, jangan langsung membongkar area tersebut. Amati dari jarak aman dan hindari mengganggu tempat yang mungkin sedang digunakan satwa untuk berlindung.
Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini:
- Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan. Batasi akses ke bagian halaman yang dicurigai menjadi jalur atau tempat persembunyian ular.
- Periksa lingkungan tanpa menyentuh benda mencurigakan. Gunakan penerangan yang cukup dan jangan meraba bagian bawah pot, kayu, batu, atau tumpukan barang.
- Rapikan halaman secara bertahap. Pangkas rumput, singkirkan barang tidak terpakai, dan kendalikan keberadaan tikus.
- Tutup celah bangunan setelah dipastikan aman. Periksa bagian bawah pintu, gudang, ventilasi, serta celah di sekitar saluran atau fondasi.
- Hubungi petugas berpengalaman jika ada ular. Jangan mencoba menangkap, memukul, atau membunuhnya sendiri.
Bila ular terlihat secara langsung, tetap tenang dan mundur perlahan tanpa membuat gerakan yang dapat mengejutkannya. Animal and Veterinary Service (AVS) Singapura juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyentuh, mengejar, atau mengurung ular karena hewan tersebut dapat menggigit sebagai bentuk pertahanan diri. Jika terjadi gigitan, segera cari pertolongan medis.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanda Ular Sering Melintas di Halaman Rumah
1. Apakah kulit ular yang ditemukan di halaman menandakan masih ada ular?
Belum tentu. Kulit yang terkelupas menunjukkan bahwa ular pernah berada di sekitar lokasi tersebut, tetapi tidak membuktikan bahwa hewannya masih bersembunyi di sana.
2. Apakah ular sering melintas di halaman rumah pada malam hari?
Beberapa jenis ular memang lebih aktif pada malam hari, sedangkan jenis lainnya bisa beraktivitas pada siang hari. Waktu kemunculannya bergantung pada spesies, kondisi lingkungan, dan ketersediaan makanan.
3. Apakah lubang kecil di halaman merupakan tempat persembunyian ular?
Bisa saja, tetapi tidak semua lubang dihuni ular. Lubang tersebut mungkin dibuat oleh tikus, serangga, atau hewan kecil lainnya. Jangan memasukkan tangan ke dalam lubang untuk memeriksanya.
4. Apakah keberadaan tikus bisa menarik ular datang ke rumah?
Ya. Tikus merupakan salah satu sumber makanan bagi ular. Lingkungan rumah yang memiliki populasi tikus cukup tinggi berpotensi menarik ular pemangsa untuk mencari makan.
5. Apa yang harus dilakukan jika melihat ular melintas di halaman?
Jaga jarak, jangan mencoba menangkap atau membunuhnya, dan jauhkan anak-anak serta hewan peliharaan. Apabila ular berada di area rumah dan berpotensi membahayakan penghuni, hubungi petugas pemadam kebakaran atau tenaga penanganan satwa liar yang berpengalaman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391542/original/015530900_1793938826-cek_fakta_transfer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391701/original/075253900_1793947774-e73c9a3a-9205-4a01-ac49-df0e8d26453c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380233/original/018322100_1792661499-01M5GVAKRAM483MN536Y6JCC5J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391601/original/095291000_1793942778-b213f337-927c-4db8-929c-45d9d5055cf6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384801/original/027869500_1793181707-01M60WX1X931SNB4E92QJNAZ5G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527285/original/096901900_1773199053-lemari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4210625/original/081100500_1667285732-hand-gfac6b6820_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374504/original/093885100_1792053966-francesco-mocellin-LHuAyKkbA9w-unsplash__1_.jpg)