Liputan6.com, Jakarta - Daftar flora & fauna endemik Indonesia yang terancam punah menunjukkan kekayaan hayati Nusantara yang memiliki keunikan di setiap wilayah. Berbagai spesies tumbuhan dan satwa hidup di habitat alami dengan karakteristik yang berbeda, mulai dari hutan tropis hingga kawasan pegunungan.
Keberadaan daftar flora & fauna endemik Indonesia yang terancam punah semakin penting untuk diperhatikan karena sejumlah spesies menghadapi ancaman kerusakan habitat, perburuan liar, perdagangan ilegal, serta perubahan iklim.
Daftar flora & fauna endemik Indonesia yang terancam punah mencakup berbagai spesies dengan karakteristik dan habitat yang berbeda. Sebagian di antaranya memiliki populasi terbatas sehingga rentan terhadap gangguan lingkungan dan membutuhkan upaya konservasi.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum tentang daftar flora & fauna endemik Indonesia yang terancam punah, Rabu (4/11/2026).
1. Orangutan Sumatra (Pongo abelii)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389994/original/054204900_1793780042-Orangutan_Sumatra__Pongo_abelii_.jpg)
Orangutan Sumatra merupakan primata besar yang hidup secara alami di kawasan hutan Sumatra, terutama Aceh dan Sumatra Utara. Satwa ini memiliki rambut panjang berwarna jingga kemerahan, lengan yang kuat, serta kemampuan memanjat pohon untuk mencari makanan dan berlindung. Sebagian besar aktivitasnya berlangsung di atas pepohonan.
Menurut penilaian IUCN, orangutan Sumatra termasuk kategori Kritis atau Critically Endangered (CR). Kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan, pembukaan perkebunan, dan pembangunan infrastruktur menjadi ancaman bagi habitatnya. Konflik dengan manusia serta perdagangan satwa ilegal juga dapat memperburuk kondisi populasinya.
2. Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)
Orangutan Tapanuli merupakan spesies orangutan yang hanya ditemukan di kawasan Ekosistem Batang Toru, Sumatra Utara. Spesies ini baru diidentifikasi sebagai jenis tersendiri pada 2017. Secara fisik, orangutan Tapanuli memiliki rambut lebih keriting dan struktur tengkorak yang berbeda dibandingkan dua spesies orangutan lainnya.
Populasinya sangat terbatas dan masuk kategori Kritis atau Critically Endangered (CR) menurut IUCN. Fragmentasi hutan, pembangunan infrastruktur, serta aktivitas manusia di sekitar habitat alaminya menjadi ancaman serius. Perlindungan kawasan hutan Batang Toru sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup primata endemik ini.
Advertisement
3. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389995/original/058710500_1793780042-Harimau_Sumatra__Panthera_tigris_sumatrae_.jpg)
Harimau Sumatra merupakan satu-satunya subspesies harimau yang masih hidup secara alami di Indonesia. Satwa ini memiliki tubuh relatif lebih kecil dibandingkan beberapa subspesies harimau lainnya, dengan bulu jingga dan loreng hitam yang rapat. Corak tersebut membantu harimau menyamarkan diri ketika berburu di antara vegetasi hutan.
Harimau Sumatra termasuk kategori Kritis atau Critically Endangered (CR) berdasarkan penilaian IUCN. Perburuan liar, perdagangan bagian tubuh satwa, dan penyusutan habitat menjadi ancaman utama bagi keberadaannya. Konflik dengan manusia juga dapat terjadi ketika wilayah jelajah harimau semakin berdekatan dengan permukiman atau lahan pertanian.
4. Komodo (Varanus komodoensis)
Komodo merupakan kadal terbesar di dunia yang berasal dari sejumlah pulau di Nusa Tenggara Timur, seperti Komodo, Rinca, dan sebagian wilayah Flores. Reptil ini memiliki tubuh besar, ekor kuat, serta rahang yang digunakan untuk menangkap dan memangsa hewan lain. Komodo juga dikenal sebagai predator puncak di habitat alaminya.
Menurut penilaian IUCN, komodo termasuk kategori Genting atau Endangered (EN). Perubahan habitat, aktivitas manusia, serta dampak perubahan iklim yang dapat memengaruhi ketersediaan mangsa dan kondisi lingkungan menjadi tantangan bagi kelangsungan hidupnya. Perlindungan habitat alami dan pengelolaan kawasan konservasi diperlukan untuk menjaga populasinya.
5. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389996/original/064179400_1793780042-Jalak_Bali__Leucopsar_rothschildi_.jpg)
Jalak Bali merupakan burung endemik Pulau Bali yang memiliki penampilan khas berupa bulu putih, jambul tegak, dan kulit berwarna biru di sekitar mata. Bagian ujung sayap serta ekornya dihiasi bulu hitam. Burung ini umumnya hidup di kawasan hutan dan dikenal memiliki suara kicauan yang cukup nyaring.
Jalak Bali termasuk kategori Kritis atau Critically Endangered (CR) menurut IUCN. Perburuan dan perdagangan ilegal menjadi ancaman besar karena burung ini memiliki penampilan menarik sehingga diminati kolektor. Upaya pelestarian dilakukan melalui perlindungan habitat, penangkaran, pemantauan populasi, serta pelepasliaran individu hasil penangkaran ke alam.
6. Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis)
Badak Sumatra merupakan spesies badak terkecil di dunia sekaligus satu-satunya badak Asia yang memiliki dua cula. Tubuhnya ditumbuhi rambut tipis berwarna cokelat kemerahan dan umumnya hidup soliter di kawasan hutan tropis. Satwa herbivor ini memakan daun, ranting, buah, serta berbagai jenis tumbuhan yang tersedia di habitatnya.
Berdasarkan penilaian IUCN, badak Sumatra termasuk kategori Kritis atau Critically Endangered (CR). Populasinya sangat sedikit dan tersebar dalam kelompok-kelompok kecil sehingga sulit menemukan pasangan untuk berkembang biak. Perburuan, fragmentasi habitat, dan rendahnya tingkat reproduksi turut menghambat pemulihan populasinya.
Advertisement
7. Kantong Semar Kelam (Nepenthes clipeata)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389997/original/069142800_1793780042-Kantong_Semar_Kelam__Nepenthes_clipeata_.jpg)
Kantong semar Kelam merupakan tumbuhan karnivora yang berasal dari kawasan Gunung Kelam, Kalimantan Barat. Tanaman ini memiliki daun berbentuk khas dengan kantong yang berfungsi menangkap serangga sebagai sumber nutrisi tambahan. Bentuk kantongnya menjadi salah satu ciri yang membedakannya dari spesies kantong semar lainnya.
Menurut penilaian IUCN, Nepenthes clipeata termasuk kategori Kritis atau Critically Endangered (CR). Persebarannya yang sangat terbatas membuat tanaman ini rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan. Kerusakan habitat dan pengambilan tanaman dari alam untuk kepentingan koleksi juga dapat mengancam keberadaannya.
8. Kantong Semar Sumatra (Nepenthes sumatrana)
Kantong semar Sumatra merupakan tumbuhan karnivora yang berasal dari Pulau Sumatra, terutama kawasan bagian utara dan barat. Tanaman ini mempunyai kantong perangkap dengan bentuk serta warna khas untuk menarik dan menangkap serangga. Nutrisi dari mangsa tersebut membantu tanaman bertahan hidup di lingkungan yang memiliki kandungan unsur hara tanah relatif rendah.
Spesies ini termasuk kategori Kritis atau Critically Endangered (CR) berdasarkan penilaian IUCN. Kerusakan habitat akibat aktivitas manusia dan perubahan kondisi lingkungan dapat mengganggu pertumbuhannya. Persebaran yang terbatas juga membuat populasi kantong semar Sumatra lebih rentan terhadap gangguan di alam.
9. Kantong Semar Guci (Nepenthes aristolochioides)
Kantong semar guci merupakan tumbuhan endemik Sumatra yang dikenal karena bentuk kantongnya menyerupai guci. Tanaman ini tumbuh di kawasan pegunungan, termasuk sekitar Gunung Kerinci. Kantongnya memiliki bentuk unik dengan bagian bukaan yang khas untuk membantu menangkap serangga sebagai sumber nutrisi.
Menurut penilaian IUCN, Nepenthes aristolochioides termasuk kategori Kritis atau Critically Endangered (CR). Wilayah persebarannya yang terbatas membuat spesies ini rentan terhadap kerusakan habitat. Pengambilan tanaman secara berlebihan untuk koleksi juga dapat mengurangi jumlah individu yang tumbuh secara alami.
Pertanyaan Seputar Daftar Flora & Fauna Endemik Indonesia yang Terancam Punah
Apa yang dimaksud dengan flora dan fauna endemik?
Flora dan fauna endemik adalah tumbuhan dan satwa yang secara alami hanya ditemukan di wilayah geografis tertentu dan tidak hidup secara alami di tempat lain.
Apa penyebab flora dan fauna endemik terancam punah?
Penyebabnya antara lain kerusakan habitat, alih fungsi lahan, perburuan liar, perdagangan ilegal, perubahan iklim, serta gangguan terhadap ekosistem alami.
Apa arti status CR dan EN dalam konservasi?
CR merupakan singkatan dari Critically Endangered atau Kritis, yaitu kategori spesies yang menghadapi risiko kepunahan sangat tinggi di alam. Sementara itu, EN (Endangered) berarti Genting, yakni spesies yang menghadapi risiko kepunahan tinggi.
Apa contoh fauna endemik Indonesia yang terancam punah?
Beberapa contohnya adalah orangutan Sumatra, orangutan Tapanuli, harimau Sumatra, komodo, jalak Bali, dan badak Sumatra. Spesies tersebut menghadapi berbagai ancaman terhadap habitat maupun populasinya.
Bagaimana cara melestarikan flora dan fauna endemik Indonesia?
Pelestarian dapat dilakukan dengan menjaga habitat alami, menghentikan perburuan dan perdagangan ilegal, mendukung kawasan konservasi, serta tidak mengambil tumbuhan langka dari alam. Dukungan terhadap program rehabilitasi dan penangkaran juga dapat membantu menjaga kelangsungan hidup spesies terancam punah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377022/original/021863400_1760072132-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__88_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4742930/original/018792300_1707900039-SriMul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389993/original/048700300_1793780042-jalak_bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4193384/original/089473600_1665918972-20220917_160019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389871/original/084891300_1793776717-Gemini_Generated_Image_r33bulr33bulr33b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306568/original/046824900_1784884378-emtek_1.jpg)